Di hari ketika seluruh mimpinya hancur, Lin Yuan divonis memiliki Akar Roh Rusak Total dan diusir dari Sekte Awan Langit.
Tunangannya meninggalkannya, sahabat menjauhinya, dan musuh-musuhnya memilih membunuhnya agar tak menyisakan ancaman.
Namun di ambang kematian, sebuah sistem kuno terbangun.
**Sistem Pemakan Takdir.**
Selama mampu mengalahkan lawannya, Lin Yuan dapat melahap takdir, bakat, keberuntungan, bahkan kesempatan hidup mereka untuk menjadi miliknya.
Sejak malam itu, seorang "sampah" yang ditertawakan seluruh dunia mulai menapaki jalan yang belum pernah dilalui siapa pun.
Jika langit menolak memberinya takdir...
Maka ia akan memakan takdir langit itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22: Benang Takdir yang Terbelenggu
"Tolong... bebaskan kami dari penderitaan ini," suara puluhan penghuni Kota Para Pewaris masih terus bergema di udara.
Pria, wanita, hingga anak-anak berdiri membisu di balik jendela bangunan yang telah lapuk dimakan waktu.
Tatapan mereka sangat kosong, namun air mata perlahan mengalir di pipi masing-masing dengan sangat memilukan hati.
Lin Yuan mengepalkan tangannya dengan kuat, dia akhirnya mengerti bahwa orang-orang ini bukanlah musuh yang sebenarnya.
Mereka hanyalah korban yang terperangkap selama ribuan tahun di dalam kota yang telah lama mati dan terlupakan ini.
Di hadapannya, gadis kecil itu masih memeluk boneka kain dengan sangat erat sementara tubuh mungilnya terus bergetar hebat.
"Kakak... aku benar-benar tidak ingin sendirian lagi di tempat ini," ucapnya dengan nada suara yang sangat menyedihkan.
Suara lirih itu membuat hati Lin Yuan sedikit bergetar, namun pandangannya tetap berusaha untuk tetap tenang dan jernih.
Tatapannya beralih kepada boneka kain, dan sepasang mata merah boneka itu menatap balik ke arahnya tanpa berkedip sedikit pun.
"Hehehe... kau mulai mengerti, tapi sayangnya kau sudah sangat terlambat untuk melakukan apa pun sekarang," tawa boneka itu.
Kabut hitam perlahan keluar dari tubuh boneka, dan benang-benang hitam yang melilit tubuh gadis kecil semakin mengencang kuat.
Bukan hanya dirinya, seluruh penghuni kota juga mengalami hal yang sama, jeritan kesakitan mulai terdengar dari segala arah.
Namun tak seorang pun mampu bergerak sedikit pun, Lin Yuan menarik napas panjang sambil menggenggam erat Pecahan Kenangan Jiwa.
Kristal itu terasa sangat hangat, dan semakin lama dia menggenggamnya, denyutannya pun terasa menjadi semakin kuat dan bertenaga.
Suara sistem kembali bergema di dalam kepalanya, memberikan laporan mengenai peningkatan sinkronisasi yang sedang terjadi saat ini juga.
[Pecahan Kenangan Jiwa bereaksi! Sinkronisasi meningkat menjadi 36%. Kemampuan baru terdeteksi: Resonansi Kenangan kini telah resmi aktif!]
Lin Yuan langsung memusatkan seluruh perhatiannya pada tulisan yang muncul di hadapannya mengenai penjelasan kemampuan baru tersebut.
[Resonansi Kenangan: Kemampuan untuk menyentuh sisa kenangan yang masih melekat pada suatu objek misterius di sekitar Tuan !]
[Peringatan! Kemampuan ini hanya akan memperlihatkan potongan kebenaran yang pernah terjadi, bukan keseluruhan dari kebenaran yang sesungguhnya!]
Mata Lin Yuan sedikit berbinar, dia merasa akhirnya memiliki cara yang tepat untuk memahami apa yang dialami lawannya.
Dia mengangkat Pecahan Kenangan Jiwa perlahan, lalu menyentuhkannya ke arah boneka kain yang sedang dipeluk erat oleh gadis kecil.
Boneka tersebut langsung menjerit dengan sangat keras. "Tidak! Jangan pernah berani menyentuh tubuhku dengan benda suci itu!" teriaknya.
Kabut hitam meledak dari tubuh boneka, namun cahaya putih dari kristal milik Lin Yuan bergerak jauh lebih cepat lagi.
Begitu kedua kekuatan tersebut bersentuhan, seluruh dunia di sekitar Lin Yuan mendadak berubah menjadi pemandangan yang sangat berbeda.
Suara kota yang sunyi menghilang, bangunan-bangunan yang runtuh lenyap, menyisakan sebuah halaman rumah sederhana yang tampak sangat asri.
