NovelToon NovelToon
Gadis Polos Salah Server

Gadis Polos Salah Server

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cintapertama / Ketos
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Sandhyaruntala

Kanaya Adistia adalah seorang gadis desa yang super polos, lugu, dan selalu melihat dunia dengan penuh prasangka baik. hidup seorang diri di sebuah rumah tua dan tidak layak di tinggali, ayah dan ibunya telah lama meninggal dan keluarga yang lain tidak ada yang mau menampungnya. Namun, sebuah kecelakaan aneh membuat jiwanya terbangun di dalam tubuh Anaya Alysha Wicaksono, seorang siswi SMA kota yang terkenal nakal, pemberontak, dan sering membuat masalah. Di rumah, Anaya asli dikenal sebagai gadis yang sangat dingin, tertutup, dan enggan berinteraksi dengan keluarganya sendiri. Ia selalu mengurung diri di kamar, menghindari obrolan di meja makan, dan sengaja membangun benteng pembatas yang tinggi dengan orang tua serta kakaknya. Karena nama panggilan mereka sama-sama Naya, orang-orang di sekitar Anaya tidak menyadari bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah tertukar. Lalu bagaimana kelanjutan kehidupan Kanaya Adistia setelah bertransmigrasi ke tubuh Anaya Alysa Wicaksono? Yukkk lanjut baca novelnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: SEKOLAH

Pagi hari di kediaman mewah keluarga Wicaksono. Seorang gadis imut sedang mematut dirinya di depan cermin besar.

“Naya cantik,” ucapnya pelan lalu terkekeh sendiri.

Anaya begitu antusias karena ini adalah hari pertama ia masuk sekolah. Ia sengaja bangun pagi-pagi sekali untuk bersiap. Setelah rapi, tampilannya terlihat sangat polos namun tetap memikat. Ia hanya memakai bedak bayi dan sedikit pelembap agar bibirnya tidak kering.

Anaya kemudian turun dengan menggendong tas ransel di punggungnya. Ia menuruni anak tangga sambil bersenandung riang.

“Na na na na naaa, la la la la,” celotehnya lucu.

Para pelayan yang melihat tingkahnya pun terkekeh geli, lalu menyapa nona muda mereka. “Selamat pagi, Nona.”

“Halo Kakak-Kakak, selamat pagi!” sapanya balik dengan melambaikan tangan.

“Kakak lihat Mommy dan Daddy Naya tidak?” tanya Naya sambil memiringkan kepalanya.

Para pelayan memekik tertahan di dalam hati melihat keimutan nona mudanya. 'Ah, berkah pagi hari bisa melihat yang menggemaskan seperti ini,' batin mereka kompak.

“Ada di ruang makan, Nona,” ucap salah satu pelayan ramah.

Dengan senyum manis, Anaya mengangguk pelan.

“Oteyy, Kakak maid. Terima kasih, ya. Naya mau ke Mommy dan Daddy dulu. Papay!” ucap Anaya riang.

Di meja makan, Hendra, Siska, dan Arka sudah berkumpul. Dari kejauhan, Anaya yang melihat orang tua dan kakaknya langsung berteriak riang.

“Pagi Mommy, Daddy, dan Abang!”

“Jangan berteriak, Princess. Nanti tenggorokanmu sakit,” ujar Hendra mengingatkan dengan lembut.

“Upsss, iya Daddy,” jawabnya sambil terkekeh

Melihat tingkah putrinya, Siska hanya mampu menggelengkan kepala sambil tersenyum.

“Mommy, Daddy, Abang, look! Naya cantik, kan, pakai seragam sekolah? Mirip seperti Abang,” ucapnya bangga pamer seragam baru.

“Tas kelinci Naya juga lucu , Naya sukaa!” Ia memutar tubuhnya, memamerkan tas ransel berwujud kelinci dengan dua telinga panjang di bagian atasnya.

“Iya, cantik sekali,” ucap Daddy, Mommy, dan kakaknya bersamaan. Hal itu membuat Anaya terkejut hingga matanya membulat sempurna karena kompaknya jawaban mereka.

Setelah selesai sarapan, Anaya yang awalnya ingin berangkat bersama Arka menggunakan motor langsung mendapat larangan keras.

“Tidak, Princess. Kamu berangkat bersama Daddy atau tidak usah sekolah sama sekali,” ucap Hendra tegas.

Mendengar penolakan yang begitu mutlak, Anaya yang berhati lembut langsung berkaca-kaca. Mata bulatnya yang jernih mulai digenangi air mata, siap untuk tumpah kapan saja.

