NovelToon NovelToon
BUKAN SEKADAR IBU SAMBUNG

BUKAN SEKADAR IBU SAMBUNG

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: radetsa

Menceritakan tentang Raniya, seorang janda yang dinikahi polisi muda beranak tiga dengan komitmen hanya menjadikan Raniya sebagai ibu sambung. Dia perempuan tegas, namun berhati baik. Sikapnya yang keras dan tidak menampakkan kasih sayang di hati anak-anak suaminya, membuat perpecahan dalam pernikahan mereka.

Hingga suatu waktu mengantarkan mereka membuka rahasia di balik kematian Renima, ibu kandung ketiga anak tersebut. Tidak hanya Renima, tetapi juga kematian Nathan, almarhum suami Raniya yang pertama.

Di sisi lain, cinta bahkan telah jauh lebih lama tumbuh di dalam hati mereka, sehingga mengalahkan dendam dan benci yang terjadi karena kesalahpahaman di masa lampau.

Akankah Raniya mampu bertahan menjadi istri Taufiq, meski hanya sebagai ibu sambung untuk ketiga anak-anaknya?

Selamat menyaksikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERPISAHAN DI HARI PERNIKAHAN

Hari berlalu dengan cepat. Tibalah mereka di hari pernikahan itu. Pernikahan yang menyatukan hubungan Nathan dan Raniya menuju ke pelaminan. Hari yang ditunggu-tunggu Nathan dari semenjak ia mengenal Raniya.

“Saya terima nikah dan kawinnya Raniya Hafsyah Elnara binti Aziz Khairullah dengan mahar tersebut dibayar tunai.” Nathan menerima ijab dari Ayah Raniya dengan membalaskan kalimat Qabul, dengan satu tarikan napasnya.

Senyuman bahagia tidak hanya merekah dari bibir keduanya, tapi juga dari semua orang yang hadir menyaksikan sumpah sakral yang mereka ucapkan di ruangan suci itu. Mereka saling bertukar cincin sebagai bukti ikatan

mereka di mata orang-orang.

Nathan mengulurkan tangan kanannya kepada Raniya yang sudah sah menjadi istrinya, sedangkan Raniya menyambut tangan Nathan dengan sedikit canggung. Dia tidak terbiasa melakukan hal itu, meski mereka sudah lama saling mengenal.

Raniya menyalami dan mengecup punggung tangan Nathan, sementara Nathan mengecup dahi Raniya dengan lembut.

Pernikahan mereka usai dengan begitu cepat, namun membekas di hati mereka begitu dalam. Siap  menjadi sejarah untuk keduanya kelak.

“Terima kasih, Raniya…” Ucap Nathan sambil memandangi wajah Raniya yang baru saja halal untuk ia pandangi dengan perasaannya yang teramat dalam.

“Terima kasih untuk apa, Nath?” Raniya bertanya dengan dahi mengkerut.

“Terima kasih sudah memberikan aku kesempatan untuk merasakan hari bahagia ini, Ran…” Sahut Nathan lirih tanpa berhenti memandangi wajah cantik istrinya.

“Kamu lupa, hmm? Dia yang sudah memberikannya kepada kita, Nath…” Ucap Raniya sembari menunjuk ke atas.

“Iya, Ran… Alhamdulillah… Aku janji, aku akan jadikan kamu yang pertama dan terakhir bagiku sebagai istri.” Ucap Nathan berikrar dan disambut senyuman oleh Raniya ketika mendengarnya.

“Ran…” Panggil Nathan lagi. Mata mereka memang salin menatap, namun hati Nathan merasa merindu.

“Hmm?” Sahut Raniya.

“Bolehkah aku memegang tanganmu?” Pinta Nathan berharap.

“Aku sudah menjadi milikmu sekarang, Nath. Sekeras apa aku menolakmu, kamu tetap punya hak atas diriku. Aku pun juga tidak ingin menolakmu, karena aku tidak ingin berdosa.” Jawab Raniya seraya mengulurkan

kedua tangannya ke hadapan Nathan. Raniya menoleh sebentar ke tangannya mengisyaratkan Nathan untuk segera menyambutnya.

Nathan mengangguk senang. Dia segera meraih tangan Raniya yang sudah menunggu tangannya. “Bolehkah aku mengutarakan banyak permintaan untuk hari ini?”

