NovelToon NovelToon
Bos Itu Mantan Pacarku

Bos Itu Mantan Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Balas Dendam
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Dua tahun lalu, Tsania memilih mengakhiri hubungannya dengan Arsen, pria yang sangat ia cintai. Bukan karena cinta itu hilang, melainkan karena sebuah rahasia pahit yang memaksanya pergi tanpa penjelasan. Sejak saat itu, mereka menjalani hidup masing-masing, menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.

Takdir mempertemukan mereka kembali dengan cara yang paling menyiksa.

Hari pertama bekerja di perusahaan impiannya berubah menjadi mimpi buruk ketika Tsania mengetahui bahwa CEO muda yang dingin, arogan, dan disegani semua orang adalah Arsen, mantan kekasih yang pernah ia tinggalkan. Kini, Arsen adalah bosnya.

Bagi Arsen, pertemuan itu bukan kebetulan, melainkan kesempatan untuk membalas rasa sakit yang selama ini ia pendam. Ia bersikap dingin, memberi tugas-tugas sulit, dan terus menguji kesabaran Tsania. Namun, di balik tatapan tajam dan sikap tak berperasaannya, masih tersimpan cinta yang tak pernah benar-benar padam.

apakah yang akan terjadi kepada mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tsania 18

Arsen melangkah keluar dari ruangan Raihan dengan dada yang terasa sedikit lebih lapang, walau kepahitan masih menyumbat tenggorokannya. Langkah kakinya menyusuri koridor lantai delapan, tidak lagi membawa keangkuhan seorang CEO, melainkan tekad dingin seorang pria yang siap mempertaruhkan segalanya.

Baru saja ia tiba di depan pintu lift eksekutif, ponsel pribadinya bergetar hebat. Nama Danu tertera di layar.

"Ada apa, Nu?" tanya Arsen begitu menggeser tombol hijau.

"Arsen, kamu harus ke rumah sakit sekarang. Tapi bukan lewat pintu depan," suara Danu terdengar tegang dan tertahan di seberang telepon.

"Aurelia ada di RS YPK Mandiri."

Langkah Arsen terhenti seketika. Manik matanya berkilat tajam bagai belati. "Apa yang dia lakukan di sana?!"

"Dia mencoba mencari tahu keberadaan Tsania," jawab Danu cepat.

"Pak Bisma rupanya belum sepenuhnya percaya kalau Tsania sudah dipindahkan ke rumah sakit lain. Aurelia datang membawa dua pengawal keluarga Pratama. Dia sedang berada di bagian administrasi lantai dasar, menuntut staf rumah sakit membuka data seluruh pasien rawat inap!"

"Tahan wanita itu, Danu! Jangan sampai dia naik ke lantai VVIP!" bentak Arsen setengah berbisik, menahan amarahnya agar tidak menjadi tontonan staf di koridor.

"Aku sudah meminta manajemen rumah sakit mengulur waktu dengan dalih privasi pasien dan sistem komputer yang sedang error," jelas Danu.

"Tapi Aurelia mulai mengamuk dan mengancam akan mencabut dana sponsor dari keluarga Pratama untuk RS ini. Kamu harus ke sini untuk membereskannya secara langsung, Arsen. Tapi ingat, jangan lepas topengmu!"

"Sepuluh menit. Aku sampai."

Arsen mematikan sambungan telepon. Ia membatalkan niatnya kembali ke ruang kerja, lalu melangkah lebar menuju tangga darurat untuk langsung turun ke pelataran parkir basement. Kemeja hitamnya yang tergulung hingga siku kembali dirapikan. Ia menyambar kunci mobil sport miliknya, menembus kemacetan Jakarta dengan kecepatan di atas rata-rata.

Sepuluh menit kemudian, atmosfer di lobi utama RS YPK Mandiri mendadak mencekam.

Aurelia berdiri anggun dengan gaun desainer berwarna merah menyala, melipat tangan di dada dengan raut wajah penuh kesombongan. Di belakangnya, dua pria berbadan tegap bersetelan jas hitam berdiri siaga. Di hadapannya, seorang petugas administrasi wanita tampak gemetar, menunduk ketakutan.

"Kamu tahu tidak siapa saya?!" bentak Aurelia, suaranya melengking hingga memancing perhatian para pengunjung rumah sakit.

"Saya calon istri Arsen Pratama! Keluarga kami menyumbang miliaran rupiah untuk fasilitas rumah sakit ini! Buka data pasien atas nama Tsania sekarang juga, atau saya pastikan kamu dipecat hari ini!"

"Ma...maaf, Ibu... Data pasien rawat inap bersifat sangat rahasia dan..."

