NovelToon NovelToon
The Riot

The Riot

Status: sedang berlangsung
Genre:Badboy / Poligami / Kriminal / Eksplorasi-detektif / Horror Thriller-Kejahatan Kriminal / Misteri
Popularitas:92.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dian Dipa Pratiwi

Malam itu Agatha yang baru saja pulang bekerja dan tidak sengaja bertemu dengan Aaron yang sedang mabuk. Tanpa pikir panjang ia segera membawa Aaron ke apartmentnya. Agatha tidak bisa membiarkannya sendirian di jalanan dengan kondisi demikian. Sejak hari itu, mereka mulai akrab satu sama lain. Bahkan seperti sahabat, atau mungkin lebih dari sekedar sahabat.
Suatu hari, Aaron mendadak harus pergi ke Hongkong dengan alasan akan bertemu keluarganya. Sementara itu, di saat yang bersamaan pula Agatha mendapatkan kasus baru untuk diselidiki. Mereka sama-sama sibuk hingga tidak sadar jika keduanya saling terlibat dalam kasus yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Dipa Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Spa

Untuk mengurangi beban dari tekanan pekerjaannya,

Agatha mengajak Zura untuk pergi ke salah satu spa. Ia perlu menenangkan

pikirannya untuk sesaat, di tengah situasi yang kian memanas. Percuma saja jika

ia berusaha untuk memecahkan masalah tersebut tanpa berpikir dengan kepala yang

dingin.

Kebetulan sekali hari ini Zura sedang tidak ada

jadwal di rumah sakit. Padahal sekarang bukan hari libur. Jadi, ia hanya

melakukan kunjungan ke kamar pasien saja. Berbeda dengan Agatha yang sedang

sibuk-sibuknya belakangan ini.

“Apa kau sudah menunggu lama?” tanya Agatha.

Gadis itu langsung menginterupsi Zura begitu ia

sampai di dalam mobil. Tadinya ia sempat menawarkan diri untuk menjemput gadis

itu di pusat perbelanjaan sekitar apartmentnya. Namun, Agatha terpaksa harus

datang terlambat. Memangnya karena apalagi jika bukan akibat pekerjaannya.

“Kau sudah membuatku menunggu selama lima belas

menit!” ketus Zura.

“Maafkan aku!” balas Agatha yang tak mau kalah.

“Kau tahu sendiri jika belakangan ini aku sedang

sibuk,” lanjut gadis itu.

Agatha mendumal di dalam mobil sembari tetap fokus

pada jalanan di depannya. Sementara itu, Zura tampaknya sama sekali tidak

berminat untuk menanggapi ocehan gadis itu. Terkadang ia memang menjadi terlalu

berlebihan ketika suasana hatinya sedang tidak baik. Beberapa kali Zura sempat

menyarankan kepada sahabatnya yang satu itu untuk mengambil cuti. Tapi, ia

tidak mau. Malah saran dari Zura ditolak mentah-mentah, dengan alasan

pengabdian terhadap pekerjaannya.

Jika sudah merasa terbebani, lihat saja akibatnya

sekarang. Agatha bahkansudah tidak memiliki opsi lain untuk menenangkan dirinya

sendiri lagi. Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan adalah dengan pergi ke spa.

“Nanti biar aku yang menyetir saat perjalanan pulang

dari spa!” celetuk Zura secara tiba-tiba.

Sontak Agatha membulatkan kedua bola matanya. Ia

masih tidak percaya, jika gadis itu sungguh menawarkan dirinya. Pasalnya sangat

jarang Zura mau memberikan bantuan secara cuma-cuma seperti ini, kalau bukan

karena ada seseorang yang memintanya.

“Apa seseorang menyuruhmu tadi?” tanya Agatha untuk

memastikan.

Diam-diam, ia masih belum bisa mempercayai perkataan

gadis itu sepenuhnya.

“Tidak sama sekali,” jawab Zura dengan apa adanya.

Mendengar pernyataan tersebut, Agatha lantas

mengangguk-anggukkan kepalanya pelan untuk mengiyakan perkataan gadis itu.

