Shen Yu dikenal sebagai tuan muda paling bermasalah di Kota Qinghe. Ia gemar menghamburkan uang, membuat keributan, dan menghabiskan waktunya di rumah hiburan. Anehnya, setiap kali ia membuat masalah, sang nenek selalu berada di belakangnya.
Nyonya Lin bukanlah wanita tua biasa. Ia adalah legenda dunia persilatan, pendiri Aliansi Seratus Perguruan, dan sosok yang pernah menjaga kedamaian Dunia.
Namun ketika bayang-bayang perang kembali muncul dan musuh-musuh lama mulai bergerak, Shen Yu harus menghadapi kenyataan bahwa perlindungan neneknya tidak akan ada selamanya. Demi menjaga warisan orang yang paling ia cintai, ia perlahan berubah dari seorang tuan muda manja menjadi pendekar yang akan menentukan masa depan Kekaisaran dan dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirage Ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
BOOOM!!
Tanpa aba-aba...
Raja Kegelapan Kedua melesat lebih dulu. Tubuhnya berubah menjadi seberkas cahaya hitam. Tombak panjang di tangannya mengoyak ruang.
"Teknik Tombak Kegelapan! Pembantai Langit!"
Sreet!
Tombak itu muncul tepat di depan Shen Yu dalam sekejap. Namun...
Shen Yu tidak mundur.
Pedang emas di tangannya terangkat perlahan.
"Teknik Pedang Naga. Tebasan Fajar."
Claaang!
Pedang dan tombak bertabrakan. Gelombang kejutnya meledak ke segala arah.
BUMM!!
Awan di atas Kota Qinghe langsung lenyap sejauh puluhan kilometer. Raja Kegelapan Kedua terdorong mundur belasan langkah di udara.
Sementara Shen Yu hanya bergeser setengah langkah.
"Apa?!"
Raja Kegelapan Kedua membelalakkan mata.
"Aku... kalah tenaga?"
Di bawah...
Seluruh warga bersorak.
"Tuan Muda Shen menang!"
"Dia menahan Raja Kegelapan!"
Namun...
Pria bertopeng merah tetap tenang.
"Aku sudah menduganya."
Ia mengangkat tangan.
"Dua dan Empat. Serang bersama."
"Baik."
Dua Raja Kegelapan langsung menghilang.
Seketika...
Shen Yu merasakan bahaya dari dua arah. Di belakangnya...
Raja Kegelapan Keempat muncul membawa sepasang belati hitam.
"Teknik Bayangan. Seribu Tusukan Hantu."
Ribuan bayangan belati memenuhi langit. Di saat yang sama...
Raja Kegelapan Kedua kembali menyerang dari depan. Serangan dari dua arah. Tidak ada jalan menghindar.
Mu Xueyi yang melihat dari bawah langsung menutup mulutnya.
"Shen Yu!"
Namun...
Shen Yu justru menutup matanya. Saat membukanya kembali...
Kedua pupilnya berubah menjadi emas terang.
"Waktu melambat."
Dalam pandangan Shen Yu...
Seluruh dunia seolah bergerak sangat lambat. Ia melangkah satu kali. Tubuhnya menghilang.
Sreet!
Belasan bayangan emas muncul di langit. Raja Kegelapan Keempat kehilangan target.
"Di mana dia?!"
Tiba-tiba...
Suara Shen Yu terdengar tepat di belakangnya.
"Di sini."
Raja Kegelapan Keempat baru saja menoleh.
Slash!
Pedang emas menyapu punggungnya.
Darah hitam muncrat.
Tubuh Raja Kegelapan Keempat terpental hingga menghantam sebuah bukit di kejauhan.
BOOOM!!
Separuh bukit langsung runtuh. Belum sempat semua orang bereaksi...
Shen Yu sudah muncul di depan Raja Kegelapan Kedua.
Tinju kirinya mengepal.
"Tinju Naga Langit. Gelombang Kedua."
BUM!!
Pukulan itu menghantam dada Raja Kegelapan Kedua. Baju zirah hitamnya retak. Retakan itu terus menjalar.
Crack...
Crack...
BRAKK!!
Zirah tersebut hancur berkeping-keping. Raja Kegelapan Kedua memuntahkan darah sebelum terlempar ratusan meter.
Seluruh Kota Qinghe terdiam.
Dua Raja Kegelapan...
Dikalahkan hanya dalam beberapa napas. Han Tian menarik napas panjang.
"Tuan Muda benar-benar monster."
Yan Luo tertawa puas.
"Hahaha! Bagus!"
Namun...
Qin Feng yang baru tiba justru menggeleng.
"Tidak."
Semua menoleh.
"Ini belum dimulai."
Tatapannya tertuju pada pria bertopeng merah.
"Pemimpin mereka belum bergerak."
Seolah menjawab perkataannya...
