NovelToon NovelToon
Bangkitnya Sang Pewaris Iblis

Bangkitnya Sang Pewaris Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Demi takhta tertinggi Klan Zhou, Zhou Yu dijebak oleh konspirasi kejam. Menggunakan ramalan palsu, para tetua mengasingkannya ke Pulau Sunyi—tempat para biksu tanpa kekuatan kultivasi, tempat di mana masa depannya sengaja dikubur hidup-hidup.

​Enggan membiarkan takdirnya mati dalam kesunyian, Zhou Yu nekat melarikan diri ke Hutan Keramat yang tabu. Di sana, di balik kabut abadi, dia menemukan kerangka naga raksasa yang terantai.

​Siapa sangka, setetes darah Zhou Yu justru menghancurkan segel kuno dan membangkitkan takdir yang sebenarnya: Garis Keturunan Iblis Kuno yang ditakuti langit dan bumi! Dengan tulang naga iblis di tubuhnya dan dendam yang membara di hatinya, Zhou Yu berjalan keluar dari pulau pengasingan.

​"Kalian membuangku karena takut aku merebut takhta? Bersiaplah, karena sekarang aku kembali untuk meratakan seluruh klan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai Pengakuan

​Atmosfer di dalam Arena Elang Emas mendadak berubah menjadi begitu mencekam, seolah-olah seluruh pasokan udara di tempat itu telah disedot habis. Kebongkaran identitas Zhou Yu bertindak bagai petir di siang bolong yang menghantam fondasi spiritual setiap orang yang berada di panggung VIP.

​"Zhou Yu... Tuan Muda Kedua dari jalur utama yang asli?!"

​Suara seruan itu datang dari barisan para Tetua Netral. Selama bertahun-tahun, faksi tetua netral ini memilih untuk menutup mata dan tunduk di bawah tirani Zhou Gung setelah hilangnya pemimpin klan yang lama. Mereka semua mengira Zhou Yu telah menjadi sampah cacat yang membusuk di sudut pengasingan.

​Namun sekarang, menyaksikan pemuda itu berdiri tegak dengan aura tirani naga yang mencekik, meremukkan sang naga palsu dalam satu pukulan murni, para tetua netral itu bangkit dari kursi mereka dengan tubuh gemetar hebat.

​Mata mereka membelalak penuh keterkejutan, penyesalan, dan ketakutan yang mendalam. Mereka terkesima sekaligus ngeri menyadari bahwa klan mereka telah membuang sebutir mutiara surga demi seonggok kerikil busuk!

​Di sudut panggung, Lin Xinyue mundur satu langkah hingga punggungnya membentur pilar giok. Wajahnya yang secantik dewi es kini pucat pasi tanpa dialiri darah sedikit pun. Tatapan matanya kosong, dipenuhi oleh badai emosi yang menghancurkan jiwanya.

​Kenangan saat dia berdiri dengan angkuh di paviliun Zhou Yu, melemparkan surat pembatalan pertunangan, dan mencampakkannya seperti sampah tidak berguna kini berputar di otaknya bagaikan tamparan keras yang bertubi-tubi.

​Rasa terpesona, ketertarikan mendalam, dan debaran cemburu yang baru saja mekar di hatinya selama turnamen ini berubah menjadi racun penyesalan yang membakar habis harga dirinya. Pria hebat yang baru saja mencengkeram seluruh sanubarinya... adalah pria yang sama yang dulu ia buang ke dalam lumpur.

​"T-tidak... ini tidak mungkin..." bibir Lin Xinyue bergetar, setitik air mata penyesalan yang langka mengambang di sudut matanya.

​"Bocah haram! Kamu berani memalsukan identitas dan menggunakan ilmu hitam untuk mencelakai saudaramu sendiri?!"

​Raungan histeris Zhou Gung memecah keheningan. Didorong oleh rasa takut yang amat sangat akan kehilangan takhtanya, dia kehilangan seluruh akal sehatnya. Zhou Gung menunjuk Zhou Yu dengan jari yang gemetar.

