NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Yang Terluka

Istri Pengganti Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Balas Dendam
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Dua jam sebelum akad, Devon tiba-tiba dijebak masuk penjara. Demi harga diri keluarga, Liam terpaksa turun tangan menjadi pengantin pengganti untuk menikahi Mira Hazelya.

​Namun, malam pertama yang seharusnya indah justru berubah menjadi neraka. Liam murka saat mendapati fakta bahwa istri barunya ternyata sudah tidak lagi perawan!

​"Kau memanfaatkanku?! Kau menjebakku untuk menjadi penanggung jawab dosa orang lain?!" bentak Liam penuh amarah, siap melayangkan talak.

​Tepat sebelum Liam melangkah pergi, sebuah rahasia besar terbongkar. Noda di tubuh Mira bukan karena ia wanita murahan, melainkan bukti pengorbanan berdarah demi menyelamatkan keluarga Liam dari kehancuran.

​Saat rasa benci dalam semalam berubah menjadi rasa bersalah yang mencekik dada, sanggupkah Liam menyembuhkan luka di hati Mira? Sementara di kampus, mereka harus bersandiwara seolah tidak saling kenal!

Kita Simak Yuk Kisah Selanjutnya Di Novel => Istri Pengganti Yang Terluka.
By - Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Aroma dingin minyak esensial kayu cendana yang memenuhi ruangan toilet VIP lantai dua Hotel Grand Hyatt kini sepenuhnya kalah oleh aura intimidasi membunuh yang memancar dari tubuh Arkan Oliver.

Pintu bilik kayu yang hancur berantakan di lantai menjadi saksi bisu kemurkaan luar biasa sang pangeran dinasti bisnis Oliver.

Di atas lantai keramik, Arkan masih merengkuh tubuh Hilmira yang gemetar ke dalam pelukan dada bidangnya.

Tangannya yang dilapisi kain perban putih mengusap lembut helai rambut hitam Hilmira yang terurai tanpa cadar, sementara tangan kirinya melingkar erat di pinggang sempit istrinya, memberikan perlindungan mutlak yang tak tergoyahkan.

"Sudah aman, Hilmira... bernapaslah perlahan, sayang," bisik Arkan lembut di dekat telinga Hilmira, suara baritonnya bergetar oleh rasa lega yang luar biasa.

Hilmira menyandarkan kepalanya yang lemas di dada bidang Arkan.

Napasnya yang semula tersengal-sengal akibat serangan panik traumatis perlahan mulai berirama teratur, mengikuti detak jantung Arkan yang bergemuruh kencang di balik kemeja putihnya. Air mata yang membasahi kulit pipi halus Hilmira perlahan mengering di balik usapan lembut jemari Arkan.

Namun, kedamaian di dalam bilik sepi itu mendadak koyak.

SREK.

Pintu service stainless steel koridor katering di sudut toilet mendadak didorong kasar. Seorang pria bertubuh kekar berseragam katering hitam, pria yang tadi membawa kotak besi dan melempar pandangan mencurigakan, melangkah masuk secara lancang.

Pria itu tampak panik membawa tas kain tebal, berniat melarikan diri lewat jalur pintas usai mendengar keributan dan kegagalan rekannya, Marko.

Saat pria itu menoleh dan melihat Arkan sedang berlutut memeluk Hilmira yang terekspos tanpa cadar, seringai tajam terukir di wajah rusaknya.

"Oho... ternyata di sini gadis kecil yang dicari-cari itu," celetuk pria katering itu parau, merogoh saku seragamnya dan mengeluarkan sebuah tongkat besi lipat taktis. "Serahkan cewek itu, Tuan Muda Oliver! Kalau kau tidak mau ikut bernasib buruk..."

Kalimat ancaman itu terputus di udara.

Udara di dalam ruangan toilet mendadak menyusut drastis hingga mencapai titik beku terestrial.

Arkan perlahan menolehkan kepalanya.

