NovelToon NovelToon
Akar Yang Menembus Langit

Akar Yang Menembus Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: cldazxx

Cerita ini bukan tentang siapa yang tercepat menjadi terkuat, melainkan tentang bagaimana seseorang yang dianggap paling lemah belajar memahami kekuatan yang sesungguhnya: kesabaran, ketahanan, kemampuan menahan badai tanpa tumbang, dan perlahan tumbuh melampaui batas yang dianggap mustahil oleh semua orang. Ia akan bertemu teman yang setia, menghadapi musuh yang meremehkannya, dan akhirnya mengungkap mengapa jalan kuno itu dihapus dari sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cldazxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Tanah yang Terbelah Dua

Langkah terakhir mereka melangkah keluar dari lorong bawah laut, dan pemandangan di depan mata membuat napas mereka tertahan.

Tanah Terbelah benar-benar layaknya namanya. Seluruh permukaan benua ini terpecah menjadi ribuan kepingan daratan yang melayang di atas jurang kabut hitam yang tak berdasar. Celah di antaranya lebar dan dalam, tempat angin menderu kencang seolah ingin merobek apa saja yang lewat. Tidak ada dataran luas, tidak ada sungai yang mengalir tenang—hanya kepingan gunung, sisa hutan, dan reruntuhan kota yang menggantung tidak stabil, seolah bisa runtuh jatuh ke kegelapan kapan saja.

Udara di sini terasa sangat aneh: berat namun rapuh, penuh energi yang bergejolak tak menentu, dan setiap kali melangkah, tanah di bawah kaki bergetar pelan seolah mengerang kesakitan.

"Seluruh fondasi benua ini sudah hancur," bisik Guru Shan dengan wajah pucat. "Tidak ada lagi lapisan batuan dasar yang menyatukannya. Kepingan-kepingan ini hanya bertahan karena sisa sihir kuno yang perlahan habis."

Lin Mo berlutut, meletakkan telapak tangannya ke permukaan tanah yang retak. Ia mencoba menyebarkan kesadarannya, namun setiap kali menyentuh celah di antara kepingan daratan, ia bertemu dengan kegelapan dingin yang langsung menolak dan memotong koneksinya.

"Sangat dalam luka di sini," katanya bangkit perlahan. "Bukan hanya fisik. Sesuatu telah memutuskan ikatan bumi ini sampai ke akar paling dasar. Dan yang melakukannya... sengaja membiarkannya hancur perlahan."

Mereka berjalan hati-hati menuju kepingan daratan terdekat yang lebih besar. Tidak ada jalan raya, tidak ada jalur setapak—hanya patahan batu yang curam. Meng Chao dan Zhang Hao membantu menyeberangkan anggota rombongan yang kesulitan, sementara Lin Mo berjalan paling belakang, sesekali menekan tanah agar kepingan yang rapuh tidak runtuh saat mereka lewat.

Saat matahari mulai tinggi, mereka melihat tanda-tanda kehidupan: reruntuhan tembok batu yang tertutup lumut abu-abu, dan di kejauhan, asap tipis mengepul dari sebuah gua di tebing kepingan gunung terbesar.

Mereka mendekat dengan hati-hati. Belum sampai di mulut gua, suara lengkingan tajam terdengar, dan tiga sosok melompat keluar dari balik batu. Mereka mengenakan pakaian yang terbuat dari kulit batu, kulit mereka berwarna abu pucat, dan mata mereka menyala dengan cahaya gelap. Di tangan mereka ada tombak yang ujungnya terbuat dari tulang raksasa.

"Pendatang dari seberang?" bentak pemimpin mereka. "Siapa kalian? Dan kenapa kau membawa getaran yang membuat tanah sakit?"

"Kami datang untuk membantu," jawab Lin Mo tenang, tidak mengangkat tangan untuk melawan. "Kami merasakan luka benua ini. Kami ingin menyambungnya kembali."

Tombak-tombak itu justru diarahkan lebih tajam. "Menyambung? Tidak ada yang bisa menyambung tanah yang sudah dihukum! Kami adalah sisa Suku Penjaga Retakan. Kami bertahan hidup dengan tidak menuntut apa pun, tidak berusaha memperbaiki apa pun. Siapa pun yang berusaha mengubah keadaan ini akan diburu oleh Bayangan Jurang."

"Bayangan Jurang?" tanya Lin Mo.

"Kekuatan yang menjaga agar benua ini tetap hancur," jawab pemimpin itu dengan suara bergetar takut. "Setiap kali ada yang mencoba menyatukan dua kepingan tanah, ia akan muncul dan menariknya jatuh ke bawah. Ribuan tahun kami melihatnya terjadi. Jangan tambahkan korban baru."

Belum selesai ia bicara, tanah di bawah kaki mereka tiba-tiba bergetar hebat. Kabut hitam mulai naik dari celah jurang, membentuk sosok bayangan tak berwajah setinggi menara, dengan tangan panjang yang menjulur ke arah mereka.

"Kau lihat?" teriak penjaga itu. "Ia sudah merasakan kehadiranmu!"

Bayangan itu mengayunkan tangannya, dan gelombang dingin yang menyedot kehidupan melanda. Tanah di tempatnya menyentuh langsung hancur menjadi debu halus, hilang begitu saja seolah tidak pernah ada.

"Mundur ke tempat yang lebih kokoh!" seru Lin Mo. Ia tidak berlari menjauh. Ia justru berjalan mendekati bayangan itu, menanamkan kedua kakinya kuat-kuat ke tanah. "Kau tidak perlu takut padanya. Ia bukan makhluk jahat. Ia adalah luka benua ini yang berwujud."

Ia mengangkat kedua tangannya, dan cahaya cokelat hangat menyebar dari tubuhnya. Bukan untuk menyerang, melainkan seperti membalut luka yang terbuka.

"Berhentilah melukai dirimu sendiri," bisiknya pada bayangan itu. "Aku datang untuk mengobati, bukan untuk bertarung."

Bayangan itu meraung panjang, namun serangannya melambat. Cahaya hangat itu menyentuh tubuhnya, dan untuk pertama kalinya setelah ribuan tahun, kegelapan yang menyelimutinya sedikit berkurang. Ia mundur perlahan kembali ke dalam jurang, seolah bingung dengan apa yang baru saja dirasakannya.

Penjaga suku itu terpaku diam. Mereka yang selama ini hanya tahu cara lari dan sembunyi, baru saja melihat sesuatu yang mustahil: Bayangan Jurang mundur bukan karena dikalahkan, tapi karena dirawat.

Pemimpin mereka mendekat dengan ragu, lalu berlutut perlahan. "Kau... kau benar-benar berbeda. Jika kau berani menghadapi penderitaan benua ini dengan lembut, mungkin... mungkin harapan belum benar-benar mati. Ikutlah bersamaku ke tempat persembunyian kami. Di sana ada sisa peta kuno yang menunjukkan di mana letak Pusat Retakan—tempat di mana segel pemutus benua ini diletakkan."

Lin Mo mengangguk. "Terima kasih. Selama retakan di hati masih ada, selamanya akan ada retakan di tanah. Kita akan menyembuhkannya bersama-sama."

Mereka masuk ke dalam gua yang dalam dan remang. Di depan mereka kini terbentang rahasia terbesar dari kehancuran benua ini, dan musuh yang bersembunyi tepat di pusat luka yang paling dalam.

 

1
Anime aikō-kā
Akar Yang Menembus Langit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!