NovelToon NovelToon
Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:256.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Alzanabuq

( Tahap Revisi)

Apapun yang sudah ditakdirkan untuk datang dalam hidupmu, tidak akan pernah pergi sekeras apapun hatimu membenci.

Taani tidak pernah menyangka hatinya akan berlabuh pada laki-laki pendiam, kutu buku yang menyebalkan.

laki-laki Sederhana yang selalu dibanggakan oleh Ayahnya.
Karena bagi sang Ayah, tidak ada lagi laki-laki terbaik di seluruh negeri ini selain pilihannya.

Pernikahan yang harus Taani jalani dengan terpaksa. Tanpa ada cinta dihatinya.


Bagi Rizwan, Melihat Taani tersenyum di pagi hari, sudah cukup untuk membuatnya semangat pergi bekerja.

Kemanakah bahtera rumah tangga Rizwan akan berlabuh?
Akan kah semuanya kandas begitu saja?



Karena yang sudah tertulis untukmu, tidak akan pernah ditulis untuk orang lain.
......
selamat membaca 💞

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alzanabuq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehancuran Hati

"Ayah, aku mohon." Taani menangis meraung keras. Menumpahkan segala kesedihannya. Membenci takdir seolah kembali sedang mempermainkannya.

Jeritannya begitu terdengar memilukan.

."An, tenangkan dirimu." Rizwan yang sedari tadi hanya terdiam mencoba untuk bersuara.

Jangan tanyakan bagaimana keadaan hatinya saat ini.

Rizwan merasakan hatinya seperti dihujani ribuan sembilu, sakit.

Menyaksikan mertuanya diam tak bergerak dan juga Taani, wanita yang harus ia jaga dengan jiwanya menangis dengan hati yang hancur.

Rizwan menatap lekat laki-laki yang terbaring kaku dengan mata terpejam erat namun wajahnya terlihat damai itu.

Laki-laki yang selalu tersenyum hangat padanya.

Yang selalu mengunjungi panti tempat ia tinggal dulu. Membawa makanan kesukaannya atau membelikannya buku untuk ia belajar.

Belajar yang rajin Riz, kau harus jadi laki-laki yang pandai.

Kau juga harus rajin ikut latihan bela diri, agar kau bisa menjadi kuat untuk melindungiku dan Taani.

Rizwan menarik nafas dadanya terasa begitu sesak, air matanya mengalir. Bagaikan sebuah film kata-kata laki-laki yang sudah ia anggap sebagai Ayahnya itu kembali berputar di kepala.

Pria yang selalu mengatakan bahwa tidak ada lagi wanita cantik di dunia ini selain Taani dan ibunya.

Ya Tuhan.

Rizwan mengumpulkan kekuatan menghapus sisa air mata di pipinya mengambil kacamata yang bertengger di hidung untuk ia bersihkan setelah itu ia pasangkan kembali.

"An, tenangkan dirimu." Berjalan mendekat mengusap pelan bahu Taani.

Karena menurut buku yang dia baca seseorang yang sedang mengalami kesedihan itu akan sangat membutuhkan sentuhan sebagai bentuk kekuatan.

Begitu yang difikirkan pria yang hanya menghabiskan malamnya dengan membaca buku itu.

"Singkirkan tanganmu, berani sekali menyentuhku!" Taani berkata dengan suara parau tanpa menoleh sedikitpun mengusap air mata, hatinya menjerit dia ingin ikut dengan ayahnya.

" Ma- maafkan aku." Rizwan berkata terbata mengangkat tangan menyadari kelancangan nya.

Apa tadi, sejak kapan menyentuh istri sendiri disebut lancang!

Rizwan hanya berdiri memandangi punggung wanita yang terus bergetar karena menangis itu memeluk tubuh yang sudah diam membeku.

Oh Ibu, sekarang aku menjadi pria beristri

Taani sekarang sudah menjadi istriku.

***

Taani terdiam dengan pikiran kosong di depan gundukan tanah merah yang masih basah itu.

Mengusap lembut nisan kayu yang tertera nama ayahnya, air mata sudah tidak terlihat.

Ah, Taani rasanya bosan untuk menangis bahkan air matanya saja sudah enggan untuk keluar.

Semoga saja inilah terakhir kalinya dia menangis merasakan pedihnya di tinggalkan.

Takdir memang tidak akan pernah kita duga.

Sesuatu yang ditakdirkan untuk pergi akan tetap pergi

sekuat apapun kita menahannya tak perduli sehancur apapun perasaan kita.

Dan sesuatu yg yang sudah di takdirkan untuk datang, akan tetap datang

Sekuat apapun kita menolaknya tak perduli sebenci apapun kita.

Sedihmu akan ada masanya digantikan dengan senyum kebahagiaan.

Lelahmu akan ada masanya berganti dengan hasil yang memuaskan.

Belajarlah mencoba untuk berdamai dengan takdir.

Karena tidak ada yang kekal di dunia ini, pun dengan kesedihanmu.

Suasana pagi di pemakaman ini begitu hening setelah acara pemakaman tadi semua orang yang hadir berpamitan memberikan do'a dan semangat untuk Taani dan Rizwan agar selalu diberikan ketabahan.

Telinga Taani terasa kebas, tidak peduli dengan orang-orang yang menyalami dan memeluknya, memberikan kekuatan.

