NovelToon NovelToon
The Legend Of Hu Jin

The Legend Of Hu Jin

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Wuxia / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Terbuang saat bayi dan nyaris tewas di Hutan Terlarang, Hu Jin tumbuh tanpa mengetahui identitas aslinya sebagai Putra Mahkota Kerajaan Timur.

​Ditolak oleh dunia dan diasuh oleh Dewi Es dari Sekte Teratai, Hu Jin bangkit membuktikan dirinya melalui Tulang Kaisar Langit—bakat mitologi yang mengguncang semesta. Namun, alih-alih menjadi alat politik sekte, ia memilih pergi menantang alam liar demi membebaskan gurunya dan merebut kembali takdir yang dirampas!

​Mampukah pangeran yang terbuang ini menaklukkan benua dan kembali sebagai Dewa Pedang Es Kuno?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Paviliun Seribu Pusaka

​Paviliun Seribu Pusaka berdiri megah lima lantai di pusat Kota Sungai Merah. Bangunan berarsitektur kayu cendana itu dipenuhi ukiran emas dan formasi array pelindung yang memancarkan pendar hangat. Aroma kayu manis bercampur harum pahit-manis ratusan jenis herbal langsung menyambut Hu Jin begitu ia melangkah melewati pintu gerbangnya.

​Suasana lantai dasar terasa riuh. Ratusan anak muda dari berbagai faksi, klan kaya, hingga pengembara berkumpul mengelilingi etalase kaca. Di sudut kanan, terdapat aula khusus alkimia tempat puluhan alkemis bertopi hitam memperagakan pembuatan pil-pil spiritual tingkat rendah.

​Hu Jin berdiri di tepi kerumunan, memiringkan topi jeraminya sedikit ke atas. Matanya yang jernih menatap gerakan tangan para alkemis itu dengan penuh rasa ingin tahu. Sebagai murid yang dibesarkan di Puncak Es dengan gemblengan pedang murni, dunia alkimia adalah hal baru baginya.

​"Pembuatan pil tingkat satu membutuhkan kestabilan Qi elemen api dan pemahaman sifat obat..."

​Sebuah suara serak namun tegap terdengar di samping Hu Jin. Seorang pria tua bertubuh bungkuk dengan jubah alkemis bersulam tiga bintang emas melangkah mendekat. Pria tua itu adalah Tetua Alkemis Paviliun. Sejak awal, mata tajam pria tua itu memperhatikan Hu Jin—bukan karena jubah abu-abu sederhananya, melainkan karena kestabilan napas dan aura alami Hu Jin yang terasa begitu murni.

​"Anak Muda," puji pria tua itu pelan sambil tersenyum tipis. "Matamu menatap aliran energi dalam kuali dengan sangat tenang. Apakah kau paham tentang alkimia?"

​Hu Jin menoleh, lalu mengukir senyum sopan. "Sama sekali tidak, Senior. Aku hanya seorang pendekar pedang yang takjub melihat bagaimana herbal liar bisa diubah menjadi pil penambah kekuatan hidup."

​Pria tua itu terkekeh pelan, menyukai kejujuran dan kerendahan hati Hu Jin. "Alkimia dan Seni Pedang memiliki inti yang sama, Anak Muda—keduanya membutuhkan fokus tanpa cela dan keheningan jiwa."

​Hu Jin mengangguk perlahan, mencerna ucapan bijak pria tua itu. Ia menyimpan pesan tersebut di dalam pikirannya sebelum meminta izin secara sopan untuk naik ke lantai atas mencari tujuannya.

​Lantai dua Paviliun Seribu Pusaka jauh lebih tenang. Di sini terpasang puluhan rak kayu berisi kitab-kitab bela diri tingkat awal dan menengah, serta etalase pusaka spiritual.

​Saat Hu Jin menyusuri deretan rak kitab jurus pedang, langkah kakinya terhenti. Di balik celah rak kayu tempat kitab elemen angin tersusun, berdiri sosok gadis cantik berjubah putih-keemasan.

​Itu adalah Su Qing'er. Gadis jenius dari Sekte Awan itu rupanya juga sedang mencari beberapa kitab rujukan. Su Qing'er menoleh, dan saat matanya bertemu dengan mata hitam Hu Jin di balik topi jeraminya, bibirnya mengukir senyuman tipis yang sangat anggun.

​Namun, sebelum mereka sempat menyapa, suasana tenang di lantai dua pecah oleh suara langkah kaki yang dihentakkan secara sengaja.

​"Qing'er! Ternyata kau ada di sini!"

​Seorang pemuda tampan berjubah sutra merah dengan sulaman benang emas melangkah mendekat bersama empat pengawalnya. Pemuda itu adalah Zhao Yan, tuan muda dari Klan Zhao wilayah perbatasan—sebuah klan kaya yang menjadi faksi bawahan Sekte Awan. Zhao Yan sudah lama menjadi pemuja fanatik Su Qing'er dan selalu mencari cara untuk menarik perhatiannya.

