NovelToon NovelToon
Antagonis Yang Menghindari Alur

Antagonis Yang Menghindari Alur

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: okolele

Apakah tidak ada pilihan lain?
kenapa sakalinya bertransmigrasi malah ke tubuh Antagonis,lucu sekali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Musibah

Malam ini hujan turun begitu lebat,Jendela kaca terlihat kelabu di karenakan rintik-rintik hujan menutupi sebagian pandangan.

Angin berhembus dengan kencang di tambah suara petir dan guntur yang menggelegar membuat rasanya aman dan nyaman untuk bermalas-malasan.

Di dalam kamar yang di dominasi dengan warna Maroon dan poster idol k-pop ada seorang gadis dengan kacamata yang bertengger di pangkal hidungnya,tampak berbaring tengkurap dengan novel di tangan kirinya dan garpu di tangan kananya.

Dia adalah gadis yang baru saja keluar dari masa labil, biasanya orang-orang memanggilnya Ell usianya 18 tahun siswi akhir SMA dia suka sekali di panggil dengan nama itu namanya Elsa Dui.

Ekspresinya berganti di sertai halaman novel itu yang juga ikut berganti.

"Aissi Shibal sekiyaaa, Malika ck ck

ngapai sih ngejar-ngejar tu protagonis kaya kaga ada cowo lain aja, udah tau tu si laki kaga suka masi aja lu pepet heran." Mukanya terlihat kecewa dan berpikir keras sembari memasukan garpu yang ada buahnya ke dalam mulut.

"Coba aja seumpamannya nih gw jadi lu gak akan mau gue berurusan sama mereka berabe,ini lagi tampangnya aja beh mantap tapi cemen, beraninya bunbun anak orang,bulol banget lagi sampe bunbun si Mali cuman karena si Rara jatuh gak nyari tahu dulu apa dia jatuhnya karena apa.Lah ini malah sotoy gitu nuduh si Malika pelakunya".

"Malika juga sih udah tau tu heremnya Rara pada pisikopat si anjir malah gangguin alhasil mokad deh syukurin tuh cinta, matinya jadi konyol kan karena cinta ceilah.

" Si Raranya juga pikmi bener gak ada angin gak ada ujan jatoh sendiri ke kolam jadinya si malika kan yang kena getahnya jujur gue gedek banget sama karakter Rara ini, buta tu para heremnya apa efek di kasi pentil ama Rara jadinya mereka buta yang ada cuman merem melek gitu"

"Kalau pun gue jadi Malika, cuman ada dua opsi pilihan gue. Antara ngehindar atau pepet heremnya si Rara tapi jangan pake cara sampe nempel kek lintah darat, gue bakal tarik ulur. "

"Ini nih alasanya gue gak pernah suka sama tokoh Protagonis banyak nyusahin sama ribet bener shibal".Setelah merasa lelah membaca serta mood-nya sudah hilang ia memutuskan untuk tidur.

" Gue prihatin banget sama Malika, authornya jahat banget buat cerita begitu sabi kali kasih heremnya si Rara ke dede Malika satu".

"Kalau aja gue masuk tuh ke dalah novel itu, gue ubah alurnya ,kalau gue jadi dede Malika gue terbang tuh ke Korea datengin Jimin atau semuanya aja kali ya ke tujuh-tujuhnya aja sekalian rata kanan tuh heremnya Rara kalah jauh".

Karena terlalu lama ber-Monolog sendiri ia pun kelelahan dan tertidur dengan lelap.

_____________________

Matahari telah muncul dan mulai menebarkan cahaya terangnya yang panas,

terlihat juga Ell yang telah siap untuk menuntut ilmu dengan seragam rapi dan rambut kuncir kudanya.

"Mana tangan kanan mommy" Ujarnya sembari mengulurkan tangan.

"Buat apa lagi Ell, duduk sini sarapan dulu. Nanti kamunya telat".Ibu Ell terlihat bingung sembari memindahkan makanan ke meja makan dan menatanya dengan rapi.

" Salim mommy. "sahutnya sembari mengambil roti yang telah di olesi selai." Lagian ini aku udah mau telat banget Mom." Sahutnya sembari dengan sabar menunggu uluran tangan sang ibu.

Ibunya mengulurkan tangnya yang lansung di salami ole Ell. "Yaudah kalu gitu hati-hati di jalan Mommy udah kasih perintah tuh ke sopirnya untuk nunggu sampe kamu pulang awas kalau mama tau kamu bolos uang kartu kamu mama bekukan".

"Siap komandan." Ia berdiri tegap sembari memberi hormat "Mommy cal cal dede nanti ok. "ucapnya sembari memperagakan tangan dengan ibu jari dan kelingkingnya ke arah telinga "See u mommy luv u. "

"Ell hati-hati di jalan ya" Ibunya berteriak lagi memperingati "Jangan bandel si sekolah. "Wanti-wanti ibunya lagi.

