NovelToon NovelToon
KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN VERSI ANDRI

KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN VERSI ANDRI

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:85.8k
Nilai: 5
Nama Author: Andiyas

Jika kebanyakan orang tua tidak ingin anaknya pacaran. Berbeda dengan orang tuaku. Aku dituduh menyimpang lantaran terlihat tidak pernah berdekatan dengan perempuan. Bahkan Papa sampai menjodohkan aku.

Aku pun pergi meninggalkan rumah demi menghindari perjodohan itu.

Tapi kemanapun aku pergi, Papa selalu menemukanku. Hingga aku menemukan sebuah kos-kosan sempit dan memutuskan tinggal di sana.

Aku pun mulai menjalani warna-warni kehidupan di kosan itu. Dan di sana pula aku bertemu dengan perempuan itu.

Di sarankan untuk membaca KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN yang versi Tisa terlebih dahulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andiyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Iklan Sampo

Saat keluar dari kamar Rohman, kami berpapasan dengan Yanto.

"Hai Ndri!" sapanya.

Make upnya kali ini lebih tebal daripada yang kemarin. Aku hanya mengangguk tersenyum kaku.

"Jangan terlalu ramah sama dia Ndri. Ntar kamu dipatok beneran lho sama Yanto!" bisik Romi lengkap dengan kuahnya.

"Kuahnya jangan ikutan dong!" Aku segera mengusap telingaku yang tiba-tiba mendapat semburan mantra.

"Hai Man, ada yang pesan aku lagi nggak?" tanya Yanto yang bisa kami dengar karena pintu kamar Rohman tidak tertutup.

"Tadinya sih ada, tapi dicancel!" jawab Rohman.

Kami jelas curi-curi dengar dan masih tak beranjak dari depan kamar Rohman.

"Kenapa?"

"Mungkin dia udah nggak suka lubang kerut lagi kali!" seloroh Rohman terkekeh.

Aku dan Romi hampir saja keceplosan tertawa dan segera pergi dari sana.

_________

Sudah enam hari aku tinggal di kosan Romi ini.

Sudah enam hari pula aku melamar kerja dimana-mana, tapi tidak ada satu perusahaan pun yang mau menerimaku.

Aku tahu, ini pasti ada yang nggak beres. Ini pasti ada campur tangan Papa. Dia pasti mem-blacklist diriku agar tidak diterima di perusahaan manapun.

Ini nggak bisa dibiarin, nggak adil namanya. Aku harus bicara ke Papa.

Di hari libur yang masih jam delapan pagi ini, aku sudah ditinggal sendirian karena Romi pergi dengan pacarnya.

Gabut melanda. Aku membuka jendela kamar Romi.

Terlihat dibawah sana sekelompok penghuni cewek melakukan aktivitas senam kembali.

Aku mengernyit saat menemukan satu cewek yang agak beda dari yang lain.

Aku terkekeh saat mengenali itu adalah Yanto.

Parahnya, dia yang menjadi pemandu senam.

Celana legging yang dia kenakan dipadukan dengan rok mini. Sepertinya itu untuk menutupi Pitung miliknya.

Dia sedikit bergoyang dan sesekali melompat. Dan terlihatlah sesuatu yang coba ia sembunyikan.

Dia yang begitu kenapa aku yang jadi malu?!

"Andri! Jangan cuma liat dari atas! Turun dong!" tiba-tiba Yanto melihat ke atas dan berteriak.

Buru-buru aku menutup jendela. Perut yang lapar membuatku harus ke dapur.

Aku memasak mie yang kemarin kubeli. Ada Yogi juga di sana.

Dia menatapku sebentar, lalu kembali menatap ke arah mangkuknya.

Menurut cerita Romi, Yogi tipe orang yang tidak terlalu suka dengan orang baru. Itu adalah pengalaman Romi. Jadi sebaiknya aku makan di kamar saja.

"Mau kemana?" tanya Yogi saat aku akan keluar dari dapur setelah membuat mie.

"Mau ke kamar," jawabku singkat.

"Makan di sini aja, biar enak ada temannya!"

Kupikir dia yang diam saja karena tak ingin orang lain makan bareng sama dia. Aku pun makan di dapur dalam diam.

"Kerja apa kuliah?" tanyanya memecah keheningan.

