Alina Anastasya gadis cantik berumur 23th yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tiba tiba orang tuanya menghubungi nya untuk cepat pulang.
"hallo Alin ini ibu cepat kamu pulang kakak mu sedang kritis" mendengar ibunya yang sangat panik
"hallo ibu ada apa bicara pelan pelan kak Andin kenapa Bu?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22
"Mah aku titip Ezra sebentar ya aku mau ke luar sebentar"ucap Alina
"Kamu mau kemana sayang"
"Aku mau ketemu Devi mah gapapa ya sebentar kalau mamah mau ke luar sama sus nya aja Alina ke luar nya gak lama kok"
"Iya sayang gapapa,kamu hati hati dijalan nya sayang"
Alina sebenarnya pergi ke kantor Tio karena saat dimeja makan Tio memberi pesan untuk dia datang ke kantor dan makan siang bersama,Alina mengendarai mobil nya sendiri dan tidak lama Alina tiba di kantin Tio.
"Maaf mba apa sudah ada janji dengan pak Tio"
"Iya saya sudah ada janji"
Resepsionis langsung menghubungi asisten pribadinya Tio dan menyuruh Alina langsung naik ke atas ke menuju ruangan Tio,tapi sang asisten tidak tau bahwa Tio sedang ada tamu.
Sekertaris tio mencegah Alina untuk mendekati ruangan Tio.
"Maaf mba pak Radit sepertinya lupa kalau di dalam sedang ada tamu mba bisa tunggu disini dulu"ucap sekertaris
"Memangnya ada siapa mba apa ada tamu penting"
"Emmm bukan mba tapi mantan pacar pak Tio dan dia berpesan pada saya untuk tidak di ganggu"
"Kenapa kamu menuruti nya dia bukan atasan kamu?"
"Tapi saya takut mba,memang mba siapa?"
Alina tidak ingin menjelaskan dia siapa dan dia langsung membuka ruangan Tio
"Lepaskan saya Manda kamu apa apaan datang kesini,sudah saya peringatkan jangan mengganggu saya lagi"
"Mas..."
"Alina ini tidak seperti yang kamu lihat,dia tiba tiba datang dan menyerang ku"
"Ya aku percaya padamu mas,tapi tidak dengan wanita seperti dia"
"Hey memang nya kamu siapa?"ucap Manda
"Oh ya kamu belum tau Aku siapa, perkenalkan aku Alina calon istrinya Tio"
"Tidak mungkin"Manda tertawa
"Kenapa tidak mungkin?"
"Bukannya kamu hanya adik dari Andin?"
"Ya memang aku adik dari kak Andin"
"Kenapa bisa sekarang kamu jadi calon istrinya Tio,atau jangan jangan kalian berselingkuh dari Andin"
"Jaga bicaramu! Aku bukan seperti itu mu yang sudah menjadi mantan tapi tidak tau malu nya datang kembali seperti seorang kekasih"
"Memangnya kenapa apa ada masalah Alina"
"Tentu saja aku tidak ingin milikku disentuh siapapun apalagi disentuh oleh wanita seperti kamu"
"Apa kamu tidak tahu sebelum Tio menikah dengan Andin bagaimana dia menyentuh ku"
"Jaga ucapan mu Manda! Aku tidak pernah menyentuh mu meskipun kamu yang selalu menggodaku tapi aku tidak pernah tergoda"ucap Tio
"Apa kamu lupa sayang kejadian malam itu"
"Dan kamu harus ingat Manda bukan aku yang menyentuh mu tapi simpanan mu aku masih menyimpan rapi semua video itu kalau kamu melihat kembali"
Manda kalang kabut sebenarnya dia ingin menjebak Tio tapi saat itu malah dia yang meminum yang sudah dirinya campur dengan obat dan akhirnya berakhir dia dan selingkuhan nya tidur bersama.
"Kenapa kamu diam apa kamu malu?"
"Awas saja Tio aku akan pastikan kamu akan jatuh di pelukan lagi"
"Silahkan kamu berkhayal Manda karena aku tidak akan pernah jatuh pada wanita seperti mu"
Manda pergi dengan rasa marah dan malu,Tio menghempaskan tubuh nya ke kursi kebesaran nya pertengkaran nya dengan Manda barusan membuat mood nya berantakan ia menghubungi asisten nya.
