Enam tahun lalu, Kenzo Roman De Luca kehilangan seorang wanita yang tak pernah berhasil ia lupakan. Yang tak pernah ia ketahui, wanita itu pergi membawa dua kehidupan yang tumbuh menjadi anak-anak genius.
Takdir mempertemukan mereka kembali.
Namun, sebelum Kenzo mengetahui kebenarannya, seorang bocah laki-laki yang tak sengaja bertemu dengannya dengan berani menawari sesuatu padanya.
"Asal Anda siap menikah dengan Mommy kami. Maka saya siap bekerja sama dengan Anda," ujar Mateo enteng.
Kenzo terpaku, dia tak tahu anak yang sedang memohon kepadanya itu adalah putranya sendiri. Akankah, Kenzo setuju atau justru sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 05
Digo tiba di depan ruangan untuk Tara, lalu dia membuka pintu dan mengatakan jika dulu ruangan itu di tempati oleh pengacara lama. Ruangan itu hanya berjarak sekitar beberapa langkah dari ruangan pribadi Kenzo.
"Tuan Kenzo, tidak pernah mengambil pengacara seorang wanita. Karena menurut beliau wanita itu ribet. Tuan, selalu mengambil dari gender laki-laki." Ungkap Digo, Tara lalu menghela napas, melangkah masuk melihat seisi ruangan itu.
"Kalau soal ribet, sebernanya laki-laki itu juga ribet, Pak Digo." Ujar Tara sembari masih melihat ruangan itu.
"Apa itu alasannya kenapa Anda melajang?" tanya Digo, Tara langsung berbalik dan menatap Digo. Benar statusnya di biodata dia belum menikah.
"Apakah, ada masalah status saya dengan pekerjaan saya? Sepertinya Tuan Kenzo juga melajang." Tukas Tara, Digo menghela napas, dan berpikir Tara adalah wanita yang banyak bicara, mungkin tidak akan cocok bila bekerja dengan Kenzo, karena Tara adalah tipe wanita yang cerewet.
"Saya harap semua kerja sama ini bisa berjalan sampai Anda pensiun," kata Digo kemudian untuk mengakhiri percakapan mereka.
"Tergantung bagamana Pak Digo, dan Tuan Anda memperlakukan saya," ujar Tara dengan santai, sekali lagi Digo terkejut tetapi tak menanggapi.
'Wanita ini memang cerewet,' batinnya lalu, Digo pergi meninggalkan ruangan Tara. Setelah pintu ruangan itu tertutup, Tara menatap ke arah dinding kaca yang besar itu.
Ketukan pintu ruangan Kenzo kembali terdengar, dan Kenzo langsung meminta untuk masuk.
"Bagaimana?" tanya Kenzo kemudian, dan kening Digo langsng berkerut.
"Apa nya bagaimana, Tuan?" Digo bertanya sembari mendekat.
Kenzo menutup map dan menatap asistennya itu.
"Saya ingin segera data lengkap Tara Devika Halim, wajahnya tidak asing, suaranya juga tidak asing, mungkin..."
"Apa Tuan curiga kalau Nona Tara adalah wanita pada malam enam tahun lalu?" tanya Digo, Kenzo lama menatap Digo tanpa mengatakan apapun. Lalu, menghela napas sembari berkata dengan tegas.
"Benar," jawabannya.
"Kalau begitu apa yang ingin saya lakukan dengan Nona Tara?"
"Cari identitas lengkapnya, bukan hanya biodata. Saya memerlukan data lengkapnya," ujar Kenzo yang melewati tempat Digo berdiri.
"Baik, Tuan. Akan saya siapkan informasi lengkapnya. Sore ini ada pertemuan dengan beberapa klien." Digo membaca jadwal Kenzo hari ini di tabletnya.
"Batalkan, hari ini saya harus ke tempat pelelangan, periksa sekuritas kita. Apa sudah di ACC sama mereka," Kenzo membuka pintu ruangan dan berjalan ke arah lift dengan di ikuti oleh Digo di belakang.
"Tuan, saham yang kita tawari dari harga sebelumnya belum di setujui. Tetapi, malah ditolak. Ada penawaran saham dari pihak lain, tetapi tidak ada nama perusahaannya, saya curiga ini personal," ungkap Digo.
"Cek datanya segera!" tegas Kenzo, baru kali ini penawar sahamnya ditolak. Padahal, De Luca adalah perusahaan investor terbesar, harusnya pihak pelelangan sekuritas tahu, perusahaan Kenzo selalu nomor satu dalam penawaran saham.
"Aneh," gumam Digo. Kenzo langsung menoleh ke belakang di mana Digo berdiri dan pintu lift tertutup.
"Ada yang salah?" tanya pria itu yang tak sabaran ingin mengetahui siapa orang yang berani mendahuluinya.
"Akunnya masih bocah, Tuan. Serius ini Sekuritas lebih memilih bocah dari perusahan kita?" Jangankan Kenzo, Digo sendiri kebingungan.
"Maksud kamu?" Kenzo langsung berbalik menatap pria itu, Digo memperlihatkan profil akun yang penawarannya di pilih oleh pihak lelangan, dan hal itu tentu membuat kening Kenzo berkerut.
