NovelToon NovelToon
Aku Menyerah!

Aku Menyerah!

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / CEO / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Ayra menjalani pernikahan yang tidak pernah benar-benar ia inginkan. Menikah karena perjodohan, ia berusaha menjalani perannya sebagai istri dengan sebaik mungkin. Dan kehamilan yang datang kemudian, justru membuatnya berusaha lebih kuat, meski pernikahan itu perlahan menunjukkan sisi gelapnya.

Saat mengetahui Rayyan mendua, Ayra tidak mendapat pembelaan apa pun. Suaminya justru lebih memilih wanita itu dibandingkan dirinya yang sedang mengandung. Tekanan batin yang berat membuat Ayra mengalami keguguran. Kehilangan anaknya menjadi pukulan terbesar dalam hidupnya.

Dikhianati, disudutkan, dan tidak lagi dihargai, Ayra akhirnya sampai pada titik lelah. Ia menyerah, bukan karena kalah, tetapi karena tak ingin menyia-nyiakan hidupnya untuk bertahan dalam hubungan toxic.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ke Mana Ayra?

Langkah Zavian begitu tenang, namun Ayra merasa seolah-olah sedang berjalan di atas titian tali yang sangat tipis.

Di depan sana, Stella tampak menyambut tamu dengan senyum manis yang tulus, meski sesekali matanya tertuju ke arah Zavian dan Ayra dengan tatapan yang sulit diartikan.

Begitu sampai di hadapan pasangan yang bertunangan itu, Zavian menyalami Bryan terlebih dahulu.

"Selamat, Bryan. Jaga Stella baik-baik," ucap Zavian dengan nada wibawa seorang kakak.

"Terima kasih, Mas Zavian. Kehormatan besar Mas bisa datang," balas Bryan tulus. Setelah itu, Zavian beralih menyalami sang adik ipar.

"Selamat Stella, saya turut berbahagia untuk kalian berdua."

"Terima kasih, Mas," ucap Stella dengan senyum lembut yang sama seperti pada tamu lainnya. Mata wanita itu kemudian beralih pada Ayra. Senyumnya sempat menghilang, berganti dengan tatapan penuh selidik yang sarat akan rasa ingin tahu, sebelum akhirnya kembali tersenyum meski tampak sedikit kaku.

"Oh ya, kenalkan ini Ayra."

Zavian menyadari rasa keingintahuan di mata Stella, maka tanpa ragu ia memperkenalkan Ayra. Ayra mengulurkan tangan yang langsung disambut ramah oleh wanita itu.

"Selamat ya, Mbak Stella. Kamu terlihat sangat cantik," ucap Ayra, sejujurnya.

"Terima kasih... Mbak Ayra. Kamu juga terlihat luar biasa. Sudah hampir setahun lebih, baru kali ini Mas Zavian menggandeng perempuan lagi setelah kematian kakakku. You're very special to him," katanya sambil menatap Ayra dengan mimik serius. Ia meraih tangan Ayra dan menggenggamnya hangat. Ayra hanya tersipu, tak tahu harus berkata apa. Padahal menurutnya, hubungan ia dan Zavian masih

belum mengarah ke hal yang seserius itu.

"Aku selalu mendengar nama kamu disebut oleh Kenzie. Dia pasti merasa nyaman bersamamu. Aku hanya titip dia, ya..."

Stella menatap mata Ayra cukup dalam dan lama, seolah sedang menitipkan harapan besar melalui sorot matanya yang sendu. Namun, begitu sosok Marissa mendekat, ia segera menarik diri dan kembali menegakkan posisi berdirinya.

"Ayra! Ya ampun, aku hampir tidak mengenalimu," ucap Marissa dengan nada riang yang terdengar sangat tulus di telinga semua orang. Ia juga mencium pipi kanan dan kiri Ayra seolah tengah memperlihatkan keakraban mereka.

"Kamu cantik sekali, Sayang... Sekarang sudah benar-benar pintar berdandan, ya? Kamu terlihat sedikit berbeda dari biasanya. Lebih berkelas."

Ayra sempat tertegun. Kalimat itu terdengar seperti pujian, namun ada sengatan halus yang tersembunyi di akhir kalimatnya.