Ell tidak mengidahkan teriakan ibunya, ia langsung memasuki mobil.

Ia di antar oleh sopir keluarga menuju Sekolahnya di tangannya masih tersisa roti yang belum habis dimakan, di perjalanan Sesekali ia menunduk, mengecek ponsel, lalu kembali menatap jalan di depan.

Sedikit lagi ia akan tiba di sekolah, sialnya di pertengahan jalan terjadi kemacetan.

"Mang turun aja saya di sini sekolahnya juga deket kok" ujarnya karena ia melihat jam tanganya yang hampir menunjuk pukul 07:15 dia merasa sudah sangat telat.

"Ga papa neng turun di sini, nanti nengnya kenapa-napa. Saya teh udah di wanti-wanti si ibu buat antar neng sampe tujuan kalau kaya gini mah mamang yang gak kompeten neng, mamang takut di potong gaji sama ibunya neng"

"Ga papa mang ini teh saya keburu telat kalau nunggu,lagian sekolahnya itu gak terlalu jauh dari sini.Mamang gak liat itu macet parah. Nanti kalau saya telat saya di hukum, aman aja gak bakal Mommy tau asal mamang sama saya gak bocor. "Ia membuka pintu mobil dan keluar.

Di tepi jalan, kendaraan berlalu-lalang. Klakson bersahut, sepeda motor melintas cepat, dan pejalan kaki lain sibuk dengan pikirannya masing-masing.

Ia menarik tali tasnya hingga lebih rapat ke bahu, lalu mempercepat langkah menuju zebra cross.

Lampu lalu lintas baru saja berganti. Kendaraan di jalur sebelah mulai melambat. Setelah memastikan jalan di depannya tampak aman, ia mulai menyeberang.Ia sempat berhenti sejenak. Menoleh ke arah seberang jalan.mungkin sekadar memastikan arah. Lalu ia melangkah lagi.

Gerbang sekolah sudah tampak dari kejauhan. Beberapa siswa berjalan berkelompok, sebagian lagi berlari kecil karena takut terlambat.

Ia berjalan sembari memainkan ponselnya,Tiba-tiba terdengar suara klakson panjang yang memecah atensi orang-orang.

Sebuah kendaraan melaju lebih cepat daripada arus lalu lintas di sekitarnya. Pengemudinya berusaha mengendalikan laju kendaraan dan menginjak rem sekuat tenaga.

Suara gesekan ban dengan aspal memekakkan telinga.

Orang-orang di sekitar spontan berteriak.

"Hei, awas!"

Ia menoleh karena terkejut.

Namun semuanya terlambat

tubuhnya terpental cukup jauh, tas sekolahnya terpelanting jauh dari badanya,Sepatu yang tadi dikenakannya terlepas dan berhenti beberapa meter dari zebra cross.

Tubuhnya terhempas ke permukaan jalan. Seragam putih abu-abunya yang beberapa menit lalu masih tampak rapi kini dipenuhi noda merah yang terus merembes

dan menyebar di sekitar tubuhnya, telinganya terasa berdengung dan sekitar tampak kabur perlahan ia memejamkan netranya.

Seorang ibu menutup mulutnya dengan tangan, sementara seorang pengendara lain segera menghubungi layanan darurat.

Sirene mulai terdengar dari kejauhan. Di tengah kerumunan, tak seorang pun sanggup mengucapkan sepatah kata. Yang terdengar hanyalah tangis, suara langkah kaki yang tergesa-gesa, dan keheningan yang terasa jauh lebih memekakkan.

Petugas ambulans tiba beberapa menit kemudian. Kerumunan yang semula memenuhi bahu jalan perlahan diminta mundur agar proses evakuasi dapat dilakukan.

"Semua mohon memberi ruang," ujar salah seorang petugas dengan suara tegas.

Selembar kain penutup dibentangkan dengan hati-hati. Orang-orang yang semula mencoba melihat dari kejauhan perlahan menundukkan kepala.

para petugas mengangkat jasadnya ke atas tandu. Suara sirene kembali mengudara ketika pintu ambulans ditutup perlahan. Kendaraan itu bergerak meninggalkan lokasi.

Di atas aspal, hanya tersisa garis polisi, beberapa bekas barang yang telah dibereskan, dan puluhan pasang mata yang masih terpaku ke arah ambulans hingga kendaraan itu menghilang di ujung jalan.

____________

Cerita ini bertema Herem, ya jadi jangan aneh kalau bisa banyak pasangannya.

Ini kali pertama saya buat cerita semoga suka luv u💐.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!