NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Clarissa Anggreni, pemimpin mafia kejam yang dijuluki Queen of Damnation, tewas ditembak oleh sahabatnya sendiri, Kalina, dan kekasihnya, Rafael, karena perselingkuhan. Saat ajal menjemput, ia justru terbangun di tubuh Alisha Kirana Maharani – istri cupu korban KDRT dari konglomerat Giovan Salvatore Vizcaya, yang wajahnya persis seperti Rafael. Alisha baru saja jatuh dari lantai atas setelah ditembak orang tak dikenal. Keluarga Vizcaya mengira ia sudah mati. Tapi kini, di balik tubuh lemah Alisha, bersemayam jiwa seorang ratu maut. Di keluarga Vizcaya yang kejam, Alisha direndahkan sebagai pelayan. Giovan berselingkuh di depannya. Tapi Clarissa tidak pernah menjadi korban. Dengan kecerdikan, koneksi bawah tanah, dan haus balas dendam, Alisha (Clarissa) mulai menyusun rencana: ·Membalaskan kematian jasad aslinya kepada Rafael (Giovan) dan Kalina. · Menguasai keluarga Vizcaya dari dalam. · Menemukan siapa penembak yang hampir membunuh Alisha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlalu Mengejutkan

"Ciih, tidak percayakah kamu kalau aku hamil, Alisha? Sampai-sampai kamu menunggu saat aku sedang diperiksa!?" gerutu Elena.

Alisha melipat kedua tangannya di dada. "Bukan begitu, aku percaya kok kalau kau betulan hamil hanya saja aku tidak percaya jika anak itu, anak suamiku!" ujar Alisha.

Dokter yang sedang memeriksa Elena melirik Alisha, dia agak heran dengan sikap Alisha yang berubah drastis.

Karena biasanya gadis itu akan memilih diam dan sangat mudah ditindas tapi, sekarang gadis itu bahkan berani menjawab dengan ketus.

"Apa, Dok, lihat-lihat? Saya tahu saya cantik!" ketus Alisha.

Dokter tersebut menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, Nyonya."

"Cepat periksa dia, dan tes DNA bayinya!" titah Alisha.

"Maaf, Nyonya. Sangat berakibat fatal jika mengetes DNA bayi yang belum lahir atau masih di dalam kandungan," ucap dokter itu.

"Tuh, dengar! Lagi pula kamu kenapa tidak percaya sih, kalau anak yang aku kandung ini anaknya Giovan!" seru Elena.

"Sampai mati pun, aku enggak akan percaya kalau anak itu anak Giovan!" tunjuk Alisha pada perut Elena.

"Alisha, dengar! Jika anak ini betulan anak Giovan maka aku bersumpah akan menggeser posisi kamu!"

Alisha tersenyum miring. "Ciih, seorang pelakor berharap merebut posisi istri sah? Ngaca kamu!" sentak Alisha.

"Kamu.. Ahkk!" Elena meringis kesakitan, gara-gara Alisha perutnya kembali sakit.

"Nona Elena, tenanglah. Anda harus mengontrol emosi Anda karena jika tidak, Anda akan merasakan keram lagi," ujar sang dokter.

Elena menarik napasnya dalam-dalam. "Lebih baik kamu keluar, Alisha!" usir Elena.

"Ciih, siapa kamu, berani usir aku?!" tanya Alisha.

Elena menahan kekesalannya, wanita itu meremas kuat selimut yang dia pakai dan membiarkan Alisha berada di kamarnya.

Setelah selesai diperiksa, barulah Alisha dan dokter tersebut keluar dari kamar Elena.

Giovan yang sedari tadi menunggu segera mendekati dokter tersebut. "Bagaimana, Dok?"

"Bayinya baik-baik saja. Tapi, tolong ingatkan Nona Elena untuk tidak terlalu kecapean dan terlalu emosi karena itu sangat membahayakan anaknya."

"Baik, Dok. Terima kasih banyak."

"Sama-sama. Saya permisi dulu, Tuan Giovan."

Setelah dokter itu pergi, Alisha dan Giovan sama-sama saling tatap. Alisha menatap Giovan dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Waktu aku menginginkan anak, kamu pernah bilang kalau belum siap jadi ayah dan masih bersenang-senang. Tapi, saat Elena hamil kamu sangat protektif padanya dan juga anaknya."

Alisha terkekeh kecil. "Aku rasa, bukan kamu yang belum siap jadi ayah. Tapi, memang kamu yang tidak menginginkan anak dariku, ya, kan?"

Giovan terdiam seribu bahasa, dan itu membuat Alisha jadi kesal sendiri.

"Aku lelah. Tentang Elena dan Giovan, aku serahkan saja pada Kakek. Dan aku.."

Alisha melirik ke arah Giovan. "Aku mengizinkan Giovan untuk menikah lagi!"

