NovelToon NovelToon
After The Rain

After The Rain

Status: tamat
Genre:Romansa / Mengubah Takdir / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:46k
Nilai: 5
Nama Author: nowitsrain

Segala kemalangan hidup yang menghampiri Kinara Adorelia membawanya bertemu dengan Sekala Pranadipa, seorang pemuda yang menyimpan banyak luka di balik senyumnya.

Ini bukan sekadar kisah percintaan dua anak manusia, melainkan kisah perjalanan mereka dalam mengarungi badai masing-masing sampai akhirnya tiba dan bersandar di dermaga yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nowitsrain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wherever You Go, I'll Always Find You

"Papa bangkrut." Suara Kinara terdengar sangat menyedihkan. Atha yang semula ingin melancarkan lebih banyak berondong pertanyaan otomatis mengatupkan bibir rapat-rapat. Matanya mulai menelisik spanduk yang membentang di pagar rumah Kinara, berusaha membaca lagi deretan kalimat yang tertera di sana. Tapi belum sampai ia pada akhir tulisan, Kinara kembali bersuara. "Kami kehilangan semuanya. Benar-benar nggak ada yang tersisa, Atha."

Seharusnya, Atha segera bicara. Sebagai seorang kekasih, bukankah seharusnya ia segera memberikan penghiburan pada Kinara yang hatinya sedang terluka? Tapi alih-alih membuka bibirnya untuk bicara, Atha malah terdiam di tempatnya untuk waktu yang cukup lama. Sampai akhirnya, tak terdengar lagi suara Kinara dari seberang sana.

Atha panik. Dia pikir, Kinara sengaja memutus sambungan telepon karena perempuan itu hendak menangis dan tidak ingin dia mendengarnya. Tetapi saat Atha menjauhkan ponsel untuk memeriksa, rupanya ponsel itu telah dalam keadaan mati.

"Sialan!" gerutunya. Salahnya sendiri karena tidak mengecek kondisi baterai ponsel miliknya karena terburu-buru menjalankan motornya ke sini. Ia baru sampai di Jakarta dan hanya menaruh tas serta barang-barang bawaannya di rumah kemudian bergegas ke sini. Atha tidak memikirkan hal lain saat melajukan motornya karena dia sudah terlalu merindukan Kinara.

Tapi saat ia sudah berdiri di depan rumah gadis itu, berharap akan disambut dengan senyum cerah dan binar bahagia dari gadis yang dicintai, Atha malah disuguhkan kenyataan pahit yang memilukan ini.

Kepala Atha terasa berat di bagian belakang. Ada terlalu banyak hal yang ingin dia lakukan di saat yang bersamaan. Saking banyaknya, ia jadi kebingungan harus memulainya dari mana. Mati-matian Atha berusaha menenangkan dirinya sendiri. Ia harus bisa berpikir dengan jernih di keadaan yang seperti sekarang ini.

Kemudian, saat kondisi kepalanya sudah berangsur membaik, Atha memutuskan untuk kembali ke rumah. Setidaknya, ia harus mengisi daya di ponselnya agar bisa kembali menghubungi Kinara. Gadis itu membutuhkannya, Atha harus memastikan dirinya ada.

Dalam keadaan hati yang masih gusar, Atha melajukan motornya menembus jalanan. Diiringi lampu-lampu jalan yang mulai menyala bersamaan dengan adzan Maghrib yang berkumandang.

...****************...

Lima belas menit Atha duduk dengan tidak tenang di sofa ruang tengah. Bolak-balik mengecek ponselnya untuk melihat apakah dayanya sudah terisi dan bisa digunakan untuk menelepon. Lalu, setelah melihat prosentase baterai ponselnya ada di angka 20, Atha mencabut kabel charger dan langsung menyalakan ponselnya yang masih dalam keadaan mati.

Dari arah dapur, Bi Darti, asisten rumah tangga di kediaman Atha datang membawa segelas air. Sedari tadi wanita itu memerhatikan bagaimana tuan muda di rumah ini terus bergerak gelisah di tempat duduknya.

"Minum dulu, Mas." Kata Bi Darti sembari menyodorkan air kepada Atha.

Atha meraih air tersebut dan meminumnya seteguk, hanya untuk menghargai upaya Bi Darti yang sudah merelakan waktu untuk mengambilkan air itu untuknya. Kemudian, setelah meletakkan gelas ke atas meja, Atha bangkit. Buru-buru dia menggulir layar untuk mencari kontak Tante Risa, ibunya Kinara. Atha tidak berniat untuk bertanya langsung kepada Kinara di mana alamat tempat tinggal Kinara yang baru karena gadis itu mungkin masih sedang menangis sekarang. Jadi Atha pikir, satu-satunya orang yang bisa ia mintai informasi cuma Tante Risa.

Atha berjalan ke arah pintu depan, menunggu telepon tersambung dengan hati yang gusar.

Telepon pertama tidak diangkat. Tapi Atha tidak menyerah. Dia masih berusaha menelepon Tante Risa. Sampai akhirnya, usahanya berhasil di percobaan ke-empat.

"Halo?" sapa Tante Risa dengan suara lembutnya yang khas.

"Halo, Tante." Atha balik menyapa. "Tante, Atha boleh minta alamat rumah yang baru?" tanyanya kemudian tanpa basa-basi. Dia sudah tidak sabar untuk menemui Kinara.

Sementara itu, di seberang telepon tiba-tiba hening. Tidak ada suara yang tertangkap oleh rungu Atha hingga ia harus menjauhkan ponsel hanya untuk memeriksa apakah telepon masih tersambung atau tidak.