Sepasang mata elang milik Arkan yang biasanya dingin dan tak tersentuh, kini berubah total menjadi tatapan mata iblis yang merah menyala oleh amarah liar tak terkendali.

Tidak ada lagi ketenangan pria korporat. Yang tersisa hanyalah sesosok pemangsa puncak, sang Singa Oliver yang tempat sucinya dan wanitanya baru saja diusik oleh serangga tak berguna.

Raut wajah Arkan begitu mengerikan, sanggup meruntuhkan nyawa siapa pun yang berani menatap matanya secara langsung.

Arkan menundukkan kepalanya sejenak, mengecup kening Hilmira dengan teramat lembut.

"Tetap di sini dan tutup matamu, Hilmira," bisik Arkan dengan suara bariton yang amat rendah, namun sarat akan otoritas mutlak yang tak terbantahkan.

Dengan gerakan yang amat hati-hati, Arkan melepaskan jas tuksedo mewahnya, lalu menyelimutkannya ke sekeliling tubuh dan kepala Hilmira, menyembunyikan keindahan wajah dan tubuh istrinya dari pandangan pria asing itu secara sempurna.

Arkan berdiri perlahan.

Pria tegap setinggi 185 sentimeter itu bangkit dari lantai. Ia menggulung lengan kemeja putihnya hingga ke siku, mengekspos lengan bawahnya yang kokoh dan berurat tajam.

Dasi kupu-kupunya ia tarik hingga terlepas dan jatuh begitu saja di lantai. Tangan kanannya yang terbalut perban memutih akibat genggaman jemarinya yang mencengkeram kencang.

"Kau... baru saja melakukan kesalahan terbesar dalam hidupmu," ujar Arkan.

Suara baritonnya sangat datar, dingin, dan berat, jenis suara yang terdengar bagai dentang bel kematian dari dasar neraka.

Pria katering itu mendadak tersentak mundur, bulu kuduknya berdiri hebat di bawah intimidasi gila yang dipancarkan Arkan. Namun, terdorong oleh rasa nekat, ia mengayunkan tongkat besi lipatnya lurus ke arah kepala Arkan!

SWOOSH!

Arkan bahkan tidak mengedipkan matanya.

Dengan refleks tempur tingkat tinggi, Arkan melangkah satu sentimeter ke samping, membiarkan tongkat besi itu melesat tipis di udara. Sebelum pria katering itu sempat menarik lengannya kembali, Arkan melancarkan cengkeraman tangannya yang kekar tepat ke leher pria itu!

CRAK!

"Ugh...!" Pria katering itu tercekik hebat, matanya membelalak ketakutan saat tubuh kekarnya terangkat dari lantai hanya dengan satu cengkeraman tangan Arkan.

"Kau membual tentang menyentuh istriku?" bisik Arkan tepat di depan wajah pria yang mendadak pucat pasi itu.

BUMMM!

Arkan menghantamkan tubuh pria itu kencang-kencang ke dinding cermin marmer toilet! Cermin tebal berbingkai emas itu retak seribu dengan suara dentuman dahsyat. Serpihan kaca berjatuhan di lantai.

"ARGHHH!" Pria itu menjerit kesakitan hebat saat pusing luar biasa menghantam kepalanya. Tongkat besinya terjatuh berdentang di atas lantai.

Belum sempat pria itu jatuh ke lantai, Arkan mencengkeram kerah bajunya, memutar tubuhnya, lalu melayangkan pukulan mentah menggunakan kepalan tangan kanannya yang terbalut perban tepat ke rahang pria tersebut!

BAGG!

Kekuatan Pukulan itu begitu dahsyat hingga suara derak rahang patah terdengar menyayat hati. Darah segar menyembur keluar dari mulut pria katering itu, membasahi lantai marmer bersih di bawah mereka.