Setelah mengatakan itu, Alisha segera pergi dan menaiki tangga. Emeline yang melihat menantunya pergi langsung ikut menyusul.

Dia tahu, pasti perasaan Alisha sangat hancur karena tega mengizinkan suaminya untuk menikah lagi.

Padahal aslinya..

"Ahhk, semua pria memang brengsek! Tidak bisa dipercaya, kalau begitu aku kuras saja hartanya!"

Alisha mengambil ponsel miliknya saat akan menghubungi pengacara Giovan, tiba-tiba saja Emeline masuk ke dalam kamarnya.

"Alisha!"

Emeline langsung memeluk tubuhnya.

Emeline melepaskan pelukannya dan membelai rambut panjang Alisha.

"Maafkan Giovan ya, nak. Mommy benar-benar minta maaf," ucapnya.

"Hah, kenapa Mommy yang minta maaf? Mommy enggak salah kok."

"Mommy yang salah, Alisha. Mommy udah salah didik Giovan."

"Enggak, Mom. Mommy enggak salah, yang salah itu Giovan! Dia-nya aja yang enggak bisa tahan nafsu."

Emeline menatap wajah Alisha dengan mata yang berkaca-kaca, sekarang dia paham kenapa mertuanya Edward sangat menyayangi Alisha, karena ternyata Alisha memang sebaik itu.

"Alisha, sekarang Mommy paham kenapa Kakek sangat menyayangimu."

"Hm, kenapa?"

"Karena kamu.."

Tok. Tok.

"Alisha," panggil Edward yang baru saja mengetuk pintu Alisha yang terbuka.

Emeline dan Alisha sama-sama menatap ke arah pintu.

"Daddy?"

"Kalian berdua sedang apa?" tanya Edward.

"Kami sedang.."

"Emeline, bisa kamu keluar dulu? Ada yang ingin Daddy bicarakan dengan Alisha," potong Edward.

Emeline menganggukkan kepalanya. "Baik, Dad. Aku akan keluar."

Sebelum Emeline benar-benar keluar, dia sempat menatap ke arah Alisha dan tersenyum tipis.

"Ada apa, Kakek?" tanya Alisha acuh tak acuh.

"Alisha, sebenarnya.."

 

Keesokan paginya.

Semua orang berkumpul untuk menikmati sarapannya masing-masing termasuk Alisha dan Elena, tapi ada saja dramanya.

"Gov," panggil Elena dengan suara yang lirih.

Giovan mendekatkan dirinya ke arah Elena. "Apa?" tanya Giovan.

"Aku mau spageti," jawab Elena sambil melirik spageti yang dipegang Alisha.

"Baiklah, Alisha, aku tinggal dulu. Oh, iya, jangan lupakan hadiah untukku, ya!"

Setelahnya Elena segera pergi dan meninggalkan Alisha yang diam-diam tersenyum miring.

"Tentu saja, Elena. Aku sudah menyiapkan hadiah yang akan membuatmu terkejut," gumam Alisha.

 

*****

Alisha menepati perkataannya, wanita itu ikut menghadiri pernikahan Giovan dan Elena dengan menggunakan dress putih.

Walaupun pernikahan tersebut hanya dihadiri oleh keluarga Giovan saja tapi, Elena sudah sangat bahagia.

Sebelum pendeta menikahkan keduanya, tiba-tiba saja Edward bangkit dari tempat duduknya.

"Tunggu dulu, Pendeta," larang Edward.

"Ya, ada apa, Tuan?" tanya sang pendeta.

"Saya mempunyai kejutan untuk cucu dan calon istrinya," jawab Edward.

Mendengar kata kejutan, Elena seketika langsung antusias. Dia berpikir kejutan apakah yang akan Edward berikan.

"Apa mungkin Paman Ed akan memberikanku rumah atau apartemen atau mungkin mobil mewah!" batin Elena.

"Ada apa, Paman?" tanya Elena yang tak sabar.

Edward tersenyum tipis.

"Alisha, tunjukkan hadiahnya!"

Alisha berdiri dari tempat duduknya dan menuju ke arah sudut ruangan. "Nyalakan!"

Tiba-tiba saja sebuah video terpasang di layar lebar, semua keluarga Vizcaya termasuk Giovan memerhatikan video tersebut dengan dahi yang berkerut.

Di dalam video itu, terlihat Elena dan Fiona yang sedang berbicara, di salah satu kamar tamu tempat semalam Elena diperiksa oleh dokter.

"El, jadi sebenarnya anak itu anak siapa?" tanya Fiona yang terlihat penasaran.

"A-anak ini, anaknya.."

"Anak siapa?! Katamu, kamu gagalkan tidur bersama Giovan. Karena obat itu justru buat Giovan pingsan!"

