NovelToon NovelToon
Wanita Tawanan Tuan Grey

Wanita Tawanan Tuan Grey

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Beda Usia / Anak Kembar
Popularitas:168.9k
Nilai: 5
Nama Author: anggi (@ngie_an)

Alicia Delmora adalah wanita mandiri sejak kecil, dia menjadi tulang punggung keluarga semenjak ayahnya meninggal dunia dan hanya tinggal bersama ibu dan kakak tirinya yang hanya bisa mengandalkan Alicia untuk membayar hutang-hutang mereka.

Kehidupan Alicia berbanding terbalik dengan saudara kembarnya yang bernama Alice, kembarannya itu hidup bergelimang harta bersama kedua orangtuanya dan memiliki seorang kekasih yang sangat terkenal di kota tersebut bernama Nicholas.

Alicia yang tidak tahu bila dia memiliki saudara kembar begitu juga sebaliknya, kehidupannya berubah setelah orang asing masuk dalam kehidupannya dan menjadikan dia sebagai wanita tawanan dari Pria asing tersebut yang menganggap dirinya sebagai Alice.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anggi (@ngie_an), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rentenir

"Di mana dia?" Tanya Grey pada Peter.

Peter yang baru saja tiba dia membungkukkan tubuhnya dan berkata, "Maaf bos wanita itu berhasil kabur."

Grey hanya bisa menahan emosinya saat mendengar bila Alicia kabur dari pengawasannya, dia memijat keningnya seraya berdacak pinggang menahan amarah yang akan dilayangkan ke asisten pribadinya tersebut.

"Langsung balik ke kantor!" Grey melewati asisten pribadinya itu begitu saja.

Peter langsung membuntuti atasannya tersebut, dia berlari dan menyusul Grey agar bisa membukakan pintu mobil. Setelah itu, Peter masuk ke kursi pengemudi dan melajukan mobilnya.

***

Alicia yang berhasil kabur dari pengawasan pria berkacamata langsung kembali pulang ke rumah, baru saja dirinya direbahkan di atas kasur tempat tidur kesayangannya suara ketukan pintu kamar begitu nyaring di telinga dia.

Siapa lagi kalau bukan kakak tirinya itu, pasti dia meminta untuk jatah bulanannya.

"Alicia gue tahu lo ada di dalam, buka nggak pintunya! Kalau nggak gua dobrak, mau?" Pricilia terus menggedor-gedor pintu kamar Alicia.

Alicia pun tidak perduli, dia menutup wajahnya dengan bantal agar tidak mendengar gedoran pintu yang sangat keras oleh Kakak tirinya itu. Air matanya langsung menetes dikala hati dan jiwanya sudah lelah dengan kehidupan yang dialami.

"Mah, Alic ingin ikut Mama! Alicia capek, Mah!" Keluh Alicia sembari menangis dalam dekapan bantal.

Alicia yang sedari kecil diberitahu oleh sang ayah bila ibunya telah lama meninggal saat Alicia baru lahir, ayahnya juga tidak pernah mengungkit masalah kalau dia memiliki saudara kembar. Semua begitu dirahasiakan oleh mendiang ayah Alicia.

Lambat laun Alicia pun tertidur dalam tangisannya, membiarkan suara gedoran pintu menjadi pengantar untuk masuk ke dalam alur mimpi. Suara isakan tangisan perlahan mulai berhenti sampai deru napasnya mulai kembali normal.

Tidak terasa jam pun terus bergulir, senja telah menampakkan dirinya menembus sela-sela jendela pada kamar Alicia. Wanita dengan rambut panjang tersebut merenggangkan tubuhnya selesai kesadarannya mulai tersadar, kepalanya terasa pusing dan tenggorokannya begitu kering dia mencoba mencari air yang berada di atas nakas tetapi dalam gelas itu airnya tidak ada terpaksa dia pun melangkahkan kakinya keluar menuju dapur.

Alicia membuka pintu melihat ke arah kiri dan kanan memastikan bila saudara tirinya itu tidak ada, lantas kakinya pun kembali melangkah ke arah dapur untuk menuang air minum.

Satu teguk dua teguk dia pun meminum sampai habis, lalu dia kembali menaruh gelas itu dan kembali ke kamar. Akan tetapi langkah kakinya tiba-tiba terhenti ketika gendang telinganya mendengar sesuatu yang membuat bulu kuduknya merinding, dia mengendap-endap seraya mendekatkan telinganya ke arah pintu kamar Pricilia.

