Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.
One Piece System.
Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.
Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.
Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.
Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28: Kejatuhan Benteng Karang Hitam
Angin malam berhembus dingin membawa aroma garam dan besi melintasi perairan gelap Negara Air. Di bawah selimut awan tebal yang menutupi cahaya rembulan, armada faksi Gale meluncur bagaikan tiga bayangan hantu yang tak kasat mata.
Kapal Perang Lautan Merah, Kapal Sloop Bertiang Dua, dan Kapal Perintis 01 membelah ombak tanpa menimbulkan buih atau suara gemuruh air yang berarti. Lunas ketiga kapal yang telah dilapisi oleh teknologi Seastone Coated Hull dan leburan Ancient Deep-Sea Ore bekerja dengan presisi mutlak—menyerap gelombang kejut air dan meredam fluktuasi mekanis hingga ke titik nol. Bagi sensor chakra atau patroli laut Kirigakure, lautan di sekitar mereka hanyalah ruang kosong.
Di anjungan Flagship Kapal Perang Lautan Merah, Rian berdiri diam bagaikan patung batu, mantel bertudung hitamnya berkibar pelan. Mata Rian terpejam, memusatkan seluruh kesadarannya pada Kenbunshoku Haki (Intermediate). Jaringan persepsinya merentang melintasi udara malam sejauh seratus meter, memindai setiap anomali suhu, detak jantung, dan gejolak chakra di laut lepas.
"Jarak menuju target, Tuan Rian?" suara tua yang tenang namun tajam terdengar dari sampingnya.
Kaku, mantan agen CP9 yang kini menjadi perwira tingkat Epic faksi Gale, melangkah mendekat. Topi capiknya sedikit ditarik ke bawah, menutupi sebagian matanya. Burung merpati putihnya, Hattori, bertengger diam di bahu kirinya tanpa mengeluarkan suara sedikit pun—seolah mengerti bahwa mereka sedang berada dalam fase infiltrasi senyap.
Rian membuka matanya, menatap lurus ke arah kabut tebal di depan armada. "Kurang dari tiga mil laut. Benteng Karang Hitam Kirigakure berada persis di balik dinding tebing berikutnya."
Smoker yang berdiri di dekat kemudi utama menghembuskan asap dari dua cerutunya secara perlahan agar tidak menarik perhatian visual. "Peta intelijen dari Tokubetsu Jonin Terumi Koga menunjukkan bahwa benteng tersebut dijaga oleh tiga kapal perang patroli di pelabuhan luarnya, serta menara pengawas yang dilengkapi segel komunikasi darurat. Jika segel itu aktif, markas besar Kirigakure akan mengirimkan bala bantuan dalam waktu kurang dari satu jam."
Tashigi membetulkan letak kacamatanya, merujuk pada catatan di buku arsipnya dengan bantuan cahaya lentera yang sangat redup. "Misi penumbangan ini memiliki syarat mutlak: tidak boleh ada sinyal darurat yang terkirim ke desa utama. Artinya, kita harus melumpuhkan menara pengawas sebelum memulai gempuran meriam berat."
Rian membalikkan badannya, menatap seluruh perwira utamanya yang telah berkumpul di anjungan—Smoker, Tashigi, Paulie, Johnny, Izo, dan Kaku. Di geladak bawah, dua puluh prajurit Unit Alpha dan Beta berdiri siaga dengan tangan menggenggam Chakra-Conductive Marine Cutlass yang baru saja ditempa, sementara meriam-meriam berat Angkatan Laut telah diisi dengan peluru besi berlapis belerang oleh Paulie.
"Inilah saatnya struktur Dua Sayap kita bekerja secara sinkron," suara Rian bergema pelan namun penuh dengan otoritas mutlak. Skor Intelligence 14-nya telah menyusun skema infiltrasi yang tanpa celah.
Rian menunjuk ke arah Izo dan Kaku. "Divisi Armada Bayangan. Izo, Kaku, kalian akan bergerak lebih dulu menggunakan Kapal Sloop. Manfaatkan kemampuan Seastone Sloop untuk menyusup ke titik buta di tebing barat benteng. Kaku, kau akan menggunakan Geppo untuk menaiki tebing vertikal dan menyusup langsung ke menara komunikasi utama. Lumpuhkan penjaga dan hancurkan segel daruratnya tanpa suara."