"Iya, Tante. Anak ini memang bukan anaknya Giovan. Karena kesalahanku saat itu memasukkan obat yang salah."

"Terus anaknya siapa, El?"

"Anak orang lain, Tante."

"Hah, ya sudah, tak apa. Yang terpenting kamu harus meyakinkan mereka semua, bahwa anak ini betulan anaknya Giovan!"

Kedua tangan Giovan terkepal erat, urat-urat di lehernya terlihat menonjol menandakan bahwa dia benar-benar marah.

"Jadi anak yang kau kandung itu, bukan anakku, El?!" tanya Giovan.

Elena menggelengkan kepalanya. "Enggak, Gov. Anak ini betulan anakmu!"

"Pembohong!!"

"AAHK, Gov, a-aku bisa jelasin," ringis Elena yang saat ini lehernya sedang dicekik oleh Giovan.

"Jelasin apa lagi, hah?!" sentak Giovan.

Elena memegangi tangan Giovan yang berada di lehernya. "I-itu video editan, Gov!"

"A-aku dan Tante Fiona tidak pernah mengobrol bersama."

"Bohong!" teriak Alisha.

"Video itu asli, karena aku sendiri yang sengaja menyimpan kamera di dalam kamar Elena. Ketika Elena sedang diperiksa oleh dokter!" jelas Alisha.

Flashback:

"Ya sudah, Dok, periksa saja dia!" titah Alisha.

Dokter tersebut segera memeriksa Elena. Ketika Elena dan dokter tersebut tidak memerhatikan, Alisha diam-diam menyimpan kamera kecilnya di meja nakas.

Flashback end.

Wajah Elena dan Fiona sama-sama pucat pasi, keduanya tidak pernah tahu jika di dalam kamar Elena terdapat kamera yang Alisha simpan.

"D-Gov, i-itu.."

"Apa, hah?! Kau berani membohongiku, El!"

Giovan semakin mencengkram erat leher Elena dan membuat gadis itu hampir saja kehilangan nyawanya jika Fiona tak datang.

BRUKK.

"Sudah, Giovan!" sentak Fiona. "Elena bisa mati kalau kau terus mencekiknya!"

"Ingat, bagaimanapun dia sedang hamil!"

"Aku enggak peduli, Tante! Aku ingin menghabisi wanita itu!"

"Jangan bodoh, Giovan! Bisa saja video itu palsu dan Alisha lah yang berbohong! Dia sengaja mengacaukan pernikahan kalian berdua karena dia enggak mau kamu bertanggung jawab atas anaknya Elena!" ucap Fiona.

Alisha tersenyum miring mendengar perkataan Fiona yang justru malah membalikkan fakta.

"Tante, aku enggak bohong! Aku punya kok bukti CCTV saat Elena ingin menjebak Giovan."

Wajah Fiona terlihat tegang tapi, wanita itu dengan segera merubah raut wajahnya menjadi biasa-biasa saja.

"Mana? Kalau kau punya bukti, tun..."

"Itu, lihat dengan matamu sendiri!"

Di layar tersebut terlihat Elena yang sedang menaruh serbuk bubuk di dalam wine yang berada di meja.

"Dengan obat perangsang ini, aku bisa menjebak Giovan dan menyingkirkan wanita culun itu!"

Tak lama setelah mencampur obat itu, Elena pergi dan Giovan datang. Keduanya terlihat mengobrol bersama sebelum akhirnya Giovan meminum wine di meja.

"Lihatlah, Tante Fiona, karena kebodohan Elena dia sampai mencampurkan obat bius, bukannya obat perangsang!" kekeh Alisha.

"Diam kamu, Alisha!" sentak Fiona.

Video CCTV tersebut semakin menunjukkan gerak-gerik Elena saat wanita itu dengan sengaja membuka seluruh pakaian Giovan dan memang tidak terjadi apa-apa.

Elena berkeringat dingin, dari mana Alisha mendapatkan CCTV apartemennya?

"Sudah, masih tak percaya juga?" tanya Alisha.

"Dari mana kamu mendapatkan CCTV apartemenku, Alisha! Apa kamu sengaja membobolnya?!" tanya Elena.

"Oh, tentu saja, Elena. Tapi, bukan aku orang yang membobol CCTV-mu, melainkan.."

"Aku!" potong Edward.

Elena dan yang lain mengalihkan perhatiannya pada Edward. "J-jadi, Paman sudah tahu."

"Ya, aku sudah tahu!"

Edward berjalan menghampiri Elena dan langsung mengangkat tangannya untuk menampar pipi wanita itu.

PLAKK.

"AAHHK!"

"Beraninya kau membohongi keluarga Vizcaya!" teriak Edward.

Pipi Elena terasa kebas, telinganya pun sampai berdengung karena tamparan Edward yang tak main-main.

