NovelToon NovelToon
Belle Dan Cinta Pertamanya

Belle Dan Cinta Pertamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dokter
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Belle Ursula yang waktu itu masih pelajar di sekolah menegah atas kelas dua belas di sukai oleh Lettu Harrel Jitro karena kecantikan dan kelincahan Belle di lapangan voli. Pertemuan itu, membuat Harrel berusaha mendekati Belle yang masih duduk di kelas dua belas. Mereka perpacaran. Ketika Belle lulus seleksi kuliah di fakultas kedokteran pada salah satu universitas negeri di Jogja. Cinta mereka di uji waktu dan jarak. Apakah cinta pertama Belle akan abadi??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tempat Tugas

Dokter Joe Timotius, dokter Belle bersama tiga ners Ali, Rusman dan Jefry sudah sampai di kota Jayapura pada pukul tujuh pagi. Mama dan papanya sudah menunggu anak gadis mereka dengan membawa kue dan buah - buahan. Karena jam sepuluh pagi, mereka akan terbang ke kota mulia ibukota dari puncak jaya.

"Jaga dirinya baik - baik ya sayang. Mama tidak akan menghalangi cita - citamu. Meskipun sebenarnya mama berat."

"Mama......." Belle dan papanya kompak memanggil.

"Iya mama iklas sayang. Dan mama berdoa selalu kamu aman dalam lindungan Tuhan."

"Terima kasih mama." Belle langsung memeluk mama dan papanya. Jam sepuluh pagi, Belle bersama timnya menuju ke Mulia dengan menggunakan pesawat kecil. Ini pengalaman pertama bagi Belle dan mungkin juga keempat temannya. Penerbangan satu jam tidak rasa mereka tiba di bandara pesawat di kota mulia.

Dokter Joe Timotius selaku ketua rombongan mengarahkan kami mengambil tas kami masing - masing. Dan ternyata mereka di jemput oleh satgas Tentara Nasional Indonesia yang bertugas membawa mereka ke tempat tugas mereka.

Belle memelihat sosok yang perna dia kenal lima tahun yang lalu. Namun hati Belle berusaha menolak kenyataan bahwa itu bukan orang yang di kenal.

"Selamat pagi. Selamat datang di kota Mulia. Saya Letkol Harrell Hugo Tandean komadan satgas yang akan bertugas mengantarkan dokter ketempat tugas dan juga yang akan bertanggung jawab atas keselamatan tim medis disini."

"Terima kasih komandan. Saya dokter Joe Timotius, ini rekan saya dokter Belle Ursula Allo, dan ketiga ners kami Ali, Rusman dan Jefry."

Mereka pun saling bersalaman dengan tentara yang menjemput mereka. Semua tenaga medis menyalami lima orang tentara itu. Namun Belle sendiri yang memilih siapa yang mau dia salami. Akhirnya penglihatannya tidak salah, Hugo orang yang perna menyakitinya, dialah yang ada disitu menjemput timnya.

Hugo langsung memerintahkan anggotanya memberikan rompi anti peluru kepada mereka semua. Hugo memilih memakaikan rompi itu kepada Belle. Dia mau menolak, namun jelas hal ini tidak.bisa dia hindari.

"Maafkan saya, ini protokol. Kamu harus pakai jika ingin selamat."

Akhirnya Belle pasrah, waktu Hugo membantu dia memakai rompi itu. Sekaligus mengajarkan kannya menggunakan alat itu. Baru pertama sampai saja sudah seram, mereka harus menggunakan rompi anti peluru.

"Rompi ini akan menjadi milik rekan- rekan medis selama bertugas satu Tahun disini. Jadi ingat kemanamu pergi bertugas harus menggunakan."

Hugo langsung mengambil koper Belle dan dibawa keluar bandara menuju kendaran yang disiapkan oleh mereka. Belle kaget waktu kopernya sudah di bawa. Semua rekan - rekan Belle yang cowok tersanjung, atas sikap komandan. Namun mereka bersama berpikir bahwa, Belle perempuan sendiri jadi harus di jaga.

Tim medis tiba di kota ini tiga hari setelah konflik berdarah antar suku di sini. Jadi suasana di kota ini sangat sepi. Padahal banyak juga pendatang yang datang bertarung nasip di kota ini.

"Kenapa sepi pak??"

"Baru terjadi konflik disini."

"Oke."

