Setelah kehilangan adik perempuannya dan hancur di dunia fana, Han Yu terbangun di tubuh sesosok makhluk dari Sekte Iblis yang terdampar di wilayah suci Lembah Lingshu, ras suci yang sedang berperang melawan umat manusia karena perbudakan asmara. Bukannya mati dieksekusi, Han Yu justru membangkitkan warisan langka yang tabu: Jalur Kaisar Pesona.
Berbekal ketampanan surgawi yang mutlak, stamina tiada tanding, dan teknik manipulasi sukma, Han Yu mengubah musuh-musuhnya menjadi pelayan yang patuh. Dari murid klan yang dingin, janda kultivator yang kesepian, hingga para tetua bijaksana dan Ratu Lembah, semuanya bertekuk lutut di bawah pesonanya. Di dunia kultivasi yang kejam ini, Han Yu tidak bertarung dengan pedang yang menghancurkan langit, melainkan menaklukkan dunia dari atas ranjang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 - Eksekusi dalam Bayangan Kegelapan
Ling Feng mencoba sekuat tenaga untuk merangkak mundur, menjauh dari sosok Han Yu yang berjalan mendekat dengan keanggunan yang mematikan. Keringat dingin mengucur deras membasahi dahi sang kapten penjaga istana, merusak wajah rapinya yang kini dipenuhi oleh gurat ketakutan yang tak terselubung. Dia mencoba berteriak demi memanggil pasukan patroli di luar paviliun, namun racun korosif iblis yang menjalar di meridiannya tidak hanya melumpuhkan sisa energi Jalan Atas (A-) miliknya, melainkan juga membakar pita suaranya hingga hanya menyisakan suara desis parau yang menyedihkan.
"Jangan membuang-buang tenagamu yang berharga, Kapten," ucap Han Yu dengan nada suara yang teramat dalam dan tenang.
Han Yu menghentakkan kaki kanannya perlahan ke atas lantai kayu paviliun. Seketika itu juga, getaran energi hitam murni meledak keluar dari danyuan miliknya, mengaktifkan teknik Medan Kegelapan Absolut berkala besar yang dalam hitungan milidetik langsung menyelimuti seluruh area paviliun kediaman Nyonya Liu Xi. Kubah hitam pekat tak kasat mata kini mengisolasi bangunan tersebut dari dunia luar secara mutlak. Tidak akan ada satu pun riak spiritual, gema suara, atau jeritan kematian yang mampu menembus keluar melewati dinding penghalang tersebut.
Nyonya Liu Xi berdiri tegak di samping dipan sutra dengan sepasang mata hijau yang berbinar penuh pemujaan buta. Dia melipat kedua tangannya di bawah belahan dadanya yang montok, menatap tubuh Ling Feng yang menggelepar di lantai dengan pandangan mata yang penuh kepuasan dendam. Baginya, Han Yu yang sedang mengendalikan situasi saat ini terlihat jauh lebih megah dan berwibawa daripada dewa perang mana pun.
"Liu Xi... jalang keparat... nenek buyutku... tidak akan melepaskan kalian berdua..." Ling Feng mengertakkan giginya dengan sisa kekejaman yang tertinggal di dalam dadanya, mencoba mengancam menggunakan nama besar sang Tetua Agung Aula Tetua yang menjadi pelindung politiknya selama ini.
Han Yu tidak memedulikan ancaman kosong tersebut. Dia menarik napas dalam-dalam, membiarkan kepanikan spiritual di dalam darah iblisnya mendikte pergerakan fisiknya. Seketika itu juga, badai pusaran energi kegelapan kuno meledak hebat di sekujur tubuh tegapnya. Tulang-tulang di dalam tubuh Han Yu berderak keras, memanjang dan membesar dengan kecepatan yang luar biasa tidak masuk akal. Hanya dalam hitungan tiga tarikan napas pendek, postur tubuh Han Yu telah selesai bertransformasi total, menjulang tinggi mencapai ukuran tiga meter yang teramat kokoh dan mengerikan.
Zirah perak yang dikenakan Ling Feng mendadak terasa seperti mainan anak-anak di bawah bayangan tubuh raksasa Han Yu yang berdiri tegap di hadapannya. Sepasang mata biru Han Yu kini telah beralih sepenuhnya menjadi hitam pekat sedalam jurang malam, memancarkan aura intimidasi kuno dari Puncak Iblis purba yang sanggup meremukkan mental siapa pun yang menatapnya. Di ujung jemari cakar raksasanya, sebilah belati energi gelap yang meneteskan cairan racun hijau pekat bermanifestasi dengan dengungan gaib yang mengerikan.
"T-tidak mungkin... Kamu bukan Iblis Inferior kasta rendah! Struktur kekuatan macam apa ini?!" Ling Feng memekik parau dalam hatinya, akal sehatnya runtuh total menyaksikan wujud asli dari monster yang telah memikat hati para wanita di klan mereka. Ketakutan yang amat sangat membuat pertahanan mentalnya hancur berkeping-keping tanpa sisa.
Han Yu mengulurkan tangan cakar raksasanya dengan kecepatan yang luar biasa tinggi, memanfaatkan Mantra Kecepatan Angin Absolut tingkat dua miliknya yang telah menyatu sempurna dengan elemen kegelapan. Sebelum Ling Feng sempat mengedipkan matanya, cakar kekar Han Yu telah mencengkeram erat leher berselimut zirah perak perwira itu, mengangkat tubuh tegap sang kapten dengan sangat mudah ke udara bebas seperti sedang mengangkat seonggok daging tak berharga.
