Kisah Molly Arkana yang di cintai dua pria tampan satu darah, yah, Alex kekasihnya sudah berusia 39 tahun, tapi memiliki putra berusia 23 tahun, hasil dari cinta terlarang di usia Alex yang ke 15 tahun.
Dan Farrell yang seharusnya menjadi anak tirinya, juga mencintai nya. Ini kisah Farrell yang mencintai kekasih papah nya.
Banyak bawang, jadi siap kan tissue, ada part ngakak nya juga, plus part bucin, romantis, sama geram sampe geregetan pengen gigit telinga orang, siap siap, dengan alur cerita naik turun nya. 😍♥️
Happy reading ♥️😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penulis amatir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter enam
Masih di hari dan tempat yang sama. Retta menekan tombol bertuliskan LG, wanita itu berniat menyeret putrinya kembali ke rumah mantan suaminya.
Dan Farrell terpaksa ikut turun kembali, pemuda itu belum sempat keluar tapi pintu lift sudah tertutup lagi. Sungguh apes sekali nasibnya, di apit kedua wanita yang tengah berseteru.
"Hiks hiks hiks sakit mah.." keluh Molly saat Retta menarik telinga nya semakin kuat.
"Sakit hah.? makanya nurut..!!" gertak Retta geram. Wanita itu memang sudah biasa menyiksa putrinya sendiri dan itu salah satu dari ribuan alasan Roy menceraikan nya.
Sambil menunggu pintu lift terbuka Retta masih melanjutkan aksinya dengan gigi yang menggertak geram, sesekali wanita itu menghempas tubuh Molly dan meraihnya lagi tanpa belas kasih. Sungguh perilaku nya tak mencerminkan seorang ibu.
Dan tangisan Molly mulai meluluhkan hati Farrell kembali, terserah gadis itu matre atau apalah, yang pasti pemuda itu tak bisa melihat seorang gadis menangis di hadapannya.
Bahkan tangisannya mulai lirih saking lemah nya. Tubuh kecil Molly semakin lemas karena tidak tidur semalaman dengan pikiran yang tak karuan.
"Sudah Tante.. hentikan..!! kasihan dia..!!" ucap Farrell membela.
"Jangan ikut campur..!!" saut Retta membentak, melotot.
Membuat Farrell tersentak "Ya Ampun.. galak bener ni emak-emak..!! suaranya udah kayak knalpot racing..." batinnya.
"Berdiri yang tegak kamu Molly..!!" ucap Retta lagi dengan tatapan yang semakin menusuk.
Sedang Gadis itu tampak menekan pelipisnya dengan mata yang terpejam "Mah... Molly....lemas..."
Bugh gadis itu jatuh tak sadarkan diri.
Farrell tersentak kaget. Dengan segera pemuda itu menyambar tubuh mungil Molly kemudian menempatkannya ke dalam rangkulannya "Woy...!! bangun kamu..!!" ucapnya terlihat panik. Dengan tangan yang menepuk-nepuk pipi Molly.
"Jangan pura-pura kamu Molly..!!" saut Retta dengan wajah yang mengernyit.
Farrell memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan dan sepertinya pemuda itu tahu bahwa Molly tidak sedang berpura-pura.
"Kenapa lemah sekali dia...?" gumamnya.
Tangannya mulai menyompong tubuh kecil itu ke dada bidangnya, tak memperdulikan wanita paruh baya yang masih berteriak memekik Molly.
Yang ada di pikiran Farrell saat ini adalah bisa secepatnya membawa gadis itu ke ruang unit kesehatan. Ternyata di balik sikap sombongnya ada super hero tertanam di dalam jiwanya.
Ting !!! pintu lift terbuka.
Dengan langkah cepat Farrell membawa Molly ke ruang unit kesehatan yang berada di lantai tersebut. Karena setiap lantainya sudah pasti ada. Sedang Retta tampak mengekor di belakangnya.
"Dasar gadis matre lemah, merepotkan ku saja..!!" gerutunya dengan sesekali melirik wajah cantik gadis itu.
Tiba di ruang unit kesehatan, pemuda itu membaringkan tubuh Molly di atas ranjang besi. Terlihat beberapa karyawan terperangah melihat Presdir barunya menggendong kekasih sang CEO.
Kebetulan mereka sedang beristirahat di ruang itu, ada yang terbaring di atas ranjang besi ada juga yang duduk dengan tangan terinfus. Gedung itu memang menyediakan tempat pertolongan pertama bagi para karyawan yang membutuhkan.
"Kenapa diam saja.?! cepat lakukan sesuatu.!!" teriak Farrell menyentak wanita berseragam putih.
"Iy ya pak..!! b-baik.." jawabnya yang lalu bertindak.
"Kenapa dengan nya..?" tanya Retta setelah beberapa saat petugas memeriksa putrinya.
"Tidak apa-apa buk, semuanya normal, mungkin kakak cantik ini belum sarapan.. atau kelelahan.." jawab petugas.
Farrell menaikan ujung bibirnya "Lelah.? apa cewek matre sepertinya bisa lelah.? palingan kerjanya cuma ongkang-ongkang kaki morotin papah..!!" batinnya.
Keningnya mengerut saat melihat Retta hendak melangkah pergi "Eh Tante.. Tante mau kemana..?" tanyanya.
"Ya pulang lah..!! apa iya aku harus menunggu orang pingsan sadar..??" jawab Retta enteng.
