NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami
Popularitas:118.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 33.

Arkana masih berdiri di seberang jalan, memandang rumah orang tua Leya. Ia berniat pergi, sebelum akhirnya matanya melihat Leya keluar rumah.

Wanita itu mengenakan gaun rumah sederhana berwarna pastel lembut. Rambutnya diikat santai, tanpa make up yang berlebihan. Namun wajahnya terlihat jauh lebih cerah daripada dulu, sorot matanya juga lebih hidup.

Leya sedang berbicara dengan seorang wanita yang lebih tua, Mama Kartika. Sesekali mereka tertawa kecil, pemandangan sederhana itu membuat dada Arkana terasa sesak. Dulu, ia lah orang yang berdiri di sisi wanita itu. Namun sekarang, ia hanya seorang asing yang berdiri di seberang jalan.

Arkana menundukkan pandangannya sebentar, kemudian ia kembali melihat ke arah rumah itu. Leya terlihat sedang berbicara dengan seseorang di dalam rumah, tak lama setelah itu seorang pria keluar... Kaisar.

Pria itu berjalan mendekat ke arah Leya, lalu secara alami meraih tangan wanita itu. Gerakan kecil yang sederhana, tapi cukup untuk membuat Arkana mengerti segalanya.

Kaisar mengatakan sesuatu, Leya tertawa. Pria itu kemudian mengusap lembut kepala Leya, gerakannya penuh perhatian.

Arkana tersenyum pahit. “Dia terlihat… sangat bahagia.”

Ia mengucapkannya pelan pada dirinya sendiri, tapi setidaknya Arkana merasa sedikit lega. Karena setidaknya, wanita yang dulu pernah ia sakiti kini benar-benar menemukan seseorang yang memperlakukannya dengan baik. Namun saat ia hendak berbalik untuk pergi dari sana, tiba-tiba pintu rumah kembali terbuka.

Seorang anak kecil berlari keluar. “Papa!”

Arkana membeku, Arsen langsung berlari ke arah Kaisar, dan pria itu dengan refleks langsung mengangkat Arsen ke dalam pelukannya.

Anak itu tertawa riang. “Papa! Papa lihat aku!”

Arkana berdiri kaku di tempatnya, dadanya terasa seperti dihantam sesuatu. Itu adalah... anaknya. Namun sekarang, memanggil papa pada pria lain.

Anak itu memegang sesuatu di tangannya, sebuah mobil mainan kecil.

“Papa lihat! Aku bisa balap!”

Kaisar tertawa. “Wah hebat sekali.”

Leya berdiri di samping mereka sambil tersenyum.

Arkana tidak merasa marah, tidak juga merasa tersinggung. Yang ia rasakan hanyalah sesuatu yang berat di dadanya, penyesalan yang terlalu dalam. Ia sadar sesuatu, Kaisar tidak pernah mengambil sesuatu darinya. Justru, ia sendiri yang dulu membuang semuanya. Semua itu ia lepaskan dengan tangannya sendiri.

Arkana menutup matanya sebentar, ketika ia membukanya lagi anak kecil itu sudah turun dari pelukan Kaisar dan berlari kembali ke dalam rumah.

Leya juga masuk ke dalam, Kaisar menjadi orang terakhir yang berdiri di halaman. Pria itu tiba-tiba menoleh ke arah jalan, seolah merasakan sesuatu.

Tatapan mereka bertemu, Arkana menyadari jika Kaisar juga melihatnya. Beberapa detik mereka hanya saling memandang dari kejauhan. Namun tidak ada permusuhan di mata Kaisar, dan juga tak ada ejekan.

Arkana mengangguk kecil, sebuah salam tanpa kata. Kaisar hanya diam, ia hanya berdiri di sana sampai Arkana berbalik dan mulai berjalan pergi.

Langkah Arkana terasa ringan, meskipun hatinya masih terasa sakit. Namun setidaknya, ia sudah melihat semuanya dengan jelas. Ia berhenti sebentar di ujung jalan, lalu menoleh sekali lagi ke arah rumah itu.

“Leya… terima kasih karena pernah menjadi bagian dari hidupku.”

Kemudian Arkana berjalan pergi, kali ini tanpa menoleh lagi. Karena ia tahu… hidupnya memang harus berjalan ke arah yang berbeda sekarang.

...*****...

Pagi hari itu rumah orang tua Leya dipenuhi kesibukan. Sejak subuh, beberapa orang sudah datang membantu persiapan. Bunga-bunga segar dipasang di sudut-sudut rumah, tirai putih dan emas menghiasi ruang tamu yang akan dijadikan tempat akad. Suasana hangat dan penuh harapan.

Di dapur, beberapa ibu-ibu keluarga sibuk menyiapkan hidangan. Di ruang tamu, para pria membantu menyusun kursi. Sementara di kamar pengantin, Leya duduk di depan cermin. Gaun akadnya sederhana namun elegan. Warna putih gading lembut dengan bordir halus di bagian lengan. Make up-nya juga tidak berlebihan, tetap natural.

Leya menoleh ke arah pintu, seolah memikirkan seseorang. Saat itu lah, dari luar rumah terdengar suara mobil berhenti.