"Hikss, Tante, tolong aku, Tante!" aduh Elena pada Fiona.

Fiona menghalangi Elena. "Daddy sudah, kasihan Elena!"

Edward menatap tajam ke arah Fiona. "Kau pun juga sama, Fiona!"

Saat Edward hendak menampar Fiona, suara Alisha menghentikannya.

"Kakek, jangan!" teriak Alisha.

Wanita itu berjalan menuju altar dan langsung menarik rambut Elena, sehingga membuat Elena memekik kesakitan.

"AAWW, sakit, Alisha!"

"Diam, bitch!"

Kepala Alisha terangkat untuk menatap Fiona. "Tante bilang kasihan, kan? Kalau begitu suruh suami Tante untuk menikahi Elena!"

"Kenapa jadi suami Tante, sih?!" tanya Fiona.

"Karena anak ini adalah anak Om Farrel!" jawab Alisha.

Mata Fiona terbelalak, dia menatap ke arah Elena lalu menatap kepada suaminya yang sedang duduk tak tenang.

"Maksudmu apa, Alisha! Jangan asal nuduh, suami Tante enggak gila perempuan!" bantah Fiona.

"Iya kah? Kalau begitu, Tante, lihat video itu!"

Layar kembali menunjukkan aksi di mana Elena dan Farrel sedang bergelut manja.

"Oh, Om Farrel, nanti kalau umm, ahh, Tante Fiona tahu bagaimana?"

Farrel yang sedang bermain mencoba menjawab pertanyaan Elena. "Jangan sampai dia tahu!"

"Ahh, ahh, emangnya Om enggak takut k-kalau hubungan kita ket-tahuan?"

"Enggak! Lagian lebih nikmat kamu daripada Fiona, dia mah sudah kendor!"

Fiona memegangi dadanya sendiri, suami yang dia kira setia ternyata berani bermain gila di belakangnya.

"Kurang ajar, kamu, Mas!" teriak Fiona.

Dia berlari ke arah suaminya dan memukuli tubuh Farrel.

"Aww, sakit, Fiona, hentikan!"

"Enggak! Dasar lelaki sialan!"

Alisha tersenyum tipis. "Tante, kenapa kau hanya menghajar suamimu, kenapa kau tidak menghajar Elena juga?"

Mendengar ucapan Alisha, Elena langsung menggelengkan kepalanya. "Jangan, Tante, hikss, maaf."

Fiona menatap ke arah Elena yang sudah berantakan lalu dia menggelengkan kepalanya.

"Aku tidak tega jika memukul Elena!"

"Heh, tidak tega? Tidak tega atau karena kau mencintainya!?" tanya Alisha membuat beberapa orang syok.

"Mencintainya? Maksudmu apa, Alisha?" tanya Edward tak mengerti.

Alisha tersenyum miring. "Sebenarnya Tante Fiona ini jatuh cinta kepada Elena."

"Apa?! Fiona, kamu... belok?!" tanya Farrel tak percaya.

 

Bersambung

1
Amila FM,IG:amilaeditslife
tes DNA, suruh Intel dong ngelacak elena ngapain aja, kan mafia masa nyari kayak ginian nggak bisa, good alisha cerdas di sini
Amila FM,IG:amilaeditslife: wkwk geregetan sama elena, pengen dilempar
total 2 replies
Anne Soraya
lanjut
Lucky Ferdinand Sihombing
mana nih up nya😄
Lucky Ferdinand Sihombing
apa itu Alisha 🤭🤭
Lucky Ferdinand Sihombing
lanjut dong
Lucky Ferdinand Sihombing
lanjut
jeeny sihombing
double dong thor🤭
jeeny sihombing
lanjut
Nelson Sihombing
lanjut dong
Anne Soraya
lanjut 👍
SANG
Semangat terus ya dek👍💪
SANG
Like iklan plus komen
Alia Chans: thanks 😍😣
total 1 replies
SANG
Ceritanya seru dek👍💪
SANG
Novel baru semangat baru ya dek👍💪
☾⚘ `ᴿᵃ | тια.яα↬ˢᵃʲᵃⁿᵍ⁻ⁿⁱᵐ
Kak, tadi aku sempat ngira “PRANGG!” itu dialog karakter, baru sadar ternyata suara gelas pecah 😭 Mungkin bisa tanpa tanda petik biar lebih jelas kalau itu SFX.
Alia Chans: wk" thanks dh mampir
total 1 replies
Wawan
Salam kenal buat Alisa💪✍️
Amila FM,IG:amilaeditslife
waa female fatal nih go go alisha
Alia Chans
Halo guys
ini Novel baru aku👈✍️
☾⚘ `ᴿᵃ | тια.яα↬ˢᵃʲᵃⁿᵍ⁻ⁿⁱᵐ: Haloo~
Aku mampir ☝🏻✨
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!