Kaku meraba paruh hidung perseginya, menyunggingkan senyum kaku yang stoik. "Membunuh tanpa suara dan melumpuhkan target sebelum mereka menyadari kematian mereka... Itu adalah spesialisasi murni Cipher Pol. Serahkan menara itu padaku, Tuan Rian."
"Izo," lanjut Rian, "bantu Kaku memberikan tembakan perlindungan dari atas Sloop. Gunakan amunisi Chakra-Penetrating untuk membungkam sensor-nin di menara pengawas bawah."
Izo mengibaskan kipas perang bajanya, merogoh senapan Flintlock berukir indah dari balik jubah ungunya. "Di bawah cahaya rembulan redup ini, peluruku akan menjadi bayangan pencabut nyawa."
"Setelah segel komunikasi hancur," Rian beralih pada Smoker dan Paulie, "Kaku akan memberikan sinyal menggunakan denyut Haki atau kilatan api kecil. Begitu sinyal terlihat, Divisi Garda Laut akan bergerak maju. Paulie, hancurkan tiga kapal perang patroli Kiri di pelabuhan luar menggunakan enam meriam berat secara serentak. Smoker, kau akan melumpuhkan meriam pertahanan pesisir mereka menggunakan White Out."
"Dan aku bersama Johnny serta Unit Tempur akan menyapu bersih pasukan yang tersisa di pelabuhan," tutup Rian dingin. "Malam ini, Benteng Karang Hitam jatuh ke tangan Gale."
Operasi penumbangan dimulai.
Kapal Sloop Bertiang Dua berpisah dari formasi, memutar kemudinya ke arah barat laut menembus kabut malam. Izo berdiri di haluan, sementara Kaku berdiri tegak di atas tiang layar utama, matanya memindai kegelapan layaknya seekor elang malam.
Setengah jam kemudian, bayangan raksasa Benteng Karang Hitam menjulang dari dalam laut. Benteng itu dibangun menempel pada dinding tebing batu hitam yang curam. Di bagian bawahnya, sebuah pelabuhan militer yang dijaga tiga kapal perang besar tampak benderang oleh obor. Di bagian paling atas tebing, menjulang sebuah menara batu silinder yang memancarkan pendar chakra kebiruan—menara komunikasi darurat Kirigakure.
Kapal Sloop merapat tanpa suara di dasar tebing sisi barat, tepat di titik buta yang terhindar dari pantauan lampu sorot kapal patroli.
Kaku membetulkan topi capiknya. Burung merpatinya, Hattori, terbang diam-diam dan bertengger di tali layar Sloop untuk menunggu.
"Aku berangkat," bisik Kaku.
Kaku melompat dari tiang layar Sloop menuju dinding tebing vertikal.
"Geppo!"
Tap! Tap! Tap!
Kaki Kaku menendang udara kosong dengan frekuensi ekstrem, memadatkan udara di bawah telapak kakinya menjadi pijakan tak terlihat. Tubuhnya melesat vertikal menaiki tebing setinggi enam puluh meter tanpa perlu menyentuh dinding batu sama sekali, bergerak secepat hembusan angin tanpa menimbulkan suara gesekan.
Di saat yang sama, Izo mengangkat senapan Flintlock-nya, membidik ke arah balkon menara pengawas menengah di mana dua orang sensor-nin Kirigakure sedang berjaga. Melalui Kenbunshoku Haki, Izo membaca pola napas kedua penjaga tersebut.
Di puncak tebing, Kaku mendarat anggun di atap menara komunikasi. Di dalam ruangan bawahnya, tiga perwira Anbu Kirigakure berseragam hitam sedang duduk mengelilingi gulungan segel komunikasi raksasa yang terhubung langsung dengan markas besar.
Kaku menggunakan Kenbunshoku Haki (Intermediate) untuk memastikan tidak ada jebakan segel ledak di pintu palka atap. Dengan satu jari tangannya, Kaku memusatkan kekuatan Shigan.
"Shigan!"
Jari Kaku menembus gembok besi pintu palka seolah menembus mentega. Palka terbuka tanpa derit. Kaku menjatuhkan dirinya ke dalam ruangan bagaikan bayangan maut.
Ketiga Anbu Kiri menyadari hembusan angin di belakang mereka, namun refleks mereka kalah telak oleh kecepatan Speed 46 milik sang mantan agen CP9.
"Soru!"
Kaku lenyap dari pandangan. Dalam sepersekian detik, Kaku muncul di belakang Anbu pertama.