Pria bertopeng merah perlahan mencabut pedang hitam di pinggangnya. Saat pedang itu keluar dari sarungnya...
Dunia mendadak menjadi sunyi. Langit menggelap.
Matahari tertutup awan hitam. Bahkan Empat Roh Suci di belakang Shen Yu mengeluarkan raungan pelan.
Lin Xue yang selama ini tenang akhirnya berubah ekspresi.
"Pedang Pemusnah..."
Qin Feng ikut memucat.
"Jadi pedang itu benar-benar masih ada."
Pria bertopeng merah mengangkat pedangnya.
"Aku tidak menyangka. Di tempat terpencil seperti Tianxia aku harus menggunakan senjata ini."
Aura hitam pekat keluar dari pedang tersebut. Ruang di sekitarnya mulai retak.
Retak...
Retak...
Retak...
Shen Yu merasakan tekanan yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Dalam pikirannya...
Suara Esensi Naga Purba kembali terdengar.
"Hati-hati pedang itu pernah membunuh naga."
Mata Shen Yu menyipit.
"Pedang pembunuh naga..."
Pria bertopeng merah tersenyum.
"Tepat. Leluhurku menciptakannya khusus untuk membantai keturunan naga."
Ia mengarahkan ujung pedangnya kepada Shen Yu.
"Kalau kau benar-benar pewaris Naga Purba maka kematianmu hari ini sudah ditakdirkan."
BOOOOOOM!!
Aura hitam meledak berkali-kali lipat.
Tekanannya membuat formasi pelindung Kota Qinghe mulai retak. Han Tian, Qin Feng, Yan Luo, dan para tetua segera mengalirkan energi untuk mempertahankan formasi.
Crack...
Crack...
Retakan tetap terus bertambah. Di langit...
Shen Yu mengangkat pedang emasnya perlahan. Empat Roh Suci berkumpul di belakangnya.
Naga Emas meraung.
Phoenix membentangkan sayap.
Harimau Putih mengaum.
Kura-kura Hitam memancarkan cahaya pelindung.
Aura emas dan aura hitam kembali saling bertabrakan. Kedua pemimpin akhirnya saling menatap tanpa berkedip. Tak seorang pun bergerak lebih dulu. Karena semua memahami...
Siapa pun yang melepaskan serangan pertama...
Akan menentukan arah peperangan ini.
Angin berhenti.
Shen Yu berdiri di udara dengan pedang emas di tangannya. Empat Roh Suci mengelilinginya. Cahaya emas memenuhi separuh langit.
Di sisi lain...
Pria bertopeng merah menggenggam Pedang Pemusnah. Aura hitamnya berubah menjadi lautan kegelapan yang terus meluas.
Tak seorang pun berani mengeluarkan suara. Bahkan Han Tian dan Qin Feng menghentikan napas mereka.
Mereka tahu...
Benturan berikutnya bukan lagi pertarungan biasa. Melainkan benturan dua kekuatan yang mampu menentukan nasib Kota Qinghe.
Pria bertopeng merah perlahan mengangkat pedangnya.
"Kalau begitu biarkan dunia melihat mengapa leluhur kami menciptakan pedang ini."
BOOOOOOM!!
Lautan aura hitam tiba-tiba berubah menjadi jutaan bayangan pedang. Seluruh langit dipenuhi ujung pedang hitam yang mengarah kepada Shen Yu.
"Pedang Pemusnah Seratus Ribu Pedang Pembantai Naga!"
Seketika...
Ribuan pedang hitam melesat bersamaan.
Sreet!
Sreet!
Sreet!
Langit berubah menjadi hujan pedang. Tekanannya membuat ruang di belakang setiap pedang retak seperti kaca.
Di bawah...
Para warga hanya bisa memandang dengan wajah pucat.
"Itu..."
"Bagaimana mungkin manusia mengeluarkan serangan seperti itu..."
Bahkan Yan Luo ikut mengepalkan tangannya.
"Kalau serangan itu jatuh ke kota..."
Qin Feng menjawab lirih.
"Kota Qinghe akan lenyap."
...
Shen Yu mengangkat kepalanya. Tatapannya tetap tenang. Ia hanya mengangkat pedang emasnya ke depan dada. Perlahan...
Empat Roh Suci di belakangnya berubah menjadi empat aliran cahaya.
Naga Emas.
Phoenix Putih.
Harimau Putih.
Kura-kura Hitam.
Keempatnya memasuki tubuh Shen Yu.
BOOOOM!!
Aura Shen Yu kembali meningkat berkali-kali lipat. Rambutnya berubah menjadi keemasan. Pupil matanya bersinar seperti matahari. Di belakangnya...
Bayangan seekor naga purba sepanjang ribuan meter perlahan membuka kedua matanya. Suara kuno bergema dari langit.