Lagipula memangnya apa masalahnya jika menerima tawaran bantuan dari sahabat

sendiri. Tidak ada yang perlu dicemaskan. Mereka sudah cukup lama saling

mengenal satu sama lain. Sejauh ini, Agatha sudah percaya dengan gadis itu.

Sebab mereka sering menghabiskan waktu bersama sejak dulu.

“Baiklah kalau begitu,” simpul Agatha sambil tetap

fokus menyetir.

“Kau yang akan menyetir saat perjalanan pulang

nanti,” tegasnya sekali lagi.

Sejak tadi Agatha sama sekali tidak memalingkan

pandangannya dari jalanan yang berada tepat di depannya. Meski pada hakikatnya,

akan terkesan sangat tidak sopan jika kau berbicara tanpa menatap mata lawan

bicaramu. Tapi untuk saat ini hal tersebut bahkan sudah tidak menjadi masalah

sama sekali. Zura pun tidak ingin mempermasalahkan yang satu itu.

Mereka berdua sadar betul, jika kau harus ekstra

berhati-hati saat sedang berkendara di jalan raya. Tidak boleh bersikap sembarangan.

Resikonya tidak main-main. Sama sekali tidak menutup kemungkinan, jika nyawamu

lah yang akan menjadi taruhannnya.

Tidak perlu waktu lama untuk sampai ke tempat spa

yang mereka maksud. Hanya memakan waktu perjalanan sekitar dua puluh menit dari

lokasi mereka yang sebelumnya. Itu jika tidak macet. Namun jika kondisi jalanan

ramai, mungkin akan memakan waktu dua puluh lima sampai dengan tiga puluh

menit.

Begitu saampai di sana, Agatha langsung menggiring

mobilnya menuju parkiran. Kebetulan sekali sedang tidak terlalu banyak orang.

Mungkin karena ini masih hari kerja juga. Biasanya tempat umum seperti ini akan

ramai pada akhir pekan.

Agatha hanyalah satu dari sekian banyak manusia

sibuk. Dia berusaha untuk menyempatkan dirinya pergi kemari, karena memang

sedang butuh beberapa penyegaran. Bisa-bisa kinerja otaknya tidak bisa

seoptimal dulu lagi jika terus dipaksa untuk bekerja. Padahal saat pertama kali

melamar pekerjaan ini, Agatha sudah menyetujui salah satu persyaratannya untuk

mempu bekerja di bawah tekanan.

***

Gadiis-gadis itu menghabiskan waktu selama kurang

lebih dua jam di sana. Setelah itu mereka kembali ke apartmentnya

masing-masing. Sesuai dengan janji Zura sebelumnya, jika ia yang akan menyetir

saat perjalanan pulang.

“Hati-hati di jalan!” seru Zura, yang kemudian

mendapatkan anggukn dari gadis itu.

Setelah Zura turun, Agatha kembali mengambil alih

posisi kursi pengemudi. Tanpa banyak basa-basi lagi, gadis itu segera

berpamitan kepada temannya sebelum benar-benar beranjak dari sana. Agatha

menggiring mobilnya untuk kembali menuju jalan raya. Melaju dengan kecepatan

normal, meski ia bisa saja mengemudikannya dengan kecepatan penuh. Sekali lagi,

ia perlu mengingat satu hal di sini. Agatha masih ingin menjalani sisa

hidupnya. Umurnya sekarang masih terlalu cepat untuk meninggalkan dunia. Bahkan

ia belum sempat menjeelajahi keseluruhan isi dunia yang katanya indah ini.

‘CITTT!!!’

Begitu sampai di jalanan kecil menuju parkiran

apartmentnya, gadis itu dikejutkan oleh sebuah mobil sport hitam yang mendadak

berada di depannya. Bukan hanya itu saja. Mobil tersebut bhkan terlihat sedang

menghadang jalanan. Sehingga membuatnya mau tak mau harus mengerem secara

mendadak.

“Siapa orang yang tidak becus dalam memarkirkan

mobilnya seperti ini!” gerutu Agatha di dalam mobil.

‘TIN! TIN! TIN!’

Beberapa kali gadis itu membuyikan klaksonnya secara

sengaja. Dengan maksud untuk member tahu si pengemudi mobil, jika tindakannya

salah. Memarkirkan kendaraan di tengah jalan seperti ini hanyalah pekerjaan

orang gila yang tidak tahu apa-apa. Tapi, memangnya orang gila mana yang

memiliki mobil mewah. Tidak masuk akal.