"Rankyaku: Hakurai!" (Kilat Putih)
Kaki kanan Kaku menyapu udara dengan jarak hanya beberapa inci dari leher Anbu tersebut, menciptakan tekanan angin tajam terkonsentrasi yang mematahkan leher sang Anbu sebelum ia sempat berteriak!
Dua Anbu lainnya mencabut katananya dengan panik, mencoba mengaktifkan segel.
"Penyusup—!"
SRETT!
Kaku mencabut dua bilah pedang katananya dari sarung di pinggangnya dengan kecepatan kilat, mengayunkannya dalam gaya Yontoryu (meski hanya menggunakan dua pedang dan dua kaki saat ini, aliran ilmu pedangnya tak tertandingi).
Bilah pedang Kaku memotong urat nadi di pergelangan tangan kedua Anbu secara presisi, lalu kaki kanannya melancarkan tendangan Shigan (Shigan menggunakan ujung kaki) tepat ke jantung mereka.
BUGHH! BUGHH!
Kedua Anbu itu tumbang ke lantai batu tanpa sempat mengeluarkan suara.
Kaku menyarungkan kembali pedangnya dengan tenang, menatap gulungan segel komunikasi raksasa di tengah ruangan. Ia mengangkat kakinya dan menghentakkannya ke atas gulungan tersebut.
KRAK!
Meja batu dan gulungan segel hancur berkeping-keping menjadi debu. Jalur komunikasi darurat Benteng Karang Hitam telah terputus total.
Kaku melangkah ke jendela menara, mengeluarkan pemantik api, lalu menyalakan seberkas percikan api kecil sebanyak tiga kali ke arah lautan gelap di bawah.
Di atas Kapal Sloop, Izo melihat sinyal tersebut. "Segel komunikasi telah hancur. Giliranku."
BANG! BANG!
Izo menarik pemicu Flintlock-nya. Dua butir peluru Chakra-Penetrating melesat menembus kegelapan, menghancurkan kaca jendela balkon menara menengah, dan menembus persis di dahi dua sensor-nin Kirigakure. Keduanya tewas seketika tanpa sempat menyadari dari mana serangan itu berasal.
Sinyal kilatan api Kaku juga tertangkap oleh mata Rian di anjungan Flagship Kapal Perang Lautan Merah yang menunggu di mulut teluk.
"Komunikasi dan mata musuh telah buta," ujar Rian dingin. Matanya berkilat tajam di bawah naungan tudung. "Divisi Garda Laut... Gempur mereka sekarang!"
Smoker memutar kemudi utama. Kapal Perang Lautan Merah dan Kapal Perintis 01 melesat keluar dari kabut pelindung dengan kecepatan penuh, langsung berhadapan dengan pelabuhan militer Benteng Karang Hitam!
"KAPAL MUSUH! ADA KAPAL MENDEKAT!" jerit seorang penjaga Kiri dari dermaga bawah pelabuhan saat siluet dua kapal faksi Gale muncul membelah malam.
Alarm lonceng darurat berdentang keras di seluruh benteng pesisir!
Namun, inisiatif serangan sepenuhnya berada di tangan faksi Gale. Paulie, yang sudah berdiri di depan deretan meriam berat di geladak Flagship, menyeringai gila seraya menyulut sumbu utama.
"Makan ini, Ninja Tengik!" raung Paulie.
DUARRR! DUARRR! DUARRR! DUARRR!
Empat letupan meriam berat Angkatan Laut menggelegar membelah telinga! Di saat yang sama, Johnny di Kapal Perintis 01 menembakkan dua meriam tambahan!
Enam bola besi seberat sepuluh kilogram berlapis belerang meluncur dengan kecepatan dan trajektori yang sangat mematikan!
BOOOM! KRAK! SPLASH!
Tiga kapal perang patroli Kirigakure yang sedang bersandar di dermaga tidak memiliki ruang untuk bermanuver! Bola-bola besi itu menghantam lambung tengah dan gudang mesiu mereka secara telak!
Ledakan beruntun mengguncang pelabuhan! Tiga kapal Kiri terbakar hebat, lambung mereka terbelah dua, dan belasan ninja yang berada di atasnya terlempar ke lautan lepas!
"Serangan meriam?! Dari mana faksi bersenjata berat ini berasal?!" jerit Komandan Benteng—seorang Jonin veteran bernama Gensho, yang berlari keluar dari aula utama benteng pesisir dengan wajah dipenuhi amarah.
