NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.

Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!

kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Melarikan diri

Rantai bayangan yang melesat ke arah Nova belum sempat menyentuh tubuhnya ketika ruang di sekitarnya sudah lebih dulu terdistorsi oleh tekanan formasi Aula Informasi Langit yang meledak ke segala arah.

Nova melangkah satu tapak ke depan, Oceanus Crown Blade di tangannya bergetar pelan seakan merespons niat bertarung yang mulai bangkit, dan dalam sekejap cahaya biru gelap menyapu udara membentuk lengkungan seperti ombak raksasa yang membelah arus kegelapan.

Benturan antara energi hitam dari Lembah Iblis Hitam dan energi pedang Nova menciptakan ledakan berlapis yang mengguncang seluruh aula, memaksa semua kultivator di dalamnya mundur keluar dengan cepat sebelum bangunan itu benar-benar tidak mampu menahan tekanan.

“Keluar! Pertarungan akan meluas!”

suara Tetua Han bergema dingin, dan dalam satu gerakan ia mengaktifkan formasi teleportasi kecil yang memindahkan seluruh pertempuran ke area terbuka di luar Aula Informasi Langit.

Dalam sekejap, Nova, Lin Xue, rombongan pengembara, serta para kultivator Lembah Iblis Hitam sudah berada di lapangan luas di depan bangunan tersebut, sementara langit Kota Yunfeng mulai berubah gelap akibat benturan energi yang terus meningkat.

Angin spiritual berputar liar, tanah giok retak di beberapa bagian, dan aura pembunuhan dari pria bertopeng itu semakin pekat, seolah ingin menelan seluruh cahaya di sekitarnya.

“Serahkan dia sekarang juga!” pria bertopeng itu menggeram, dan dari belakangnya puluhan kultivator Lembah Iblis Hitam langsung membentuk formasi segitiga, energi hitam mereka menyatu menjadi sosok bayangan raksasa yang menjulang di belakang mereka.

Bayangan itu mengeluarkan raungan rendah, lalu menghantam ke arah Nova seperti gunung kegelapan yang jatuh dari langit. Namun Nova tidak mundur sedikit pun, justru ia mengangkat pedangnya perlahan, dan kali ini energi di dalam Red Stone pada Oceanus Crown Blade menyala lebih terang dari sebelumnya, memicu resonansi dengan energi spiritual di sekitarnya.

“Teknik Pedang... Lautan Tanpa Batas,” gumam Nova pelan.

Dan dalam satu ayunan, cahaya biru keperakan berubah menjadi gelombang samudra yang menembus bayangan raksasa itu dari tengah, mencabik formasi lawan hingga beberapa kultivator Lembah Iblis Hitam terpental dengan darah menyembur dari mulut mereka.

Benturan itu membuat tanah di bawah kaki Nova terbelah, namun tubuhnya tetap berdiri tegak, napasnya stabil seolah serangan tadi hanyalah latihan biasa. Lin Xue yang menyaksikan dari belakang hanya bisa mengepalkan tangan, menyadari bahwa kekuatan Nova terus berkembang bahkan di tengah pertarungan.

Namun sebelum serangan balasan dari Lembah Iblis Hitam bisa kembali terbentuk, langit di atas Kota Yunfeng tiba-tiba bergetar hebat. Tekanan spiritual yang jauh lebih mengerikan dari sebelumnya turun seperti gunung tak terlihat, memaksa seluruh energi kegelapan di area itu langsung tertekan dan melemah dalam hitungan detik.

Bahkan bayangan raksasa yang tadi terbentuk langsung lenyap seperti lilin yang dipadamkan oleh panas api.

“Apa ini…” pria bertopeng itu langsung menegang, suaranya kali ini tidak lagi setenang sebelumnya.

Dari langit, sebuah suara tua namun penuh wibawa bergema perlahan, “Lembah Iblis Hitam… kalian semakin berani.”

