seorang wanita yang hidup di zaman kerajaan,di usir oleh keluarga ibu dan ayahnya,dia bahkan terpaksa jadi seorang pengemis di jalanan.
bahkan tunangannya yang dia percayai mengkhianati nya.hidup sengsara membuat wanita itu putus asa,di harapan terkahir nya dia pergi kerumah ibu kandungnya,tapi justru ibunya mengusir nya dan lebih menyayangi putri dari suami kedua nya.
wanita itu begitu terpukul,dia teringat ayahnya yang di asingkan di perbatasan,hanya karna kejahatan yang di lakukan oleh ibunya.
putus asa,wanita itu memilih mengakhiri hidupnya,tapi tiba-tiba dia malah hidup kembali dan mendapatkan sistem yang membantu nya.
dari di remehkan dan di hina,menjadi wanita terkaya di seluruh negeri,namanya terkenal dimana-mana,bahkan sang kaisar yang berkuasa tunduk padanya.
bagaimana kah kelanjutan kisah selanjutnya ?
yuk mampir di cerita aku yah,, terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pergi
Jlepppppppppppppp
Tiara kejang-kejang saat kakinya di potong oleh penyusup itu,dia melotot dan melihat darah segar mengalir dari kakinya,nafasnya tersengal-sengal,,dan wajahnya sudah berkeringat dingin.
" ibu..ayah..tolong aku " batin nya,karna tidak sanggup menahan rasa sakit,dia jatuh pingsan.
melihat itu Hana tersenyum puas,dia sangat lega karna akhirnya Tiara akan hidup sebagai orang yang tidak berguna.
( membunuh 1 musuh : selamat anda mendapatkan kecepatan berlari )
( selamat anda mendapatkan 1 JT tahil emas )
mendengar hadiah yang dia dapat,Hana merasa senang,tanpa merasa bersalah dia akhirnya pergi meninggalkan kediaman bupati.
setelah kepergian Hana,terlihat Ajeng dan suaminya yang baru saja pulang,keduanya terlihat kelelahan.
" suamiku sebaiknya kamu istirahat dulu,aku akan ke kamar Tiara sebentar,,anak itu pasti masih tidur " ucap ajeng.
" baiklah,sekalian panggil Tiara makan malam,dia pasti belum makan " ucap suaminya,yang di angguki oleh Ajeng.
kini Ajeng melangkahkan kakinya menuju kamar putrinya,tapi saat dia di depan pintu, tiba-tiba dia terkejut saat melihat ada darah di bawah,takut sesuatu terjadi pada Tiara,dia langsung masuk.
brakkkkkkkkkkkkkkkk
dia berjalan mendekati ranjang,hingga dia terpaku dan badannya bergetar hebat karna melihat Tiara, dengan mulut terikat,dan sebuah kaki tergeletak di bawah.
" aaaahhhhhhkkkkkkkkkkkk" teriak histeris Ajeng,dia terjatuh di bawah dan menatap nanar wajah Tiara yang pucat.
" ada apa ? kenapa kamu berteriak " tanya suaminya,dia datang karna mendengar suara teriakan istrinya.
tapi saat melihat pemandangan di atas ranjang,dia terkejut, nafasnya tercekat,hingga dia segera tersadar.
" Tiara,,apa yang terjadi padamu nak,, pengawal ! cepat panggilkan tabib " teriak nya,dia berusaha sekuat tenaga agar tetap tenang,dan membuka ikatan yang ada di mulut putrinya.
sedangkan Ajeng,dia menangis histeris dan memeluk putrinya yang belum sadarkan diri.
*************
di kediaman perdana menteri
setelah acara pemakaman selesai,kakek dan nenek Hana baru sadar,Hana tidak terlihat sejak tadi,mereka menatap kearah Luna yang masih menangis di dalam pelukan kekasihnya Jensen.
" dimana Hana ? " suara kakeknya,membuat Luna menatap nya,dia terdiam sejenak dan benar dia tidak melihat Hana sejak tadi.
" apa dia kabur dari rumah ? " gumam Luna yang masih di dengar oleh kakek dan neneknya.
seorang pelayan yang baru saja datang, tiba-tiba menjawab pertanyaan kakek Hana.
" tuan besar,,nona Hana ada di dalam kamarnya,dia sedang sakit dan tidak bisa menghadiri acara pemakaman nyonya Maya " beritahu nya dengan takut-takut.
sebenarnya dia di perintahkan oleh Hana,dan juga sudah di bayar dengan beberapa tahil,karna itu si pelayan menuruti ucapan nya.