Gensho adalah seorang ninja kekar dengan bekas luka bakar di wajahnya, memegang kapak raksasa yang dialiri chakra elemen air yang sangat pekat. Ia menatap ke arah laut, melihat bendera abu-abu berlogo Gale berkibar di atas tiang layar Kapal Perang Lautan Merah.
"Faksi Gale! Mereka berani menyerang markas resmi Kirigakure?!" raung Gensho. "Aktifkan meriam pertahanan pesisir! Hancurkan kapal mereka menjadi serpihan!"
Puluhan prajurit Kiri berlarian menuju barisan meriam stasioner yang terletak di bibir pantai benteng.
Namun, sebelum mereka sempat menyalakan sumbu meriam pesisir, Smoker telah melompat ke haluan Flagship.
"White Out!"
BOOOM!
Kedua lengan Smoker berubah menjadi gelombang asap putih yang luar biasa besar dan padat. Asap itu menyembur melesat sejauh empat puluh meter, menggulung dan menelan seluruh bibir pantai benteng dalam kabut asap yang pekat, membutakan pandangan para penembak meriam Kiri dan meredam sumbu api mereka!
"Uhukk! Asap apa ini?! Kami tidak bisa melihat lautan!" batuk para prajurit Kiri yang terjebak dalam kepulan kekuatan buah iblis Logia.
"Unit Tempur... Sapu bersih!" perintah Rian dingin.
Rian mengeksekusi Soru, tubuhnya melesat kilat menembus udara, melompati jarak antara kapal dan dermaga. Di belakangnya, Johnny bersama dua puluh anggota Unit Alpha dan Beta melompat turun dari geladak dengan menghunus Chakra-Conductive Marine Cutlass!
Rian mendarat di tengah-tengah kerumunan prajurit Kiri yang kebingungan di dalam asap Smoker.
Dua prajurit Kiri mencoba menusuk Rian dari arah titik buta. Namun, dengan Kenbunshoku Haki (Intermediate), dunia di sekeliling Rian seolah bergerak dalam gerakan lambat. Ia bisa memprediksi tebasan mereka bahkan sebelum otot lengan musuh berkontraksi penuh.
"Rankyaku!"
Rian menyepakkan kakinya tanpa perlu menoleh. Tebasan angin biru melengkung melesat presisi, memotong kedua pedang ninja itu hingga patah dan menghantam dada mereka hingga terpental jauh!
Pasukan Unit Tempur Gale bentrok dengan prajurit Kiri. Ketajaman pedang Chakra-Conductive yang baru ditempa Kaku dan Paulie menunjukkan taringnya. Setiap benturan antara pedang anggota Gale dan Ninjato standar Kiri berakhir dengan pedang Kiri yang terpotong menjadi dua. Logam konduktif chakra benar-benar memberikan superioritas senjata yang mutlak di atas medan perang!
Gensho, sang Komandan Benteng, menggeram murka melihat pasukannya dibantai dengan mudah. Ia memutar kapak raksasanya, melepaskan gelombang chakra Suiton yang sangat kuat untuk meniup asap Smoker di sekelilingnya.
"Menyingkir dari jalanku, Asap Sialan!" raung Gensho. Matanya terkunci pada pemuda bertudung hitam yang memimpin penyerangan—Rian.
"Jadi kau pemimpin serangga pasar gelap ini!" Gensho melompat menerjang Rian dengan kecepatan Jonin. "Suiton: Suijinheki!" (Dinding Air)
Gensho menyemburkan air dari mulutnya, menciptakan dinding air bertekanan tinggi yang berputar cepat di sekeliling tubuhnya sebagai armor, lalu mengayunkan kapak raksasanya ke arah Rian dengan daya hancur yang sanggup membelah batu karang!
Rian tidak mundur. Atribut Strength 15 dan Speed 15 miliknya kini setara atau bahkan melampaui standar kecepatan fisik Jonin tipe petarung dekat.
Rian memusatkan kekuatan Rokushiki dan Haki di kedua lengannya. Kulitnya seketika mengeras dan menghitam, memancarkan pendar keemasan redup dari Busoshoku Haki (Basic).
"Tekkai: Buso!"
Rian mengangkat tangan kanannya, meninju udara secara langsung menyongsong ayunan kapak raksasa Gensho!
KANGGGG! BOOOM!