​Mata Zhao Yan mendadak menyipit tajam saat melihat Su Qing'er berdiri sangat dekat dengan seorang pemuda bertopi jerami berjubah lusuh. Rasa cemburu dan keangkuhannya langsung meledak.

​"Bocah gembel dari mana ini?!" bentak Zhao Yan kasar, melangkah memotong jalan Hu Jin dan menatapnya dengan pandangan menjijikkan. "Berani-beraninya kau berdiri di dekat Nona Qing'er dan mencemari pandangannya! Cepat berlutut dan keluar dari Paviliun ini sebelum kubawa pengawal untuk mematahkan kakimu!"

​Su Qing'er tidak langsung melangkah membela. Sebaliknya, gadis jenius itu mundur setengah langkah, melipat kedua tangannya di dada sambil menatap Hu Jin dengan kilatan mata penuh rasa penasaran. Ia ingin menguji dan melihat secara langsung bagaimana cara "Pendekar Es Emas" yang misterius ini merespons gertakan pembuat onar tanpa latar belakang sektenya.

​Hu Jin menatap Zhao Yan datar dari balik topi jeraminya. Ia tidak menarik pedang hitamnya, tidak memancarkan aura membunuh, bahkan wajahnya tidak menunjukkan raut kekesalan sedikit pun.

​"Tuan Muda," jawab Hu Jin dengan suara tenang yang bergema halus di dalam ruangan. "Paviliun Seribu Pusaka adalah tempat terbuka bagi siapa saja yang membawa batu spiritual. Jika keberadaanku membuat matamu sakit, bukankah lebih mudah jika Tuan Muda sendiri yang memalingkan wajah atau pindah ke lantai lain?"

​Para pengunjung di sekitar rak mendadak berbisik-bisik, kaget dengan ketenangan respons Hu Jin.

​Zhao Yan merasa terhina. "Lancang! Kau mengusirku?! Kau tahu siapa aku?!"

​"Aku tidak mengenalmu, dan tidak ada kewajiban bagiku untuk mengenalmu," potong Hu Jin santai, melangkah satu jinjit melewati Zhao Yan tanpa memedulikannya lagi. "Pikiran yang penuh dengan rasa cemburu hanya akan menyumbat meridian kultivasi. Semoga Tuan Muda bisa lebih fokus pada latihanmu."

​Zhao Yan membeku seketika. Kata-kata Hu Jin yang bijak namun tajam itu menghantam harga dirinya secara telak di depan Su Qing'er. Ia hendak menarik pedangnya karena murka, namun tekanan aura tak terlihat yang sangat dingin mendadak mengunci persendian tangannya selama satu detik, membuatnya gemetar dan tak sanggup mencabut pedang dari sarungnya!

​Su Qing'er yang menyaksikan kejadian itu dari samping tersenyum takjub. Tanpa perlu pertumpahan darah atau membuat keributan yang merusak Paviliun, Hu Jin berhasil menjatuhkan mental pembuat onar itu secara elegan hanya dengan kata-kata dan sedikit kontrol Qi yang teramat presisi.

​Beberapa saat kemudian, di etalase khusus pusaka ruang di lantai tiga.

​Hu Jin berdiri di depan meja kasir sambil memandangi Cincin Ruang Tingkat Tinggi berwarna perak gelap yang baru saja ia beli dari pengelola Paviliun. Cincin ini memiliki kapasitas penyimpanan sepuluh kali lebih luas dari cincin lamanya dan dilapisi segel pengaman yang kuat.

​Namun, saat Hu Jin merogoh kantong penyimpanan batu spiritualnya untuk menyelesaikan pembayaran...

​Wajah tampan di balik topi jerami itu mendadak sedikit meringis.

​Seluruh kantong batu spiritual hasil tabungannya selama dua tahun, emas jaminan dari Klan Lei dulu, hingga sisa uang dari penjualan bahan perbatasan—semuanya lunas tak tersisa hanya demi memboyong cincin ruang dan beberapa herbal pemurni ini!

​Pengelola toko menyerahkan cincin perak itu sambil membungkuk sopan. "Terima kasih atas pembeliannya, Pendekar Muda! Cincin ini kini resmi milikmu."

​Hu Jin menerima cincin itu, memasangnya di jari manisnya, lalu berjalan keluar dari Paviliun Seribu Pusaka menembus angin malam yang dingin.

​Sambil menatap kantong perbekalannya yang kini benar-benar kosong melompong, Hu Jin menghela napas panjang dan menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri.

​"Dompetku benar-benar kering," gumam Hu Jin pelan dengan tawa kecil yang agak miris di bibirnya. "Sepertinya sebelum sampai di Kota Teratai Hitam... aku harus mencari beberapa bandit atau kelompok orang jahat lagi untuk merampok balik batu spiritual mereka."

​Dengan tekad baru dan dompet yang minta diisi ulang, sang pangeran terbuang melangkah mantap menembus kegelapan malam menuju panggung utama para jenius di Kota Besar Teratai Hitam!

1
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!