Jodoh itu rahasia Allah. Takdir juga Allah yang menentukan. Tidak ada siapapun makhluk di dunia ini yang tau selain Dia.
Alea Widya Laksono (35 tahun) dinyatakan telah sembuh usai tiga tahun menjadi pasien di rumah sakit jiwa. Di usianya yang semakin bertambah, kedua orang tuanya cemas karena jodoh tak kunjung datang untuk putri mereka.
Suatu hari Alea akhirnya pasrah untuk menerima perjodohan yang disodorkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang berasal dari kalangan militer. Lelaki itu bernama Mayor Prabu Rasyid Wicaksono (38 tahun) yang berstatus duda tanpa anak.
Konon kabarnya, pernikahan Mayor Prabu sebelumnya harus kandas karena masalah ranjang. Desas-desus beredar bahwa sang suami yang menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) tersebut menderita impo_ten.
Apakah benar faktanya seperti itu? Benang merah seperti apa yang pada akhirnya mengikat takdir antara Mayor Prabu dengan Alea.
Simak kisah mereka.💋
Bagian dari Novel : Permata Hatiku🍁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 - Langkah Awal Malam Ini
"Kebe_let pengin kel0nan sama kamu, Dek. Itu bukti kalau megalodon Prabu udah gak tahan pengin kamu nina boboin enak di atas kasur," jawab Nanda tanpa tedheng aling-aling.
Alea pun terdiam sejenak. Detik selanjutnya, ia pun akhirnya paham.
Alea tidak lugu mengenai pelajaran biologi tentang cara repro_duksi manusia saat duduk di bangku sekolah.
Dahulu saat usianya masih muda, Alea memang wanita yang hobi duu_gem dengan teman-temannya, baik ke tempat hiburan malam maupun private party. Namun, Alea tetap punya prinsip bahwa ia tak akan melebihi batas.
Orang tua nya selalu mewanti-wanti untuk menjaga hal yang paling berharga yang dimiliki setiap wanita di dunia ini yakni kesucian. Hal berharga tersebut yang berhak mengambilnya adalah suaminya kelak.
"Jangan lupa setelah ini ngaca ya, Dek."
"Memangnya kenapa, Mbak?"
"Mbak lihat dari sini loh kalau wajahmu sekarang ini pasti memerah karena sudah ditumbuhi tomat-tomat cinta Prabu. Haha..." ledek Nanda seraya tertawa lepas di seberang sana.
"Dasar ipar rese' !!"
Bip...
Panggilan pun segera diakhiri sepihak oleh Alea. Dikarenakan kakak iparnya itu selalu jahil padanya, mirip seperti Langit.
☘️☘️
Kembali pada adegan di kamar Prabu dan Alea malam ini.
Sebelum acara malam pemersatu bangsa yang diminta oleh Prabu, ada beberapa hal yang ingin Alea pastikan agar tidak ada ganjalan di hatinya.
"Mas,"
"Hem,"
"Apa Mas Prabu gak jijik jika nanti menyentuhku?" tanya Alea dengan suara lirih dan terlihat penuh kehati-hatian.
"Jijik?" tanya Prabu.
"Iya," jawab Alea.
"Mas Prabu gak lupa kan aku dulu korban_"
"Aku yang ingin kamu. Aku gak peduli apa yang pernah terjadi di masa lalumu. Itu adalah milikmu. Sejak ijab qobul terucap di meja akad nikah, sejak para saksi mengatakan 'sah' di depan penghulu, kamu dan masa depanmu adalah milikku. Mengerti?" potong Prabu.
"Iya, Mas."
"Apa boleh sekarang aku mulai?" Prabu meminta izin.
Keduanya saat ini masih mengenakan pakaian tidur.
Sebelum melakukan ritual panjang malam ini, Prabu meminta Alea untuk memakai linge_rie berbahan satin premium warna hitam dengan aksen renda yang membentuk lengkungan indah di bagian da_da. Linge_rie tersebut adalah salah satu hantaran pernikahan dari Prabu untuk Alea.
Sedangkan Prabu saat ini hanya mengenakan kaos tipis putih dengan boxer hitam.
Alea masih menyimpan ragu. Bukan ragu pada kemampuan Prabu nantinya di atas ranjang. Akan tetapi, ia ragu pada kemampuan dirinya sendiri sebagai seorang wanita dewasa terutama istri.
Apakah ia bisa memuaskan Prabu ?
Alea tak percaya diri.
Namun, bayangan akad nikah saat telinganya mendengar Prabu begitu mantap mengucap ijab qobul hanya dengan satu tarikan suara, hal ini menumbuhkan keyakinan di hati Alea bahwa ia juga mampu.