Benturan antara kapak baja berbalut chakra elemen air dan tinju hitam berlapis Haki menciptakan gelombang kejut udara yang meledak di dermaga! Lantai batu di bawah kaki Rian retak dan hancur, namun tubuh Rian tidak bergeming satu sentimeter pun!
Gensho membelalakkan matanya dengan rasa takjub dan ngeri! Kapak raksasanya tidak sanggup menembus tinju Rian, bahkan bilah bajanya mulai retak!
"T-Tubuh manusia macam apa ini?! Menahan kapak chakra-ku dengan tinju telanjang?!" jerit Gensho putus asa.
"Kelemahan terbesar shinobi," suara Rian datar dan mematikan, "adalah terlalu bergantung pada ilusi chakra, hingga lupa cara mengeraskan tulang."
Rian menarik tangan kirinya, memutar pinggulnya, dan melancarkan pukulan Shigan berlapis Busoshoku Haki tepat ke arah dada Gensho!
"Shigan: Kuro-Tsuki!" (Jari Hitam Penembus)
JLEB! KRAKKK!
Jari telunjuk Rian yang menghitam menembus armor Suiton milik Gensho bagaikan menembus kertas basah, menghancurkan rompi pelindung Jonin, dan meremukkan tulang rusuk Gensho hingga ambles ke dalam!
"AGGGHHHH!"
Gensho memuntahkan darah segar dalam jumlah masif. Tubuh kekarnya terlempar melayang sejauh dua puluh meter, menghancurkan dinding batu gudang pelabuhan, dan terkubur di bawah puing-puing bangunan, tak sadarkan diri dalam kondisi kritis!
Melihat komandan Jonin terkuat mereka dilumpuhkan hanya dengan satu pukulan telanjang, sisa prajurit Kiri yang bertahan kehilangan seluruh moral tempurnya. Mereka menjatuhkan senjata, berlutut, dan menyerah secara total kepada pasukan Gale!
Pertempuran Benteng Karang Hitam berakhir dalam waktu kurang dari lima belas menit berkat infiltrasi sempurna Divisi Armada Bayangan dan gempuran fisik brutal Divisi Garda Laut.
Kaku melayang turun dari menara pengawas menggunakan Geppo, mendarat tenang di samping Rian. "Menara komunikasi telah lumpuh permanen, Tuan Rian. Tidak ada satupun sinyal SOS yang terkirim ke markas besar Kirigakure. Operasi berjalan tanpa jejak."
Rian mengangguk pelan, menarik kembali Busoshoku Haki-nya. "Kerja bagus, Kaku."
Smoker dan Tashigi memimpin pasukan untuk menggeledah seluruh struktur Benteng Karang Hitam. Ini adalah benteng militer resmi; pasokan logistik dan kas perang di dalamnya jauh melebihi pampasan perang dari bajak laut biasa.
Satu jam kemudian, di aula utama benteng yang telah dikuasai, Tashigi membeberkan laporan hasil penjarahan dengan wajah berbinar-binar gembira di hadapan Rian, Izo, Paulie, dan yang lainnya.
"Tuan Rian! Ini adalah penjarahan terbesar yang pernah kita lakukan!" lapor Tashigi seraya membetulkan kacamatanya. "Di dalam brankas bawah tanah benteng, kami menemukan:
Uang Tunai Kas Militer: 50.000 Ryo murni!
Gulungan Jutsu Rahasia: 2 Gulungan tingkat Jonin (Suiton: Suirō no Jutsu / Water Prison dan Suiton: Suijinheki / Water Wall).
Logistik Senjata: 100 bilah Kunai, 200 Senbon, dan 30 peti amunisi mesiu bubuk!"
[SISTEM NOTIFIKASI: Transaksi & Pampasan Perang Besar]
Pemasukan Tunai: +50.000 Ryo.
Item Diperoleh: Gulungan Jutsu Water Prison (1), Gulungan Jutsu Water Wall (1), Kunai Standar (+100), Senbon (+200).
Pengurusan Total Kas Faksi: 225.400 Ryo + 50.000 Ryo \= 275.400 Ryo (Total Keseluruhan).
Rian menerima dua gulungan jutsu Suiton tersebut. Meskipun ia tidak memiliki jaringan chakra ninja untuk menggunakan jutsu tersebut secara langsung, gulungan ini bernilai strategis tinggi. Faksi Gale kelak bisa merekrut ninja lokal yang loyal untuk mempelajari teknik ini, atau menjualnya ke pialang pasar gelap tingkat tinggi dengan harga fantastis.
