NovelToon NovelToon
Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Demi menguji ketulusan, Aldi Pratama menyamar sebagai pria biasa selama dua tahun pernikahan. Namun, Kirana beserta keluarganya yang gila gengsi terus menghina dan merendahkannya. Batas sabar Aldi habis; ia mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris tunggal konglomerat raksasa Pratama Group, menceraikan Kirana, dan memiskinkan keluarganya.
Kejatuhan itu seketika menghancurkan hidup Kirana—ibunya meninggal karena syok, adiknya dipenjara, dan ia harus bertahan hidup sebagai pedagang sembako miskin. Di titik nadir inilah Kirana bertobat total dan belajar bersyukur. Takdir kemudian mempertemukan mereka kembali lewat program sosial. Meski dipisahkan jurang kasta yang permanen, Aldi diam-diam memberi perlindungan rahasia karena belum bisa melupakan Kirana sebagai cinta pertamanya, sementara Kirana menjalani takdirnya dengan keikhlasan dan penyesalan abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 14: Di Balik Tirai Panggung

Pukul delapan malam, acara inti akan segera dimulai. Soni, yang kini menjabat sebagai Manajer Keuangan baru, berjalan mondar-mandir di dekat panggung utama dengan memegang mikrofon. Wajahnya tampak pongah, sesekali membentak para pekerja vendor dekorasi yang sedang merapikan susunan bunga di latar belakang panggung.

"Heh! Kerjanya yang cepat dong! Sebentar lagi komisaris daerah mau datang! Kalau ada properti yang miring, saya potong upah kalian!" teriak Soni dengan nada angkuh.

Saat Soni berbalik, pandangannya tidak sengaja menangkap sosok pria berpakaian seragam abu-abu kasar yang sedang mendorong troli besi berisi kotak-kotak kabel sound system di sudut panggung. Pria itu mengenakan topi kerja yang agak diturunkan, namun Soni sangat mengenali postur tubuh tersebut.

"Wah, wah, wah! Lihat siapa yang jadi kuli malam ini!" seru Soni dengan tawa mengejek yang keras, sengaja menarik perhatian beberapa staf administrasi yang kebetulan lewat di dekat panggung. "Pak Aldi Pratama! Mantan bos saya yang terhormat! Waduh, kasihan sekali ya, tangan yang biasanya pegang pulpen otorisasi ratusan juta, sekarang harus pegang besi karatan."

Aldi menghentikan gerakannya. Dia menegakkan tubuhnya perlahan, lalu membuka topinya, menatap Soni dengan pandangan mata yang sangat tenang—terlalu tenang untuk seorang pria yang sedang diintimidasi. "Ada yang salah dengan pekerjaan saya, Manajer Soni?"

"Gak ada yang salah sih, cuma pemandangan ini lucu banget!" cibir Soni, melipat tangan di dada sambil memandang rendah Aldi. "Oh ya, sekadar mengingatkan ya, staf logistik Aldi... jangan sampai wajah berdebumu itu merusak pemandangan para tamu VIP di depan. Kalau kamu butuh sisa makanan katering nanti setelah acara selesai, bilang saja ke saya. Nanti saya mintakan ke pihak hotel agar dibungkuskan untuk dibawa pulang ke mertuamu."

Para staf di sekitar Soni ikut tertawa sinis, sementara Aldi hanya menyunggingkan senyum tipis yang penuh misteri.

"Terima kasih atas tawarannya, Soni. Tapi saya sarankan, simpan saja bungkusan makanan itu untuk dirimu sendiri... karena setelah malam ini selesai, mungkin kamu yang akan lebih membutuhkan bantuan makanan gratis."

Soni mengernyitkan dahi, merasa tersinggung dengan ketenangan Aldi yang seolah tidak punya beban. "Dasar pria stres! Sudah jatuh miskin masih saja sok angkuh! Cepat selesaikan kerjamu dan enyah dari atas panggung ini!"

Di bawah panggung, Kirana yang melihat interaksi itu dari kejauhan hanya bisa menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Air matanya hampir runtuh melihat bagaimana suaminya dijadikan bahan tertawaan oleh mantan bawahannya sendiri. Namun, saat dia hendak melangkah maju untuk menarik Aldi keluar dari situasi memalukan itu, Ibu Ratna menahan lengannya dengan kuat.

"Mau ke mana kamu, Kirana?!" bisik Ibu Ratna dengan nada galak yang tertahan. "Jangan bikin malu Mama ya! Biarkan saja dia di sana, itu hukuman yang pas buat orang yang sudah bikin malu keluarga dengan korupsi. Kalau kamu samperin dia sekarang, nanti Nak Rendy dan tamu-tamu kaya lainnya malah tahu kalau pelayan itu suamimu! Jaga jarak!"

"Tapi Ma, Mas Aldi—"

"Diam!" potong Ibu Ratna mutlak. "Nikmati saja acaramu.

Sebentar lagi Nak Rendy mau naik ke panggung untuk memberikan pidato pembuka. Fokus ke sana!"

Kirana akhirnya hanya bisa mundur setapak, membiarkan egonya kembali mengalahkan nuraninya, sementara Aldi dari atas panggung menatap ke arah mereka dengan pandangan mata yang perlahan berubah menjadi dingin tanpa sisa kehangatan lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!