Langit masih berwarna biru cerah, bunga-bunga bermekaran di halaman, dan tawa ceria anak-anak memenuhi udara yang sangat segar.
Lin Yuan terdiam mematung melihat pemandangan tersebut. "Apakah ini adalah potongan kenangan masa lalu dari boneka tersebut?" tanyanya.
Di bawah pohon besar, seorang pria paruh baya sedang tersenyum hangat kepada gadis kecil yang mengenakan gaun putih.
Wajah gadis itu dipenuhi oleh senyuman polos yang sangat indah, jauh berbeda dari wajah pucat yang Lin Yuan lihat.
Pria itu berlutut, lalu mengeluarkan sebuah boneka kain baru yang persis seperti boneka yang kini dipeluk oleh gadis.
"Ini hadiah untukmu," ucapnya lembut. Gadis kecil itu langsung memeluk ayahnya dengan penuh rasa gembira yang sangat besar.
"Wah! Terima kasih banyak, Ayah!" tawa cerianya terdengar begitu murni, membuat Lin Yuan hanya dapat memperhatikan dalam diam saja.
Pemandangan kembali berubah seiring berjalannya waktu, hari berganti dan tahun berlalu dengan sangat cepat di depan mata Lin Yuan.
Gadis kecil itu tumbuh sedikit lebih besar, namun boneka kain tersebut tidak pernah lepas dari pelukannya ke mana pun.
Dia membawanya saat bermain, belajar, bahkan saat tertidur lelap, boneka itu sudah dianggap sebagai bagian dari anggota keluarganya.
Tiba-tiba langit berubah menjadi merah darah, suara ledakan mengguncang seluruh kota dan jeritan ketakutan mulai memenuhi setiap jalanan.
Kabut hitam turun dari langit seperti hujan yang sangat lebat, pria paruh baya itu segera memeluk putrinya dengan erat.
"Lari! Cepat lari dari sini!" teriaknya penuh kepanikan. Namun kabut hitam tersebut telah lebih dahulu mencapai posisi mereka berdua.
Boneka kain di pelukan gadis kecil mendadak memancarkan cahaya putih terang seolah sedang berusaha keras untuk melindungi sang tuan.
Detik berikutnya, kabut hitam tersebut berputar dan tidak menyerang gadis kecil, melainkan seluruhnya masuk ke dalam tubuh boneka kain.
Tubuh boneka mulai berubah mengerikan, benang-benang hitam tumbuh dari dalamnya, namun kedua tangan kainnya tetap memeluk erat gadis kecil.
Seolah bahkan setelah tercemar oleh kegelapan, dia masih berusaha keras untuk memenuhi janji terakhirnya yaitu melindungi sang pemilik.
Lin Yuan memandang pemandangan itu dengan tatapan yang sangat dalam, menyadari bahwa boneka itu tidak pernah dilahirkan sebagai monster.
Pemandangan di hadapan Lin Yuan kembali berubah, langit merah dan rumah sederhana itu lenyap sepenuhnya dari pandangan matanya sekarang.
Kesadarannya perlahan kembali ke Kota Para Pewaris, dan di hadapannya boneka kain masih berada di dalam pelukan gadis kecil.
Namun kini tatapan Lin Yuan terhadap boneka itu telah berubah sepenuhnya, dia tidak lagi melihatnya sebagai seekor monster jahat.
Dia melihat sosok yang telah bertahan terlalu lama menanggung beban yang sangat berat demi melindungi seseorang yang dia sayangi.
Boneka kain itu tertawa pelan dengan suara yang terdengar sangat sedih. "Hehehe... jadi kau sudah melihat semuanya, bukan?" tanyanya.
Lin Yuan mengangguk perlahan menanggapi pertanyaan tersebut. "Ya, aku sudah melihat seluruh perjuanganmu selama ribuan tahun yang sangat panjang."
Boneka itu memiringkan kepalanya dengan tatapan yang untuk pertama kalinya tidak lagi terasa menyeramkan bagi siapa pun yang melihat.
"Kalau memang begitu, kau pasti mengerti bahwa aku hanya ingin melindunginya dari dunia luar yang sangat kejam ini."
Lin Yuan melangkah perlahan mendekati mereka, setiap langkahnya terasa sangat tenang tanpa membawa sedikit pun rasa permusuhan fisik.
"Ya, kau memang sangat ingin melindunginya, namun sayangnya perlindunganmu itu kini telah berubah menjadi sebuah penjara yang sangat menyesakkan."
Keheningan menyelimuti seluruh jalanan kota yang mati, sementara boneka kain itu tidak memberikan jawaban apa pun atas ucapan tersebut.
Lin Yuan melanjutkan ucapannya dengan nada suara yang lembut. "Selama ribuan tahun, kau telah memaksanya untuk tetap terus hidup."