“Apa itu?” Tanya Raniya heran. Alisnya tampak mengkerut, melihat wajah Nathan yang sulit dibacanya saat itu.

“Aku ingin memanggilmu, istriku_Sayang…” Nathan mengangkat kedua alis matanya terlihat berharap.

“Ummm… Bagaimana ya?” Gumam Raniya pura-pura ragu. “Boleh… Suamiku_Sayang…” Sahut Raniya sembari menampakkan senyuman yang sama sekali tidak terlihat terpaksa untuk mengucapkan panggilan itu.

Nathan terperangah. Dia seakan terbang dan melayang-layang di udara ketika mendengar panggilan Raniya terhadapnya.

“Memelukmu, boleh?” Pinta Nathan lagi.

Raniya menatap Nathan begitu dalam. Dia sama sekali tidak menemukan keserakahan dan keburukan di dalam mata Nathan. Dia masih Nathan yang sama. Baik dan menjaga kehormatannya. Tidak ada bentuk balas dendam yang tergambar di wajah Nathan karena telah menunggunya dengan begitu lama.

Ada apa dengan Nathan?

Dan kenapa juga dengan diriku? Bukan karena aku telah menjadi istri sahnya, sehingga aku menurut begitu saja. Aku bahkan merasakan

takut saat ini. Takut dan terus merindukan Nathan yang jelas-jelas ada di hadapanku.

Apa mungkin seperti ini rasanya menikah?

Raniya terus mencuri tatap hingga jauh. Jika dia bisa, maka dia akan terus menelusuri ke jurang terdalam di manik mata suaminya itu.

“Nathan…” Panggil Raniya lirih.

“Hmm?”

“Peluk saja aku, jika memang kamu ingin memelukku. Aku ini istrimu, bukan?” Pinta Raniya menggebu. Dia lebih sulit menahan gejolak yang dia sendiri tidak tahu apa. Terus mengganggu hatinya, berdegup menyakiti

pikirannya.

Senyuman Nathan membludak. Dia memeluk Raniya begitu erat tanpa ingin melepaskannya. Dia enggan, bahkan tidak ingin melepaskan tubuh Raniya yang sudah utuh miliknya seorang.

Tanpa dia duga, ponsel Nathan berdering. Membuat Nathan mau tidak mau melepaskan Raniya dari pelukannya.

“Hallo… Assalamu’alaikum…” Senyuman Nathan yang awalnya terlihat permanen, mendadak pudar. Dia tampak terkejut karena panggilan yang diterimanya saat itu. Matanya membulat, mulutnya ternganga seketika.

“Apa yang terjadi, Nath? Siapa  yang menelepon?” Pertanyaan Raniya membuyarkan keterkejutannya. Raniya ikut cemas menyaksikan perubahan di wajah

suaminya itu.

“Saya akan segera ke rumah sakit…” Ucap Nathan cepat. Meski dia sudah mendapatkan Raniya seutuhnya, Nathan tetaplah Nathan sebelumnya. Nyawa pasien lebih utama baginya yang merupakan seorang dokter.

“Ada apa, Sayang?” Tanya Raniya kembali ketika Nathan telah mengakhiri percakapannya lewat telepon.

Nathan tersenyum. “Terima kasih, istriku. Cemas ku sedikit terobati karena panggilan sayang darimu. Aku harus pergi menyelamatkan seorang ibu dan calon bayinya, Sayang. Dia adalah perempuan yang pernah aku ceritakan kepadamu sebelumnya.” Ucap Nathan terdengar berat.

“Haruskah kamu? Tidak kah ada dokter yang lain?” Protes Raniya terdengar lirih. Suaranya serak menahan perasaan yang dia sendiri ragu entah apa.

“Maaf, Sayang… Tidak ada dokter yang kosong pada jam ini. Istri polisi itu sedang kesakitan di sana.” Nathan mengecup punggung tangan Raniya, mencoba meminta pengertiannya. “Kamu tahu? Papa bahkan harus ke rumah sakit sebelum acara kita usai tadinya. Banyak pasien yang menunggu kami seorang Dokter. Aku tidak bisa mengabaikan dua kewajibanku. Sedangkan dua kewajiban itu sama-sama ada di depan mataku saat ini. Kamu, istri sah yang baru saja aku nikahi. Atau malah pasien yang sedang meregang nyawa mempertahankan bayinya?”