"Dia ini anak Tante kan.?" sambung Farrell dengan jari telunjuk yang menunjuk tubuh Molly.
"Bukan.. dia itu anak sial..!!" lanjut Retta yang kemudian melanjutkan langkah, pergi.
Farrell menggaruk kepalanya bingung "Jadi ini orang anak siapa..?" gumamnya.
Derap langkah cepat menghampiri, terlihat sang ayah berekspresi panik, anak buah yang lebih canggih dari CCTV sudah pasti memberitahukan keadaan Molly pada pria gagah itu. Dan Farrell tampak mengerutkan kening semakin bingung.
"Sayang...!!" ucap Alex menatap Molly sebelum menatap ke arah putranya.
"Jadi kamu yang membawa Molly ke sini Rell..?" tanyanya. Dan Farrell mengangguk.
"Terimakasih sayang,..!" ucapnya menepuk punggung putranya, kemudian duduk di kursi sebelah kiri tubuh Molly.
"Kalian semua keluar lah dari sini..." perintah Alex pada seluruh karyawan yang masih berada di dalam sana.
"Dan kamu.. bawa makanan untuk calon istri ku..!! ingat di buat sehigienis mungkin..!!" perintahnya lagi pada salah satu petugas berseragam putih. Dan wanita itu mengangguk patuh.
Sedang Farrell tampak mengernyit saat mendengar sang ayah menyebut gadis muda itu calon istri. Setelah hanya bertiga saja di ruangan itu pemuda itu mulai memberanikan diri untuk bertanya.
"Calon istri pah.? siapa calon istri papah.??"
Alex kembali menatap putranya sedang tangannya menggenggam tangan Molly "Dia.. dia ini calon ibumu.." jawabnya. Dengan mata yang melirik sekilas ke arah Molly.
Farrell menggeleng "C-calon ibu ku.?" sentak nya melotot. Dan Alex mengangguk enteng.
"Bukannya dia ini cuma sugar Baby papah saja.?" tukas Farrell sok tahu.
Alex mengernyit "Apa maksud kamu.? jaga bicaramu.! papah tidak pernah berhubungan dengan sembarang wanita, setelah mamah mu meninggal papah hanya baru berhubungan dengan Molly saja.. dan dia bukan gadis yang bisa di ajak bersenang senang seperti yang kau pikirkan..!!" ucap nya geram.
"Pah.. papah serius mau menjadikannya istri..? umur dia saja sepertinya lebih muda dari ku pah..!! dia lebih cocok menjadi istri ku..!!" saut Farrell.
"Farrell..!!" pekik Alex melotot.
"Papah tidak takut hah..? ketika papah mulai beruban, gadis matre ini masih cantik dan pasti mencari laki-laki kaya lainya..!!" lanjut Farrell menghardik. Tangannya menuding geram ke arah tubuh Molly.
"Farrell..!!" bentak Alex sekali lagi dan kini pria itu beranjak dari duduknya.
"Papah boleh menikah lagi.. tapi tidak dengan gadis matre ini..!!" pungkas Farrell yang kemudian melangkah pergi.
"Rell..!!" panggil Alex yang di acuhkan.
Lelaki itu duduk kembali di kursi menatap wajah Molly yang sudah mulai membuka mata "Sayang.. kamu sudah bangun.." tanyanya dengan binar senang di matanya.
"Om....."
"Hmm..? kamu belum sarapan sudah datang ke sini..? atau jangan-jangan kamu belum tidur.?" tanya Alex dan gadisnya mengangguk perlahan.
"Kenapa.? kamu memikirkan Om.? kamu pikir Om masih marah hm..? maaf sayang.. harusnya Om tidak bersikap seperti itu.." ucap Alex dengan tatapan nanar penuh sesal.
"Permisi pak.." seorang wanita masuk mengantarkan pesanan Alex.
"Bawa ke sini..!!" ucap Alex. Wanita itupun menurut. Memberikan sebuah nampan berisi makanan dan minuman.
"Sekarang kamu makan.. Om suapi.."
Molly tersenyum mengangguk. Ternyata di balik nasibnya yang di acuhkan sang ibu, gadis itu mempunyai kekasih yang nyaris sempurna, Tuhan maha adil.
...----------------...
Sedang di tempat lain Farrell sudah berada jok mobil bagian kemudi, sepertinya pemuda itu mengurungkan niat yang sudah terencana dari semalam, tadinya Farrell akan cepat mengambil alih tugas barunya. Tapi tiba-tiba saja moodnya hilang tergusur emosi.
Dengan arogan Farrell membuka jaket bomber yang melekat di tubuhnya, ia buang di jok mobil dengan gerakan yang sangat kasar.
"Sial...!!!!"
Farrell memang berniat bekerja tanpa menggunakan jas atau dasi. Gaya kasualnya selalu menjadi style andalan bagi pemuda tampan itu.
Tin tin..!!! Farrell memukul setir geram.
"Di dunia ini hanya ada dua jenis wanita, jelek yang menyedihkan, dan cantik tapi matre..!! tidak ada wanita setulus mamah..!!" gerutunya yang tiba-tiba mengingat almarhum ibunya.
Farrell menghela napas berat dengan mata yang terpejam "Apa mamah sedih.? papah sudah berpaling dari mu.. dia bahkan memilih gadis yang salah.." ucapnya lirih.
...----------------...
Bersambung...!! Insya Allah Up dua bab setiap hari.