Suara itu terdengar jelas di Indra pendengarannya, suara yang tidak asing baginya saat dia juga pernah ada di posisi Kakak tirinya tersebut. Tangannya pun perlahan mendorong pintu kamar Pricilia yang tidak terkunci, sorot matanya pun membulat sempurna, tangan yang mencoba menutup mulutnya yang terbuka akibat terkejut dengan apa yang dia lihat.

Pricilia sedang melakukan adegan sama persis yang dia lakukan tadi pagi bersama pria asing, tetapi yang lebih mengejutkannya lagi bahwa Kakak tirinya tersebut melakukannya bersama kekasih ibunya sendiri.

Perlahan tubuhnya mundur untuk menjauh dari pintu kamar Pricillia, dia pun segera masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya kembali. Sungguh begitu mengenaskan kehidupan Alicia, dia selalu membayangkan rumah tangganya bersama Marvel jauh lebih bahagia dari keluarga yang dia miliki sekarang.

Namun, nyatanya Marvel tidak lebih dari seorang sosok laki-laki yang bajjingan. Bahkan sampai saat ini pria itu tidak menghubunginya sama sekali, dia berharap ada kata maaf dari mulutnya untuk tidak menemuinya saat ulang tahun tetapi nyatanya pria itu sama sekali tidak memberikan kabar sedikitpun.

Alicia bergegas memasukkan semua barang-barang kenangan dari Marvel, tidak jarang barang-barang pemberian tersebut dengan harga yang tinggi. Sehingga dia pun memilih barang-barang yang bisa untuk dia jual kembali dan akan dia pergunakan sebaik mungkin.

Setelah semuanya terkumpul dalam satu dus, Alicia bergegas pergi ke halaman depan untuk membakar kenangan tersebut. Di saat Alicia sedang membakar sampah dia melihat presilia tengah mengantar Bram kekasih ibunya sendiri.

"Hai, babu! Bagi duit, hari ini lu belum ngasih gua duit kan? Mana buruan!" Pricilia dengan seenak jidatnya menodongkan tangannya ke arah Alicia.

"Bukannya kakak udah dikasih dari Om Bram?" Sindir Alicia.

"Maksud lo apa ngomong kayak gitu, lu nuduh gua jual diri?" Pricilia mendorong bahu Alicia sampai wanita itu terjerembab ke tanah.

"Dengar ya apa yang baru saja lo lihat jangan pernah ngadu ke nyokap! Sekarang lu gue bebasin, tapi awas kalau lu ngadu!" Pricilia berjongkok mengimbangi Alicia.

Tiba-tiba ada tiga preman yang datang meneriaki rumah mereka. Begitu sarkas ucapan ketiga pria yang menyeramkan tersebut, sampai Pricilia pun bersembunyi di balik tubuh Alicia.

"Susan! Keluar kau ... bayar hutang-hutangmu! Atau mau kita bakar rumah ini jadi debu!" Preman itu menyiram pagar rumah dengan bensin.

Tentu saja Alicia menjadi takut karena ini adalah rumah peninggalan satu-satunya dari sang ayah, biar bagaimanapun dia harus menyelamatkan rumah ini. Dengan tekad yang kuat dia pun melangkahkan kakinya menghampiri ketiga preman yang tengah menyiram rumahnya dengan bensin.

"Ya Tuhan, saya mohon jangan bakar rumah ini! Stop ... Saya mohon jangan bakar rumah ini!" Pinta Alicia sembari menangis.

Ketiga preman itu tertawa terbahak-bahak sembari berkata, "Kalau kamu tidak mau rumah ini kita bakar! Lunasi dulu hutang ibumu itu, sekarang juga!"

"Berapa utangnya? Saya akan bayar tapi tidak untuk saat ini, kasih saya keringanan untuk melunasinya, pasti akan saya bayar!" Cegah Alicia sembari memohon dengan melas.

"Ck! Lima ratus juta, saya kasih waktu dalam satu hari! Kalau lebih dari satu hari, maka bersiap-siaplah tulangmu menjadi debu bersamaan dengan rumah ini!" Ucap salah satu preman tersebut.

"Tidak bisa! mana bisa saya melunasi dalam waktu satu hari dengan uang sebanyak itu!" Protes Alicia, sedangkan pricillia hanya bersembunyi di balik pintu rumah mendengarkan ucapan Alyssa bersama preman.

Preman itu tertawa sembari melihat tubuh Alicia dari atas sampai bawah, tentu saja wanita pemilik Rumah itu menutup bagian dadanya agar terhindar dari tatapan lapar ketiga preman tersebut.