"Tembakan laser pemutus meridianmu di depan gerbang istana tempo hari... rasanya masih sangat membekas di punggung aku, Kapten Ling Feng," Han Yu berbisik dengan nada suara raksasa yang bergaung berat mematikan di dalam kubah kegelapan. Seringai kejam terukir di wajah raksasa iblisnya. "Hari ini, aku akan mengembalikan rasa sakit itu kepadamu dengan bunga pinjaman yang teramat melimpah."
Tanpa memberikan kesempatan sedikit pun bagi korbannya untuk memohon belas kasihan, Han Yu menggerakkan jari-jari cakar tangan kanannya untuk meluncurkan delapan batang anak panah yang diselimuti oleh kobaran api hitam iblis murni langsung dari jarak dekat. Anak-anak panah berapi itu melesat cepat, menghujam dan menembus telak kedua belah bahu zirah perak Ling Feng, disusul oleh empat batang lainnya yang menghancurkan persendian kedua lutut kakinya hingga hancur berkeping-keping.
"AAAGGHHH!" Sebuah jeritan rasa sakit yang luar biasa melengking, parau, dan memilukan akhirnya meledak lolos dari tenggorokan Ling Feng saat api hitam iblis mulai membakar jalur meridian dan memakan habis esensi kedagingan tubuh ras sucinya dari dalam secara bertahap. Tubuhnya bergetar hebat di bawah cengkeraman tangan Han Yu, menggelepar mengenaskan menyerupai seekor binatang buruan yang sedang dikuliti hidup-hidup di dalam kegelapan.
Pengaruh daya hancur racun hijau korosif yang menempel di cakar Han Yu ikut bekerja cepat melumat habis seluruh jaringan sel kulit wajah rapi milik Ling Feng, membuatnya melepuh mengeluarkan asap tipis yang berbau busuk. Keangkuhan, kedudukan terhormat sebagai perwira elit istana, serta ketampanan pirang yang selama ini dibanggakannya untuk menindas para wanita klan bawah, kini telah sirna sepenuhnya berubah menjadi pemandangan mayat hidup yang teramat menjijikkan.
Dalam hitungan sepuluh tarikan napas pendek, kobaran api hitam iblis telah selesai menjalankan tugasnya dengan sangat sempurna. Jeritan kematian Ling Feng perlahan mereda hingga akhirnya padam total. Tubuh tegap perwira itu kini telah beralih sepenuhnya menjadi sesosok mayat kering kerontang yang gosong tanpa menyisakan sisa tanda-tanda kehidupan sedikit pun. Han Yu melepaskan cengkeraman tangannya, membiarkan mayat kering tersebut jatuh terhempas ke atas lantai kayu dengan suara berdebum pelan, yang dalam sekejap kemudian langsung hancur melumat berubah menjadi tumpukan abu hitam pekat yang berserakan.
Han Yu mengibaskan lengan cakar raksasanya perlahan, menciptakan seberkas pusaran angin absolut kecil yang seketika meniup dan menerbangkan seluruh tumpukan abu sisa tubuh Ling Feng keluar melewati celah ventilasi udara paviliun, menghanyutkannya bersama keheningan malam kota hingga hilang tak berbekas tanpa meninggalkan satu pun bukti fisik kejahatan yang bisa dilacak oleh Aula Tetua.
Setelah memastikan proses pembersihan selesai dengan sempurna, Han Yu perlahan menarik kembali seluruh sisa luapan aura kegelapannya, menonaktifkan wujud transformasi iblis raksasa tiga meternya, serta mematikan domain Kegelapan Absolut yang mengurung paviliun. Tubuh fisiknya menyusut kembali menuju ukuran normal seratus sembilan puluh sentimeter, dibalut kembali oleh kerapian jubah hijau sutra miliknya.
Rasa lelah yang teramat sangat serta getaran nyeri yang tumpul kembali menerjang menyelimuti sekujur persendian tubuh fisiknya akibat efek samping pemaksaan sistem meridian iblis menengahnya. Namun, berkat fondasi kekuatan kelas Casanova level dua yang telah mengonsolidasikan danyuan miliknya siang tadi, hantaman keletihan kali ini tidak sampai membuat tubuh Han Yu ambruk terjatuh ke lantai seperti peristiwa pertarungan pertamanya dulu. Dia tetap mampu berdiri tegak dengan postur tubuh yang anggun dan stabil.
Nyonya Liu Xi yang menyaksikan seluruh proses pembantaian kejam tersebut dari awal hingga akhir, sama sekali tidak menunjukkan reaksi takut atau jijik sedikit pun di wajah cantiknya. Janda montok itu justru langsung melangkah lebar mendekat, menjatuhkan kedua lututnya untuk berlutut patuh di hadapan kaki Han Yu seraya merengkuh erat paha kokoh tuannya dengan air mata kebahagiaan yang mengalir deras membasahi pipinya yang merona merah.
"Terima kasih... terima kasih yang sebesar-besarnya, Tuan Han Yu... Anda telah membebaskan sukmaku dari cengkeraman iblis bejat itu untuk selamanya," ucap Nyonya Liu Xi dengan nada suara yang teramat patuh, manja, dan dipenuhi oleh pengabdian sukma yang berada pada tingkat seratus persen mutlak.
Han Yu menyeringai tampan penuh kemenangan. Dia membungkukkan tubuh tegapnya, meraih dagu indah milik janda setianya itu untuk mendongak menatap wajah rupawannya, lalu menyunggingkan sebilah senyuman manis yang menghanyutkan sanubari di bawah temaram sisa cahaya lilin kamar paviliun yang kembali tenang.