"Tutup mulutmu!" potong Aurelia kasar, menepuk meja resepsionis dengan tas mewahnya.

"Saya tahu perempuan murahan itu pura-pura sakit di sini! Dia cuma mau menarik simpati Arsen! Buka datanya sekarang!"

"Aurelia!"

Sebuah suara berat yang menggelegar memotong keanarkisan wanita itu. Aurelia terperanjat dan langsung berbalik. Sorot matanya yang tadinya penuh amarah mendadak melunak, berganti dengan binar kebingungan saat melihat Arsen melangkah lebar mendekatinya dengan raut wajah sangat dingin.

"Arsen?" gumam Aurelia, memaksakan senyum anggunnya kembali.

"Kamu... kenapa kamu ada di sini?"

Arsen berhenti tepat dua tapak di hadapan Aurelia. Tatapannya menusuk tajam, membuat dua pengawal pribadi di belakang Aurelia refleks mundur setengah langkah karena segan.

"Apa yang kamu lakukan di rumah sakit ini, Aurelia?" tanya Arsen dengan suara rendah namun sarat ancaman.

"Bikin keributan di depan umum? Mengancam staf rumah sakit?"

Aurelia menyilangkan tangannya kembali, mencoba menutupi kegugupannya. "Aku cuma mau memastikan, Arsen! Om Bisma bilang perempuan bernama Tsania itu dilarikan ke rumah sakit semalam. Aku cuma mau memastikan dia tidak menggunakan nama Pratama Group untuk memeras fasilitas di sini! Kenapa kamu malah marahi aku?"

Arsen memejamkan mata sejenak, mengontrol gemuruh amarah di dadanya. Ia mengingat pesan Danu. 'pasang perisaimu, jangan lepas topengmu.'

Ketika Arsen membuka matanya kembali, pandangannya berubah menjadi sangat datar dan meremehkan.

"Kamu meragukan keputusanku, Aurelia?" tanya Arsen dingin.

Aurelia tertegun. "Maksudmu?"

"Aku yang memerintahkan Danu untuk menyelesaikan urusan staf itu secara profesional," tutur Arsen, merangkai kebohongan dengan sangat rapi dan tenang.

"Dia sudah dipindahkan ke rumah sakit umum kelas tiga di luar Jakarta karena kondisinya dianggap menular dan mengganggu. Nama Pratama Group sudah dibersihkan dari seluruh penjaminannya."

Aurelia membelalakkan mata, tampak terkejut sekaligus puas mendengar penjelasan Arsen. "Benarkah? Kamu tidak bohong padaku, kan?"

"Untuk apa aku berbohong padamu dan membahayakan investasi keluarga kita?" balas Arsen sinis, melangkah mendekat dan menatap Aurelia dari atas ke bawah.

"Tindakanmu yang datang ke sini sambil menjerit-jerit seperti wanita tidak berpendidikan justru yang merusak nama baik keluarga Pratama dan keluargamu sendiri."

Wajah Aurelia memerah padam akibat sindiran telak itu. "Arsen! Aku melakukan ini karena aku peduli padamu!"

"Jika kamu peduli padaku, pulang sekarang," perintah Arsen tanpa kompromi.

"Fokus saja pada persiapan makan malam pertunangan pekan depan. Jangan campuri urusan operasional atau staf kantor lagi. Kalau Papa tahu kamu mengamuk di tempat umum seperti ini, kamu pikir dia akan senang?"

Mendengar nama Pak Bisma disebut, keangkuhan Aurelia melunak seketika. Ia tahu betapa ketatnya Pak Bisma menjaga citra publik keluarga mereka.

"Baiklah..." bisik Aurelia akhirnya, melangkah mendekati Arsen dan mencoba mengusap dada kemeja pria itu.

"Aku minta maaf kalau aku terlalu emosional. Aku cuma takut kamu berpaling lagi padanya, Arsen."

Arsen tidak menepis tangan Aurelia, walau hatinya bergejolak jijik luar biasa. Ia membiarkan wanita itu menyentuhnya sejenak demi menyempurnakan aktingnya.

"Aku tahu apa yang harus kulakukan, Aurelia," sahut Arsen datar. "Sekarang, pulanglah."

Aurelia tersenyum puas, merasa telah memenangkan pertarungan tersebut.

"Sampai ketemu nanti malam ya, sayang. Om Bisma mengundang kita makan malam bersama di rumah."

"Ya," jawab Arsen singkat.

Aurelia berbalik, melangkah anggun meninggalkan lobi rumah sakit diikuti kedua pengawalnya. Arsen memperhatikan punggung wanita itu hingga menghilang di balik pintu kaca otomatis.