" apa sakit ? cih..dia memang nya sakit apa ? nenek. dia pasti pura-pura sakit agar tidak bekerja,,dia sangat pemalas lebih baik kakek usir saja dia dari rumah ini ! apa kakek mau jika suatu saat orang lain mengetahui Hana adalah putri bibi Ajeng " dengus Luna,dia sangat muak pada Hana,dan dia juga heran kenapa kakeknya masih tetap mempertahankan sepupu nya disini.
" benar suaminya, sekarang pangeran ketiga sudah mangkat,jadi dia sudah tidak berguna bagi kita,dan untuk Luna bukankah dia akan menikah dengan Jensen,,dia sudah tidak perlu lagi menutupi aib Luna,, sekarang juga aku tidak mau tau,kamu harus mengusir nya ! " tekan sang istri menatap suaminya tajam.
kakek Hana menghela nafasnya,memang benar setelah dia fikirkan, jika orang lain mengetahui Hana adalah putri kandung Ajeng,nama baik putrinya pasti akan tercoreng.
" baiklah,,Luna pergilah katakan padanya,malam ini dia harus meninggalkan kediaman perdana menteri,,dia sudah tidak berguna lagi bagi kita " ucap si kakek tanpa perasaan,padahal Hana adalah cucunya sendiri.
tentu saja dengan senang hati,Luna mengangguk dia berdiri dan ingin pergi tapi tiba-tiba dia terkejut saat melihat Hana yang berjalan mendekati mereka.
" kakek tidak perlu mengusir ku,aku akan pergi sendiri dan aku sangat berterimakasih pada kalian karna sudah merawat ku selama 18 tahun ini,meski aku tinggal di gudang dan mendapatkan makanan sisa,aku tetap harus berterimakasih pada kakek dan nenek ku bukan " ucap Hana dengan tersenyum dingin.
brakkkkkkkkkkkkkkkk
kakek nya memukul meja dengan wajah marah,dia menatap tajam Hana yang semakin berani padanya.
" kamu...jangan bicara omong kosong,selama ini aku merawat mu dengan sangat baik ! bahkan para pelayan ini bisa menjadi saksinya" bentak kakek nya,dia melirik tajam pelayan seolah-olah sedang mengancam nya.
mereka yang seolah mengerti sontak menatap Hana dengan wajah tidak senang.
" benar selama ini tuan besar dan nyonya besar telah merawat mu dengan sangat baik,kamu saja yang tidak pernah merasa puas,,,jika saja..
plakkkkkkkkkkkkkk
" aku tidak butuh seorang pelayan untuk menjelek-jelekkan ku ! kakek aku tau dan aku sangat tau kamu itu seperti apa,,jika kamu memang memperlakukan ku dengan sangat baik,kenapa aku memakai baju kusam dan penuh tambalan ini ? coba perhatikan Luna! dia sangat berbeda jauh dari penampilan ku,,tapi yasudahlah,,aku juga tidak terlalu mengharapkan kalian semua,,dan malam ini setelah aku meninggalkan kediaman perdana menteri! aku Hana saat itu juga memutuskan hubungan dengan kalian semua,mulai saat ini,aku tidak ada hubungan apapun dengan kalian ! tuan perdana menteri dan nyonya Perdana menteri,aku akan mengingat semua perbuatan kalian,, terimakasih karna telah menampung ku di kediaman perdana menteri " setelah menampar pelayan,Hana berbicara panjang lebar,dan dia langsung pergi dari sana tanpa memperdulikan teriakan kakek dan neneknya.
" anak kurang ajar,, berani nya kamu memutuskan hubungan dengan ku,,kamu anak durhaka,,tidak tau balas Budi,,ingat baik-baik ucapan ku kamu tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan di luar sana " teriak kakeknya,dia bahkan mengutuk Hana.
" ini semua karna mu,jika saja dari dulu kamu membuang anak sialan itu,pasti kediaman perdana menteri tidak akan seperti sekarang ! aku sangat yakin,dia luar sana dia pasti menjelekkan nama mu dan juga nama baikku,,,ini semua salah mu " marah istrinya pada suaminya.
Jensen yang sejak tadi terdiam menatap anggota keluarga itu,dia tidak menyangka Hana cucu kandungnya sendiri malah memperlakukan nya seperti budak.
" aku mengira Hana adalah anak pembantu,tapi ternyata dugaan ku salah,dia justru putri dari Ajeng istri bupati yang terkenal bijaksana" batin Jensen.
sementara Luna,dia meringis malu mendengar ucapan kakek dan neneknya,juga dia sangat kesal pada sepupu nya.
" awas saja jika pernikahan ku dengan Jensen ada masalah,aku tidak akan melepaskan mu Hana ! aku akan membuat hidupmu seperti di neraka " batin Luna dengan tangan mengepal.
dia melirik kekasihnya yang terdiam,dan itu semakin membuat Luna was-was takut keluarga calon mertua nya menolak pernikahan mereka.