Di halaman rumah, sebuah mobil berhenti perlahan, pintu mobil terbuka. Kaisar keluar dengan setelan pakaian akad berwarna senada dengan gaun putih gading yang dipakai Leya. Wajahnya terlihat tenang, meskipun jelas ada sedikit kegugupan di matanya.

Beberapa orang langsung menyambutnya, Ayah Effendi berjalan mendekat dengan senyum hangat.

“Kamu sudah datang.”

Di dalam rumah, suasana mulai dipersiapkan untuk akad. Para keluarga dan tamu yang hadir duduk di kursi yang sudah disusun rapi. Pernikahan sengaja diadakan di rumah Leya dengan suasana sederhana, hanya untuk keluarga dan tamu terdekat.

Sementara resepsi besar akan digelar di hotel dengan mengundang banyak relasi serta seluruh kru maskapai, mengingat status Kaisar yang memang harus mengundang banyak orang.

Seorang penghulu duduk di depan meja akad, Kaisar duduk di kursi yang sudah disiapkan. Tangannya sedikit menggenggam lututnya, karena momen ini sangat berarti untuknya. Lagipula, ini pernikahan pertama kali untuknya.

Beberapa menit kemudian, Leya keluar dari kamar. Semua mata langsung tertuju padanya, wanita itu berjalan perlahan dengan langkah tenang. Kikan berjalan di sampingnya, bukan hanya sebagai adik ipar tapi juga sahabat Leya.

Leya akhirnya duduk di kursi yang sudah disiapkan di samping Kaisar. Suasana ruangan menjadi hening, penghulu mulai membuka acara dengan beberapa kalimat pembuka.

Kemudian ia menoleh kepada Kaisar.

“Kita mulai akadnya.”

Kaisar mengangguk, Ayah Effendi menggenggam tangan Kaisar. Suasana terasa khidmat, semua orang menahan nafas.

“Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya, Kataleya Sarasmita binti Effendi, dengan mas kawin seperangkat berlian senilai enam ratus enam puluh juta rupiah dan satu rumah senilai enam belas miliar rupiah, dibayar tunai.”

“Saya terima nikah dan kawinnya Kataleya Sarasmita binti Effendi dengan mas kawin tersebut, tunai.” Kaisar menjawab tanpa ragu.

Suara Kaisar tegas, tanpa sedikit pun keraguan.

“Sah.” Beberapa saksi langsung berkata hampir bersamaan.

Ruangan yang semula hening langsung dipenuhi ucapan syukur.

“Alhamdulillah…”

Beberapa keluarga terlihat menyeka air mata haru.

Kikan langsung menghela napas lega. “Akhirnya sah juga.”

Kaisar menoleh ke arah Leya, selama beberapa detik mereka hanya saling memandang. Kemudian Kaisar mengulurkan tangan, dan Leya menyambutnya. Senyum kecil muncul di wajah mereka, senyuman yang menunjukkan bahwa akhirnya perjalanan mereka sampai ke titik ini.

Hari itu, akad mereka berjalan dengan lancar. Dan kini, setelah semua rasa sakit yang terjadi di masa lalu... Leya benar-benar memulai hidup yang baru.

1
bsjelfjbrndsabdvr
waduhh kok makin seru ya🤣🤣
tutiana
syukurlah tasya sudah bersiap
Rini Hasmira
luar biasa thor ♥️♥️♥️♥️
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Muft Smoker
bnr2 harus di basmiii nih si rudiii ,, 🤨🤨🤨
Muft Smoker
si viola cocok smaa si shanaz ,,
cocook tu dy klo duet bareng di satu punggung ,,
yg satuu si penampung tamparan ,,
yg satuu si penampung dendam🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Priskha
waduh blm jd istrinya aja si Viola sdh posesif banget, bsk klau sdh nikah bs2 di rantai tuch si Rafi di kmr trs ndak blh keluar 🤣🤣🤣
Shee_👚
Alhamdulillah setidaknya Arsen bisa kenal bapak kandungnya nanti
Shee_👚
nah kan jadi gak bertanya2 kenama arsen
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
waduh arsen betulan di culik
dan ini kok tau dr mana ya klo oada liburan wis angel2
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
vioal dar dlu g berubah dr dendam sama leya akbirnya sm orang yg blm tentu betul yg di sangka
rasa suka tp tidak menganggu hubungan kan ini mah nnti mlh kandas kapoktp syukurlah kandas dr pada di teusin mlh bikin mslh terus
Tiara Bella
kasian Arsen ...
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
lho apa ini knp mlah kikan ngamuk
Ariany Sudjana
semoga Arsen bisa diselamatkan
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu viola 😂😂🤣🤣
gina altira
Rudi kalap
Miss Typo
semoga mereka gak terlambat menyelamatkan Arsen, bukan hanya Viola yg perlu di waspadai tapi Rudi yg lebih berbahaya
Miss Typo
hati2 Rafi, kebencian Viola bisa berakibat fatal ke Tamara, Tamara harus dilindungi, pasti Viola merencanakan sesuatu nanti
Les Tary
parah rudi...arsen anak kecil ga tahu apa apa disangkut pauti urusan dia...hrsnya shanaz tuh yg kamu salahkan padahal arkana aja ga tanggepi shanaz...sakit jiwa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!