Melihat reaksi putrinya, Hendra seketika merasa bersalah karena sudah berbicara dengan nada agak tinggi akibat rasa khawatir yang berlebih.

“Maafkan Daddy, Princess. Ayo kita berangkat. Naya ikut Daddy naik mobil, ya?” bujuk Hendra dengan suara melunak.

Dengan agak enggan, akhirnya Anaya pasrah.

“Mmm, iya,” jawabnya pelan sambil

menggandeng tangan sang ayah.

Sebelum melangkah pergi, Naya menyempatkan diri untuk menyalami dan mencium pipi ibunya.

“papay Mommy, Naya sekolah dulu,” ucapnya sembari melambaikan tangan mungilnya.

“Hati-hati, Sayang. Daddy, bawa mobilnya jangan ngebut, ya,” peringat Siska. Hendra kemudian mencium kening istrinya itu sebelum melangkah keluar menuju garasi bersama putri kecilnya.

...****************...

Setelah 45 menit perjalanan, mobil mewah itu akhirnya tiba di depan gerbang Pradipta International High School (PIHS).

Para siswa dan siswi yang masih berada di area parkir menatap penuh tanya pada mobil mewah asing yang memasuki pekarangan sekolah elite tersebut.

“Murid baru, ya?” tanya seorang siswa.

“Kayaknya sih iya. Gue belum pernah lihat

mobil mewah itu di sini,” sahut temannya.

“Semoga saja cewek cantik,” harap siswa yang lain.

Di sudut lain parkiran, geng motor most wanted sekolah masih setia duduk di atas kendaraan mereka. Mata mereka langsung tertuju pada mobil yang sangat mereka kenali.

“Wah, dedek gemas gue akhirnya sekolah juga! Kangen banget gue,” celetuk Reno antusias.

“Diam lo, Buaya! Nggak tahu malu banget segala degem pake diincer,” cibir Gavin ketus.

Sementara itu, Devan masih setia menatap tajam ke arah pintu mobil yang mulai terbuka. Tatapan matanya seolah enggan berpaling sedikit pun.

Dengan gerakan lambat bagaikan slowmotion, Anaya keluar dari mobil lalu langsung tersenyum riang begitu menghirup udara luar.

“Daddy lihat, sekolahnya bagus sekali!” celotehnya takjub.

Beberapa siswi yang melihatnya langsung memekik menahan gemas, namun ada juga yang menatap sinis karena iri melihat kecantikan natural dan keimutan yang dimiliki Anaya.

Anaya yang melihat kakak laki-lakinya sedang berdiri menunggunya langsung berlari kecil. Pipi tembamnya bergoyang lucu seiring langkah kakinya, membuat rambut cokelat panjang yang digerai indah itu melambai tertiup angin.

Bagaikan terhipnotis, hampir semua pasang mata di parkiran kini tertuju pada sosok imut tersebut.

“Abaaangggg!” teriaknya riang sambil merentangkan kedua tangan.

Hap!

Arka dengan sigap menangkap tubuh adiknya ke dalam pelukan. Hendra yang melihat tingkah putri bungsunya hanya bisa tersenyum geleng-geleng kepala melihat perubahan sikap Anaya yang kini jauh lebih ceria.

“Kenapa harus lari-lari, hmm?” tanya Arka lembut sambil merapikan poni sang adik yang sedikit berantakan.

Para siswi di sekitar mereka seketika melongo. Mereka syok melihat kapten basket yang terkenal dingin bisa berbicara dengan nada selembut itu pada seorang perempuan. Pikiran mereka dipenuhi tanda tanya besar: siapa bocah imut itu? Mengapa ia sama sekali tidak takut di kelilingi most wanted sekolah yang terkenal dingin dan eerrrr menakutkan? Pikirnya.

“Gila, cantiknya alami banget. Fix, posisi primadona sekolah bisa tergeser kalau begini,” bisik salah seorang murid.

“Tapi tunggu, itu mirip Anaya Alysha bukan sih” bisik seorang siswi

“Lah iya anjir, itu emang Anaya Asylha yang pendiam dan dingin itu. Gilaaa jadi imut banget” heboh siswa lainnya. Mendengar banyaknya pujian salah satu siswi berkata

“Alah paling juga caper itu” ketus siswi itu sambil berlalu dan mendapatkan sorakan dari yang lain.

Sedangkan di sisi anaya, Hendra mendekat lalu mengusap kepala Anaya. “Sayang, ayo kita ke ruangan kepala sekolah dulu untuk mengurus administrasimu.”

“Oteyy daddy go go..!” Serua Anaya semangat lalu melambaikan tangan ke arah abang dan kawan-kawannya “papay abang nay pergi duluu! Ucapnya riang sambil melambaikan tangan brutal.