"Terima kasih, Mbak Marissa," jawab Ayra sopan, meski ia merasa sedikit sesak berada di bawah tatapan wanita itu.

Marissa beralih menatap Zavian. Jemarinya kini mengusap lengan jas Zavian dengan gerakan yang sangat posesif namun tampak halus.

"Mas Zavian, kamu hebat ya. Berani membawa teman baru di acara pertunangan adik mendiang istrimu. Aku yakin kalau Mbak Meutia melihat dari atas sana, dia akan tersenyum melihat seleramu yang kini jauh berbeda dari dia."

Ia tertawa kecil, suara tawa yang merdu namun terasa hambat.

"Apa maksud kamu, Marissa?" Tanya Zavian dengan tatapan sedingin es.

Wanita itu mengedikkan bahu. “Just kidding, maybe.”

Lalu kembali lagi beralih pada Ayrs.

"Ayra, makanlah yang banyak ya. Jangan sungkan," ucapnya Marissa sambil merapikan sehelai rambut Ayra yang sebenarnya sudah tertata rapi.

"Aku tahu makanan hotel mewah seperti ini mungkin jarang kamu temui di tempat-tempat biasa kamu makan." Lanjutnya begitu enteng. Lalu tertawa renyah yang membuat matanya terlihat hidup dan bercahaya.

Kemudia ia beralih menyapa tamu lain yang memanggilnya. Senyumnya semakin mengembang sempurna tanpa cela, meninggalkan Ayra yang kini terpaku dengan rasa tidak nyaman yang menjalar ke sekujur tubuhnya.

""Ada apa dengan wanita itu? Sebentar dia terkesan sinis, lalu bersikap baik hati seperti seorang sahabat, dan kini berubah lagi menyerupai malaikat pencabut nyawa. Dingin dan mematikan," gumam hati Ayra. Zavian yang menyadari kegelisahan itu langsung menggenggam telapak tangan Ayra, lalu mengajak wanita itu turun untuk mencicipi aneka makanan yang sudah tersedia di stan-stan terpisah sesuai jenis hidangannya.

Tiba-tiba seseorang menyapa Zavian. Seorang pria yang ternyata adalah rekan bisnisnya. Mereka segera terlibat obrolan serius, tentu saja membicarakan urusan bisnis yang tidak dimengerti oleh Ayra. Bahkan Ayra sendiri tidak mengetahui apa sebenarnya pekerjaan Zavian. Andai saja dia tahu kalau Zavian adalah atasan Rayyan dan Liztha di kantor.

Merasa bosan, Ayra pun berpamitan untuk pergi ke toilet. Dia menolak saat Zavian menawarkan diri untuk mengantarnya. Akhirnya Ayra melenggang sendirian menuju arah toilet. Tanpa rasa sungkan, Ayra masuk ke salah satu bilik. Namun alangkah terkejutnya ia saat keluar dan melihat ada seorang laki-laki tak dikenal berdiri bersandar ke tembok dengan satu kaki ditekuk ke belakang.

"Halo cantik..." sapanya dengan berani. Ayra tidak menjawab. Ia hanya melirik sekilas lalu berjalan cepat ke arah pintu toilet. Tapi lagi-lagi ia terkejut karena ternyata pintu itu telah terkunci.

"Mau ke mana sayang? Kenapa harus buru-buru? Ayo kita bersenang-senang dulu," ucap lelaki itu yang kini sudah berdiri tepat di belakang Ayra.

"Mau apa kau? Cepat buka pintunya!" sentak Ayra yang mulai merasa sangat cemas.

"Woooow... hehehe... aku sangat suka yang galak-galak begini." Tangan lelaki itu mulai bertindak kurang ajar. Dia berusaha menjawil dagu Ayra, namun dengan gerakan cepat segera ditepis olehnya.

"CEPAT BUKA!" teriak Ayra menggelegar, sementara tangannya terus menggedor-gedor pintu. Namun dengan sigap laki-laki itu mengunci pergerakan Ayra. Ia mencekal kedua tangan wanita itu dan berusaha untuk memeluknya.