"Siapa yang berani mengangkat pedang kepada pewaris naga?"
Raungan itu membuat seluruh Benua Tianxia bergetar.
Jauh di Pegunungan Utara...
Para Tetua Aula Leluhur serempak mengangkat kepala. Ketua Aula menggenggam Pedang Hitam Penjaga Langit.
"Ia benar-benar membangunkan roh naga..."
Di tempat lain...
Beberapa kultivator tua yang telah mengasingkan diri selama ratusan tahun juga membuka mata.
"Itu aura..."
"Naga Purba?"
...
Kembali ke langit Kota Qinghe. Ribuan pedang hitam telah tiba. Shen Yu akhirnya bergerak. Ia mengayunkan pedangnya sekali.
Hanya sekali.
"Teknik Pedang Naga Langit Pertama."
Gerakan itu tampak sederhana. Namun saat pedang emas bergerak...
Langit ikut terbelah. Seekor naga emas raksasa keluar dari tebasan itu.
Auuuuuuuuung!!
Raungannya menghancurkan ribuan pedang hitam dalam sekejap.
BRAK!
BRAK!
BRAK!
Pedang-pedang itu pecah seperti kaca. Gelombang emas terus melaju.
Wajah Raja Kegelapan Pertama akhirnya berubah.
"Cepat! Bertahan bersama!"
Keempat Raja Kegelapan lainnya langsung bergerak.
Mereka berdiri sejajar. Lima senjata terangkat bersamaan.
"Lima Raja. Formasi Pemusnah Surga!"
BOOOOOOM!!
Lima aura hitam menyatu menjadi perisai raksasa. Sesaat kemudian...
Gelombang naga menghantamnya.
DUAAAAAAAAARRRR!!
Ledakan itu begitu besar hingga seluruh awan dalam radius ratusan kilometer lenyap.
Tanah di bawah retak. Gunung Tianhuang berguncang hebat. Puluhan tebing runtuh. Gelombang kejut bahkan mencapai lautan di luar Benua Tianxia.
Air laut naik puluhan meter.
...
Saat cahaya perlahan menghilang...
Semua orang langsung menatap ke langit. Perisai hitam...
Namun...Retak.
Crack...
Crack...
Retakan menyebar ke seluruh permukaannya.
Lalu...
BRAKKK!!
Perisai itu hancur. Kelima Raja Kegelapan terpental bersamaan. Raja Kedua memuntahkan darah. Raja Keempat yang sebelumnya terluka kembali batuk darah. Bahkan topeng Raja Ketiga retak di bagian pipinya.
Di bawah...
Seluruh Kota Qinghe terdiam. Lima Raja Kegelapan...
Dipukul mundur oleh satu tebasan. Han Tian menarik napas panjang.
"Mustahil..."
Yan Luo tertawa keras.
"Hahaha! Tuan Muda benar-benar mengalahkan mereka!"
Namun...
Qin Feng justru masih menatap langit dengan wajah serius.
"Tidak. Belum selesai."
Benar saja.
Pria bertopeng merah perlahan berdiri. Topengnya retak sedikit. Namun matanya...
Tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun. Sebaliknya...
Ia tersenyum.
"Bagus sangat bagus."
Ia mengusap darah di sudut bibirnya.
"Aku akhirnya mengerti."
Shen Yu mengernyit.
"Mengerti apa?"
Pria bertopeng merah tertawa pelan.
"Kaisar benar. Orang yang harus dibunuh bukan pewaris Keluarga Mei bukan pula Penjaga Langit."
Tatapannya lurus menembus mata Shen Yu.
"Melainkan dirimu."
Ia mengangkat sebuah batu giok hitam sebesar telapak tangan. Permukaannya dipenuhi retakan kuno.
Qin Feng yang melihat benda itu langsung kehilangan warna wajah.
"Itu...Batu Pemanggil!"
Lin Xue juga berubah ekspresi.
"Tidak mungkin, jangan biarkan dia menghancurkannya!"
Namun...
Terlambat.
Pria bertopeng merah menggenggam batu itu sekuat tenaga.
CRACK!!
Batu giok hitam itu hancur berkeping-keping. Dalam sekejap langit di atas Kota Qinghe berubah menjadi pusaran hitam raksasa. Retakan ruang terbuka perlahan. Dari balik retakan...
Muncul tekanan yang jauh melampaui Lima Raja Kegelapan. Hanya tekanan itu saja...
Sudah membuat Han Tian, Yan Luo, bahkan Qin Feng berlutut.
Lin Xue mengangkat seluruh kultivasinya untuk bertahan.
Wajah Shen Yu akhirnya berubah serius. Karena untuk pertama kalinya sejak pertarungan dimulai. Esensi Naga Purba di dalam tubuhnya berbicara dengan nada penuh kewaspadaan.
"Dia datang"
"Kaisar Dewa Kegelapan..."