​"Pasukan Elit Penegak Hukum! Pungut pengkhianat klan ini dan bunuh dia di tempat! Siapa pun yang membawakan kepalanya akan diberi hadiah ribuan batu spiritual!"

​Sret! Sret! Sret!

​Lebih dari seratus prajurit zirah hitam dari Pasukan Penegak Hukum klan mendadak muncul dari koridor belakang, mengepung seluruh lingkaran arena dengan tombak dan busur yang telah ditarik penuh.

​"Tunggu dulu, Pemimpin Klan!"

​Sebelum pasukan sempat merangsek maju, Tetua Agung dari faksi netral melangkah maju, memblokir jalan dengan ekspresi wajah yang sangat tegas. Energi spiritual ranah Pendirian Fondasi miliknya dilepaskan untuk menahan pergerakan pasukan.

​"Tetua Agung, apa maksudmu?!" Zhou Gung berteriak murka, matanya memerah.

​"Berdasarkan hukum leluhur Klan Zhou yang tertulis di atas Altar Darah, siapa pun keturunan sah klan yang memenangkan turnamen ini secara mutlak, dialah Penerus Klan yang sah!" Tetua Agung itu berkata dengan suara yang membahana, didukung oleh barisan tetua netral lainnya yang kini ikut berdiri membela Zhou Yu.

​"Tuan Muda Zhou Yu tidak hanya sah secara darah, tetapi dia juga membuktikan kekuatannya secara mutlak di depan seluruh Ibu Kota! Tindakanmu yang mencoba membunuhnya di atas arena adalah pelanggaran berat terhadap leluhur!"

​Perpecahan internal klan kini pecah secara terbuka dan memalukan di hadapan puluhan ribu penonton tribun bawah yang mulai berbisik panik.

​Di tengah kepungan senjata dan badai politik yang bergejolak di atasnya, Zhou Yu hanya berdiri dengan ketenangan yang mengerikan.

​Dia perlahan mengangkat kaki kanannya, lalu menginjakkan tumit bot hitamnya tepat di atas kepala Zhou Feng yang sedang mengerang kesakitan di lantai arena. Tindakan itu adalah penghinaan dan provokasi visual yang paling mematikan bagi Zhou Gung.

​Zhou Yu mendongak, menatap lurus ke arah Zhou Gung dengan pandangan mengejek yang sarat akan dominasi mutlak.

​Teeeeeetーーー!

​Tepat pada detik itu, sebuah suara tiupan terompet perang yang berat dan bernada rendah berkumandang, mengguncang gerbang luar kompleks Arena Elang Emas.

​BUMMM!

​Gerbang besi raksasa di bagian belakang arena hancur berkeping-keping akibat hantaman energi spiritual yang masif. Kapten Yuan, mengenakan zirah perang lengkap bersama ratusan pasukan bayangan terlatih yang telah memegang cetak biru rute pertahanan dari Zhou Yu, bergerak mendobrak masuk dengan formasi pengepungan yang sempurna.

​Mereka langsung mengunci posisi Pasukan Penegak Hukum Zhou Gung dari arah belakang. Suasana arena instan berubah menjadi medan perang yang sesungguhnya.

​Zhou Yu tersenyum dingin dari balik rambut hitamnya yang berkibar, menatap wajah Zhou Gung yang kini benar-benar kehilangan seluruh sisa harapannya.

​"Paman," suara Zhou Yu mengalun pelan namun menggetarkan sukma semua orang, "hari ini bukan hanya hariku untuk mengambil kembali apa yang menjadi milikku... ini adalah hari pemakaman bagi seluruh faksimu."

1
yos helmi
😍😍😍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
kalau up hanya satu dua bab .. jadi malas kasih dukungan.. biasanya cerita ng tamat..
LanzT0k3: sabar yahh ka
aku usahain 🤭🤭
total 1 replies
Danzo28
mantap
LanzT0k3: terimakasih
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!