Ayra tidak tinggal diam, satu lututnya dengan cepat ia hentakkan sekuat tenaga ke arah selangkangan lelaki itu dan tepat mengenai kejantanannya. Tentu saja lelaki itu mengerang kesakitan. Tapi ia ternyata masih bisa bertahan di tengah rasa sakitnya. Ayra langsung dipepet ke dinding dan dihimpit oleh tubuh besarnya.

Sementara itu, Zavian mulai merasa gelisah karena Ayra pergi ke toilet sudah terlalu lama. Namun saat ia akan menyusul, terdengar suara Marissa memanggilnya.

"Mas Zavian, tunggu!" serunya. Langkah Zavian pun terhenti. Ia menoleh dan melihat Marissa bersama beberapa orang temannya tengah berjalan ke arahnya. Ternyata salah satu teman pria Marissa itu adalah rekan bisnisnya sendiri.

"Halo Pak Zavian, apa kabar?" sapa lelaki itu sambil tersenyum. Ia mengulurkan tangannya dengan sangat sopan.

"Baik, Pak Aldo. Bagaimana kabar Anda?" Mau tak mau Zavian pun harus terlibat obrolan dengan mereka untuk beberapa saat. Namun lama-kelamaan Zavian kembali teringat pada Ayra yang belum kembali juga. Perasaannya semakin tidak enak. Dia segera berpamitan meskipun Marissa mencoba untuk menahannya.

"Maaf, saya harus pergi sekarang," katanya dengan tegas dan bergegas meninggalkan mereka menuju ke arah toilet wanita.

Zavian berjalan cepat karena perasaannya semakin tidak tenang. Sesampainya di depan pintu toilet wanita, dia sempat ragu sejenak, namun akhirnya memutuskan untuk masuk karena firasat buruknya kian kuat.

"Ayra? Kamu di dalam?" panggil Zavian.

Suasana di dalam sangat sepi. Zavian segera memeriksa deretan bilik toilet di sana dan membukanya satu per satu. Namun, setiap pintu yang ia dorong hanya menunjukkan ruangan kosong. Ayra tidak ada di mana pun.

Zavian mengedarkan pandangan ke seluruh sudut ruangan dengan bingung. Saat ia berbalik hendak keluar, matanya yang jeli menangkap kilauan kecil di lantai, tepat di dekat ambang pintu. Ia membungkuk untuk mengambil sebuah anting permata yang teronggok di sana.

Zavian memandangi anting itu dengan saksama. Ia sangat mengenali benda tersebut karena memang dialah yang memberikannya kepada Ayra. Jantungnya berdegup kencang sambil terus bertanya-tanya mengapa anting itu bisa terjatuh di sana, padahal toilet wanita itu kini benar-benar sudah kosong dan tak ada siapa-siapa.

1
antha mom
keren 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Nurlisa
cerita nya bagus Thor, sempet ke hapus aplikasi ini jadi baca dr awal🤭
antha mom
judul novel "aku menyerah" tapi yang dibaca serasa film action yang pemeran utama nya Marissa 🤣🤣
Brilliante Brillia: itu berarti anda tidak memahami isinya. 🤣🤣
total 1 replies
Suhadi
thor, jangan bikin nama sama thor, kirain Marissa si pengacara sama orangnya sama adik ipar zavian..
Suhadi
nggak apa lah jdi janda muda, toh udah dapat duit..buat cari laki baru, kamu yg bodoh Rayyan...😄😄😄🤭🤭
Suhadi
suka perempuan pintar kayak gini, drpd yg meninggalkan rumah tanpa bawa apa2, cuma bawa daster rombeng karna harga diri, bravo ayra...💪💪
Lendra
ceritanya bagus, tapi tidak semua tokoh ahirnya diceritakan. seperti rayyan dan anindya ahirnya seperti apa, ibu, ayah serta adik2nya rayyan, tapi keseluruhannya aku suka
Inooy
ini cerita bagus banget klo menurut aq, kenapa?? karena ini novel perdana bagi ka othor tp udh bagus bangeeett...👍👍
kebanyakan nya novel perdana yg pernah aq baca, hampir 75% amburadul, selain alur nya loncat2 banyak bertebaran typo yg bikin kepala puyeng..d tambah terkadang cerita nya suka kluar jalur....
tp yg iniiii,,bintang 5 rasa nya kurang utk sekelas novel perdana..cerita nya bagus, alur nya jelas minim typo lg pokok nya totalitas bgt cerita nya,,dn yg bikin aq suka bangeeett..cerita generasi selanjut nya d bikin satu novel, g kaya novel2 lain yg suka bikin cerita tersendiri..yg terkadang bikin aq males baca nya....😁
dengan cerita sebagus ini, aq curiga nih kaka othor nya lulusan bahasa ato penulis prof...🤭