...****************...

Sesampainya di ruang kepala sekolah, sang kepala sekolah sukses dibuat kaget setengah mati. Anaya, yang biasanya dicap sebagai murid nakal, pemberontak, dan kerap melanggar aturan, tiba-tiba masuk dengan penampilan yang sangat rapi. Gadis itu melangkah sopan, membungkuk hormat, bahkan menyapa dengan tutur bahasa yang amat santun. Pembawaannya yang ceria dan hangat benar-benar bertolak belakang dengan sifat ketus Anaya yang dulu.

Kepala sekolah sempat tertegun sesaat sebelum menjabat tangan Hendra dengan canggung. Setelah mereka berbincang mengenai administrasi serta penjelasan singkat perihal kondisi Anaya yang sedang mengalami amnesia, kepala sekolah akhirnya memanggil seorang guru perempuan. Beliau tidak lain adalah wali kelas 11 IPA 1.

Tak lama kemudian, pintu ruangan diketuk. Seorang guru wanita berpenampilan rapi muncul di ambang pintu.

“Ibu Dewi, ini Anaya yang akan masuk ke kelas Ibu. Mohon bantuannya untuk mengarahkan, ya,” ucap kepala sekolah kepada Ibu Dewi.

Ibu Dewi mengangguk . “Baik, Pak.”

Beliau kemudian mengalihkan pandangannya lalu tersenyum hangat kepada Anaya.

“Ayo, Anaya. Ibu antar kamu ke kelas.”

Anaya menatap ke arah daddynya seolah meminta izin. Hendra mengangguk tanda mengizinkan

“Pergilah bersama ibu dewi, ingat jangan nakal okey” peringat hendra sembari mengusap kepala anaya sayang.lalu anaya mengangguk meng-iyakan.

“Eumm” jawabnya singkat

Selama perjalanan menyusuri koridor menuju kelas baru, Anaya hanya diam mengekor di samping gurunya. Jantungnya berdebar. Ini adalah kali pertama ia masuk sekolah selama menempati tubuh barunya.

Sesampainya di depan kelas yang dituju, Ibu Dewi melangkah masuk terlebih dahulu. Kehadirannya seketika membuat atensi seluruh murid beralih penuh ke depan.

“Anak-anak, kita kedatangan murid baru yang akan bergabung di kelas ini,” umum Ibu Dewi lantang, memotong keriuhan kelas.

“Anaya, ayo masuk dan perkenalkan diri kamu,” seru Ibu Dewi kemudian.

Diambang pintu, Anaya mendadak diserang rasa gugup yang luar biasa. Jemari mungilnya meremas ujung seragam, memperlihatkan gelagat yang justru terlihat sangat lucu dan menggemaskan di mata orang lain. Dengan langkah ragu, ia maju beberapa langkah.

“Hai, Kakak-Kakak... Aku Anaya Alysha,” ucapnya lirih dan malu-malu.

Sontak seluruh penghuni kelas tertegun. Mereka seperti tersihir mendengar suara selembut kapas yang keluar dari sosok gadis imut bermata bulat jernih itu.

Melihat seisi kelas mendadak hening dan menatapnya tanpa kedip, Anaya mulai didera rasa cemas. Benaknya langsung dilingkupi ketakutan jika teman-teman barunya tidak menyukai kehadirannya, persis seperti penolakan yang sering ia terima di desanya dulu. Namun, lamunan buruk itu buyar seketika saat ruangan kelas mendadak pecah oleh sorakan heboh para siswa.

“Wah! Kelas kita punya dedek gemas!” seru seorang siswa laki-laki dengan penuh semangat dari bangku belakang.

“Kalau mubanya gini mah rajin gue masuk kelas!” sahut siswa lain, memicu tawa riuh seisi kelas.

Ibu Dewi segera mengetuk meja beberapa kali demi menenangkan situasi. “Sudah, sudah. Kenalannya bisa kalian lanjutkan nanti saat jam istirahat. Sekarang, Anaya, kamu bisa duduk di samping Arina. Arina, tolong angkat tanganmu.”

Mendengar namanya dipanggil, seorang siswi berambut sebahu langsung mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi. Anaya bernapas lega. Ia berjalan dengan langkah-langkah kecil yang menggemaskan menuju bangku kosong di sebelah gadis bernama Arina tersebut.

Begitu Anaya duduk dan menurunkan tas kelincinya, Arina langsung menoleh dengan binar mata antusias.

“Hai, Naya! Gue Arina Raespati. Salam kenal, ya cil,” ucap Arina ramah sembari mengulurkan tangan.

