NovelToon NovelToon
Secret Wife

Secret Wife

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reinata Ramadani

Ashilla tidak pernah menyangka jika di hari itu ia harus merelakan masa lajangnya, menikah dengan sosok yang tidak pernah ia kenal sebelumnya hanya karena ancaman dari sang paman yang akan menghentikan pengobatan adiknya yang tengah berjuang dalam masa kritisnya.

Hidupnya hancur, semakin hancur ketika ia mengetahui fakta sebenarnya mengenai alasan mengapa laki-laki itu memilih menikahinya.

Mampukah Ashilla menjalani biduk rumah tangga yang jelas-jelas tidak ada kata cinta didalamnya?

IG : reinata_ramadani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reinata Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Patah

°°°~Happy Reading~°°°

Lelah menunggu suaminya pulang bekerja, Shilla tak sengaja tertidur dengan layar televisi yang masih menyala mengisi keheningan kamarnya.

Dirasakannya sebuah benda kenyal kini bergerak menyusuri wajahnya. Shilla terusik. Perempuan itu menggeliat merasakan geli saat benda itu semakin merayap menyusuri leher jenjangnya.

Hangat hembusan nafas itu bahkan menari-nari di atas permukaan kulitnya, membuat Shilla semakin terusik.

Perlahan ia membuka kelopak matanya. Shilla menyipit. Lampu kamar yang dibiarkan menyala terang membuatnya sulit mengenali sosok yang kini tengah menindih tubuhnya tanpa permisi.

"Mas..." Lenguhnya saat menyadari jika suaminya lah yang kini berhasil mengusik tidur lelapnya.

"Akhirnya kau bangun juga," ucap Damian kemudian kembali melanjutkan aktifitasnya.

Shilla mulai menggeliat tak tenang, sentuhan itu benar-benar membuatnya tak mampu mengendalikan tubuh juga akal sehatnya.

"Mas... ."

"Aku menginginkanmu, Shilla."

Dan malam panas itupun kembali terulang, keduanya kembali terbuai dalam kenikmatan surga dunia yang mereka ciptakan.

Shilla terbangun tepat saat kumandang adzan subuh mengalun di kejauhan. Perempuan itu menatap sekeliling kamarnya. Shilla menghela nafas dalam. Lagi-lagi ia tak mendapati keberadaan suaminya untuk kedua kalinya.

Bohong jika Shilla berkata jika ia baik-baik saja. Faktanya, perempuan itu merasa sakit saat lagi-lagi tak mendapati keberadaan suaminya meski semalam mereka menghabiskan waktu bersama dalam buaian kehangatan.

Seusai menyelesaikan kewajibannya, Shilla lantas turun menyusul bi Asih yang tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi.

"Biar saya bantu, Bi..." Shilla mengambil alih pisau yang di genggam bi Asih, membuat bi Asih sontak saja terperanjat saat pisau ditangannya tiba-tiba sudah berpindah tangan.

"Eh, tidak usah Non. Biar saya saja..." tolaknya berusaha merampas pisau itu kembali. Namun Shilla terlalu keras kepala, perempuan itu tetap keukeh ingin membantu.

"Tidak apa, Bi..." keukeh Shilla.

"Nona istirahat saja, biar bibi saja yang menyelesaikannya..." Bi Asih berusaha membujuk Shilla agar perempuan itu kembali saja ke kamarnya. Mungkin saja Shilla butuh waktu istirahat lebih melihat wajahnya yang kini terlihat memucat dengan lingkar mata yang tampak menghitam.

"Tidak apa-apa bi. Lagi pula saya bosan jika harus tiduran terus..." sahutnya diiringi dengan kekehan kecil di akhir kalimatnya.

"Nona ada-ada saja. Masa tidur saja bosan, hahaha..." Bi Asih ikut tergelak mendengar candaan dari nona mudanya itu.

"Eummm, mas Damian-- sudah pergi bekerja, Bi?" Nada bicaranya berubah getir, wajahnya kembali sendu mengingat sang suami yang selalu saja mencampakkannya di pagi hari.

"Sudah nona, tadi pagi-pagi sekali tuan Damian dijemput tuan Carl... ."

Shilla mengangguk kecil. Ia tahu, pembantu suaminya itu tengah berbohong. Mungkin saja demi menjaga hatinya yang mungkin akan patah karena diperlakukan bagai wanita bayaran, ditinggalkan setelah memberikan kepuasan.