"Lagi cari kerja," jawabku singkat.

Tak ingin berlama-lama di dapur, aku langsung keluar setelah selesai makan.

Penasaran dengan tangga yang menuju ke atas, aku akhirnya menaiki tangga itu.

Ternyata ini adalah atap yang juga berfungsi sebagai tempat jemuran. Ada juga tempat duduk santai di sini.

Dari sini aku bisa melihat lalu lalang motor dan mobil.

Aku mengeluarkan hpku dan menelfon Papa. Tapi nggak diangkat. Tak selang berapa lama, pesan masuk ke hpku.

[ Papa sibuk. Nggak punya waktu untuk anak yang katanya sudah dewasa! Gimana, udah dapat kerja belum? ]

Gimana mau dapat kerja kalau aku udah diblacklist olehmu Pa?!

Sepertinya aku nggak bisa ngomong lewat telfon. Karena nyatanya Papa tidak berniat menjawab telfon dariku.

[ Andri mau ngobrol sesuatu sama Papa. Kalau ada waktu, segera kabari. ] Kukirimkan pesan itu ke Papa.

Aku menoleh saat mendengar langkah kaki yang sedang naik kesini. Ternyata itu Yogi.

"Mau rokok?" tawarnya menyodorkan bungkus rokok padaku.

"Aku tidak merokok," tolakku.

Yogi mengangguk dan memasukkan bungkus rokok itu ke sakunya.

Kemudian membakar rokok yang ada di tangannya dan menghembuskan asapnya ke udara. Tinggi badan kami sama.

Aku menunggu balasan pesan dari Papa yang tak kunjung datang. Setelah beberapa lama, terdengar nada dering pesan.

[ Besok siang, temui Papa di kafe dekat kantor! ]

Aku menghela nafas panjang setelah membaca pesan itu.

"Aku turun duluan ya!" Aku pun meninggalkan Yogi yang masih belum selesai merokok.

Saat di tangga, aku berpapasan dengan Yanto. Dia terlihat mengeluarkan bungkus rokok dari saku roknya.

Kupikir dia nggak merokok karena udah berubah jadi Yanti.

"Eh ganteng! Kok udah turun aja? Padahal baru mau aku susulin!" ujarnya dengan suara khas kodok kejepit. "Temenin Yanti ngerokok dulu yuk!"

"Maaf nih, kebelet BAB aku!" jawabku beralasan. "Di atap ada Yogi kok!"

Raut wajahnya berubah ketika mendengar nama Yogi. "Kalau gitu aku ke atas dulu ya ganteng. Sering-seringlah main ke kamar aku. Buka dua puluh empat jam kok!" Yanto mengerling dan berlalu.

Aku bergidik dan segera turun ke lantai satu.

Niatnya aku ingin keluar cari angin, eh malah dicegat segerombolan murid dadakan.

"Mau kemana?" tanya Ita dengan senyum lebar.

"Mau cari angin!" jawabku pendek.

"Ngapain angin dicari Ndri. Mending nyari Ita aja!" ujarnya mengedipkan satu matanya.

"Eh? Kok kamu tahu namaku? Perasaan aku belum sempat kasih tahu namaku waktu itu?"

"Oh, kalau nama kamu sih, semua cewek yang tinggal sini pada tahu nama kamu!" seru Ita.

"Tau darimana?"

"Dari Yanti!"

Aku menghela nafas, mendongak ke atap. Dimana ada Yanto yang sedang melambaikan tangannya padaku.

Saat aku akan melipir pergi meninggalkan Ita, ia segera memepetku lagi.

"Mau kemana sih Ndri. Di sini aja, ikut kita senam! Iya nggak teman-teman?" sontak semua perempuan di sana berseru setuju.

"Yuk Ndri ikut kita senam!" Ita tiba-tiba mengait lenganku dan menempelkan dadanya. Sepertinya dia sengaja menempelkannya di lenganku.

Aku segera melepaskan tangannya karena risih.

"Besok-besok aja ya!!" tolakku cepat.

Beruntung Romi dan pacarnya datang tepat waktu.

"Hemh! Bau apa ini ya?" ujar Sela, pacar Romi ketika melewati Ita.

"Oh iya, aku tahu! Bau ketidaklakuan! Makanya dia sering goda pacar orang!"

