NovelToon NovelToon
Sejak Kapan Aku Jadi Sekuat Ini?

Sejak Kapan Aku Jadi Sekuat Ini?

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Slice of Life
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Xu Ming adalah pemuda biasa dari Bumi yang sangat menggemari novel dan komik kultivasi. Suatu hari, keinginannya untuk menjadi tokoh utama benar-benar terkabul. Ia tiba-tiba terbangun di Dunia Tianxuan dan memperoleh Sistem Pembimbing Kultivasi. Namun, alih-alih menjalani petualangan besar, ia justru dipaksa berlatih pedang, berkebun, memasak, melukis, memainkan qin, menulis kaligrafi, hingga melakukan berbagai pekerjaan sederhana selama sepuluh tahun.

Saat Xu Ming mengira perjalanan sebagai seorang kultivator baru akan dimulai, sistem justru menghilang setelah menyatakan bahwa tutorial telah selesai.

Menganggap dirinya masih seorang mortal yang lemah, Xu Ming memilih tinggal di Desa Qinghe dan menjalani hidup tenang. Tanpa ia sadari, seluruh latihan itu telah membuatnya melampaui semua tingkatan kultivasi. Sementara Xu Ming terus meragukan kekuatannya, seluruh dunia justru memanggilnya Senior, menganggapnya sebagai pertapa agung yang menyembunyikan identitas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 — Selembar Kaligrafi

Pagi itu, jalan menuju Kota Qingyun mulai ramai.

Pedagang mendorong gerobak.

Petani memikul hasil panen.

Beberapa pemburu membawa hewan buruan dari pegunungan.

Xu Ming berjalan santai di tengah keramaian.

Keranjang bambu di punggungnya berisi sayuran segar, buah persik, beberapa anyaman bambu, dan dua gulung kaligrafi.

Di matanya...

Semua barang itu hanyalah hasil kerja kerasnya beberapa hari terakhir.

Kaligrafi?

Itu hanya coretan untuk mengisi waktu luang.

Kalau ada yang mau membeli, tentu ia akan senang.

Kalau tidak laku pun tidak masalah.

Sesampainya di Kota Qingyun, Xu Ming membuka lapaknya seperti biasa.

Beberapa pelanggan lama langsung menghampiri.

"Saudara Xu!"

"Hari ini ada sayur segar?"

Xu Ming tersenyum.

"Masih dipetik pagi tadi."

"Kalau begitu, aku beli dua ikat."

Tak lama kemudian, dagangannya mulai laris.

Xu Ming melayani setiap pembeli dengan ramah.

Sementara itu, di lantai lapaknya, dua gulung kaligrafi diletakkan begitu saja bersandar pada keranjang bambu.

Tidak ada penutup.

Tidak ada penjagaan.

Bahkan salah satunya hampir terkena cipratan lumpur.

Kalau Tetua Mu melihat pemandangan itu...

Mungkin jantungnya akan berhenti berdetak.

Di sisi lain pasar.

Seorang lelaki tua berpakaian lusuh sedang berjalan perlahan.

Janggutnya putih panjang.

Di tangannya terdapat tongkat kayu sederhana.

Orang-orang mengira ia hanyalah pengembara biasa.

Namun sebenarnya...

Ia adalah Tetua Agung Wen, seorang ahli kaligrafi terkenal yang telah mengasingkan diri selama puluhan tahun.

Hari itu ia datang ke Kota Qingyun hanya untuk mencari inspirasi.

Saat melewati lapak Xu Ming...

Langkahnya tiba-tiba terhenti.

Matanya terpaku pada salah satu gulungan kaligrafi.

"Aneh..."

Ada sesuatu yang memanggilnya.

Ia perlahan mendekat.

Xu Ming yang sedang melayani pembeli baru menyadarinya beberapa saat kemudian.

"Oh, Kakek."

"Mau beli sayur?"

Tetua Agung Wen menggeleng pelan.

"Boleh... aku melihat gulungan itu?"

Xu Ming menoleh.

"Oh, yang itu?"

"Boleh saja."

"Itu cuma iseng-iseng."

Ia mengambil gulungan tersebut lalu menyerahkannya begitu saja.

