NovelToon NovelToon
Menjadi Figuran

Menjadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Anak Genius / Fantasi / Romansa / Masuk ke dalam novel
Popularitas:117.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: sayaa aull.

Tidak disangka, aku masuk ke dalam tubuh seorang figuran yang tak lama lagi akan mati tertabrak saat menyelamatkan pemeran utama. Bisakah aku mengubah takdir ini?


cerita tidak terlalu berat, karna kalo berat dilan yang nanggung...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayaa aull., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04

Pagi itu, Ara bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Dengan mata berbinar, dia menatap seragam sekolahnya yang baru, terpesona oleh keindahannya. Setelah mengenakan seragam dengan rapi, Ara merias wajahnya sedikit agar terlihat segar dan tidak terlalu pucat.

Ara kemudian bercermin dan mengagumi penampilannya yang sudah tertata. Sambil menyambar tas sekolahnya, dia bergegas turun ke bawah untuk sarapan.

"Selamat pagi, Mami, Daddy," sapa Ara sambil mencium pipi kedua orang tuanya.

"Selamat pagi juga, Ara," balas Mami yang sedang sibuk menata makanan di atas meja.

"Pagi, Putri Daddy. Wah, kamu kelihatan segar dan cantik sekali pagi ini," kata Daddy sambil tersenyum memuji penampilan Ara.

"Tentu saja, harus dong," jawab Ara dengan bangga.

"Sayang, kamu mau sarapan apa? Roti atau nasi goreng?" tanya Mami sambil memberikan segelas susu kepada Ara.

"Aku mau roti saja, seperti biasa, Mami," jawab Ara sambil mengambil gelas dan meletakkannya di meja.

"Baiklah, dengan selai coklat, kan?" kata Mami yang sudah mengerti kebiasaan Ara.

"Benar," angguk Ara.

Mami pun mengoleskan selai coklat pada roti, sementara Ara melihat sekeliling ruang makan. Matanya tertuju pada Daddy yang sedang sibuk mengunyah sarapannya, sesekali tersenyum padanya.

"Ternyata begini rasanya punya keluarga yang utuh," pikir Ara dalam hati, senyum tipis menghiasi wajahnya sambil meringis. "Sudah lama sekali aku tak merasakannya sejak Ayah dan Ibu meninggal."

"Nih, roti selai coklatmu. Jangan lupa habiskan susunya juga, ya," kata Mami sambil memberikan roti dan mengingatkan Ara.

"Iya, Mami. Terima kasih," jawab Ara penuh kasih.

Mereka menikmati sarapan bersama dalam keheningan yang nyaman. Setelah selesai makan, Ara pun bersiap untuk berangkat ke sekolah. Jantungnya berdegup kencang, mungkin karena ini pertama kalinya dia akan bertemu dengan orang-orang asing di sekolah baru.

Saat tiba di depan pintu utama, Ara berpamitan.

"Mami, aku berangkat dulu, ya," kata Ara sambil mencium pipi dan tangan Mami.

"Mas juga ya, Sayang," tambah Daddy sambil mencium pipi dan kening Mami.

"Hati-hati di jalan kalian berdua. Jangan lupa kabari Mami kalau sudah sampai di tujuan, oke?" pesan Mami dengan hangat.

"Iya, pasti. Sampai jumpa!" jawab Ara sambil melangkah keluar, siap menghadapi hari barunya dengan semangat.

Ara merasakan keberanian dan kehangatan dari keluarganya yang baru. Dia tahu, hari ini akan menjadi awal yang baik.

...****************...

Ada sesuatu yang berbeda kali ini. Di dalam dirinya, Maura, jiwa baru yang menempati tubuh Ara, merasakan getaran kegugupan. Hari ini adalah hari pertamanya merasakan kehidupan sekolah Ara. Bisa saja, Ara berangkat dengan Mang Surya, sopir keluarga mereka, tetapi Daddy ingin mengantarnya sendiri hari ini.

Maura sebenarnya bisa saja pergi sendiri dengan mobil Ara, tetapi karena belum hafal rute ke sekolah, dia beralasan malas membawa mobil. Mungkin besok dia akan mencoba mengendarai mobil sendiri setelah hari ini mengingat jalan terlebih dahulu.

Di dalam mobil, Daddy menatapnya dengan penuh perhatian.

"Nanti kalau sudah pulang sekolah, telepon Daddy saja, biar Daddy yang jemput," kata Daddy dengan nada penuh kasih sayang.

"Apa nggak ganggu Daddy? Aku nggak apa-apa kok kalau dijemput Mang Surya," jawab Maura dengan rasa sungkan.

"Nggak apa-apa, Daddy lagi pengen jemput kamu," kata Daddy sambil tersenyum hangat.

"Tapi kalau Daddy ada meeting gimana?" tanya Maura khawatir.

"Nanti Daddy akan kosongin jadwal pas jam pulang sekolah kamu. Jadi, nggak ada alasan buat nolak Daddy lagi," ujar Daddy dengan tegas.

Maura tersenyum kecil, merasa terhibur oleh perhatian Daddy. "Iya, iya deh, aku ngalah."

Daddy pun mengelus rambut Ara dengan lembut, merasa gemas dengan putrinya yang penuh perhatian ini.

...****************...

1
Syaquilla Mbull
oke KK kami tunggu
Retno Isma
yg jelas jgn cha eun woo thorr....
sayaa aull.
aku udah update ya, mulai dari 10 disitu udh revisi, jadi kalian bacanya dari atas lagi. maaf ya aku bakal segera selesaikan semua revisinya
hile sivra: ga jadi dilanjutkah thor?
total 3 replies
Angel
keren
Batara Kresno
ceweknya terlalu lemah sih tegas didikit gt ke
mommy lala
lanjut.....
Ahsin
buang itu Arya laki2 bangke,, cari yg lain yg LBH baik
Ahsin
membosankan... seharusnya Ara tu bar bar bukan lembek hajar tu ulat bulu
Ahsin
hadehh bertele2...
Armyati
semangat terus kak 💪💪💪 ditunggu kelanjutannya 🙏🤗
Grey
semangat kak, ku tunggu versi terbaru yang lebih baik lagi😁
Hikam Sairi
semangat
Bailu
Apa aku doang yg ngerasa percakapan mereka Terkesan Kaku banget
Bailu
Kok jadi begini bunyinya😭
Grey
Luar biasa
Fauziah Tallya
belum up lagi ka
Tia Saputri
ga lanjut lagi Thor?sayang loo kalo ga di lanjutin lagi, apalagi cerita nya lagi seru bgt
Retno Putri
kasian ibuk kantinnya.... tiap minggu pasti beli piring baru karna banyak yg pecah dujatohin truss sama si ruby... 🙁🙁
devi aryana
Luar biasa
Marlina
bru sampai sini ceritanya kurang.gini2 amat tiak ada yang tanguh2 gitu.itu si rubi di bisrkn aja gitu tetus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!