"Heh! Maksud kamu apa?" sungut Ita tidak terima.

Ini bau-baunya mau ada iklan sampo nih!

"Memangnya apa lagi julukan untuk orang yang suka goda pacar orang?!" seru Sela menantang. "Nggak la-ku! Atau ga-tel?"

"Heh! Dada tepos kurang ajar! Berani kamu ya!"

"Masih mending dada tepos! Daripada gede tapi boongan?! Ups!" Sela pura-pura menutup mulutnya.

"Apa kamu bilang?! Enak aja, ini asli ya! Bukan sumpelan!" sanggah Ita tak mau kalah.

"Emang tadi aku ada bilang sumpelan ya? Ah, keceplosan rupanya dia!" Sela tertawa sinis.

"Dasar tepos! Sini kamu!" Ita menjambak rambut Sela. Dan Sela pun juga tak mau kalah.

Dan iklan sampo pun di mulai. Mereka saling menunjukkan rambut siapa yang paling kuat.

1
Kuma Bear
Luar biasa
Widodo Wilujeng
Setelah 2 minggu Tisa dirawat di rumah sakit, akhirnya diijinkan pulang oleh dokter.


satu bulan kemudian , acara resepsi pernikahan Andri dan Tisa pun digelar.. dan author pun datang ke undangan tsb menggandeng IBU KOS 😆😆😆😆
Widodo Wilujeng
Andri bego bgt sih.. kan dia udah booking cafe.. harusnya Tisa ditarik aja ke Kafe..
Ovira
nga dilanjutin sampai tisa dan Andri punya anak kak
Andiyas: nggak kak😁🙏 terimakasih sudah baca sampai tamat ya kak❤️❤️
total 1 replies
eL cHia
loh mendadak tamat kakk 😭
Andiyas: iya kak😁 makasih udah setia baca sampai akhir ya😍❤️ tak tamatin biar g muter-muter seperti para pembaca kak😁 makasih banyak udah setia baca ya kak😘❤️
total 1 replies
eL cHia
makasih totor sudah rajin update nya 😍😍
Andiyas: makasih juga udah setia baca ya kak❤️❤️😍
total 1 replies
Malihatul Hn
muter2 ceritanya
Andiyas: iya nih. yg nulis g becus. Mana nunggak berbulan-bulan lagi.
total 1 replies
eL cHia
masih setia disini 🥰
eL cHia
wahh andri ditungguin baru muncul nih
Andiyas: maaf Krn udah tidak bertanggung jawab sempat menelantarkan ya kak😟🙏🙏 terimakasih masih setia baca❤️❤️❤️
total 1 replies
Andi Sary Nova
semoga Tdk gegantung ky jemuran yg Tdk diangkat dihujani akhirx lumutan🤭🤪🤪🤪
Andi Sary Nova
kok nggk ada kelanjutanx lg jgn ngegantung dong ky jemuran yg terlupakan🤭🤪🤪🤪
Andiyas: 😁 maapken otor yg ecek-ecek ini. insyaallah nanti lanjut😁😁 makasih ya, usah mau mampir❤️❤️❤️
total 1 replies
Winarsih
lah kok gak lanjut
Salmah Hermansyah
lah, jadi berpisah dong Romi sama si Andri
Andiyas: Mak, aku NT-ku sedang tidak baik-baik saja 😭 ikon rekamanku bilang. gimana mau duber ini😭

makasih udah mampir ya Mak❤️
total 1 replies
Salmah Hermansyah
baru bab awal dah ngakak Ama kelakuannya si Romi yang bikin pada salah paham, ngakak baca pas dagunya dipegang. kebayang banget.astsga
Andiyas: makasih udah mampir Mak❤️❤️❤️😘😍 malu aku 🙈
total 1 replies
Salmah Hermansyah
cerita yang bikin ngakak, sedih baca ini ceria kembali. author nya keren banget. semangat Thor.
Malihatul Hn
muter 2ceritanya
Deddy Kurniadi
macet ceritanya
eL cHia
nakal bangettt ndri ndriii sumpah gemas
eL cHia
iseng banget andri sumpah
eL cHia
mulai seru mulai dari sini hihihi
Andiyas: terimakasih udah selalu mengikuti ya kak❤️❤️😚
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!