Sosok Tetua Xu muncul di udara tanpa peringatan, berjalan di kehampaan dengan tangan di belakang punggungnya. Namun berbeda dari sebelumnya, kali ini auranya tidak lagi disembunyikan sedikit pun... tekanan seorang Mortal King sepenuhnya dilepaskan, dan dalam sekejap seluruh kultivator Lembah Iblis Hitam langsung pucat.

Pria bertopeng itu mundur setengah langkah tanpa sadar. “Mortal King…!”

Beberapa anggota di belakangnya langsung gemetar, bahkan formasi kegelapan mereka mulai tidak stabil. Di hadapan seorang Mortal King, semua teknik mereka seperti mainan yang rapuh.

Tetua Xu menatap dingin. “Kalian menyerang Kota Yunfeng, mencoba menculik orang di bawah perlindungan Aula Informasi Langit, dan berani bertarung di wilayahku?”

Satu langkah kecil ia maju, namun ruang di sekitarnya langsung bergetar hebat.

“Apakah kalian ingin… mati di sini?”

Seketika, seluruh anggota Lembah Iblis Hitam mundur panik. Pria bertopeng itu mengepalkan tangannya, lalu tanpa ragu memberi perintah mundur.

“Kita mundur!”

Energi hitam mereka langsung meledak menjadi kabut tebal sebagai penutup, dan dalam hitungan detik seluruh kelompok Lembah Iblis Hitam menghilang dari medan pertempuran, meninggalkan sisa tekanan yang masih bergetar di udara.

Keheningan langsung menyelimuti area itu. Tetua Xu perlahan menurunkan tatapannya ke arah Nova, sementara Lin Xue dan yang lainnya masih belum sepenuhnya pulih dari ketegangan tadi. Nova sendiri hanya menurunkan pedangnya perlahan, lalu menarik napas pelan seolah pertarungan barusan belum cukup membuatnya goyah.

Tetua Xu menatapnya cukup lama sebelum akhirnya berbicara pelan, “Anak muda… tampaknya kau memang membawa badai ke mana pun kau pergi.”

Nova hanya tersenyum tipis, “Junior tidak mencari badai itu, Senior.”

Tetua Xu tidak langsung menjawab, hanya menghela napas pelan sambil mengamati sisa energi di sekitar tempat itu yang masih bergejolak. Namun satu hal jelas bagi semua orang yang hadir di sana... nama Nova, yang sebelumnya hanya dikenal di Kota Yunfeng, kini telah benar-benar masuk ke radar kekuatan gelap seperti Lembah Iblis Hitam.

Dan itu… baru permulaan dari sesuatu yang jauh lebih besar yang sedang bergerak di balik bayangan Semesta Orion.

Angin yang masih membawa sisa energi kegelapan perlahan mereda setelah Lembah Iblis Hitam benar-benar mundur dari medan pertempuran. Namun meski suasana mulai tenang, udara di sekitar Kota Yunfeng tetap terasa berat, seolah langit sendiri masih menyimpan gema dari benturan dua kekuatan besar yang baru saja terjadi.

Retakan di tanah giok perlahan diperbaiki oleh formasi kota yang kembali aktif, sementara para kultivator yang menyaksikan dari kejauhan masih belum sepenuhnya berani melepaskan ketegangan di dalam dada mereka.

Tetua Xu berdiri di udara beberapa saat lebih lama, tatapannya menyapu area sekitar sebelum akhirnya turun perlahan ke tanah di dekat Nova dan rombongan Lin Xue.

Begitu kakinya menyentuh tanah, tekanan Mortal King yang tadi menekan seluruh area langsung menghilang, digantikan oleh suasana yang jauh lebih ringan namun tetap penuh wibawa. Para kultivator di sekitarnya segera menundukkan kepala, tidak berani mengangkat pandangan lebih lama dari yang diperlukan.