makasih banyak2 kaka udh bikin karya sebagus ini, aq benar2 terhibur walaupun d bikin tegang dengan kesadisan nya 😁
sukses teroos y kaa dn semangat teroos bikin cerita2 indah nya 💪🙏❤️❤️❤️❤️❤️
Inooy
akhir nya tamat jg!!!
aq suka banget cerita nya, d awal aq pernah mengatakan klo nih cerita baru aq temuin karena tokoh utama nya seorang praktisi hukum..ternyata ini novel kedua


aq yg cerita nya beda dengan novel kebanyakan, yg pertama aq baca yg punya nya ka Icha..maaf y ka Ichaaa 🙏🤭
Brilliante Brillia: kl itu gak tau
total 3 replies
Inooy
koq aq ngebayangin Kenzie itu bocil imut yg jatuh hati ama mama Ayra 🤭..aq selalu gagal fokus d saat Kenzie panas2an ama Alara 😁

sumpah ka othor..otak aq g bisa d ajak kerjasama niih klo urusan nya ama Kenzie yg skarang 😂
Inooy
baru kemarin Kenzie manggil Ayra tante cantik,,skarang udh sah jd suami wanita cantik....
hidup g ada yg tau, kemarin Kenzie masih manja2an ama mama Ayra..masih suka ngintilin mama Ayra, skarang udh harus bertanggung jawab akan hidup seorang wanita cantik yg berpredikat istri.....
sebelum predikat mu berubah jd seorang suami,,tingkah mu terkadang nyeleneh..skarang jadilah seorang suami yg penuh tanggung jawab, contohlah papa Zavian,,skalipun banyak wanita cantik yg menggoda..tp hati papa Zavian hanya utk mama Ayra....

seneng nya aq, akhir nya Kenzie mendapatkan wanita selevel mama Ayra 🥰
Inooy
devinisi wanita g bersyukur kamu mah Sheer, hidup harus selalu d atas, kerjaan nongkrong d kafe dn shooping, tiap hari foya2 g mo ngebantu kerjaan suami...🤦‍♀️
sejelek jelek nya celengan semaaar, uups!!! dia itu suami mu Sher..kamu bisa hidup enak jg karena Gagah walaupun d jadiin istri yg k-3,,tp setidak nya kamu g terlunta lunta d jalanan..apalagi kamu jg udh d pecat ama Kenzie, lagian biarpun celengan semar dia g perhitungan lhoo,,yg penting kamu jd istri penurut!!

emg y klo dasar nya sombong dn suka ngerendahin orang, d kasih celengan semar jg g bersyukur,,padahal dia bisa memenuhi smua kebutuhan mu Sher..apalagi klo kamu nya penurut, kamu bisa jd kesayangan nya celengan semar lhoo 🤭
Inooy
gitu dong Aal,,jangan pernah menolak pria yg benar2 tulus terhadap qta..apalagi kluarga nya menyambut qta dengan tangan terbuka tanpa meliat dr mana qta berasal...dengan kamu menerima Kenzie, k depan nya kamu bakalan bahagia 🥺

inilah buah dr kesabaran mu Al,,Kenzie yg jatuh cinta ama kamu tanpa syarat..kluarga nya pun mo menerima kamu tanpa melihat status kamu...bonus nyaaa, Kenzie bukan pria sembarangan!!!
Ds Phone
akhir nya dapat jumpa ibu nya
Ds Phone
muking betul itu anak nya
Ds Phone
berlagak lagi dalam hidup
Yunita Sophi
klo dulu jujur apa kamu masih mau manerima Ayra...
Ds Phone
kena lah terima
Ds Phone
semua nya jadi tongan terbalik
Ds Phone
dia betul betul buat apa yang di acakap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!