Arkan tidak berhenti. Amukan gila di dalam dadanya akibat melihat Hilmira yang hampir celaka dan ketakutan setengah mati membuat kendali manusianya musnah total. Ia menghajar pria itu tanpa ampun, pukulan demi pukulan bertubi-tubi menghantam dada, perut, dan wajah sang penjahat bagai badai tak berkesudahan.

BAGG! BAGG! BUMM!

"Ini untuk ketakutan istriku!" BAGG!

"Ini untuk trauma yang kau bangkitkan!" BAGG!

"Dan ini... karena kau berani menginjakkan kaki kotormu di hadapannya!"

Pria katering itu kini terkapar tak berdaya di lantai, babak belur parah dengan napas satu-satu, tak lagi mampu mengangkat jarinya sedikit pun. Pria itu menatap Arkan dengan pandangan ketakutan murni, seolah sedang melihat iblis pencabut nyawa yang mewujud dalam bentuk seorang CEO tampan berjas.

Arkan berdiri menjulang di atas tubuh pria yang terkulai itu. Dada bidangnya naik turun dengan napas yang memburu berat. Beberapa bercak darah segar menempel di kerah kemeja putih Arkan dan perban tangannya.

Rambut hitam tebalnya sedikit berantakan di dahi, memancarkan pesona ketampanan yang teramat liar, berbahaya, dan memabukkan, tipe dominasi dark male lead yang membuat siapa pun bergidik sekaligus terpana.

Sret.

Pintu utama toilet VIP mendadak didorong terbuka dari luar.

Sekelompok tim pengawal khusus Oliver Group berjas hitam bersama kepala keamanan hotel menerobos masuk dengan senjata siap di tangan usai mendengar suara kegaduhan dahsyat dari dalam.

Namun, saat mereka melihat pemandangan di dalam toilet, dinding cermin yang hancur retak, pria katering yang bersimbah darah tak berdaya di lantai, dan Arkan Oliver yang berdiri dengan mata merah menyala bagai iblis, seluruh pengawal itu seketika berhenti kaku di tempat. Napas mereka tertahan oleh aura membunuh Arkan yang begitu pekat.

"P-Pak Arkan...!" Kepala pengawal menelan ludah dengan susah payah.

"Bawa tempat sampah ini keluar," perintah Arkan tanpa menoleh. Suara baritonnya rendah dan dingin menggidikkan. "Bersihkan tempat ini dalam dua menit. Jika ada satu pun wartawan atau tamu yang mendengar hal ini... kalian semua tahu konsekuensinya."

"Siap, Pak Arkan!" Dua pengawal langsung menyeret tubuh pria katering yang pingsan itu keluar lewat pintu service secara senyap.

Arkan menarik napas panjang, memejamkan matanya sejenak untuk menekan habis aura iblis dan kemurkaan liar di dalam dirinya. Pria itu menyapu sisa bercak darah di tangannya dengan saputangan kain hitam, lalu membuangnya ke tempat sampah.

Saat Arkan memutar tubuh tegapnya kembali ke arah bilik toilet, seluruh aura membunuh itu seketika menguap tanpa sisa, berubah seribu persen menjadi kelembutan yang teramat dalam dan protektif.

Arkan melangkah pelan mendekati bilik toilet.

Di dalam bilik, Hilmira masih duduk meringkuk di lantai, terbungkus erat oleh jas tuksedo hitam milik Arkan yang beraroma cedarwood hangat. Walau ia menuruti perintah Arkan untuk menutup mata dan telinganya, benturan keras dan guncangan dari amukan Arkan tadi tetap membuatnya berdebar halus.

Arkan berlutut kembali di hadapan Hilmira. Tangan kekarnya yang hangat perlahan membuka lipatan jas tuksedo yang menutupi kepala Hilmira.

Sepasang mata bulat Hilmira yang berkaca-kaca menatap wajah Arkan. Melihat Arkan yang kini hanya mengenakan kemeja putih dengan lengan tergulung dan beberapa kancing atas terbuka, jantung Hilmira berdesir hebat. Ada rasa takut pada amukan pria itu tadi, namun rasa aman dan cinta murni di dalam dadanya mendominasi jauh lebih besar.

