Zavier terpaksa harus mencari seorang wanita untuk di jadikan istri secepatnya, karena di paksa oleh sang kakek yang sedang sakit parah. Sebagai seorang pewaris tunggal dirinya di tuntut oleh sang kakek untuk memiliki istri di usianya yang ke 27 tahun, hal ini membuat Zavier hampir gila.
Sementara itu di sisi lain, Sofia yang baru saja kehilangan sang papa, kini menjadi yatim piatu hidup menderita di tangan mama dan adik tirinya. Namun sebuah teragedi tak terduga terjadi, mama tiri Sofia tiba-tiba menjual Sofia kepada seorang laki-laki tua demi uang. Namun pada akhirnya hal ini malah membuat jalan bagi Sofia bertemu dengan Zavier.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
"ya tuhan, bagaimana aku bisa jujur kalau reaksi nya saja terlihat sangat takut kalau kakek mengatakan sesuatu kepada ku, nyatanya kakek memang mengatakan semua itu kepada ku dan meminta aku berjanji untuk tidak meningalkan nya, kakek bahkan meminta ku untuk mengubahnya, namun bagaimana mungkin sedangkan aku sangat takut dengan dia," kata Sofia yang kini tinggal sendirian di dalam kamar.
Ia sejenak melupakan permasalahan tersebut dan kemudian berjalan menuju lemari pakaian lalu menyimpan paper bag tersebut ke dalam nya tampa membuka terlebih dahulu.
Sementara itu di sisi lain.
Zavier kini memilih untuk menemui Glen di salah satu ruang pribadi nya di mansion tersebut.
"Tuan muda memagil saya?" kata Glen seperti biasa selalu capat dan tepat.
"Ya, duduk lah," kata Zavier mempersilahkan Glen duduk di kursi yang ada di hadapannya.
"Ada masalah baru?" tanya Glen.
"Siho mencoba mendekati Sofia, dan dia juga sepertinya menghasut kakek sehingga pagi ini apa yang aku takutkan terjadi, cincin itu, sekarang di pakai oleh Sofia," kata Zavier kepada Glen.
"Apa? Bagaimana ini bisa terjadi tuan muda?" ucap Glen yang ternyata juga tak kalah kagetnya.
"Tentu saja karena Siho membuat kakek khawatir dengan hubungan ku dan Sofia, namun dia bukan nya membuat kakek curiga, namun malah membuat kakek menyerahkan cincin itu kepada Sofia, Siho benar-benar mengundang pertikaian dengan ku," kata Zavier sambil mengepalkan tangannya.
"Tenang tuan muda, tenang lah, tuan muda sudah memastikan kalau nona Sofia tidak mendapatkan kata-kata janji dari tuan Wiliam?" kata Glen memastikan.
"Sepertinya tidak," ujar Zavier sambil menggeleng kepala.
"Huh, itu artinya masih aman dan tuan Wiliam mungkin hanya menguji kesetiaan nona muda saja," ungkap Glen mengambil kesimpulan.
"Ya, aku tau itu, oh ya satu lagi, apakah kau sudah mendapatkan informasi soal pelayan itu? Dan juga soal siapa yang membeli bahan baku kapas dengan harga tinggi? Masalah itu sudah kau pecahkan?" Zavier mulai mengalihkan pembicaraan mereka ke tema lain.
"Soal pelayan itu, aku belum mendapatkan informasi, soal pabrik akan terpecahkan mungkin jika kita datang ke sana," kata Glen menjelaskan.
"Baik, sudah cukup sekarang kau pergi lah, aku ingin memenangkan diri," kata Zavier dengan mudah nya ia memagil dan mengusir sang asisten.
"Tunggu dulu tuan muda, soal pesta besok malam, sepertinya kita tidak bisa mengelak kalau kelaurga tiri nona Sofia akan hadir, dan seperti nya tidak bisa mengelak pertemuan ini," kata Glen dengan wajah khawatir.
"Aku yang dengan sengaja meminta orang untuk mengirimkan undangan itu kepada mereka," seketika Zavier menjawab hal yang tak pernah ada di pikiran Glen saat ini dan sampai kapan pun.
"Apa? Tuan muda apakah anda sudah memikirkan konsekuensinya? Ini sama saja dengan membahayakan nona muda, mereka sekarang pasti sedang mencari nya," kata Glen yang kini khawatir setelah mendengar ucapan Zavier.
"Karena mereka mencari nya, itu membuat ku memilih untuk menunjuk kan kepada mereka kalau dia sekarang ada di bawah perlindungan ku," kata Zavier sambil tersenyum miring.