Raniya mengangguk pelan sebagai persetujuan darinya. Berat baginya untuk melakukan itu. Air matanya bagai hujan, menderas membasahi sebahagian wajahnya.

“Terima kasih, istriku. Jangan menangis…” Nathan mengusap lembut pipi Raniya yang basah karena air matanya sendiri.

Raniya tersedu. Dia mencoba menahan air matanya. Lagi-lagi dia hanya bisa mengangguk. Dia tidak boleh juga egois. Bukankah itu yang diharapkannya dari sosok lelaki yang dia impikan dari dulu?

“Raniya… Izinkan aku mengecup dahimu sekali lagi. Boleh?” Ucap Nathan meminta.

Raniya memejamkan matanya, pasrah. Tidak peduli sekali, dua kali, ataupun seratus kali. Dia akan dikecup oleh suaminya sendiri saat itu. Orang yang selalu mengusahakan kebahagiaan untuk dirinya.

Nathan mengecup dahi Raniya begitu lama. Meluahkan semua yang dia rasakan, yang tertanam di dalam hatinya dari semenjak lama ia menyukai Raniya nya.

“Terima kasih, Sayang. Aku pergi ya. Jangan lupa bahagia dari hari ini, dan jangan menangis lagi.” Ucap Nathan yang membuat hati Raniya semakin merasa sesak karenanya.

“Hati-hati, Sayang…” Pesan Raniya memaksakan senyumannya.

“Kamu makanlah dahulu. Jangan tunggu aku pulang, aku akan lama sepertinya.” Balas Nathan.

Nathan pergi tanpa ingin menoleh lagi. Tapi baru saja beberapa langkah, Raniya berlari mengejar dan memeluk Nathan dari belakang. “Aku ikhlas jika tujuanmu pergi untuk menunaikan tugasmu seorang dokter, Sayang. Aku mengagumimu suamiku.” Ucap Raniya seraya melepaskan pelukannya dengan perlahan.

“Assalamu’alaikum…” Ucap Nathan. Dia pergi meninggalkan Raniya yang masih berbalut gaun pernikahan di tubuhnya.

“Wa’alaikumussalam…” Sahut Raniya memandangi punggung Nathan yang lama kelamaan menghilang dari penglihatan matanya.

.

.

.

.

.

1
Andaru Obix Farfum
terus g nikah Kantor ya.
Ran Aulia
😫😫😫😫 mewek lagi
Ran Aulia
😫😫😫😫😫😫
Ran Aulia
keren kak, ceritanya berhasil bikin gemes , penasaran , mewek , senyum2 mewek lagi

terimakasih ya kak 😍😍😍😍😍
Ratna Dewita Sari: terima kasih Kak /Smile/
total 1 replies
Bzaa
satu vote terkirim buat gift nya debay ya tor 😘
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Rahma Lia
Luar biasa
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗🥰
total 1 replies
Bzaa
coba sing jujur satu sama lainny, bias gak ada miiskom
Bzaa
Luar biasa
Bzaa
hadirrrrr aku tor....
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Ria Dardiri
klo di dunia nyata biasanya disebut " Iya Ndan,,,Siap komandan"😉😉
Ria Dardiri
sukaaaa
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
sri mindaryati
jadi gregeten sm taufik,kno ga jujur aja siihhh
Selvy Anton
Luar biasa
aima
knp hampir setiap bab mengandung bawang berlebihan ya thor 🤧🤧🤧😭😭😭 mana baca ny di tempat kerja lagi
Ratna Dewita Sari: hehe
maaf ya kk 😁
total 1 replies
umi qomari
bagus
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Hera sasuwe
menarik ceritanya sukaa
Herlina Lina
,tdk ad nikah Dinasx thor
Nadia
Raniya dokter kok BG mestinya kasih tau ke orang masa iya gak ada curiga2 nya
Nadia
Thor bukannya kalau mau nikah anggota polisi harus ada laporan ke kantor dan calon istri di briefing dulu untuk menjadi istri Anggow polisi,,masak Raniya gak,,kalau iya masak gak tahu status Taufiq yg belum pernah menikah??????
Ratna Dewita Sari: hehe
iya, kk
maaf, kurang riset kemarin kk
total 1 replies
Yati Nurjati
karya ini baik aku senang membacanya.
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!