Ye Chenlong adalah aib terbesar Klan Ye.
Di hari ujian bakat, ia dinyatakan memiliki bakat kultivasi terburuk sepanjang sejarah. Tunangannya memutuskan pertunangan di depan semua orang, keluarganya mengusirnya tanpa belas kasihan, bahkan nyawanya hampir berakhir di hutan terlarang.
Namun, di ambang kematian...
Darah yang telah tertidur selama ribuan tahun akhirnya terbangun.
Bukan kekuatan yang langsung membuatnya tak terkalahkan, melainkan serpihan ingatan dari leluhur Naga Purba yang menuntunnya menuju teknik kuno, warisan yang hilang, dan rahasia yang sengaja dikubur oleh dunia.
Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak kebenaran yang terungkap.
Mengapa Klan Naga Purba dimusnahkan?
Siapa yang memburu seluruh pewaris garis darah naga?
Dan mengapa namanya telah tercatat dalam takdir jauh sebelum ia dilahirkan?
Ketika seluruh dunia menganggapnya sampah...
Tak seorang pun menyadari bahwa naga yang mampu mengguncang langit telah membuka matanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 : LUKA XIAO YU
saat membuka mata ye chenlong menatap ke sekeliling.
"di mana aku"bingungnya.
saat menggerakan tubuh.
aw.....
tubuhnya terasa remuk, ia menatap sekujur tubuh.
saat ini beberapa bagian tubuhnya di tutupi oleh perban.
" benar juga, aku tadi terluka parah"
Ye chenlong ke luar tenda.
ia melihat aliran air di depannya.
kini dia berada di tepi sungai kecil.
"sudah bangun"
ye chenlong menoleh.
ia melihat orang tadi, membawa sekantong sayur.
ye chenlong mendekat, ia duduk di dekat pria itu.
"dari mana kau, mendapatkan itu?"
orang itu dengan santai mencuci sayuran itu.
"dari desa sebelah"
"desa?"
"bukannya kita di dalam hutan terlarang, kenapa ada desa?"
setelah sayuran bersih, orang itu membawanya ke dekat panci dan api unggun.
ye chenlong juga mengikutinya dari belakang.
"wajar kau terkejut"
"kau sudah pingsan hampir satu bulan penuh"
"karena hutan terlarang sangat berbahaya, jadi aku memilih membawamu ke luar"
"ke luar hutan"
"bagaimana bisa?"
ye chenlong sangat terkejut, karena hutan terlarang bukanlah hutan sembarangan.
hutan itu di namai hutan terlarang juga bukan tanpa sebab.
tidak hanya karena bahaya di dalamnya, tapi hutan itu di penuhi ilusi di pinggirannya.
jika untuk masuk mungkin mudah, tapi jika keluar ilusi itu akan aktif dan membuat orang yang sudah masuk akan sulit untuk keluar.
apa lagi orang di depannya ini tidak keluar dari hutan itu sendirian, tapi membawanya juga.
sambil mengaduk sayur, pria itu menoleh ke arah ya chenlong.
"mungkin menurutmu ini tampak mustahil"
"tapi sebenarnya itu hal biasa di depan mataku"
"garis darahku merupakan rubah ilusi berelemen api, jadi hampir segala ilusi bisa ku tembus"
"rubah ilusi, berelemen api!"
"apa itu benar"
ye chenlong tampak kagum mendengarnya, karena dia tak pernah mendengar ada garis darah yang memiliki kekuatan unik seperti itu, biasanya garis darah hanya memiliki kekuatan elemen saja.
orang itu mengangguk menanggapi pertanyaan ye chenlong.
"hebat sekali"
wajah orang itu yang tadinya tenang, tampak lemas.
"hebat?"
"apanya yang hebat?"
"tentu kekuatannya, jarang sekali ada garis darah memiliki kekuatan seperti itu"
orang itu tersenyum pahit.
"kau bisa mengatakan itu, mungkin karena kau tidak tau"
"ini bukan keunggulan, tapi semacam kutukan"
"kutukan?"
"kau tau, karena garis darah ini."
"aku di jauhi oleh klan bahkan keluargaku"
ye chenlong terdiam, dia mengingat dirinya juga hampir bernasip sama.
namun dia masih beruntung ada ayah yang masih menyayanginya.
"maaf, aku tidak tau itu"
"tapi memang kenapa kau di jauhi, aku melihat kekuatanmu tidak lemah"
"bukan karena lemah, justru sebaliknya"
"garis darah seperti juga pernah di miliki orang lain"
"dia kuat, dia berkuasa bahkan banyak orang yang takut kepadanya"
"tapi....."
orang itu menunduk sejenak, menatap sayur yang tergenang air di panci.