Rian menyimpan kedua gulungan tersebut ke dalam Inventory sistemnya.
Denting suara sistem yang luar biasa nyaring, bergema, dan memancarkan pendar emas virtual membahana di dalam pikiran Rian, menandakan penyelesaian misi skala gergasi ini secara mutlak!
[MISSION COMPLETED: Penumbangan Benteng Karang Hitam]
Tujuan Misi: Melumpuhkan pertahanan benteng, menguasai kas militer dan jutsu tanpa membiarkan sinyal SOS terkirim (Berhasil Sempurna).
Hadiah Diterima:
+1.000 System Point
+400 Public Reputation
+400 Underworld Reputation
+500 Military Reputation
Unlocked: Character Recruitment Ticket (Legendary/Epic) (1).
[ACHIEVEMENT UNLOCKED: Fortress Conqueror]
Menaklukkan benteng militer pesisir resmi dari desa ninja besar (Kirigakure) tanpa terdeteksi oleh radar intelijen pusat.
Reward: +500 System Point.
[ACHIEVEMENT UNLOCKED: Black Ops Perfection]
Menyelesaikan misi infiltrasi dan penyerangan skala besar dengan tingkat kebocoran informasi 0%.
Reward: +200 System Point.
Rian berdiri di tengah aula benteng yang hancur, memanggil antarmuka sistem di pandangan batinnya untuk mengalkulasi lonjakan poin yang luar biasa masif ini.
[Kalkulasi System Point:] 1.600 SP (sisa sebelumnya) + 1.000 SP (hadiah misi) + 500 SP (achievement 1) + 200 SP (achievement 2) \= 3.300 SP!
Rian menatap tiket perekrutan Legendary/Epic yang kini bersinar terang dengan aura merah keemasan di dalam kolom Inventory-nya. Ini adalah tiket rekrutmen tingkat tertinggi yang pernah ia peroleh—tiket yang sanggup mendatangkan karakter sekaliber Admiral, Yonko, atau legenda laut lainnya dari dunia One Piece!
Namun, dengan perhitungan Intelligence 14-nya, Rian memutuskan untuk tidak langsung menggunakan tiket tersebut di dalam benteng musuh. Perekrutan tingkat Legendary bisa memicu fluktuasi cuaca atau tekanan udara (Haki Raja) yang luar biasa dahsyat yang dapat menarik perhatian armada Kirigakure di luar jangkauan radar. Ia akan menggunakan tiket ini di tempat yang aman setelah armada kembali ke Pos Terdepan 2.
Rian memerintahkan Paulie dan Johnny untuk memasang bom waktu mesiu di beberapa pilar penyangga benteng pesisir tersebut.
"Kita tidak akan menduduki benteng ini," putus Rian dingin. "Menduduki benteng statis hanya akan membuat kita menjadi target artileri markas besar Kiri. Kita hancurkan pelabuhan ini menjadi debu, membiarkan Kirigakure menebak-nebak kekuatan hantu yang meluluhlantakkan perbatasan barat mereka."
"Siap, Boss!" seru Paulie.
Satu jam kemudian, armada faksi Gale memutar haluan dan berlayar kembali menuju kegelapan lautan lepas. Di belakang mereka, rentetan ledakan dahsyat meruntuhkan Benteng Karang Hitam Kirigakure, mengubur sisa-sisa pelabuhan militer itu ke dasar laut bersama misteri kejatuhannya.
