NovelToon NovelToon
Love, Kisah Manis Anya

Love, Kisah Manis Anya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Eureka Irene

Anya gadis muda 18 tahun harus mengahadapi kenyataan pahit saat Pria yang selama ini disukainya dijodohkan dengan kakak Anya, Joana. Anya berusaha untuk menghalanginya namun dia masalah diasingkan oleh Ayahnya. Anya yang patah hati akhirnya berusaha melepaskan perasaanya dan fokus akan study nya. 4 tahun berlalu saat kelulusan Anya, Edgae yang selama ini Alya coba melupakan malah datang membawa seikat bunga. apakah dia datang sebagai kakak Ipar atau ada hal lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eureka Irene, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penghujung Babak dan Janji di Balik Tirai

Waktu satu bulan di Jakarta berlalu seperti putaran roda mesin cetak digital yang tidak pernah berhenti. Proyek rebranding visual untuk Baskoro Logistic tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga meraih kesuksesan besar saat diluncurkan di hadapan asosiasi logistik nasional. Jajaran Dewan Komisaris yang dulu sempat meragukan kapasitas tim mahasiswa dari Surabaya, kini hanya bisa menjabat tangan Anya dengan senyum ramah yang penuh rasa segan.

Di tengah kesibukan profesional itu, pemulihan kesehatan Papa Bramantyo di rumah juga menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Kehadiran Anya setiap sore di kamar perawatan, menyuapinya bubur hangat atau sekadar membacakan berita ekonomi, terbukti menjadi obat paling mujarab yang mengembalikan semangat hidup pria paruh baya tersebut. Hubungan Anya dengan Mama dan Joana pun telah kembali erat, menyisakan kehangatan keluarga yang utuh tanpa ada lagi bayang-bayang masa lalu yang kelam.

Namun, kontrak kerja sama satu bulan itu akhirnya menemui batas akhirnya. Tim DKV Surabaya harus segera kembali ke kota pahlawan untuk menyelesaikan ujian akhir semester dan mempersiapkan sidang skripsi kilat mereka.

Malam terakhir sebelum keberangkatan tim kembali ke Surabaya, udara Jakarta terasa begitu sejuk setelah diguyur hujan gerimis tipis sejak sore. Anya berdiri sendirian di balkon kamar suite hotel bintang limanya, memandangi kerlap-kerlip lampu jalanan Sudirman yang padat dari ketinggian lantai dua puluh.

Dia mengenakan gaun tidur satin tipis berwarna putih tulang dengan potongan tali bahu yang feminin, dipadukan dengan outer rajut panjang yang longgar. Rambut panjang lurusnya yang hitam legam dibiarkan tergerai menembus embusan angin malam. Di usianya yang kini menginjak sembilan belas tahun, siluet tubuh proporsionalnya dengan tinggi 165 cm dan berat 55 kg memancarkan pesona wanita dewasa yang sangat menawan, seksi, sekaligus anggun.

Kring.

Bunyi bel pintu kamar suite-nya berbunyi pelan. Anya menoleh, mengira itu adalah Ririn yang ingin meminjam sikat gigi atau merapikan berkas bagasi terakhir. Dia melangkah anggun membuka pintu kayu kokoh tersebut.

Begitu pintu terbuka, sosok tegap Edgard Baskoro sudah berdiri di sana.

Pria dengan struktur wajah setegas aktor dunia dan berahang kokoh mirip Daniel Henney itu telah melepaskan jas formalnya. Dia hanya mengenakan kemeja rajut hitam dengan potongan leher tinggi (turtle neck) yang membingkai bentuk tubuh atletisnya dengan sempurna, membuat kulit wajahnya yang putih bersih tampak semakin cerah. Tatapan mata elangnya yang tajam langsung mengunci pandangannya pada Anya dengan sorot mata yang sarat akan kehangatan, kerinduan, dan kelembutan yang teramat dalam.

"Kak Edgard...?" bisik Anya, suaranya mengalun bariton, tenang, namun terdengar sangat lembut di antara keheningan lorong hotel yang sepi. "Ada apa datang larut malam begini? Bukankah besok pagi Kakak ada jadwal rapat pemegang saham utama di kantor pusat?"

Edgard tidak langsung menjawab. Dia melangkah maju satu langkah, memotong jarak di antara mereka hingga aroma maskulin yang khas bercampur wangi kopi premium dari tubuh tegapnya seketika memenuhi indra penciuman Anya, memicu debaran hangat yang menyenangkan di ulu dada wanita itu.

"Saya tahu kamu akan berangkat kembali ke Surabaya besok sore, Anya," ucap Edgard dengan suara baritonnya yang berat, terdengar begitu serak dan bergetar tulus. Dia mengulurkan tangan kanannya, mengusap helai rambut panjang lurus Anya yang jatuh di dekat leher jenjangnya dengan gerakan yang teramat pelan. "Dan saya menyadari... satu bulan di Jakarta ini berjalan terlalu cepat. Saya belum puas melihat senyumanmu setiap pagi di koridor kantor."

Anya tertegun sejenak, wajah cantiknya merona merah samar di bawah bias lampu koridor hotel yang remang-temaram. Perisai es di hatinya kini benar-benar telah mencair tanpa sisa, digantikan oleh rasa suka yang dulu pernah dia miliki, namun kini tumbuh dengan cara yang jauh lebih matang dan berkelas.

"Anya harus menyelesaikan sidang skripsi kilat di kampus, Kak," jawab Anya dengan senyum tipis yang teramat manis. "Hanya tinggal beberapa bulan lagi sebelum hari kelulusan wisuda tiba. Anya harus fokus."

Edgard menatap lekat-lekat sepasang mata indah Anya, lalu perlahan menarik tubuh proporsional wanita itu ke dalam pelukan hangat dan protektifnya. Dia mendekap tubuh Anya erat-erat di dadanya, menenggelamkan wajah tampannya di antara rambut panjang Anya yang harum bunga lili.

"Pergilah ke Surabaya, selesaikan tugas akademismu dengan baik di sana, Anya," bisik Edgard dengan nada suara yang teramat dalam dan penuh penekanan yang mutlak di samping telinga Anya. "Fokuslah pada hari kelulusanmu. Tapi saya meminta satu janji darimu malam ini... berikan saya hak protokoler untuk menjadi pria pertama yang berdiri di depan gerbang gedung wisudamu nanti, membawa buket bunga terbaik, bukan sebagai klien atau mitra bisnis Papamu, melainkan sebagai seorang pria yang siap memperjuangkan cintanya kepadamu secara resmi di hadapan seluruh dunia."

Mendengar janji dan pernyataan cinta yang begitu megah dan tulus dari seorang CEO utama Baskoro Group itu, Anya memejamkan mata indahnya dengan rasa bahagia yang membuncah di dalam dadanya. Dia melingkarkan kedua tangan lentiknya di pinggang tegap Edgard, bersandar nyaman pada dada bidang pria itu seolah telah menemukan tempat pulang yang sesungguhnya.

"Iya, Kak Edgard... Anya janji," bisik Anya lirih namun teramat manis, mengunci takdir baru mereka di balik tirai malam kota Jakarta.

1
Adinda
visualnya bule thor
Alia Chans
Jadi ingat lirik sebuah lagu nih thor🤭🤭
Irene: 😍🤭🤭 judulnya apa ya?
total 1 replies
Skyline Scribe
mampir kak
semangat nulisnya 💪
Irene: Terimakasih kak 😍
total 1 replies
Irene
😍😍😍
Irene
Semangat Anya😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!