"Ok! Saya kasih waktu dalam seminggu, apabila kamu tidak bisa melunasi lima ratus juta maka sebagai gantinya kau harus ikut dengan kita!" Salah satu preman itu melipat tangannya di depan dada sembari mengelus jenggot yang panjang.

"Baik! Asal jangan bakar rumah saya karena rumah ini tidak ada sangkut pautan dengan Susan!" Alicia menatap sini sekarang ketiga preman tersebut dan menyuruhnya untuk pergi dari situ.

usai preman itu telah pergi pricillia pun baru keluar dari dalam rumah dia menghampiri Alicia dan berkata, "Heh, babu. Dari mana kau menghasilkan uang sebanyak itu dalam seminggu? Apa kau akan menjual rumah ini? kalau sampai kau menjual rumah ini kita mau tinggal di mana?"

"Ini rumah ayahku terserah aku lah mau aku jual kek mau aku bakar kek tidak ada urusannya denganmu dengan ibumu!" Alicia lebih memilih pergi dari sana daripada harus berdebat dengan kakak tirinya itu.

"Illiih, dasar babu! Sombong, banget ... rumah reot begini aja bangga!" Sindir Priscillia dengan tatapan yang tidak suka.

To be continued...

1
Mira Erlan Sopi Erlan
selingkuh boleh tp jgn smpi gituan ya.takutnya hamil bingung ank siapa
Rere Niae Cie'kecee
kok ga up"tour🙏🙏🙏
Amelia Harianja
thord kenapa belum up
bolak balik ke sini belum up juga
semangat thord
Ning Ning
kok aku kesal sama Alicia ya ga tau diri udah di tolongin sama keluarga nya selingkuh pula dan bibirnya udah di cium sama si Jacob sungguh menjijikan kalo aku jadi grey sih lebih baik cerai dari pada sama wanita murahan itu ga bisa jaga iman lebih baik Alice yang terus bersama sang kekasih
Megabaiq
ini bukn novel tp certa petak umpat,,,bkin crta yg msuk di akal knp torrr...trllu byk yg gk logis....
Ning Ning
aku mampir Kaka
Megabaiq
alahhhh crta novelmu trllu mmbosankn,,jeduluan bosen bca....maaf smpe sni jha...
Megabaiq
terllu byk liku2nya toorr
Megabaiq
cerita novelmu terllu lebay....masak 50 m,ak jg gk trllu suka dgn nma2nya,hmpir smua sma
Ema Sukmawati
👍
༄༅⃟𝐐Vita Shafira𝆯⃟ ଓε💞🌏
apa Dinda gk ada rasa rindu pada Alicia yg telah di tinggalkan bertaun tahun
Fatimah D'Ratu
kok Dinda dingin ke anak kandungnya sendiri
Coretan Kertas
Cemungut 😍
Sedang mengetik...
aduhh typo nya bnyak bgt.... 🤦🤦🤦
HIATUS: iya kak, maklum jumkat 😂 wait di perbaiki
total 1 replies
Sedang mengetik...
kira kira gimna ya reaksi Nicholas nanti ketika dia tau penyebab Alice tertembak karna data yg sudah dipalsukan grey,,,
mOnd3 ℘ꫀׁׅܻׅ݊꯱ꫀׁׅܻ݊ƙׁׅ🤗ᵇᵃˢᵉ
semangat selalu ka'... ini cerita sangat menarik sekali sayang kalo di lewatkan🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sedang mengetik...
gak ada terima kasih nya sama sekali si dinda ,,, padahal udah di tolongin anak kesayangan nya ,,,
mOnd3 ℘ꫀׁׅܻׅ݊꯱ꫀׁׅܻ݊ƙׁׅ🤗ᵇᵃˢᵉ
q bahagia q juga sedih dan juga sakit hati... ini rasa'y nano" sekali, q bahagia kini Alicia tau dia kembaran Alice q terharu sama Nicholas yang mau menjatuhkan harga diri'y untuk Grey, dan q sakit hati karna ma" kandung Alicia dia masih egois bahkan tidak mengucapkan kata makasih pada Alicia yang telah mendonorkan darah buat Alice😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Sedang mengetik...
nah loh lagi keadaan gawat darurat aja Lo ingat sama Alicia kemaren kemaren kemana aja Lo Bu...
ummi_Շɧ𝐞𝐞ՐՏ🍻muneey☪️
ceritanya bagus kak.. cuman agak diperbaiki lagi ya kata2nya.. ada beberapa yang bikin bingung 🙏🙏.. tp aku suka ceritanya..
HIATUS: iya kak... hahah makasih ya jangan bosen ingetin 😂 lagi kejar jumkat
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!