"dia menggunakan kekuatan itu tidak seharusnya"
"bahkan dengan kekuatan itu ia menghancurkan klan, teman bahkan keluarganya"
"padahal sebelumnya dia terkenal sebagai orang yang baik, suka menolong bahkan ia juga di juluki pahlawan klan. karena kekuatannya"
"banyak yang bilang itu karena garis darahnya, dia fi kendalikan oleh garis darah itu."
ye chenlong tak bisa menjawab, ia malah menatap lurus ke pria itu.
tak ada tanggapan pria itu menoleh ke arah ye chenlong.
"apa kau juga takut, dan menganggapku menjijikkan"
"aku juga tak masalah jika itu iya, lagi pula semua orang sudah menganggapku seperti itu"
"sepertinya aku memang di takdirkan tak memiliki orang terdekat ataupun teman"
Bug....
Ye chenlong menepuk pundak pria itu.
"siapa bilang kau menjijikkan, jika tak ada yang menjadi temanmu maka itu bagus."
"jadi aku yang akan menjadi teman pertamamu"
pria itu tersentak mendengar ini.
dia baru pertama kali mendengar ada yang mengatakan ini kepada-Nya.
"sudah, tak perlu bersedih"
"perkenalkan dulu, aku ye chenlong"
"kalo kamu?"
"aku?" pria itu menunjuk dirinya sendiri.
ye chenlong mengangguk.
"ya, namamu siapa?"
"aku....."
"Xiao yu" ucapnya lebih pelan.
ye chenlong tersenyum.
"baiklah Xiao yu."
"buka aku ingin mengajarimu, atau apa"
"tapi, apa kau sudah yakin penyebab orang itu mengamuk dan membantai seluruh orang terdekatnya karena garis darah"
Xiao yu menggeleng.
"tapi, dari cerita hanya itu alasan logisnya"
ye chenlong menggeleng..
"walau aku bukan ahli kultivator, tapi aku suka membaca buku"
"di setiap buku yang ku baca tak ada hal yang bisa mengarah ke sana"
"walau garis darah memang memiliki kesadaran sendiri, tapi kendali mutlaknya ada di pemilik tubuh asli, mau sekuat apapun garis darah itu. dia tak akan bisa mengambil alih tubuh pemiliknya tanpa izin."
"kau mengatakan dia orang yang baik, pahlawan bagi klannya"
"apa menurutmu itu bisa menggambarkan suasana hatinya yang sebenarnya?"
"tentu jawabannya tidak"
"setiap orang itu pada dasarnya menggunakan topeng, semakin tinggi status dan penghormatan. maka wajah asli topeng di baliknya akan semakin tertekan, takut semua orang melihat wajah aslinya"
"semakin lama di pendam, maka tekanan itu akan semakin besar hingga akhirnya meletus."
Xiao yu tertunduk, mencermati setiap kata yang di katakan ye chenlong.
"sudahlah, kau bisa memikirkannya nanti"
"sepertinya masakanmu sudah matang, kebetulan aku sudah lama tak makan"
setelah makan, mereka kembali ke tenda masing masing.
ye chenlong tak menghalangi, dia ingin sahabat barunya di beri waktu merenungkan apa yang ia katakan.
"bocah, sepertinya kau tak terlalu bodoh" ucap naga kuno.
"senior!"
ye chenlong terkejut, setelah sekian lama akhirnya dia bisa mendengar suara garis darahnya lagi.
karena sudah lama tidak masuk ke dunia virtual tempat garis darahnya berada, ye chenlong memberanikan diri masuk ke sana.
dengan duduk dan Berkonsentrasi kini ia bisa langsung masuk ke sana.
tak sesusah dulu.
tempat yang sebelumnya seperti pulau, di kelilingi air jernih kini telah berubah.
lautan jernih sebelumnya kini telah berubah menjadi hamparan lautan petir.
bahkan naga kuno yang sebelumnya terlihat seperti mati kini terlihat hidup dengan petir di sekelilingnya.
ukurannya saja kini berubah, dari yang sebelumnya hanya sepanjang ratusan meter.
kini pandangan ye chenlong yang sudah bisa menembus puluhan kilo meter saja tak bisa melihat ujung dari naga kuno di depannya.
naga kuno perlahan membuka matanya.
"akhirnya kau datang bocah"
dengan cepat ye chenlong sedikit menunduk.
"maaf baru mengunjungimu sekarang senior, dan terimakasih atas kekuatan sebelumnya"
"tak usah terlalu formal, lagi pula jika kau terlalu lemah maka itu akan Mempermalukan kaisar ini"
ye chenlong hanya tersenyum canggung.
"oh ia nak, kau seraplah ini"
sebuah boleh hitam mengarah ke arah ye chenlong.
ye chenlong mengambil bola hitam itu.
"apa ini senior?" bingung ye chenlong.