"Kau memaksanya untuk tetap mengingat penderitaan, dan kau memaksanya untuk tetap terus menangis tanpa henti di tempat ini."
"Itu bukan lagi sebuah bentuk perlindungan yang tulus, melainkan itu adalah sebuah belenggu yang sangat menyiksa bagi jiwanya."
Tubuh boneka mulai bergetar hebat, suaranya tidak lagi dipenuhi oleh kegilaan melainkan dipenuhi oleh rasa kesedihan yang sangat mendalam.
"Tidak... aku... aku sebenarnya hanya merasa sangat takut kalau aku melepaskannya, maka aku akan menjadi sendirian lagi di sini."
Mata gadis kecil itu membelalak lebar, dia perlahan menunduk memandang boneka yang sejak kecil selalu dia peluk dengan erat.
Air mata kembali mengalir di pipinya saat dia menyadari sesuatu yang sangat menyentuh hatinya. "Jadi, selama ini kau menangis?"
Boneka itu terdiam membisu, tubuh kainnya gemetar semakin hebat di dalam pelukan hangat milik gadis kecil yang dia lindungi.
Pecahan Kenangan Jiwa di tangan Lin Yuan memancarkan cahaya putih lembut yang menyelimuti tubuh boneka dan juga gadis kecil.
Suara sistem kembali bergema memberikan laporan mengenai keberhasilan proses resonansi dan analisis terhadap inti dari pencemaran yang terjadi.
[Resonansi Kenangan berhasil dipertahankan! Mendeteksi inti Takdir Tercemar yang ternyata berasal dari adanya emosi yang membeku sangat lama!]
[Analisis selesai: Takdir Tercemar lahir dari adanya rasa takut kehilangan yang sangat besar di dalam jiwa boneka tersebut!]
Lin Yuan akhirnya memahami bahwa Takdir Tercemar bukan sekadar energi gelap, melainkan emosi yang telah kehilangan keseimbangan alaminya sendiri.
Rasa sayang berubah menjadi keterikatan yang berlebihan, dan keinginan untuk melindungi justru berubah menjadi sebuah penguasaan yang sangat menyesakkan.
Lin Yuan mengangkat Pecahan Kenangan Jiwa dengan tatapan yang lurus kepada boneka itu. "Kau sudah memenuhi janjimu dengan sangat baik."
"Gadis ini selamat, dan selama ribuan tahun kau tidak pernah meninggalkannya sendirian menghadapi kegelapan yang sangat menakutkan di dunia ini."
Boneka itu mulai menangis, air mata hitam menetes dari kedua matanya yang terbuat dari kancing baju yang sudah sangat usang.
"Aku... benarkah aku sudah melakukan hal yang cukup untuknya?" tanyanya dengan nada suara yang dipenuhi oleh rasa ragu.
Lin Yuan mengangguk pelan memberikan kepastian. "Sudah sangat cukup, sekarang biarkanlah dia memilih jalan hidupnya sendiri untuk masa depannya."
Begitu kalimat itu terucap,
KRAAK!
Salah satu benang hitam yang melilit tubuh gadis kecil tiba-tiba putus dengan sendirinya sekarang.
Disusul oleh benang kedua, ketiga, hingga puluhan benang lainnya mulai retak dan hancur satu demi satu di depan mata.
Cahaya putih memenuhi seluruh jalanan kota, dan para penghuni yang berdiri di balik jendela perlahan mulai mengangkat kepala mereka.
Tatapan kosong mereka mulai dipenuhi oleh cahaya harapan, seorang wanita tua tersenyum bahagia sambil menitikkan air mata penuh syukur.
Seorang pria paruh baya memejamkan matanya dengan perasaan lega, sementara anak-anak kecil mulai saling menggenggam tangan mereka dengan erat.
Untuk pertama kalinya setelah ribuan tahun lamanya, harapan kembali muncul di tengah kota yang sebelumnya dianggap sudah mati total.
Namun belum sempat cahaya itu menyebar lebih jauh, langit merah mendadak berubah menjadi hitam pekat dengan sangat cepat.
BOOOOM!
Suara ledakan menggelegar dari puncak menara tertinggi, membuat seluruh Kota Para Pewaris bergetar dengan sangat hebat dan menakutkan.
Senyuman di wajah para penghuni langsung membeku seketika, sementara api putih di dalam Lentera Jiwa berkedip dengan sangat keras.
Setitik warna hitam di ujung nyala apinya membesar dengan sangat cepat, dan suara sistem berubah menjadi sangat tajam.
[Peringatan tingkat tinggi! Terdeteksi sumber utama Takdir Tercemar yang energinya sedang meningkat secara drastis di puncak menara!]
........
Bersambung...