Ajo dan Elsa dipertemukan dalam proyek film yang sama. Ajo sebagai produser dan Elsa sebagai pemeran utama. Sejak awal pertemuan, ketertarikan satu sama lain sudah terasa. Namun, status mereka yang berbeda – Ajo sebagai duda dan Elsa sebagai aktris yang sedang di puncak popularitas – menjadi penghalang bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan mereka.
Ketegangan semakin meningkat ketika skandal masa lalu Ajo terungkap. Hal ini mengancam reputasi dan karir mereka berdua. Mereka harus berjuang melawan tekanan publik, gosip media, dan juga konflik batin mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizaidhan Luthfian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta Mewah dan Rencana Dapur Rahasia
Gema musik orkestra megah membahana di dalam Grand Ballroom hotel bintang lima termewah di kawasan Jakarta Pusat. Cahaya lampu kristal raksasa memantulkan pendar kemewahan yang memesona. Hari itu, pesta pernikahan Adam dan Juli menjadi sorotan utama seluruh media hiburan tanah air.
Adam, sang mantan pengusaha dingin yang kini kembali ke puncak kejayaannya, tampil sangat gagah dalam balutan setelan jas kustom warna hitam elegan. Di sampingnya, Juli menyulap diri dari Kembang Desa yang polos menjadi ratu sehari yang amat anggun dalam gaun pengantin putih berhiaskan payet mutiara. Lesung pipitnya tak pernah surut memancarkan kebahagiaan saat membalas ucapan selamat dari para tamu VIP.
Di sudut barisan tamu kehormatan, Ajo tampil berwibawa mendampingi Elsa yang memesona dengan gaun malam warna pastel. Sementara Jimi dan Rina berdiri anggun berdampingan, ikut tersenyum bangga menyaksikan takdir indah sahabat mereka. Tiga Jenderal telah utuh, dan kini salah satu dari mereka telah menemukan pelabuhan hatinya.
Namun, di balik riuk pendar kemewahan pesta yang berlangsung hingga larut malam, sebuah gerakan rahasia diam-diam sedang dipersiapkan.
Saat acara usai dan Ajo sedang pamit sebentar ke toilet serta mengurus beberapa hal dengan pihak manajemen hotel, Adam dengan cepat memberi kode mata kepada Jimi, Juli, Elsa, dan Rina.
"Sekarang! Mumpung Ajo belum kembali," bisik Adam penuh konspirasi.
Mereka berlima bergegas masuk ke dalam Ruang VIP Eksekutif yang berada persis di samping ballroom utama. Pintu dikunci rapat dari dalam. Di atas meja kayu mahoni besar, Rina dengan cekatan membuka sebuah dokumen legalitas perusahaan yang telah disiapkan secara diam-diam selama beberapa minggu terakhir.
"Baiklah, rapat darurat tanpa sang Jenderal Utama dimulai," ujar Adam sambil mematut kemejanya, senyum misterius terukir di wajahnya.
Jimi bersedekah tangan sambil tertawa pelan. "Ajo pasti akan mengamuk kalau tahu kita membuat keputusan sebesar ini di belakang punggungnya."
"Dia tidak akan mengamuk, Jim," pangkas Elsa manis sambil tersenyum yakin. "Ajo itu terlalu rendah hati. Kalau kita minta izin dari awal, dia pasti menolak namanya dipasang di paling depan lagi."
Rina membuka halaman pertama dokumen akta pendirian dan merapikan kacamata frameless-nya. "Sesuai rancangan struktur baru yang sudah kita sepakati bersama, kita resmi melakukan rebranding total atas perusahaan kita. Nama perusahaan Ajo-Adam Pictures secara hukum berganti menjadi AJA DISPOSA FILM."
Rina melanjutkan pembacaan struktur kepemimpinan baru dengan nada profesional seorang penasihat hukum senior:
CEO Perusahaan: Diduduki bersama oleh dua nama besar, Ajo dan Adam (sebagai duet kepemimpinan puncak yang memegang saham mayoritas).
General Manager & Operasional: Dipimpin oleh Jimi, mengendalikan penuh jalannya produksi dan eksekusi lapangan.
Penasehat Khusus CEO (Senior Advisor): Dipegang oleh Rina, yang bertugas mengawasi aspek hukum, finansial, dan strategi bisnis jangka panjang.
Aktris Utama & Brand Ambassador: Elsa resmi kembali ke takhtanya sebagai aktris papan atas perfilman nasional, memimpin projek-projek megah mendatang.
"Dan yang terakhir..." Rina melirik Juli yang duduk canggung di samping Adam sambil memegang gaun pengantinnya. "...kita resmi merekrut Juli sebagai Aktris Baru (New Rising Star) di bawah naungan AJA DISPOSA FILM!"
Juli membelalakkan matanya, menunjuk dirinya sendiri dengan wajah polos dan panik. "E-eh?! Saya, Mbak Rina? Jadi aktris?! Tapi... saya kan cuma gadis desa yang cuma tahu nanam cengkeh dan bunga!"
Adam langsung menggenggam jemari istrinya dengan hangat dan penuh kasih sayang. "Kau punya kecantikan alami yang murni dan aura yang tidak pernah dimiliki oleh artis-artis buatan kota, Jul. Bersama Elsa sebagai mentor utamamu, kau akan menjadi bintang besar."
Elsa merangkul bahu Juli penuh kehangatan. "Jangan takut, Juli. Aku yang akan mengajarimu dari nol. Kita akan berakting bersama di layar lebar."
Mata Juli berkaca-kaca terharu. Dari seorang gadis sederhana di kaki Gunung Salak, kini ia tidak hanya disayangi oleh pria tulus seperti Adam, tetapi juga diterima menjadi bagian dari keluarga besar yang saling mendukung.
Tiba-tiba, pintu ruang VIP terketuk keras dari luar.
"Hei! Kalian berlima sedang apa di dalam? Kenapa pintu dikunci?!" suara berat Ajo terdengar dari luar.
Di dalam ruangan, kelimanya saling bertatapan lalu tertawa geli secara bersamaan. Adam dengan cepat merapikan berkas di atas meja, sementara Jimi membukakan pintu.
Ajo melangkah masuk dengan dahi berkerut heran, menatap satu per satu wajah sahabat, istri, dan saudaranya yang tampak berseri-seri seperti baru saja memenangkan lotre.
"Kalian merencanakan sesuatu tanpa aku, ya?" selidik Ajo curiga, memiringkan kepalanya.
Adam melangkah maju, merangkul bahu Ajo erat-erat sambil menyerahkan berkas akta perusahaan yang baru.
"Selamat datang di era baru, Jenderal," bisik Adam penuh kebanggaan. "Perusahaan kita punya nama baru: AJA DISPOSA FILM. Dan kau, mau tidak mau, tetap menjadi CEO kami bersama aku!"
Ajo membaca nama-nama di dokumen itu, dari jabatan CEO hingga nama Juli yang terdaftar sebagai aktris baru. Matanya membelalak kaget, lalu pandangannya beralih pada Elsa yang tersenyum jahil padanya.
Ajo menghela napas panjang, menggeleng-gelengkan kepala, tetapi senyum kebahagiaan yang sangat dalam melengkung di bibirnya. Di dalam ruang VIP hotel mewah itu, gema tawa dan ketulusan hati mereka menyatu—menyambut masa depan AJA DISPOSA FILM yang siap membumbung tinggi menaklukkan dunia.