NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Hancock terdiam sejenak, mempertimbangkan tawaran Ryden dengan seksama. Sebagai penguasa pulau yang telah memimpin selama bertahun-tahun, ia tahu betul risiko membiarkan kapal Angkatan Laut mendekat terlalu jauh, namun ada sesuatu dalam dirinya yang enggan membiarkan pria di hadapannya ini pergi begitu saja menghadapi bahaya sendirian.

"Tunggu," ucap Hancock akhirnya, mengangkat tangannya menghentikan langkah Ryden yang sudah bersiap berbalik menuju pintu keluar. "Aku punya cara lain untuk mengatasi ini tanpa harus mengorbankan siapa pun."

Ia berbalik menghadap prajurit yang tadi menyampaikan kabar. "Siapkan pasukan penjaga pantai. Kita akan memberi peringatan tegas kepada kapal Angkatan Laut itu untuk menjauh dari perairan kita, seperti biasa. Sebagai Shichibukai, aku masih memiliki wewenang untuk menegakkan batas wilayah ini."

Prajurit itu mengangguk cepat, bergegas keluar melaksanakan perintah. Hancock kembali menatap Ryden, ekspresinya sedikit melunak meski tetap menjaga aura kewibawaannya sebagai penguasa. "Kau tidak perlu mengorbankan dirimu. Setidaknya, tidak hari ini."

"Terima kasih," Ryden menundukkan kepala sedikit, rasa hormat tulus terpancar dari sikapnya. "Aku tidak menyangka kau akan membantu kami sejauh ini, mengingat kami baru saja tertangkap menyusup ke pulaumu."

"Jangan salah paham," Hancock buru-buru menegaskan, wajahnya sedikit memerah meski berusaha menyembunyikannya di balik ekspresi angkuh yang biasa ia tunjukkan. "Aku melakukan ini demi menjaga stabilitas pulauku sendiri, bukan untuk kepentinganmu."

Meski demikian, Ryden bisa merasakan sesuatu yang berbeda dalam nada suara Hancock, sebuah kelembutan tersembunyi di balik topeng keangkuhan yang selama ini menjadi ciri khasnya. Ia memilih untuk tidak mengomentari hal itu, menghormati batasan yang jelas ingin dijaga oleh sang Ratu Kuja.

Selama beberapa jam berikutnya, mereka menyaksikan dari kejauhan bagaimana pasukan penjaga pantai Kuja berhasil membuat kapal-kapal Angkatan Laut mengurungkan niat mereka untuk mendekat lebih jauh, mundur perlahan menjauhi perairan pulau setelah menerima peringatan tegas yang disampaikan langsung oleh perwakilan suku Kuja.

Dengan ancaman langsung sudah teratasi, Hancock memerintahkan agar Ryden dan Elira dilepaskan dari borgol penahan kekuatan mereka, meski tetap di bawah pengawasan ketat para prajurit. Mereka dijamu dengan hidangan mewah di ruang makan istana, sebuah perlakuan yang jauh berbeda dari ancaman hukuman mati yang sempat mereka bayangkan sebelumnya.

"Aku masih penasaran," Hancock membuka percakapan di tengah santap malam mereka, duduk di ujung meja panjang dengan sikap anggun yang natural. "Bagaimana kau bisa memiliki kekuatan yang cukup untuk menyusup melewati penjagaan pulauku tanpa terdeteksi hingga kau sudah cukup dalam di wilayah kami?"

Ryden mempertimbangkan seberapa banyak yang harus ia ungkapkan. Setelah insiden dengan berbagai pemburu hadiah dan reputasinya yang terus berkembang, ia memutuskan sedikit keterbukaan mungkin tidak akan merugikan, terutama kepada seseorang sekuat dan seberpengaruh Hancock.

"Aku memiliki kekuatan Buah Iblis bernama Rift Rift no Mi—memungkinkanku menciptakan retakan di ruang, digunakan untuk menyerang, berpindah tempat, atau memanipulasi area tertentu."

Mata Hancock sedikit membelalak mendengar penjelasan itu, ketertarikan intelektualnya sebagai seorang petarung kuat langsung terusik.

"Kekuatan yang unik. Aku belum pernah mendengar Buah Iblis semacam itu sebelumnya."

"Aku sendiri juga baru menemukan buah itu sekitar tujuh tahun lalu," Ryden menjelaskan singkat, memilih untuk tidak mengungkapkan detail tentang transmigrasinya. "Masih banyak yang harus aku pelajari tentang batas kekuatannya."

Percakapan mereka berlanjut hingga larut malam, membahas berbagai topik mulai dari pengalaman Ryden mengarungi East Blue hingga cerita-cerita tentang sejarah pulau Amazon Lily yang diceritakan Hancock dengan nada bangga.

Elira, yang duduk di samping Ryden, sesekali ikut menambahkan komentar ringan, meski ia menyadari betul bagaimana perhatian Hancock kini seakan terfokus penuh pada Ryden seorang.

Sepertinya, pikir Elira dengan perasaan campur aduk yang sulit ia jelaskan sendiri, mengamati caranya Hancock menatap Ryden dengan pandangan yang jauh berbeda dari ketegasan yang ia tunjukkan sebelumnya, ada sesuatu yang mulai berubah di sini.

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!