Dalam mobil estrada double cabin ini yang berwarna hijau, warna khas angkatan darat. Di kursi depan ada sopir yang juga anggota tentara disampingnya ada satu pengawal tentara juga. Dokter Joe dan Belle di bangku tengah disamping Belle ada Letkol Harrell Hugo Tandean. Dan ketiga ners di belakang bersama barang mereka dan juga dua tentara.

Terus terang keadaan ini, sangat di benci oleh Belle, bisa duduk di samping Hugo, laki - laki yang perna menyakiti perasaannya. Namun dia mencoba mewaraskan pikirannya lagi bahwa laki- laki disampingnya ini sudah menikah. Namun ketika Belle melihatnya, dia biasa saja seolah tidak perna terjadi sesuatu antara mereka.

Belle tidak tahu, bahwa Hugo sedang berusaha keras menjaga perasaan Belle, agar citranya di depan Belle bisa baik - baik lagi. Hugo tahu bahwa waktu itu, dia masih labil. Belum bisa membela dirinya sendiri di depan orangtua yang sudah membesarkannya. Dia pasrah pada kenyataan waktu terjadi perjodohan antara keluarganya dengan keluarga Wowor. Karena di Manado sana orangtua mereka saling bertetangga.

Dan saat itu juga Hugo berpikir, bahwa Belle masih sangat muda untuk di jadikan istri, cita - citanya menjadi dokter bisa terhalang jika dia menjadi istrinya Hugo. Desakan orangtuanya membuat Hugo harus menikah. Karena keinginan orangtuanya tidak mau di rantau, Hugo tidak ada yang mengurusnya.

"Kita sudah sampai. Tim dokter nusantara akan bergabung dengan para medis tentara yang sudah ada disini. Ini Letda dokter Julius yang menjadi pimpinan di rumah sakit ini."

Tim medis nusantara mulai berkenalan dan bergabung dengan tiga tim medis disana yang sudah ada. Ada satu dokter umum dan dua ners. Jadi mereka semua yang bertugas di klinik Nusantara Bukit ini ada delapan orang. Posisi mereka berada di kompleks tentara. Yang informasi yang Belle tahu kompleks satgas ini, akan di jadikan korem atau Komando Resort Militer. Sesuai penjelasan Letnan Kolonel Harrell Hugo Tandean.

Pembagian tempat peristirahatan mereka sudah terjadi. Karena di Markas ini, hanya Belle sendiri perempuan. Maka kamarnya berada di sebelah komandan. Kembali Hugo membawa koper Belle menuju kamarnya.

"Ingat kamu disini perempuan sendiri, kamu harus berpakaian sopan. Dan kamu menjadi tanggung jawab saya. Mengerti??!!" Belle kaget, dia menatap Hugo dengan tatapan tajamnya. Hatinya berkata bisa ya berkata seperti itu. Apa dia lupa apa yang perna dia lakukan.

"Kenapa kamu mau protes???"

"Tidak." Hugo tersenyum. Hatinya senang sekali, melihat Belle patut. Jelas Belle takut apalagi dia berada di daerah operasi militer.

"Mau keluar markas ini, kamu harus di dampingi. Dan kamu harus lapor sama saya."

"Kenapa harus lapor???" Hugo menatap Belle. Dan dia kembali sadar, akan nasehat papanya. Ini daerah operasi militer.

"Kamu tahukan, sebagai anak yang lahir dan besar di lingkungan tentara??"

"Iya mengerti. Tetapi tidak seharus kamu yang dampingi saya kan."

"Iya, kalau saya sibuk. Kamu bisa di dampingi oleh yang lain. Kamu boleh istirahat."

Belle pun masuk ke kamarnya. Namun kembali dia merasa janggal di penglihatannya sosok Harrell Hugo masuk di kamar sebelah kamarnya. Jangan - jangan kamar kami bersebelah. Kembali, Belle menetralkan pikirannya. Sebelum mandi Belle mengatur kamarnya. Barang - barangnya dia tempatkan pada fasilitas lemari, meja dan tempat tidur yang disediakan. Kemudian dia mengeluarkan mesin pemanas air di panskan air dia bersiap mau minum teh menenangkan pikirannya. Karena menurutnya bertemu dengan Hugo adalah masalah bagi hidupnya.

Sementara di kamar sebelah, Hugo sangat bahagia sekali bisa melihat Belle tanpa harus sembunyi. Dia yakin Belle tidak akan bisa menghindar darinya karena mereka berada di tempat tugas yang sama. Dia pun membaringkan tubuhnya dan membanyangkan moment tadi bersama Belle.

"Dia sangat dewasa, dan tambah cantik."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!