Sebelum turun ke lantai bawah pun Shilla melihat dengan jelas jika suaminya itu baru saja pergi dengan di jemput asisten pribadinya.

Shilla tau segalanya. Namun perempuan itu memilih diam. Diam dalam kubangan kesakitan.

"Nona yang sabar ya menghadapi tuan Damian. Sebenarnya tuan Damian itu orangnya baik, hanya pembawaannya saja yang terkesan dingin," sahut bi Asih tiba-tiba seolah mengerti bagaimana sakit hatinya Shilla saat ini.

Shilla mengangguk seraya mengembangkan senyum tipisnya, perhatian kecil dari bi Asih benar-benar mampu menghangatkan hatinya.

"Bibi sudah lama bekerja dengan mas Damian?"

"Iya nona, mungkin ada sekitar 15 tahun, sejak tuan Damian masih tinggal dengan orang tuanya. Saat tuan Damian memutuskan ingin tinggal sendiri 5 tahun lalu, nyonya Atalia lalu menugaskan saya di kediaman tuan Damian."

Mendadak Shilla terdiam, kepalanya kini tertunduk dengan wajah sendunya. Pikiran buruk itupun semakin menjalar merasuki hatinya. Bagaimanapun, ini hanyalah pernikahan kontrak, bagaimana bisa laki-laki itu akan memperkenalkan dirinya pada kedua orangtuanya.

Rasanya itu tidak mungkin.

Setelah melahirkan anaknya pun, mungkin ia akan langsung di buang bagai seonggok sampah yang tak lagi berguna. Di tinggalkan sendiri dalam kesunyian dan rasa sepi yang kian menyiksa batinnya.

Apa ia akan mampu melewati masa-masa itu dalam hidupnya?

🍁🍁🍁

Annyeong Chingu

Happy Reading

Saranghaja 💕💕💕

1
Anonim
❤️❤️
Anonim
❤️❤️❤️
Rut Lamrorejeki
😑
Rut Lamrorejeki
aku baca sampai akhir, tapi ga dapat apa-apa😑
sugiarti dra
/Smile/
Alexa Juliana
Usia Danish tepat menginjak 2 tahun dan sekarang ulang tahun pertamanya, bingung Thor...
Alexa Juliana
Kenapa juga Shila lagi yg hrs mengalami mual² knp g Damien aja sih biar dia merasakan betapa menyiksanya morning sickness itu
Alexa Juliana
Kirain Danish msh 5 bulanan ternyata sdh mau 9 bulan...
Alexa Juliana
Danish tantrum krn mau punya adik
Alexa Juliana
Shila sakit krn sedang menampung kecebong yg kau tumpahkan di rahimnya Damien..
Alexa Juliana
Semoga Shilla hamil lagi
Alexa Juliana
Horeeee ternyata diam² papa Marteen sdh tau klo Shilla adalah menantunya, papa emng baik, gercep ga seperti anakmu yg ogeb itu menerima laporan org suruhannya secara sepihak tanpa croscheck lagi
Alexa Juliana
Klo bisa pengen banget getok kepalanya si Damien..bukannya mencari info yg benar, malah ttp memupuk kebencian dan kecewa pd Shila pdhl Shila g spt yg dia tuduhkan
Alexa Juliana
Coba kalau Shila paka cadar jd Damien g akan melihat wajahnya..Duh takutnya Shila diusir oleh Damian
Alexa Juliana
Harusnya kau tdk mendengar laporan dr org yg kau suruh memantau Shila Damien, tp tanyakan juga kpd dokter yg merawatnya knp Shila menghentikan pengobatan pd adiknya..
Alexa Juliana
Alhamdulillah..Shilla diketemukan oleh ibu mertuanya...
Alexa Juliana
Semoga kedua orang tua Damien org yg baik, shg mrk nantinya yg akan membawa Shila ke mansion utama sbg menantu di klrg itu.
Alexa Juliana
Semoga nanti bayinya g mau minum sufor krn alergi dgn berbagai macam sufor biar s Damien tau rasa..
Alexa Juliana
Si bayi sdh punya rasa klo dia sebentar lagi akan dipisahkan dr ibunya makanya nangis kejer, mungkin sbg protes klo dia ga mau berpisah..
Alexa Juliana
Dasar ga punya hati kau Damian memisahkan anak dr ibunya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!