Begitu Aurelia benar-benar pergi, Arsen mendesis kasar. Ia menyapu dada kemejanya yang sempat disentuh Aurelia dengan raut wajah penuh kejijikan.

Danu keluar dari balik pilar lobi, melangkah cepat mendekati Arsen. "Langkah yang sangat cerdik, Arsen. Aurelia menelan kebohongan itu bulat-bulat."

"Di mana kamar Tsania?" tanya Arsen langsung, memotong pembicaraan tanpa mau membuang waktu lagi.

"Lantai enam, ruang VVIP nomor 601," jawab Danu seraya memandu jalan menuju lift khusus staf medis.

"Kondisinya baru saja dipindahkan sepuluh menit lalu. Dia sedang tertidur pulas akibat pengaruh obat penenang dari dokter."

Pintu tegap berlapis kayu mahoni ruang VVIP 601 terbuka perlahan tanpa suara.

1
Jumi Saddah
semoga lancar deh,,tidak ada yg menggagalkan,,biar semua kembali ke tempat nya sebagai mesti nya💪💪💪arsen semangat
kymlove...
sabar nya tinggal 2 hari lagi, kalau sehari up 2 x berarti kurang 4+1 part lagi untuk menjelang malam Sabtu, kalau sehari up sekali berarti nunggu kurang 2-3 part lagi menjelang Sabtu malam... jadi harus bisa sesabar itu nunggunya aku🥲🤣
Oma Gavin
menunggu sabtu lama banget 🥺
nely_48
cinta mu begitu besar n tulus pd arsen ya tsania ☹️
nely_48
sama² terluka n hancur,,,
nely_48
semoga tsania mendengarkan curhatan mu ya arsen
nely_48
tenang tsania karna itu ada
nely_48
udh ga sabar nunggu detik² bpak nya arsen n aurelia live
nely_48
tsania km tenang, jgn histeris gtu,
nely_48
langkah yg tepat arsen,, liatt dr jauh az gpp, pastikan bpak dajjal mu itu hancur kehilangan semua harta n nama yg sll dia agung²kan
nely_48
gila bpak nya arsen jahat nya udh level dajjal
Eva Karmita
Tsania please jgn berpikir yg tidak" cukup kamu diam tenang jgn sampai membuat kesalahan dan itu bisa membuat Arsen dlm bahaya...ini demi keselamatan kamu dan Arsen 🥺
Eva Karmita
syukurlah Nia sudah mendengar semua pengakuan Arsen 🥺
Eva Karmita
bukan Arsen tidak mau mendengarkan penjelasan mu tapi kamu Nia yg ngak pernah mau menjelaskan dengan Arsen 🥺 ... kalian berdua sama"terluka dan korban ke jahat si Bisma dan keluarga Aurel, semoga kesalah pahaman ini cepat terbongkar
kymlove...
lalu kamu mau apa tsania?? pergi lagi dan berharap arsen akan tenang hidup nya?? atau mau menghalangi niat arsen untuk membongkar kejahatan bapaknya!!! trs apa lagi yang mau kamu mau?? sudah tau kalian sama2 korban kekejaman bapak nya arsen, harus nya kamu kalau bisa dukung tindakan arsen, jangan malah menghalangi dengan alasan takut arsen di hancur kan lagi, INGAT SEBELUM INI KALIAN JUGA UDAH HANCUR!! JANGAN SELALU JADI LEMAH ATAS NAMA CINTA!! CUKUP SUDAH PENDERITAAN MU INI!!
kymlove...
sabtu malam nanti segera lah tiba!! tapi ini. masih senin sore jadi kira2 kurang berapa. part lagi untuk mencapai. sabtu itu🥲 gak sabar banget. lihat para orang jahat itu hancur...
kymlove...: kayaknya kita harus sabar dulu nunggu sabtu nya kk.. soalnya sekarang masih malam selasa🤣😀
total 2 replies
Oma Gavin
kenapa menuju sabtu saja lama banget
Sri Suryati
kan Arsen nanya stania . kenapa kamu meninggalkan aku
kymlove...
kalian semua sama-sama jadi korban tapi menurut ku tsania lebih menyakitkan sampai kehilangan orang tuanya dan masih harus menerima kebencian yang mendarah daging dari keluarga arsen, jadi kalau dengan arsen menghancurkan keluarga nya dan langsung tsania maafin gitu aja, kayaknya gak terlalu adil banget buat tsania yang tersiksa terlalu lama...
gina altira
Puas kamu Arsen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!