"Kak Arkan..." bisik Hilmira parau, jemarinya yang mungil terulur dengan gemetar, menyentuh perban di tangan kanan Arkan yang kembali ternoda sedikit darah. "Tanganmu... Kakak bertarung lagi..."

Melihat riak kecemasan murni untuk dirinya di mata polos istrinya, dada Arkan bergetar hebat oleh rasa haru yang tak terlukiskan.

Arkan meraih tangan mungil Hilmira, membawa jemari istrinya ke bibirnya, lalu mengecup punggung tangan Hilmira dengan teramat lembut dan lama.

"Tanganku tidak apa-apa, Hilmira," bisik Arkan dengan suara bariton yang teramat halus dan manis. Sepasang mata elangnya menatap lurus ke dalam netra Hilmira dengan kejujuran yang menelanjangi jiwa.

"Aku akan menghancurkan siapa pun... aku akan berubah menjadi iblis terkejam di muka bumi ini... jika itu satu-satunya cara untuk melindungimu dan memastikan tidak ada satu pun orang jahat yang berani menyentuhmu lagi."

Air mata haru menetes membasahi pipi Hilmira. Tanpa ragu, Hilmira memajukan tubuhnya dan melingkarkan kedua tangannya di sekeliling leher kokoh Arkan, menyembunyikan wajah polosnya di ceruk leher pria itu.

Arkan merengkuh tubuh Hilmira sepenuhnya ke dalam pelukan tegapnya. Ia berdiri perlahan dari lantai keramik, mengangkat tubuh mungil Hilmira ke dalam gendongannya ala bridal secara mulus tanpa mengizinkan kaki istrinya menyentuh lantai yang kotor.

Jas tuksedonya ia rapihkan untuk menutupi kepala dan wajah Hilmira agar tak terekspos oleh siapa pun.

"Kita pulang sekarang, istriku," bisik Arkan di dekat telinga Hilmira seraya melangkah mantap keluar dari area pesta, membawa wanita tercintanya pergi dalam dekapan aman sang penguasa tunggal Oliver Group.

...----------------...

To Be Continue ....

1
mama
suka sm karakter ny arkan kak,sat set gk pke lama
Eva Karmita
jangan takut ya Mira...ada babang Arkan selalu di sampingmu 🔥💪🥰
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Estu Suet
mantap thor
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
cemburu tanda cinta ...❤️
marah tandanya sayang 🤗
Arkan kamu sudah lupa dengan perjanjian itu 🤸🏼‍♀️😅
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
makanya jangan so nolak kamu Arkan jadi pusing sendiri kan 😤🤣🤣🤣
Eva Karmita
seriyus mau nanya apa nama pu nya di ganti ...??
padahal bagus Liam
Eva Karmita
kenapa namanya di ganti otor yg tadinya Liam kenapa berubah jadi Arkana. 🤔🤔🤔
Riana Utami
puasssss
makanya jangan sok berkuasa 🫤🫤
Lovita BM
kq jd Arkan Oliver namanya, bukanya Liam Oliver ????
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Lovita BM
luar biasa
Lovita BM
👍👍👍👍👍💪
Eva Karmita
kita lihat apakah liam mampu merebut hati Mira
Eva Karmita
ya Allah kasihan Mira jadi korban penculikan dan pemerkosaan 🥺
Eva Karmita
percuma menjelaskan Mira lebih baik kamu diam ... biarkan waktu yang berbicara
Eva Karmita
Liam edan main talak" aja ...awas aja nanti kamu menyesal 🥺
Dibalik Senja
Lebih baik diem mira biarkan liam dngn asumsinya krn wlupun kau membela diri dia tdk akan percaya ...talak sdh diucapkan dan mira pasti akan pergi liam tnpa dimintapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!