“Kenapa dia tidak bergerak juga!” geramnya.

‘TIN!’

Agatha kembali membunyikn klakson. Kali ini

kesabarannya sudah nyaris mencapai level maksimal. Jangan salahkan dirinya,

jika ia memperingati si pengemudi mobil itu dengan cara kasar. Pasalnya cara

baik-baik tidak mempan sama sekali.

Gadis itu memutuskan untuk keluar dari mobilnya,

kemudian menghampiri pengemudi mobil itu. Sudah jelas-jelas jika ia berada di

dalam sejak tadi. Lantas kenapa tidak menghiraukan peringatan dari Agatha sama

sekali.

“Hei! Keluar cepat!” titah gadis itu.

Seseorang yang berada di dalam sana, sontak langsung

teralihkan perhatiannya.

“Ck! Jadi dia sudah datang?” gumamnya.

“Baguslah kalau begitu,” lanjut orang tersebut.

Tanpa pikir panjang lagi, orang tersebut segera

membuka pintu mobilnya. Ia bahkan tidak terlihat gentar sama sekali ketika

menyadari kalau harus berhadapan dengan Agatha.

“Aaron?” gumam gadis itu seolah tidak percaya.

Entah apa yang dilakukan pria itu di sini. Secara

mengejutkan, I muncul di hadapan Agatha. Bukan dengan cara baik-baik, melainkan

sebaliknya.

“Apa maumu?!” tanya Agatha dengan lugas.

Ia sedang tidak punya banyak waktu. Apalagi untuk

berbasa-basi dengan orang sepertinya. Aaron hanya seorang pencari masalah yang

tidak tahu terima kasih di mata gadis itu. Kepribadiannya sungguh buruk di

hadapan Agatha. Dan ia tidak akan bias mengubah cara Agatha dalam memandang

dirinya.

‘GREPP!!!’

Tanpa banyak bicara,

Aaron segera meraih tangan gadis itu. Mencengkramnya dengan kuat. Ia tidak akan

membiarkan Agatha lepas begitu saja kali ini.

1
Riezki Arifinsyah
seru Thor
SizzlingTeapot
Kakak author, cukup lagu dan jemuran aja yang digantung.. aku jangan..
peto
kapan lanjutan nya thor
RainbowSweety
Ceritanya menarik, nih! Boleh kali thor dilanjut?
Intan Haryanti
Authoooor‾ hari ini wishlist aku cuma satu, yaitu mau tau kelanjutan cerita author!
Kekasih Dropper
akhirnya bisa baca lanjutan cerita ini...aku udah lama nunggu lanjutannya
Girl Moon Maker
Aku suka sama cara penulisannya kak author! Gampang dipahami buat para pembaca
Manah Dabukke
Malesnya aku jadi senyum-senyum sendiri baca ceritanya thor.. daku tunggu nextnya
theseafiles
Thor, kalau tiba-tiba aku kurus berati itu salahmu ya. Habisnya ceritamu bikin lupa waktu wkwkwk Semangat!
TwilightQueenbee
Keren bingit ceritanya! Lanjut! Pantang mundur!
vanilla attack
Lanjut dong Thor! Aku mah nangis kalau cerita ini gak lanjut :(
Selamat Saint
jadi penasaran,lanjut Thor semangat,Jan lama-lama ya,ceritanya bikin ku jadi kepo banget,seru dah,tambahin yg baper juga dong
SoftMambo
Sumpahhh rasanya kaya gak mau ngedip bacanya wkwkw, seseru itu tahu gak sih!!
and.ochre
Semangat Thor! Jiwa membaraku masih semangat baca semua update-anmu! Mau berapa ratus aku tungguin!
JellyCuddles
Makin seru nihh!! Aku pun kepo!!
Nightingale Soakage
Sudah kuduga, cerita ini emang asik!
Kepala Pil
Thor, i love you!! Aku mau bilang itu karena cerita ini moodbosterku banget!
Cinta Misnaming
Thor makasih karena sudah berkarya!! Aku suka! Lanjutkan Thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!