Awas bisa menyebabkan kram pipi dan perut!
Kisah Cherry gadis putih Abu-Abu yang tak menyangka kaget menikah dengan seorang pria mapan bernama Lucas yang sering mengejeknya cabe-cabean.
Seperti apa ceritanya keseruannya langsung saja cus...
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alya Lii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 6. Copet
Happy Reading...
......................
Masih dengan mengerucutkan bibirnya, Neva tak menyahut beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh Mamanya. Bayangan jalan-jalan yang dimaksud adalah tempat wisata atau mall pupus sudah. Mama Risti sengaja mengajak keduanya ke pasar tradisional.
Jarak antara kediaman serta pasar tradisional hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit. Mama Risti sengaja membawa kedua anaknya ke pasar tradisional untuk menemui seseorang.
"Mam, Lucas tunggu disini ya.." pinta Lucas tak turun dari kendaraannya.
"Neva juga tunggu disini," sahut Neva akhirnya mengeluarkan suara.
"Yakin nih membiarkan Mama masuk sendirian? kalau ada yang nyulik atau nyopet Mama gimana? kalian ga ada gitu rasa sayang untuk Mama," lagi-lagi rayuan Mama Risti mampu membuat isi kepala kedua anaknya berubah pikiran.
"Ya sudah deh kalau kalian tega," melangkah begitu saja.
"Mama..," teriak keduanya. Lucas maupun Neva pada akhirnya harus mengikuti Mamanya.
"Ma.. buruan gih, bau nih..." keluh Neva menutup hidungnya.
Sama dengan Neva, Lucas juga melakukan hal yang sama. Bahkan saat ini dirinya dilanda jijik melihat lingkungan pasar tersebut.
"Kalau Lucas jadi pemimpin pasar ini, Lucas akan bikin tempat mereka berjualan layaknya Mall. Jadi kita tak perlu berkotor-kotor seperti ini Ma" sahut Lucas.
"Kamu ngomong apa sih, yang namanya pasar tradisional ya begini adanya" ucap Mama Risti.
"Tapi Ma.. demi kenyamanan kita bersama boleh dong Lucas berencana gitu..,"
Mama Risti tak menggubris ucapan Lucas dan rengekan Neva, dia terus melangkahkan Kakinya masuk kedalam mencari tujuannya.
"Mba bisa beli minyak sama gulanya?" ucap Mama Risti setelah menemukan tujuannya.
"Cherry, Steve...!" teriak Neva setelah menyadari siapa penjual sembako tersebut.
"Ngapain kalian disini?" tanya Neva.
"Ada juga gue yang tanya, ngapain elu disini? ga biasanya elu mau masuk kesini biasanya aja ke Mall" ledek Steve.
Neva kembali mengerucutkan bibirnya, "Tuh kan Mam.. Steve ngeledekin aku...," rengek Neva.
Mama Risti hanya menanggapi dengan tersenyum.
"Eh.. ada tante juga, maaf tante.." ucap Steve baru menyadari juga jika Neva tiba bersama dengan Mamanya.
"Tante tadi mau beli apa?" tanya Steve.
"Minyak 20 kg, gula 20 kg, telur 20 kg" jawab Mama Risti.
"Cherry.. rejeki anak sholeh nih... kau tak perlu sampai siang habis ini kau bisa langsung memeriksakan tante ke Rumah sakit" sahut Steve didengar Neva dan Mama Risti.
"Ibu kamu sakit Cherr?" tanya Neva.
"Tak apa kok Nev, Ibu hanya batuk biasa" jawab Cherry sembari mengambil pesanan Mama Risti.
"Kenapa elu ga bilang.. kan gue_"
"Neva, terimakasih elu sama Steve tuh sahabat terbaik gue. Aku bisa mengatasinya sendiri" ucap Cherry.
"COPET....!" tiba-tiba Lucas yang berada jauh dari kios Cherry berteriak karena ponselnya di sahut oleh pencopet.
Cherry yang mendengar teriakan Lucas segera mengejar pencopet tersebut.
"BERHENTI KAGAK LU!" teriak Cherry sambil berlari.
Bukannya berhenti copet itu semakin kencang berlari, untungnya Cherry pernah menyabet juara take wondo di sekolahnya. Dengan cepat Cherry berlari mengejar pencopet itu dan setelah dekat Cherry segera melemparkan dua buah kentang yang dia sahut dari pedagang yang dilewatinya.
BUGHK!
Tepat dua buah kentang yang di lempar Cherry berhasil mendarat di tengkuk serta kepala pencopet itu sehingga membuatnya tersungkur.
"MAU KEMANA LAGI LU!" Cherry memegang kedua tangan pencopet itu kebelakang, memiting lehernya sehingga membuat pencopet itu sulit bergerak.
"Am_am_ampun dek.., abang janji ga akan mencopet lagi" ucap pencopet tersebut.
"ADEK ADEK.. GUE BUKAN ADEK ELU!"
BUGHK!
Cherry memukul kepala pencopet itu. Lucas yang baru tiba dengan nafas tersengal-sengal akibat berlari mengejar pencopet itu terkejut melihat aksi wanita muda berparas cantik sedang menghajarnya.
"BALIKIN GA PONSELNYA!" bentak Cherry.
Cherry kembali menghadiahi pencopet itu tendangan di kakinya.
"Aw.. sakit dek," keluh pencopet itu.
"NGOMONG ADEK LAGI GUE KIRIM ELU KE NERAKA!" ancam Cherry dengan kesal lalu menonjok sekali lagi perut pencopet itu hingga pingsan.
Cherry kemudian mengambil ponsel Lucas, sembari merapikan rambutnya yang sedikit berantakan Cherry memberikan ponsel Lucas,
"Nih ponsel Om.. lain kali hati-hati Om kalau main HP jangan di pasar banyak copet penasaran," ucap Cherry belum mengetahui siapa Lucas sebenarnya. Setelah ponsel itu diterima oleh Lucas, Cherry melenggang begitu saja.
"Apa dia kata Om?" gerutu Lucas menyadari panggilan Cherry kepadanya. Sebelum Lucas berbalik dia menendang pencopet yang sudah pingsan tadi sebelum dibawa ke tempat keamanan.
"Hei elu, tunggu!" teriak Lucas tak dihiraukan oleh Cherry, dia masih saja terus berjalan. Saat Lucas mengejarnya seorang pedagang lainnya menghadang langkah Lucas sehingga Lucas kehilangan jejak Cherry.
"Hei... anak Mama mau kemana?" tanya Mama Risti menarik pergelangan tangan Lucas.
"Em.. itu Mam... ah udahlah ga penting. Mama gimana, sudah selesai belanjanya?" tanya Lucas mengalihkan pembicaraannya.
"Kamu gimana? berhasil tangkap copetnya?" tanya Mama Risti.
"Mama sudah selesai belanja sembakonya" menunjuk kearah gerobak dibelakangnya.
"Sudah Ma.. pencopetnya sudah berhasil diringkus" ucap Lucas.
"Ya sudah.. yok kita pulang," ajak Mama Risti.
Lucas masih saja menoleh kebelakang mencari sosok wanita muda yang belum dikenalnya.
'Gue harus menemukan wanita itu'
Aw.. aw.. aw.. kekeh amat bang pingin ketemu si Cherry... ga takut di tendang tuh??
Stand terus karya aku ya ges✌
btw, cherry kelas brapa sih?
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