“Masalah ini tidak akan selesai hanya karena mereka mundur,” ucap Tetua Xu dengan nada tenang namun dalam, seolah setiap kata yang keluar sudah melalui pertimbangan panjang. “Lembah Iblis Hitam bukan sekedar sekte kecil yang bisa diusir begitu saja. Jika mereka sudah berani muncul di Kota Yunfeng, berarti ada sesuatu yang mereka incar.”

Tatapannya kemudian kembali tertuju pada Nova, kali ini lebih tajam namun tidak lagi mengandung tekanan agresif seperti sebelumnya. “Dan target mereka… jelas adalah kau.”

Nova tidak menghindari tatapan itu, hanya mengangguk pelan. “Junior juga menyadarinya, Senior.”

Di sampingnya, Lin Xue mengerutkan kening. “Jika mereka benar-benar mengincar Nova, maka Kota Yunfeng tidak akan lagi menjadi tempat yang aman baginya.”

Yan Mei menimpali dengan nada sedikit kesal, “Baru saja dia masuk kota, sekarang sudah diburu oleh sekte gelap seperti itu… ini terlalu berlebihan.”

Tetua Xu mengangkat tangannya sedikit, menghentikan diskusi itu. “Tidak perlu terburu-buru menarik kesimpulan.” Ia kemudian menatap Nova lebih dalam. “Anak muda, apa kau punya musuh di luar wilayah ini?”

Nova terdiam sejenak, pikirannya kembali pada berbagai kemungkinan yang selama ini ia abaikan sejak tiba di Galastos. Ia tidak pernah benar-benar menunjukkan dirinya secara terbuka di dunia ini sebelum Kota Yunfeng, namun sejak pertempuran di tembok kota, Aula Informasi Langit, hingga pertarungan tadi… semuanya terlalu cepat menarik perhatian pihak yang tidak dikenal.

“Junior baru tiba di Planet Galastos,” jawab Nova akhirnya dengan tenang. “Jika ada yang mengincarku, kemungkinan besar mereka tidak berasal dari lingkaran yang pernah kutemui sebelumnya.”

Mata Tetua Xu sedikit menyipit. “Pendatang baru…”

Kalimat itu membuat suasana sedikit berubah. Bahkan Lin Xue yang berdiri di belakang Nova tampak semakin serius, karena jika benar Nova adalah seseorang yang baru tiba di dunia ini, maka perhatian yang ia tarik jauh lebih tidak wajar dari yang mereka bayangkan.

Tetua Xu menghela napas pelan, lalu berbalik sedikit memandang ke arah gerbang kota yang masih tertutup sebagian formasi. “Apa pun itu, untuk saat ini Kota Yunfeng masih berada di bawah perlindungan Aula Informasi Langit dan sekutunya. Mereka tidak akan berani menyerang secara terang-terangan dalam waktu dekat.”

Namun sebelum ketenangan benar-benar kembali, sebuah riak aneh tiba-tiba terasa di udara. Bukan dari arah luar kota, melainkan dari dalam struktur formasi itu sendiri. Rune di langit perlahan bergetar halus, seolah ada sesuatu yang mencoba menembusnya dari jarak yang sangat jauh, bukan dalam bentuk serangan fisik, melainkan seperti… pengamatan.

Tetua Xu langsung mengangkat kepala, ekspresinya berubah untuk pertama kalinya sejak kedatangannya.

“Ini…”

Nova juga merasakannya. Tatapannya sedikit mengeras, sementara Tian Long di dalam lautan jiwanya tiba-tiba membuka mata dengan cepat.

“Jangan bergerak,” suara Tian Long terdengar lebih dalam dari biasanya. “Ada sesuatu yang sedang… mengunci posisi kita.”

1
Raden Mamad
yg suka fantasi pria ini ada novel bagus di jamin pokoknya judul JALAN MENUJU KEILAHIAN'
Muhammad Irdham
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!