Tetua Agung Wen menerimanya dengan kedua tangan.

Tangannya sedikit gemetar.

Perlahan...

Ia membuka gulungan itu.

Di atas kertas putih hanya ada dua kata.

"Hati Tenang."

Tulisan itu sederhana.

Tidak banyak hiasan.

Namun...

Saat mata Tetua Agung Wen bertemu dengan goresan pertama...

Boom!

Dunia di sekelilingnya seakan menghilang.

Ia melihat sebuah danau yang tenang.

Tidak ada riak.

Tidak ada angin.

Tidak ada suara.

Perlahan...

Pikiran yang selama puluhan tahun dipenuhi kegelisahan menjadi damai.

Bahkan kemacetan kultivasi yang menghalanginya mulai mengendur.

Beberapa napas kemudian...

Pemandangan itu menghilang.

Tetua Agung Wen tersadar.

Punggungnya telah dipenuhi keringat dingin.

Matanya memerah.

Bukan karena terluka.

Melainkan karena terlalu terharu.

"Kaligrafi ini..."

"Mengandung Dao Ketenangan yang sempurna."

Xu Ming melihat lelaki tua itu terdiam cukup lama.

Ia menggaruk kepalanya.

"Kakek?"

"Apakah tulisannya terlalu jelek?"

Tetua Agung Wen langsung mengangkat kepala.

"Jelek?"

Ia hampir tertawa.

Kalau karya seperti ini disebut jelek...

Maka seluruh ahli kaligrafi di Benua Timur sebaiknya mematahkan kuas mereka.

Ia menarik napas panjang untuk menenangkan diri.

"Anak muda."

"Apakah kaligrafi ini... dijual?"

Xu Ming mengangguk.

"Iya."

Tetua Agung Wen bertanya hati-hati.

"Berapa harganya?"

Xu Ming berpikir sejenak.

"Itu cuma kertas dan tinta."

"Sepuluh keping perak saja."

Mendengar harga itu...

Tetua Agung Wen membeku.

Sepuluh keping perak?

Harta yang mampu menjadi pusaka sekte...

Dijual seharga sepuluh keping perak?

Ia hampir mengira dirinya salah dengar.

Melihat lelaki tua itu tidak menjawab, Xu Ming menjadi sedikit malu.

"Kalau kemahalan..."

"Lima keping juga tidak apa-apa."

Tetua Agung Wen buru-buru menggeleng.

"Tidak!"

"Harganya... sangat pantas."

Ia segera mengeluarkan sepuluh keping perak dan menyerahkannya.

Xu Ming menerimanya dengan senyum lebar.

"Hari ini pembuka rezekiku bagus."

Tetua Agung Wen memeluk gulungan kaligrafi itu seperti sedang memegang harta paling berharga di dunia.

Di dalam hatinya, ia hanya memiliki satu pikiran.

"Aku harus melindungi kaligrafi ini, meski nyawaku menjadi taruhannya."

Namun...

Tak seorang pun menyadari bahwa dari lantai dua sebuah rumah minum di seberang jalan...

Sepasang mata dingin telah menyaksikan seluruh transaksi itu.

Orang itu perlahan menyeringai.

"Harta seperti itu..."

"Ternyata dijual bebas."

Bersambung...

1
Ilham Yono
kebaikan akan kembali kekita lagi
Ilham Yono
hihi untung gak mata duitan 🤭
Ilham Yono
😍🤭
Ilham Yono
WIS. nambha delem inimah
Ilham Yono
🤭🤭🤭engga nyadar
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
😍😍😍😍
Ilham Yono
love😍
Ilham Yono
good
Ilham Yono
terbaik
Ilham Yono
🤣🤣🤣
Ilham Yono
/Determined//Hammer//Hammer//Hammer//Determined/
Ilham Yono
/Facepalm//Slight//Slight//Slight/
Ilham Yono
🤣🤭
Ilham Yono
keren abis
Ilham Yono
hihihi🤭
Ilham Yono
salah faham yang positif
Ilham Yono
gambatheeeee
Ilham Yono
tepuk jidat gw
Ilham Yono
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!