NovelToon NovelToon
Ghaffar Si Penakluk Arwah

Ghaffar Si Penakluk Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Mata Batin
Popularitas:192.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang anak lelaki, yang harus menyaksikan kematian ibunya di ulang tahunnya yang ke 9. Tumbuh dengan hati yang dingin, seolah tak tersentuh. Tetapi ia sudah terbiasa, dengan sahabatnya. Petualangan bersama para roh, kuy kita baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Jenazah 1

"Apa nak Ghaffar sudah menemukan, keberadaan jenazah anak-anak kami?" tanya om Bagus

"Ya... Ghaffar sudah tau jenazah mereka di simpan dimana" jawab Ghaffar, dimatanya terlihat ada luka lama.

"Apa kita bisa mencari sekarang?" tanya Arimbi, kakak perempuan Arkana.

"Sebaiknya kita memanggil polisi, karena jenazah bukan hanya Theresia, Arkana dan Diki saja." jawab Ghaffar, Abraham kakak pertama Arkana mengangguk. Dia berdiri, lalu menghubungi anak buahnya. Ternyata kak Abraham merupakan Perwira Pertama Polisi, yang memiliki jabatan IPTU ( Inspektur Polisi Satu). Sedangkan kak Arimbi, seorang dokter spesialis forensik.

Ghaffar baru ingat, bila ayahnya Arkana merupakan pemilik rumah sakit. Pantas memang bila anak-anaknya akan sukses, karena memiliki latar belakang yang baik. Selama dua bulan ini, kak Abraham mencari keberadaan adiknya. Tapi tak di temukan, padahal ia sudah mencari dengan segala cara. Baik itu turun lapangan, atau pun mencari melalui CCtv. Namun pelaku melakukan aksi nya, di titik buta CCtv. Sehingga dia tak bisa mendapatkan petunjuk apapun.

Setelah orang tuanya bilang, bila ada orang yang bisa membantu mereka menemukan adiknya. Kak Abraham pun kekeh ingin ikut, karena memang tidak semua bisa di jelaskan oleh logika. Ada beberapa kasus, yang memang membutuhkan orang-orang seperti Ghaffar.

"Mereka dalam perjalanan, apa kita akan berangkat menunggu mereka?" tanya kak Abraham, setelah selesai menelepon.

"Itu terserah kakak, mau berangkat sekarang juga boleh." jawab Ghaffar

"Aku ikut" ucap Devan, kakaknya Diki

Para pria berangkat, sedangkan para istri dan kak Arimbi diminta untuk menunggu di kafe.

.

.

"Sekolah?" tanya Abraham, Ghaffar mengangguk.

"Pelakunya salah satu pekerja di sini, di lihat dari seragamnya. Dia bekerja sebagai petugas kebersihan, dan dia juga seorang wanita lanjut usia." jawaban Ghaffar, membuat yang lain terkejut. Yang paling terkejut adalah kak Abraham dan kak Devan, karena adik mereka tak bersekolah di sini.

"Wanita? Jadi pelakunya seorang wanita tua?" tanya kak Abraham tak percaya, karena selama dua bulan ini. Ia menebak, bila pelakunya seorang pria muda.

"Ya, sebaiknya kita segera masuk. Di depan ada penjaga sekolah, barangkali dia mengijinkan kita untuk masuk. Karena jalan yang bisa kita lalui, harus masuk ke sekolah ini. Kalo tebakan Ghaffar benar, bagian depan bangunan tersebut sudah lama tak di buka.

"Bisa" ucap Abraham, ia maju menghampiri penjaga. Yang lain masih menunggu, memperhatikan cara apa yang akan di gunakan oleh kak Abraham.

"Orang kaya mah, anak-anaknya juga bisa terjamin ya. Yang satu Perwira, yang satunya dokter. Terus itu bang Devan, dia juga pengusaha kan?" Damar mengangguk setuju

"Kalo yang latar belakangnya kaya kita, meski pinter juga. Belum tentu bisa sesukses itu Bar, banyak orang-orang pinter nganggur. Bahkan di tolak di sini, sukses di negara orang." ucap Damar, Devan menoleh.

"Kalau kalian nanti ingin bekerja, kalian bisa menghubungi abang." ucap Devan, serentak Akbar dan Damar menoleh. Namun Akbar kembali menatap ke depan, masa depannya sudah di jamin Ghaffar. Jadi dia tentu akan mengabdi di perusahaan, milik keluarga sahabatnya.

"Abang serius?" tanya Damar, Devan mengangguk

"Tapi... mungkin saya cuma lulusan SMA bang, belum tau bisa kuliah apa ga." ucap Damar lagi

"Kalau kamu memang serius, di perusahaan abang membuka tes beasiswa di beberapa kampus. Kamu bisa ikut, tentu saja jam kerja akan di sesuaikan dengan jam kuliah. Kamu tertarik?" tawar Devan, tentu saja di iyakan Damar. Ghaffar tersenyum tipis, saking tipisnya tak ada yang melihatnya. Dia senang, karena ternyata masih ada yang peduli pada para pelajar. Yang memang ingin maju, menjadi lebih baik.

Seandainya saja semua perusahaan, memiliki kesadaran seperti ini. Mungkin banyak penerus yang terselamatkan, takkan terjerumus ke pekerjaan yang bisa merugikan banyak orang. Seperti menipu lewat aplikasi, yang dapat membobol semua akun di ponsel. Itu karena apa? Karena sulitnya mencari pekerjaan, kalau pun ada lowongan. Akan di sertakan dengan syarat, yang memberatkan orang banyak.

