NovelToon NovelToon
Mechabest

Mechabest

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Masa Depan / Penyelamat / Action
Popularitas:258
Nilai: 5
Nama Author: Ayyasy Asy-Syaif

​Kota Mecha, pusat teknologi tercanggih di dunia, kini menjadi incaran kota-kota luar yang iri dan ingin menghancurkannya. Demi menjaga kedamaian, pemerintah dan perusahaan Mechabest mencari pahlawan generasi baru berhati mulia untuk menggantikan para pahlawan senior yang pensiun.

​Kehidupan empat sahabat—Yasing, Maul, Alfian, dan Sahla—berubah drastis ketika agen rahasia mendatangi rumah mereka dan mengundang mereka mengikuti trial khusus. Berbekal Jam Perubah berkekuatan berbasis keahlian hewan, mereka harus bekerja sama menghadapi musuh, menguasai mode robot masing-masing, dan bertahan dari petualangan yang penuh aksi sekaligus aksi kekonyolan khas persahabatan mereka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertahan Lima Menit

Suara dentuman energi dan deru air bertekanan tinggi memenuhi seluruh arena. Waktu di layar digital raksasa ruang pengawasan terus berjalan mundur: 04:59 ... 04:58 ...

"Maju barengan!" teriak Yasing memimpin barisan.

Clairine menggerakkan delapan tentakel air mekanisnya dalam Mode Gurita. Tentakel-tentakel itu mencambuk udara dengan kecepatan tinggi, siap mencengkeram Yasing dan Maul.

"Jangan harap bisa lewat!" seru Maul. Dia menekan Mecha Watch-nya, beralih dari Mode Gorila ke Mode Banteng (Cokelat). Zirah cokelat tebal melapisi tubuhnya, dua tanduk energi raksasa muncul di pelindung kepalanya. Maul memasang kuda-kuda kokoh di paling depan.

BRANNGG!

Tentakel air Clairine menghantam zirah Mode Banteng Maul, namun Maul sama sekali tidak terdorong mundur. "Banteng enggak bakal rubuh cuma gara-gara disiram air!" teriak Maul sambil pasang muka amat serius.

Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Yasing. Memanfaatkan perlindungan Maul, Yasing menerobos dari samping. Dia memutar jamnya, bertransformasi ke Mode Serigala (Ungu). Gerakannya menjadi sangat cepat dan bayangan ungu menyelimuti tubuhnya. Dengan tebasan cakar racun energi, Yasing memotong dua tentakel air Clairine hingga buyar menjadi titik-titik air!

"Serangan yang bagus, Yasing!" puji Pasya. Tapi Pasya tidak tinggal diam. Dalam Mode Katak Beracun, dia melompat tinggi melampaui Maul dan Yasing, membidik Sahla yang sedang bersiap melompat dari sudut arena.

"Waduh, Bang Pasya nargetin gua!" jerit Sahla panik.

Sahla dengan cepat menekan jam tangannya, berganti dari Mode Kelinci ke Mode Burung Unta (Pink & Hitam). Kaki zirahnya memanjang dan dilapisi pendorong energi khusus. Dengan sekali tendangan berkecepatan tinggi ke lantai arena, Sahla meluncur melintasi garis lurus, menghindari hisapan udara racun dari lompatan Pasya.

"Awas belakang, Bang Pasya!" panggil Alifian dari udara.

Alifian yang memantau dari atas langsung mengubah zirahnya ke Mode Burung Hantu (Cokelat). Kepakan sayap cokelatnya menjadi sangat hening tanpa suara. Dia meluncur menukik secara senyap dari kejauhan, mengejutkan Pasya yang baru saja mendarat. Alifian menembakkan gelombang angin pengganggu dari sayapnya untuk merusak fokus Pasya.

"Teori serangan kejutan udara tanpa suara berhasil seratus persen!" seru Alifian girang di udara.

"Gak usah banyak selebrasi, Alifian! Fokus!" teriak Sahla dari bawah sambil sibuk menghindari sisa gelembung air dari Clairine.

Pertarungan sengit terus berlangsung. Yasing berpindah-pindah mode antara Beruang dan Singa untuk memberikan daya hancur maksimal, Maul menjadi benteng tak tertembus dengan Mode Badak dan Banteng, Sahla terus mengacaukan ritme serangan pahlawan senior menggunakan Mode Cheetah dan Burung Unta, sementara Alifian memberikan bantuan taktis dari langit dengan Mode Elang dan Burung Hantu.

Layar raksasa menunjukkan angka kritis: 00:05 ... 00:04 ... 00:03 ... 00:02 ... 00:01 ... 00:00!

BEEE—EEE—EEP!

Suara sirene panjang bergema di seluruh arena. Pelindung kubah energi perlahan-lahan meredup dan terangkat ke atas.

Pasya dan Clairine menghentikan serangan mereka seketika. Armor beracun Pasya dan armor air Clairine perlahan-lahan menghilang, kembali ke bentuk pakaian biasa mereka.

Yasing, Maul, Alifian, dan Sahla langsung menonaktifkan zirah Mecha Watch masing-masing. Begitu zirah melepas dari tubuh mereka, keempatnya langsung ambruk terlentang bersamaan di atas lantai baja arena, napas mereka terengah-engah hebat.

"Hah... hah... gila... lima menit serasa lima tahun..." keluh Sahla sambil terlentang lemas.

"Tapi... kita... berhasil kan?" bisik Yasing dengan sisa tenaganya, menatap langit-langit arena.

Pasya berjalan menghampiri mereka, lalu mengacungkan jempolnya sambil tersenyum lebar. "Lulus. Kalian berhasil bertahan tanpa ada satu pun yang pingsan atau nyerah."

Clairine ikut berjalan mendekat dan bertepuk tangan anggun. "Kalian keren banget! Kerja samanya dapet, penggunaan mode hewannya juga cepet banget pahamnya!"

Suara tepuk tangan meriah mendadak terdengar dari arah pintu masuk arena. Teh Caca, Opik, dan Prof. Einstein berjalan menghampiri mereka.

"Selamat, anak-anak," ujar Prof. Einstein dengan senyum hangat. "Kalian telah resmi menjadi anggota generasi baru Mechabest!"

Teh Caca bersedekap dada, menatap empat remaja yang masih lemas di lantai dengan bangga. "Mulai hari ini, tugas menjaga kedamaian Kota Mecha ada di pundak kalian. Selamat bergabung di tim, para pahlawan baru!"

Mendengar hal itu, Yasing, Maul, Alifian, dan Sahla saling pandang. Rasa lelah yang mereka rasakan mendadak sirna, berganti dengan sorak kegirangan dan rasa bangga yang luar biasa. Petualangan mereka yang sebenarnya sebagai pelindung Kota Mecha baru saja dimulai!

1
Ayyasying
GG BANGET BANG! GACORRR!!N/Drool//Drool//Smile/
Dwi Agustina
keren banget ceritanya 👍👍
Dwi Agustina
keren Abang, lnajutkan berkarya 💪💪😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!