Rian memanggil antarmuka status sistemnya secara menyeluruh untuk mengonfirmasi seluruh data, status finansial, inventaris, dan reputasinya yang terbarui secara mutlak, akurat, dan tanpa retcon sebelum fajar menyingsing.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
SYSTEM STATUS
Nama: Rian Usia: 20 Level: 1
Strength: 15 Speed: 15 Vitality: 12 Stamina: 12 Intelligence: 14
System Point: 3.300 SP Reputation:
Public Reputation: 1.900 (1.500 + 400 - Penakluk Laut Barat)
Underworld Reputation: 3.000 (2.600 + 400 - Mitos Bawah Tanah Tak Tertandingi)
Military Reputation: 1.700 (1.200 + 500 - Ancaman Kelas S bagi Militer Kirigakure)
Skills:
Rokushiki: Kami-e (Basic)
Rokushiki: Geppo (Basic)
Rokushiki: Tekkai (Basic)
Rokushiki: Soru (Basic)
Rokushiki: Rankyaku (Basic)
Rokushiki: Shigan (Basic)
Navigation (Basic)
Kenbunshoku Haki (Intermediate)
Busoshoku Haki (Basic)
Characters:
Johnny (Uncommon)
Smoker (Rare)
Tashigi (Rare)
Paulie (Rare)
Izo (Epic)
Kaku (Epic)
Inventory:
Basic Hunting Knife (1)
Kapak Besi Kecil (1)
Kompas Kuningan (1)
Tali Tambang Rami (Sisa 3 meter)
Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)
Jurnal Pelayaran Kuno (1)
Kantong Air Kulit (2 Liter)
Roti Gandum Kering (2)
Kunai Standar Kiri (145) (45 + 100 disita)
Senbon Konduktif/Biasa (278) (78 + 200 disita)
Ninjato Standar/Hunter-nin Kiri (30)
Parang Pemotong Kayu Tebal (5)
Kapak Ganda Bajak Laut (2)
Pedang Berantai Koga (1)
Gulungan Jutsu: Suiton: Suirō no Jutsu / Water Prison (1)
Gulungan Jutsu: Suiton: Suijinheki / Water Wall (1)
Gulungan Peta Rahasia Anbu Kiri (1)
Peta Patroli Perbatasan Timur Kirigakure (1)
Peta Lokasi Benteng Karang Hitam Kirigakure (1)
Topeng Porselen Anbu Terbelah (1)
Buku Catatan Pialang Es Hitam (1)
Den Den Mushi Pair (1 di Pos Hagi, 1 di Markas Pulau Ren)
Encrypted Den Den Mushi Sub-Station (1 di Gudang Hagi)
Den Den Mushi Fleet Broadcast Sub-Station (1 di Kabin Pos 2)
Dokumen Sewa Gudang Sektor Sekunder #08 (1)
Dokumen Kontrak Pengawalan Resmi Serikat Pedagang Bebas (1)
Heavy Marine Cannon Package (6 Units)
Blueprint: Seastone Coated Hull & Marine Sub-Keel (Applied)
Flintlock Musket & Precision Ammunition Package (20 Sets)
Marine Physical Training Manual (1)
Civilian Merchant Staff Package (3 Persons)
Advanced Weapon Forging Blueprint (Applied)
Chakra-Conductive Marine Cutlass (20)
Chakra-Penetrating Flintlock Ammunition (Sisa 298 Butir - 2 Ditembakkan)
Character Recruitment Ticket (Legendary/Epic) (1)
Uang Tunai: 275.400 Ryo (Total Keseluruhan Terpusat di Pos Hagi/Pulau Ren)
Kapal Sloop Bertiang Dua (1)
Kapal Perang Lautan Merah (1 - Flagship)
Kapal Perintis 01 / Eks-Anbu Cutter (1)
Achievement:
First Survival
World Discovery
Tactical Advantage
Civilized Footprint
Founder
Naval Dominance
Fleet Expansion
Martial Mastery
Shinobi Hunter
Commander Assembly
Marine Bureaucracy
Anbu Suppressor
Multi-Island Expansion
Master Shipwright
Underworld Merchant
Six Powers Initiate
Bloodline Protector
Ancient Material Collector
Merchant Escort Hegemony
Master of Escorts
Jonin Suppressor
Fleet Commander
Haki Dual Wielder
Dual-Front Strategist
Hunter-nin Hunter
Chakra Ore Acquisition
Master Arsenal Forger
Fortress Conqueror
Black Ops Perfection
Organization: Gale (Level 3 - Regional Maritime Power) Territory:
Markas Utama: Tebing Barat (Pulau Ren)
Pos Terdepan 2: Teluk Karang Hantu (Kepulauan Hagi)
Aset Bawah Tanah: Gudang Sektor Sekunder #08 (Kota Pelabuhan Hagi)
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Matahari pagi mulai merekah di ufuk timur, menyinari armada Gale yang berlayar menjauh dari perairan Karang Hitam. Dengan runtuhnya benteng barat, faksi Gale kini telah memutus salah satu urat nadi pertahanan utama Kirigakure. Rian berdiri di anjungan, menatap tiket Legendary/Epic di tangannya, siap memanggil sosok monster baru yang akan mengguncang keseimbangan kekuatan di dunia Shinobi.