“Hai, Kakak Arin. Aku Anaya,” sahut Naya manis lengkap dengan senyuman.

Melihat kepolosan itu secara dekat, pertahanan Arina runtuh seketika. Ia menahan gemas setengah mati mendapati teman sebangku barunya yang menyerupai boneka hidup.

Tanpa Anaya sadari, dari barisan bangku seberang, ada sepasang mata elang yang sejak tadi menatap interaksi mereka dalam diam. Tatapan tajam itu tak lain milik Devan Alvaro Pradipta.

Ya, Devan, Gavin, dan Reno memang berada di kelas yang sama dengan Anaya. Mereka bertiga duduk di kelas sebelas, sementara Arka dan Bintang berada di kelas dua belas.

...****************...

# HAI GUYSSS ✨#

GIMANA NIH CERITA DI BAB DELAPAN..

PASTI SERU BANGET KAN!!

STAY TUNE TERUS SETIAP JAM 19.00 YA GUYS. KARNA BAB BARU AKAN UP SETIAP JAM 19.00😙

JANGAN LUPA YAAA

LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARNA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA.

THANK YOU SUDAH MAMPIR DI KARYA KU🥰🫶

1
partini
dua kali loh Clara bikin masah masa cuma di ancam doang gas eksekusi bikin kere
Sandhyaruntala: Namanya juga mancing emosi kak🤭🫶
total 1 replies
partini
di kelilingi Abang" tamvan masa ga ngeh kalau lagi di di selidiki apa mereka ga peka apa agak kurang 🤭
Sandhyaruntala: tunggu tanggal mainnya kak hihihi, 🤭
total 1 replies
Dana Kristina
suru,menghibur,TDK membosankan 🥰😎😎😎😎🤩🤩🤩🤩💪🙏
Dana Kristina
ikutan deg deg an kyk Devan Thor,Krn tingkah polosy naya😄😄
Dana Kristina
mampir baca, cerita y seru😍😍,mga TDK membosankan 💪💪💪🙏
Renn
lanjut dong 🙈
Sandhyaruntala: Tunggu jam 19.00 ya guys🥰🫶
total 1 replies
Opacraphile
mulai ada musuh bermuncula, lanjut thorr💪
Sandhyaruntala: Tunggu bab selanjutnya ya guys🔥🫶
total 1 replies
partini
udah muncul ini yg ga suka
Sandhyaruntala: Nanti makin seruuu, tungguin aja kak🥰
BTW aku ada tulis judul baru loh tentang pembalasan, yuk mampir kak dijamin makin banyak keselnya🔥🫶
total 1 replies
Sandhyaruntala
Namanya juga nanay 🥰, kelakuannya diluar nurul 😭
Opacraphile
the real bocil kematian🤣
udah bikin satu kelas mikir berjamaah dianya malah anteng anteng aja🤭
Sandhyaruntala
Guysss FYI, sedikit lagi memasuki babak seruu loh, stay tune bareng degem yaa🫶🔥
Jangan lupa like, komen dan klik favorit yaa🥰

HAPPY READING & HOPE YOU ENJOY GUYSSS💜
aku
lah lah 🤔 terulang apa gmn ini 🤔
Opacraphile: no no kaka, itu karna kedatangan sepupu tamvan itulah yang buat mereka histeris hehe
total 1 replies
partini
ini gimana sih Thor 2 bab sama
Opacraphile: no no, itu karna kedatangan para sepupu tamvan hehe
total 1 replies
Anita Rahayu
bagus
Sandhyaruntala: Thank you untuk penilaiannya kak🥰
total 1 replies
Anita Rahayu
Suka thor tapi panjang dikitlah alur dan epsnya👍👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Sandhyaruntala: Thank you kak, di usahakan ya kak 🫶

Aku up dia kali kok kak.hehe🥰
total 1 replies
partini
musuh" waduh. tapi tenang Naya yg satu ini pasti banyak kejutan nya
Sandhyaruntala: Thank you sudah dukung karyaku kak, happy sekali ada yang sayang sama degem🫶
total 1 replies
falea sezi
kurang thor🤣
Sandhyaruntala: besok pagi up lagiiii, jangan lupa masukin favorit ya biar tau pas author up😍
HAPPY READING GUYS💜
total 1 replies
Opacraphile
Bocil ada aja gebrakannya🤣
falea sezi
lanjut
Sandhyaruntala: Tunggu jam 7 author update ya kak🫶
total 1 replies
falea sezi
🤣🤣 bocil. umur brp thor
Sandhyaruntala: Udah kelas 11 sebenernya tapi emang terlalu polos😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!