Mengkisahkan seseorang yang bangkit dari kematian, yang di sebut Mati Suri, membuat mata batin nya terbuka dengan sendiri, Membuat ia bisa melihat apa yang tidak bisa di lihat orang biasa, dengan bentuk dan wujud yang mengerikan, membuat Wanita bernama Aira harus terbiasa berbaur dengan mereka dari Alam Lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
06 - Pulang Ke Kota
Pagi itu. saat aku terbangun aku melihat ayah dan ibu sedang bicara, tak tahu apa yang mereka bicara kan, mata ku kembali terfokuskan pada Nina yang datang mengajak ku bermain.
Kini aku sudah mengerti kalau Nina bukan lah manusia, aku pun hanya diam saja saat Nina mengajak ku bermain, bahkan aku berkata pada nya.
"Nina, Maaf ya, aku gak bisa main lagi sama kamu, tolong jangan datang lagi ya kesini."Ucap ku spontan.
Aku melihat wajah Nina tampak sedih, ia berlalu pergi dari jendela kamar ku, dan ayah ibu kini menatap ku. mereka mendengar apa yang ku katakan.
•••
Ternyata pembicaraan ayah dan Ibu tadi, Ibu meminta ayah untuk pulang saja, Ibu sangat takut akan bahaya yang akan terjadi pada ku, harapan ibuku, mata batin ku bisa tertutup lagi setelah kami pulang ke kota.
Ayah pun menyetujui nya, Ayah dan Ibu pamit pada kakek dan nenek, serta paman yang ada disana.
Saat aku menaiki mobil, Aku melihat Nina tampak dengan muka datar menatap ku, ia lalu mengangkat tangan nya melambaikan tangan pada ku, Aku pun membalas nya, melihat hal itu, Ibu ku lekas menyuruh ku lekas masuk ke dalam mobil. dan kami pun meninggalkan desa itu.
Perjalanan kami pulang ke kota juga tidak mulus mulus saja, sepanjang perjalanan, aku selalu ketakutan saat melihat keluar jendela, banyak mereka yang berwajah seram membuat ku ketakutan, aku menangis dan ibu ku hanya bisa memeluk ku dan menenangkan ku, agar aku tidak melihat keluar jendela.
Aku mendengar Ibu dan ayah terus membaca doa saat melewati kawasan yang kiri kanan nya masih hutan.
Sementara Aku yang menangis pun sampai ketiduran. Saat sampai, Aku pun di bangunkan oleh ibu ku, aku senang saat sudah melihat rumah kami, aku pun turun dari mobil, Kak Aan mengandeng tangan ku. Seolah seperti kakak yang siap siaga menjaga ku.
"Ayo dek, kita masuk."Ajak kak Aan. Aku pun mengikuti nya.
saat akan masuk, aku melihat di jalan komplek rumah kami, ada seorang wanita berbaju merah tengah menatap ke arah kami, Aku hanya menundukkan kepala dan berjalan masuk ke dalam rumah, aku sangat takut untuk melihat nya lebih lama, Aku melihat darah di wajah nya, membuat ku rasa nya ingin muntah.
"Pa, Bagaimana dengan Aira pa, umur segini dia harus melihat semua itu, Mama merasa kasihan padanya."Ibu menangis dan aku mendengar bersama dengan kakak di balik pintu kamar Orang tua Ku.
"Kita harus bantu dia untuk terbiasa dengan keadaan ini, semua sudah terjadi, sudah lah, jangan menangis."Ucap Ayah.
"Aku hanya takut dia ketakutan Pa, pasti tidak muda melihat mereka dengan berbagai bentuk yang menyeramkan."Ucap Ibu.
Aku lalu membuka pintu bersama Kakak kami masuk ke dalam, Ibu lansung mengelap air mata nya yang sudah memenuhi wajah nya saat itu.
"Ma, Aira ga apa-apa kok." Ucap Ku untuk menenangkan Ibu nya.
"Nanti Abang yang akan menjaga Aira ma, mama jangan menangis."Ucap Bang Aan.
Ibu pun tersenyum walau ia masih menitikkan air mata, dan memeluk Ku dan Bang Aan.
Tapi tentu saja Ibu masih khawatir, baru 1 hari kami di rumah, tak pernah sekali pun Ibuku meninggalkan ku.
•••
Hi Para Reader tercinta, Ini adalah novel Horor pertama aku, Mohon dukungan nya untuk tekan (❤️) dan (👍) nya ya.
Bantu Vote nya juga ya, biar Novel Ku bisa naik.
Makasih semua 🙏