"Ayo kita masuk, anak buah abang juga sudah dekat." ucap Abraham, membuyarkan pikiran Ghaffar. Mereka pun masuk ke dalam sekolah, penjaga sekolah sudah membuka gerbang lebar-lebar. Karena kak Abraham memberitahukan, bila bukan hanya mobil mereka saja yang masuk. Akan ada beberapa mobil menyusul, yang datang dari kepolisian dan rumah sakit.

Penanggung jawab sekolah pun sudah di panggil, karena penjaga sekolah menghubunginya atas permintaan kak Abraham.

.

.

Ghaffar berjalan paling depan, ia mengikuti jalan yang tadi sore ia lalui lewat alam bawah sadarnya.

"Kamu... tau?" tanya Devan, Ghaffar mengangguk. Abraham tak bertanya, karena ia yakin bila Ghaffar memiliki caranya sendiri. Dia yang sudah menangani banyak kasus, tentu hal ini sudah tak aneh.

Mereka mengikuti Ghaffar, sampai di mana mereka menemukan jalan buntu.

"Kamu yakin ke sini?" tanya Akbar, karena yang ia lihat hanya tembok tinggi. Tambah lagi di depan mereka, hanya ada meja dan kursi yang di tumpuk.

"Maaf tuan muda, tapi di sini hanya tempat menyimpan meja dan kursi, yang sudah tak terpakai." ucap penjaga sekolah, yang juga ikut mendampingi. Sebenarnya ia heran dengan Ghaffar, karena dia bisa tau seluk beluk sekolah ini. Padahal seingatnya, tak ada siswa dengan wajah setampan Ghaffar.

"Singkirkan saja kursi dan meja ini" pinta Ghaffar, lalu ia teringat sesuatu

"Maaf pak, apa di sekitar sini tak terpasang CCtv?" tanya nya

"Tak ada, karena di sana.." penjaga sekolah menunjuk ke arah jendela besar

"Merupakan ruang BK, sehingga takkan ada murid yang berbuat macam-macam di sini. Karena akan terlihat langsung, oleh guru yang bertanggung jawab di sana." jawab penjaga sekolah, Ghaffar mengangguk

Berarti si pelaku, membawa dan masuk ke sini. Di saat sekolah, memang sudah sepi. Bisa di pastikan, sekitar jam 5 sore. Karena seingat Ghaffar, saat ia mengikuti pelaku di kilas balik kehidupan Theresia dan dua arwah lainnya. Suasana langit masih terlihat terang, berarti memang di sekitar jam 4 atau 5.

Kak Abraham menoleh, saat ada yang memanggilnya.

"Kalian sudah datang, tolong singkirkan meja dan kursi ini." pinta kak Abraham

"SIAP" ketiga anak buahnya, langsung bergerak. Mereka memindahkan barang-barang, yang memang menghalangi, Saat sudah semuanya di pindahkan, semua orang terkejut. Karena melihat ada jalan masuk, yang entah kemana. Terutama penjaga sekolah, yang tak tau apa-apa sama sekali.

"Ini... Kemana?"

'B-bagaimana bisa anak muda ini, mengetahui hal ini. Padahal dia bukanlah murid di sini?' penjaga sekolah bertanya-tanya heran di hatinya

"Di balik tembok ini... ada bangunan besar, yang terbengkalai. Korban ada di sana, dan jenazah mereka di masukkan ke dalam sebuah gentong besar. Yang mana gentong itu, sudah di isi formalin sebelumnya." ucap Ghaffar, menjawab pertanyaan Devan

"APA?!...

...****************...

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰

1
rose🦋
astaga tuh ibunya kok GK antusias bngt kek neneknya, pas ank palsu pura2 sakit mlh pngn pergi , apa GK punya perasaan apapun yaa sm ank kandung nya, ihhh gemezzzz.
Aghitsna Agis
lanjut segera up.lagi ditunggu penasaraan mihh
vania larasati
lanjut kak
Novita Vita
waaaaahhh.... minta di 🔪🪓🪚 itu si anak palsu Mak.... blm apa" sudah main drama🤣
kaylla salsabella
heheh... nanti ujung" orang tua kandung Sean tetep sayang sama Arkansas🤭🤭🤭
nurul supiati
duh anak palsunya mulai dramaaa😭
Lilis mulyati
sean itu anak kndungmu bu msa gk ngerti juga klau dia itu anak palsu jka gk sdar2 juga akan lbh baik sean hdup sma Gaffar dripda sean punya ortu bodoh itu.jka sdah diperas hrtanya olh anak gk tau diri itu baru lah mohon2 sma sean buat hdup sma mreka.
Ambu Rinddiany Thea
asli mak moal kamamana da ie cicing asal double we mak ..
Sulastri Mawardi.87
lebih baik pinang di belah empat aja biar adil...?
hayo mau kemana km anak palsu..jgn buru2 pergi km si anak palsu..
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Trus kumaha tah kira2 ditarima teu Sean
nisa
dsr ank aspal ngaku" ank kandung askan or keluarga km nasibnya akan berakhir kismin😏 lanjutttt mak
mama_im
kalo anaknya gak tau apa apa mungkin masih bisa di terima di keluarga kandung sean, lah ini malah idah tau dan nyuruh nyiksa sean 🙄🙄😤😤
Dewi inaya
gak tau diri ne anak bah
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
bisa nda sih di doubelll ya ampun kesel😭😑😑😑😑
RiriChiew🌺
hilihhh anak begituan gak tau diri malah mau bikin drama kek ikan terbang ajaa. udh kebaca pula sama ghaf dan nenek laksmi 🤭
Ela Jutek
idih anak palsu sok manja kali, pen jorokin ke sungai deh. aduh aduh
Sani Srimulyani
tambah lagi Mak.....
vania larasati
lanjut kak
Hasnawiyah Ansar
🤣🤣🤣
Raini Bancin
ok
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!