"Radit masuk ke ruanganku"ucap Tio
"Iya bos ada apa?"
"Kamu tau barusan wanita jalang itu kembali kesini, sudah ku peringatkan jangan pernah dia menginjakan kaki disini lagi kasih tau semua termasuk sekertaris baru itu dan satpam kamu ngerti!"
"Maaf bos kejadian ini tidak akan terulang lagi saya permisi"
"Sayang maafkan aku"Tio menarik tangan Alina dan membawa nya ke pelukan nya
"Mas apa kamu sudah benar benar melupakan nya?"
"Sebelum aku menikah dengan Andin pun aku sudah melupakan nya Alina tidak ada sisa hati sedikitpun untuk nya,kamu jangan terlalu memikirkan nya"
"Maaf makan siang kita jadi telat,apa mau makan di luar atau makan disini"
"Kita makan disini aja mas aku sudah tidak ingin makan ke luar"
"Ya sudah aku pesankan dulu makanannya,apa ada makanan yang kamu inginkan sayang?"
"Aku sama akan aja mas sama kamu"
"Hari ini kamu gak ada kelas sayang?"
"Enggak mas paling besok aku harus ke kampus"
"Apa kamu mau ngekost lagi?"
"Enggak mas kasian Ezra apalagi sekarang dia sudah mulai MPASI aku tidak ingin melewati nya"
"Apa hari ini dia rewel sayang?"
"Engga dia selalu anteng apalagi sekarang dia selalu makan dengan lahap dan menghasilkan makannya"alina menceritakan nya dengan antusias
"Terimakasih Alina kamu sangat menyayangi Ezra meskipun dia tidak lahir dari rahim mu tapi kamu sangat menyayangi nya dan selalu ada saat tumbuh kembangnya kamu tidak pernah melewati nya"
"Iya mas tapi aku sudah menganggapnya anak aku sendiri meskipun dia tidak lahir dari rahimku tapi tetap dia anak pertama ku"
"Iya nanti kita akan buatkan anak kita yang ke dua"
"Apaan sih mas masih lama ya"
"Kata siapa masih lama aku tidak akan menundanya lagi Alina"
Tio membawa Alina ke pangkuan nya dan menatap wajah Alina yang cantik rasanya Tio sudah tidak sabar ingin menendang wajah itu saat bangun tidur.
"Awas mas nanti kalau ada yang masuk gimana?"
"Kenapa wajah mu merah sayang?"
"Aku gak tau mas awas aku mau duduk disana aja"
Tio mendekati wajah Alina menyatukan dahi nya dengan dahi Alina mengecup hidung Alina,dan Alina memejamkan matanya tapi saat Tio ingin men**um bibir Alina ketukan di pintu membuat Alina terkejut dan langsung turun dari pangkuan Tio.
Sial siapa yang ganggu Tio membuka pintu nya ternyata makanan nya sudah datang,Alina yang masih salah tingkah ia mengalihkan pandangannya dia juga merasa malu kenapa bisa ia terbuai oleh tatapan Tio.
"Ayo sayang makan dulu"
"Iya mas"
Alina membuka makanannya dan menyantap nya Tio yang terus menatap Alina,Alina risih ditatap seperti itu oleh Tio
"Kenapa sih mas kamu terus natap aku?"
"Gapapa aku suka aja sayang kamu cantik sekali"
"Kenapa kamu gombal sekali sih mas,mana sekarang mesum banget seperti nya aku harus jaga jarak sama kamu"
"Alina kita menikah langsung aja ya"
"Kamu sudah gila mas aku takut"
Alina sudah beres makannya dan dia membereskan semuanya
"Aku harus pulang mas"
"Apa gak mau bareng sama aku sayang"
"Enggak mas,aku izin sama mamah cuma sebentar Ezra takutnya rewel"
"Sayang kita gak bisa sering ketemu lagi,sehari aja gak ketemu kamu rasanya aku gak bisa"
"Udah jangan lebay kamu bisa datang ke rumah,aku pulang dulu ya"
Saat Tio ingin bicara tapi Alina buru buru mengecup pipi Tio dan langsung pergi dari kantor Tio.