Hanya ada Taani dan pria dengan postur tubuhnya yang tegap sudah seperti pengawal pribadi berdiri di belakangnya.

Keduanya hanya diam.

Hanya suara burung burung berkicau yang terbang melintas tercium wangi bunga kamboja yang sengaja di tanam di sekitar pemakaman.

"An, sudah hampir siang kita pulang ya." Rizwan menatap punggung istrinya.

Apa katanya tadi, istri?

Istri yang sejak hari pernikahan terus mendiamkannya, istri yang marah ketika ia sentuh dan juga tidak pernah menatap wajahnya sedetikpun.

Apakah Taani menganggapnya ada di sampingnya atau tidak Rizwan tidak perduli hal itu.

Ah sudahlah, menikah dan menjaga Taani merupakan janji besar Rizwan pada sosok berharga dalam hidupnya.

Janji yang harus ia tepati tanpa sedikitpun merasakan beban dalam hati.

****

Taani berdiri mematung di depan sebuah rumah sederhana bercat putih. Rumah ini memang tidak sebesar rumah ayahnya.

Harum bunga semerbak tercium di hidungnya. Suasana yang sangat memanjakan pandangan itu sedikit membuat pening di kepalanya mereda.

Sesuai dengan keputusan bersama, setelah pemakaman ayah mertuanya, Rizwan memutuskan untuk mengajak taani tinggal di rumahnya.

Apa ini sungguhan?

Bukankah pria ini hanya tinggal sendirian?

Dan, apa ini kenapa banyak tanaman dan bunga bunga yang sepertinya begitu terawat.

"Ayo." Rizwan membuka pintu kayu yang di cat putih itu. Kemudian berjalan mengambil tas besar berisi barang barang milik istrinya untuk di masukan kedalam rumah.

"Maaf rumahnya kecil." Setelah meletakkan tas besar di pinggir lemari buku, Rizwan bergerak membuka gorden gorden jendela. Cahaya matahari masuk melewati jendela kayu.

"Kau duduk dulu." Pria itu berjalan ke dapur dan kembali dengan segelas air putih di tangan.

"Di rumah ini hanya ada dua kamar." Rizwan kembali berbicara setelah keduanya sama sama duduk di kursi sederhana terbuat dari rotan yang ada di ruang tengah rumahnya.

Taani hanya diam memejamkan matanya erat dengan kepala tertunduk.

"Saya, yang akan tidur dikamar belakang." Rizwan menggeser gelas berisi air di atas meja kehadapan taani.

Kemudian Rizwan berjalan membuka pintu kamar utama menarik tas besar Taani untuk di masukan kedalam kamar.

"Buatlah kamar ini senyamanmu." Keluar dengan beberapa buku di tangannya.

"Saya di kamar belakang." Menunjuk kamar yang bersebelahan dengan pintu dapur.

"Kalau kau butuh sesuatu katakan saja, jangan sungkan."

"Istirahat lah, atau kalau kau bosan di belakang rumah ada taman bunga." Tersenyum, karena ia tahu wanitanya penggila bunga.

Kecuali satu jenis bunga yang selama satu tahun ini sudah tidak ditanamnya.

Baiklah, mari kita mulai skenario yang sudah di tuliskan ini.

1
agus ali
Kecewa
agus ali
Buruk
Tathya Aqila
seperti film sharukan ya gak si 😁
Rini Haryati
mksh
Rini Haryati
ceritanya bagus banget
sukses
semangat
Venny
menarik
vi
ceritanya bagus Thor, no hard conflict. aq suka
Lovely Shihab
Ngapain mempertahankan perempuan egois. Cantik saja tidak cukup nona, diluar sana bertimbun2 perempuan yg lebih cantik, lebih pintar, lebih baik, berkarier dan yang utama perempuan yg bisa menghormati suami. Perempuan kayak kamu, bagusnya dimasukin tong sampah. Kasihan Rizwan..cinta dengan perempuan yg tidak bisa apa2. cuma modal cantik doang
DEva Vis
kenapa ga terusin cerita Tania SMA rizdwan KA seruuu bgttttttt
Lilis Yuanita
lnjut k buru lupa
Daru Widyanto
mantap cerita'y seruuuuu
Daru Widyanto
dalam kehidupan itu masalah pasti datang silih berganti tinggal kita cari solusinya agar lebih dewasa dalam menyikapi'y
Daru Widyanto
hebat author cerita'y bikin penasaran aja
Daru Widyanto
alur cerita'y mirip dengan kisah hidupku,di jodohkan seiring berjalan'y waktu,dari acuh karena perhatian dan kesabaran istriku aq menerima dia dan endingnya bahagia sampai sekarang
Daru Widyanto
cerita yg inspiratif
ceava
yuhuu semngt di tunggu
Nadia Laili
sy termasuk ibu beruntung,bisa merasakan melahirkan Caesar dengan rasa sakit Krn Sdh bukaan 9 tapi si abangi gak mau turun,dan merasakan sakitnya full melahirkan normal buat si adek
Nadia Laili
senang bisa membaca karya yg nampak real di tengah karya yg selalu tokoh nya orang kaya se...se...nomer satu tapi nampak halu,, semangat thor
Nadia Laili
padahal bagus Lo cerita nya alurnya jelas gak bertele-tele,tata bahasa nya pun menunjukkan author nya gak alay, sayang like kok sedikit ya
Andi Sam Sam
Adakahhhhhhhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!