"Nggak masuk akal," gumam Kenzo.
"Saya juga berpikir begitu, apa mungkin aplikasi Sekuritas di hak seseorang?"
"Nggak mungkin, mereka memakai keamanan kita bukan? Harusnya tidak akan bisa membuat orang diluaran sana dapat membajak akun sekuritas," ujar Kenzo lagi. Sementara pintu lift terbuka, keduanya tiba di lantai utama perusahaan dan langsung saja k dua security di lobi membungkuk memberi hormat pada Kenzo dan Digo saat melewati lobi.
Sebentar lagi, jam makan siang bagi karyawan dan karyawati akan tiba.
Menjelang jam makan siang, suasana kawasan perkantoran Jakarta semakin ramai. Para karyawan mulai keluar dari gedung untuk mencari makan, memenuhi trotoar dan restoran di sekitar area kantor. Di tengah hiruk-pikuk itu, sebuah mobil mewah berwarna hitam perlahan keluar dari area parkir sebuah gedung perusahaan ternama.
Kilau bodinya memantulkan cahaya matahari siang, dan kehadirannya langsung menarik perhatian beberapa orang di sekitar. Banyak yang meyakini mobil itu adalah milik salah satu pemilik perusahaan besar yang berkantor di kawasan tersebut, sosok yang jarang terlihat namun namanya cukup dikenal di dunia bisnis Jakarta.
Kenzo Roman De Luca, duduk dengan wajah tenang, tetapi hatinya terus memikirkan tentang wanita yang baru saja menjadi pengacara di perusahaannya.
"Kamu menemukan sesuatu tentang wanita itu?" pertanyaan itu memecahkan keheningan di dalam mobil yang terus melaju menuju gedung pelelangan.
"Masih abu-abu, Tuan. Hanya ada datanya selama di Hongkong, tak ada data di Indonesia, tetapi ada beberapa dokumen kelulusannya di universitas Indonesia." Ungkap Digo, sembari melirik kaca spion depan.
"Cari terus, sepertinya memang dia wanita pada malam itu. Apa mungkin dia datang lagi, karena dulu tujuannya belum tercapai?" tanya Kenzo.
"Kalau memang dia punya maksud lain, apa tujuannya mendekati, Tuan Kenzo?" Digo sendiri bertanya, selama enam tahun, tidak ada perusahaan rival yang mengancam atau menyebarkan hoaks tentang malam itu. Itu artinya wanita itu hanya wanita random yang tak sengaja masuk ke dalam mobil Kenzo pada malam itu.
"Itu yang harus kamu cari tahu,"
"Baik, Tuan. Saya mengerti."
Mobil yang dikendarai oleh Digo, melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalan lalu lintas ibu kota menuju gedung lelang sekuritas, tempat para investor dan pelaku pasar berkumpul untuk mengikuti proses penawaran dan transaksi saham bernilai besar.
Sementara itu, dua bocah baru saja turun dari taksi setelah melakukan pembayarannya.
"Kak, selius kita datang ke cini? Nanti Bibi Maya bingung cali kita di sekolah," Alisya melirik gedung yang tinggi itu dengan tatapan rasa ingin tahu yang cukup besar.
"Siapa suruh jemputnya lama. Padahal, tadi Miss Ona udah nelpon dia suruh jemput. Kalau nunggu Bibi Maya nanti saham yang kita tawar diambil orang," ungkap Mateo, membenarkan tasnya dan melangkah masuk.
"Kenapa kita halus beli saham?" tanya Alisya penasaran.
"Biar kita kaya! Jadi orang kaya itu enak, apapun yang kita mau kita bisa dapat. Jadi orang susah itu nggak salah, tapi jangan nyusahin. Kita nggak boleh nyusahin Mommy," Kata Mateo lagi, Alisya hanya mengangguk, karena terlalu sibuk melihat sekeliling hingga Alisya tak memperhatikan jalan, sehingga sebuah mobil yang melaju kearahnya berhenti tepat di depannya. Tetapi, Alisya sudah berteriak lebih dulu hingga membuat Mateo menoleh dan melihat adiknya berada jauh di belakangnya.
"Alisya!" teriak Mateo berlari ke arahnya.
Mobil berhenti mendadak di depan Alisya tepat waktu. Namun, yang duduk di kursi penumpang mobil hampir saja membenturkan kepalanya dengan keras.
"Apa kau sudah tidak bisa mengendarai mobil dengan benar lagi, Digo?!" bentak Kenzo.
"Ma-maaf, Tuan. Di depan ada anak kecil yang tiba-tiba berhenti di depan mobil," jawab Digo, sembari melirik Kenzo lalu kembali menatap ke depan.
diumumkan begitu aja
anugerah apa bencana yaaa?😱🤣🤣🤣
Kenzo nih tipe orang yg GK suka basa basi muter muter,, cus pokoknya lgsg beres ya kan 🤭
Setuju,,... pengumuman pernikahanmu harus segera d sebar luaskan ....,, biar ga ad yg berani godain mommy Tara 😅