Singkat jelas padat, namun tak bisa di mengerti banyak oleh asisten Glen.
"Apa maksud nya?" tanya Glen yang pintar namun kepintaran nya tidak bisa menembus isi pikiran Zavier saat ini.
"Sekarang mereka pasti sangat kebingungan mencari keberadaan Sofia, itu karena mereka kini telah berurusan dengan tuan Ex dan terikat hutang dengan orang tua itu, aku ingin membuat mereka hancur dengan cara ku," kata Zavier menjelaskan.
"Aku masih belum mengerti," ungkap Glen yang tidak mengetahui kalau Zavier punya rencana seperti ini.
"Jika tuan Ex tau sekarang Sofia adalah milikku, apa menurut mu dia akan bernai mengambil nya dari ku? Dan kelaurga tiri Sofia pun tidak akan bisa berbuat apa-apa, giliran mereka yang menderita karena berurusan dengan tuan Ex, apa menurutmu ide ku ini bermasalah?" kata Zavier sambil tersenyum miring menatap Glen yang melongo di hadapan nya.
"Tuan muda, ini benar-benar ide yang bagus untuk membalas mereka yang telah menganiaya nona muda, namun aku agak sedikit bingung kenapa tuan muda BSE antusias ini menghadapi mereka, sampai ingin urusan mereka dengan tuan Ex lebih rumit, apakah nona muda yang meminta tuan muda untuk melakukan ini?" kata Glen sambil mengerutkan keningnya.
"Aku sudah berjanji untuk membantu nya, aku harus menepati itu bukan? Jadi jangan banyak bertanya," kata Zavier sedikit kesal karena Glen yang banyak bertanya.
"Ah, iya, baik lah, lalu sekarang apa yang harus aku lakukan?" tanya Glen segera mengalihkan pembicaraan mereka.
"Pergi lah dari sini, dan terus cari informasi soal pelayan itu, aku muak melihat Sofia menagis karena nya," kata Zavier sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"A, iya, baik," kata Glen yang otak nya tiba-tiba ngeleng saat mendengar ucapan Zavier.
Ia pun kembali berdiri dan melangkahkan kakinya untuk pergi dari ruangan tersebut.
Sejujurnya rencana ini memang cukup membahayakan Sofia, setelah sekian hari menghilang tanpa jejak, besok malam Zavier terpaksa harus memunculkan Sofia kembali di hadapan kelaurga tiri nya termasuk tuan Ex yang mengincar Sofia.
Memang Zavier tidak sama sekali mengundang tuan Ex di pesta tersebut karena ia merasa kalau membuat Rusita dan Tara tau kalau Sofia adalah milik nya sekarang itu sudah cukup untuk membuat tuan Ex murka.
Pilihan ini cukup lah berat, namun harus bagaimana lagi, ia harus membuat kedua rubah itu panas baru lah akan berhasil membuat mereka menerima akibatnya karena sudah begitu kejam kepada pewaris yabg sesungguhnya ya itu Sofia.
Karena sudah berjanji untuk membantu Sofia, Zavier tidak akan mungkin melupakan nya, karena mereka sama-sama memenuhi janji masing-masing.
Ini adalah trik awal Zavier untuk membuat Rusita dan Tara menerima akibatnya.
Sementara itu di sisi lain.
"Luvi," ujar boss nya memagil Luvi yang saat ini baru saja duduk untuk istirahat.
"Ada apa boss?" tanya Luvi kepada wanita tersebut.
"Enak sekali kau bersantai-santai di sini sementara para karyawan lain masih bekerja," kata boss nya dengan tatapan tajam.
"Boss, aku baru saja pulang mengantar pesanan bunga dari klien yang perusahaan nya sedang mengadakan acara, aku sangat lelah," kata Luvi lagi.
Luvi yang tegas kini terpaksa harus berusaha sabar karena ia tau mencari pekerjaan sangat sulit, ia bisa bekerja di toko bunga sebesar ini juga karena mereka sedang kekurangan karyawan untuk merangkai buket dan juga mengantarkan pesanan bunga.
"Tidak bisa istirahat Luvi, waktu istirahat belum tiba, dan oh ya jangan lupa siapkan tiga ratus tangkai mawar segar, merah, putih dan juga pink, untuk di antar ke mansion Atharyan besok pagi.
Seketika Luvi tercengang mendengar ucapan boss nya, ia kaget karena mendengar tiga ratus tangkai bunga mawar, itu bukan jumlah yang sedikit untuk di siapkan.
Bersambung ....
gak guna!