"Tante?" panggil Atha pelan setelah menempelkan lagi ponselnya ke telinga. "Boleh? Atha baru pulang dari Jogja, jadi nggak tahu Tante sekeluarga pindahnya ke mana." Ketika mengatakan itu, suara Atha sudah terdengar sangat frustasi.

Terdengar suara hela napas berat dari seberang telepon. Sebelum akhirnya Tante Risa menjawab dengan suara yang sedikit bergetar. "Boleh. Tante kirim alamatnya via teks, ya."

"Iya, Tante. Terimakasih." Telepon pun terputus.

Tak lama setelah telepon terputus, Atha menerima pesan teks dari Tante Risa. Atha segera memerika pesan tersebut. Setelah mempelajari alamat yang dikirimkan Tante Risa dan mencari rute terbaik, Atha melenggang pergi keluar dari rumah. Mengabaikan Bi Darti yang berteriak bertanya dia akan pergi ke mana.

Tanpa banyak berpikir lagi, Atha segera melajukan motornya. Menembus jalanan malam yang masih ramai lalu-lalang kendaraan.

Sebelum menuju ke rumah baru Kinara, Atha membelokkan motornya ke minimarket dekat persimpangan. Ia membeli beberapa camilan dan es krim untuk diberikan kepada gadisnya yang sedang bersedih. Usai mendapatkan semua yang ia mau di minimarket, Atha kembali melajukan motornya.

Beruntung jalanan tidak terlalu padat dan alamat tempat tinggal Kinara berada di lokasi yang masih mudah untuk dijangkau sehingga Atha tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di sana.

Ketika motornya mulai memasuki kawasan perumahan yang jauh dari kata elit, dada Atha perlahan-lahan terasa sesak. Ia dan Kinara telah berteman sejak SMP. Atha tahu bagaimana kehidupan Kinara yang selalu bergelimang harta dan serba kecukupan. Jadi saat mendengar bahwa perusahaan yang dirintis oleh Om Danu, ayah Kinara, bangkrut dan tidak meninggalkan sisa, Atha bisa ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh kekasihnya itu.

Laju motor Atha semakin memelan seiring dengan jaraknya yang semakin dekat dengan rumah Kinara. Sesak di dada semakin terasa saat dari kejauhan, Atha bisa melihat sosok Kinara tengah duduk sendirian di teras sebuah rumah yang luasnya bahkan tidak mencapai seperempat dari rumah Kinara yang dulu.

Mata Atha memburam, tapi dia mati-matian berusaha menahan agar tangisnya tidak pecah. Saat ini, ia harus menjadi sosok yang keren di mata Kinara. Dia harus bisa menyediakan bahu untuk perempuan itu menangis sepuasnya malam ini.

Maka, setelah laju motornya berhenti, Atha buru-buru turun dan melangkah cepat menghampiri Kinara yang sudah bangkit dari duduknya. Gadis itu menyambutnya dengan kabut bening yang menyelimuti kedua matanya yang biasa berbinar cerah.

Tanpa berkata apa-apa, Atha menarik tubuh kecil itu masuk ke dalam pelukannya. Diusapnya pelan kepala Kinara ketika ia merasakan kausnya diremat oleh kekasihnya itu.

"It's ok, Nara. Ada aku di sini. Atha di sini buat Nara, jadi nggak ada yang perlu dikhawatirkan."

Bersambung

1
Astri
kapan ktemu sm tokoh prianya
Astri
mungkin kamu nerima apa adanya, tp orang tuamu belum tentu mau nerima nara lagi dalam kondisi yg sekarang,
Astri
tetangga seribu bibir
galih90
👍👍👍
ilyas Baihaqi
Luar biasa
Lily
suka karakter kinara, banyak pelajaran juga yg bisa di ambil dr cerita ini. semangat trs untuk authornya dlm berkarya
iin
keren 👍👍👍👍
Rini Antika
Semangat terus dalam berkarya 💪💪
Arianeee
knpa kinara di panggilnya bee?
nowitsrain: soalnya cerewet, ngomong mulu kek lebah bunyinya ngungg ngungg ngungg
total 1 replies
Arianeee
uda mulai tertarik nih nara
nowitsrain: iya hihi
total 1 replies
🌻Ruby Kejora
Karyanya bagus
Sukses bwt karyanya kk
Zenun
sweet😍😍
nowitsrain: Hehehe
total 1 replies
Zenun
hiya..hiya..hiya😄
Zenun
widih mantap dah
setiap manusia hidup didunia ini memiliki badai masing-masing, dimana kita tidak akan pernah tau seberapa dahsyat badai orang lain, karena kita tidak berada di posisi nya.... KATA KATA YANG SERING KITA LUPAKAN SAAT KITA MENERIMA SEBUAH UJIAN DALAM HIDUP KITA. terimakasih kak atas tulisan ini karna sejati nya bersyukur itu tak perlu menunggu saat kita bahagia 🥰🥰🥰🥰
nowitsrain: Terima kasih, ya, sudah mau baca :) ... sehat selalu!
total 1 replies
Zenun
semangat sekala, semangat Kin, semangat juga untuk kakak
nowitsrain: terima kasih :)
total 1 replies
@Biru791
kapan aja ini up nya thour
nowitsrain: up setiap hari ya
total 1 replies
Zenun
ehehehe
Zenun
udah gak pake pacaran lagi
Zenun: bagus sih begitu
total 2 replies
Zenun
kibar?
nowitsrain: udah mau tamat masa ada pemain baru wkwk
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!