Prabu tetap sabar menunggu jawaban dari Alea. Ia tak terburu-buru. Prabu memilih tetap diam sembari memandang wajah teduh Alea yang begitu cantik di bawah lampu kamar yang masih terang-benderang.
Lalu, Alea menganggukkan kepalanya kecil di depan Prabu. Sebuah tanda bahwa Alea memberi izin untuk Prabu menyentuhnya.
Prabu tersenyum bangga.
"Mau melakukannya dengan cahaya tetap seperti ini atau cukup menyalakan lampu tidur?" tanya Prabu karena ritual ini bukan untuk dirinya yang nyaman saja melainkan Alea harus ia perhatikan kebutuhan dan keinginannya juga.
Bagi Alea, ia pasti akan semakin malu dan canggung bila melakukan hal in_tim suami-istri dengan kondisi lampu menyala terang. Namun, gelap gulita juga tak mungkin karena khawatir trauma masa lalunya kambuh seperti yang lalu.
Akhirnya Alea memilih untuk menyalakan lampu tidur saja. Kini dalam sekejap suasana kamar mereka berubah menjadi redup temaram.
"Alea..."
"Iya, Mas."
"Aku siapa?" tanya Prabu seraya jarinya menjepit kecil dagu Alea agar wajah cantik sang istri sedikit mendongak untuk menatapnya. Dikarenakan sejak tadi ia tau Alea masih malu sehingga istrinya itu sering menjatuhkan pandangannya ke bawah.
Alea pun mendongak sembari menatap wajah tampan Prabu yang terlihat jelas kilat gai_rah sebagai pria normal.
"Mas Prabu-suamiku," cicit Alea.
"Ingat itu baik-baik. Aku-suamimu. Orang yang berhak menyentuh dan mengga_ulimu. Jangan takut karena aku akan melindungimu,"
"Iya, Mas."
Prabu tengah berusaha mensugesti Alea bahwa saat ini dirinya tengah bersama suaminya di atas ranjang serta hal-hal positif lainnya.
Entah sejak kapan tangan Prabu sudah melingkar erat di pinggang Alea. Prabu menariknya hingga dua tubuh sepasang pengantin baru itu semakin mendekat, bahkan menempel.
Kedua mata Alea sudah memejam karena bibirnya dengan Prabu telah saling menyapa usai sang suami melafalkan doa di atas ubun-ubun nya.
Awalnya ciuman itu lembut. Tak berselang lama, berubah menjadi sebuah luma_tan cukup panjang yang memabukkan. Prabu menekan bibirnya cukup dalam hingga menye_sap kuat di bibir Alea dengan sapuan lidah di dalamnya.
Nafas Alea sedikit terengah dengan reaksi tubuhnya yang ikut berdesir di sekujur. Tangan Alea yang awalnya hanya diam di bawah, tanpa sadar kini berada di atas pundak Prabu seakan mencari sandaran kuat untuk pegangan dari serangan dahsyat yang mendadak hadir.
Sejauh ini tak ada penolakan yang Prabu rasakan dari reaksi tubuh Alea. Prabu masih berusaha sebagai pemimpin pesta malam ini. Ia lebih mendominasi. Namun, Prabu tetap terukur melakukannya dan tidak tergesa-gesa. Step by step.
Prabu ingin Alea menikmati pesta malam ini dengan nyaman dan hati bahagia.
"Mas Prabu..." erang Alea ketika bibir sang suami sudah berpindah untuk menyentuh ke area lehernya. Prabu cukup serakah di titik itu.
Sembari membuat lukisan merah jambu di leher Alea, tangan Prabu dengan cepat sudah meloloskan tali spaghetti linge_rie sang istri hingga melo_rot sampai ke area siku lengan.
Prabu melepaskan ciumannya dari leher Alea. Kini kedua mata Prabu menatap legit penuh gai_rah yang tertuju pada dua mahoni kembar milik Alea yang tampak padat dengan pucuk membu_sung. Seakan menantang Prabu untuk singgah di sana.
Prabu melepas dengan cepat kaos yang masih melekat di tubuhnya. Kini hanya menyisakan boxer hitam miliknya di mana megalodon yang bersembunyi di dalam sana sudah berdiri tegak sejak tadi.
"Alea, buka matamu. Tatap aku,"
Alea yang mendengar perintah Prabu, perlahan membuka kedua matanya. Prabu mengambil salah satu telapak tangan Alea, lalu ia ke_cup mesra jari-jemarinya.
Di tengah nafasnya yang terengah, Alea tersenyum. Prabu perlahan beralih ke telinga Alea, lalu berbisik mesra yang ditutup gigitan kecil di sana.
"Kamu cantik banget, Sayang..."
Bersambung...
🍁🍁🍁