NovelToon NovelToon
PORTER: System Override

PORTER: System Override

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kebangkitan pecundang / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:665
Nilai: 5
Nama Author: VANDEMIC

Apa jadinya jika pahlawan elit Rank-A meregang nyawa di dasar Dungeon hanya karena menenggak sebotol air garam?

Di dunia yang memuja sihir tempur, Arka hanyalah kuli Porter F-Rank. Nyawanya dihargai lebih murah dari selembar poster promosi Vanguard Guild. Tapi para elit arogan itu melupakan satu hukum mutlak: Jangan pernah merendahkan orang yang memegang kunci gudang obatmu.

Berbekal Skill [Logistics Grid], Arka meretas sistem dari dalam. Dia memanipulasi data manifes, menukar ramuan bernilai miliaran rupiah dengan air garam, dan memutus rantai pasokan tepat saat pasukan elit itu terjebak di hadapan bos monster mematikan.

Tanpa perlu mengangkat pedang, Arka membalikkan hierarki dunia Hunter. Saat Mana mengering dan taring monster mengincar leher, para pahlawan palsu itu dipaksa menangis, berlutut, dan menjual seluruh jiwa mereka hanya demi setetes ramuan dari tangan sang Porter.

Sistem telah diretas. Monopoli Grey Underground baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VANDEMIC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Bertaruh pada Kebutaan

Cahaya kuning dari senter taktis itu mengiris retina Arka bagaikan belati tajam. Setelah berhari-hari terkurung dalam kegelapan absolut, pupil matanya yang melebar kini dipaksa menyusut secara brutal. Arka memalingkan wajah, mengerang tertahan sambil mengangkat lengannya yang gemetar untuk menutupi matanya yang berair perih.

Melalui sela-sela jarinya, pandangannya kabur dan berbayang. Ia hanya bisa melihat dua siluet gelap berdiri di ambang pintu kontainer. Bau udara laut yang asin dan dingin berembus masuk, menyapu bau busuk dari luka infeksi di dada kirinya.

Klik. Suara mekanis dari pelatuk senapan serbu yang ditarik memecah deru mesin kapal.

"Dapat satu tikus pelabuhan," suara serak tentara bayaran pertama terdengar dari balik cahaya menyilaukan. "Mati atau hidup?"

"Sitorus bilang jangan tinggalkan jejak biologis apa pun di dekat kargo," jawab penjaga kedua, suaranya lebih berat dan bergemuruh. "Seret dia keluar, buang ke laut."

Langkah sepatu bot baja terdengar menghantam lantai kontainer. Penjaga pertama melangkah masuk, meninggalkan dek luar yang cukup terang menuju ruang kontainer yang masih dikuasai kegelapan pekat.

Di tengah kepanikan dan demam yang membakar otaknya, insting bertahan hidup Arka mengambil alih.

Adaptasi sel fotoreseptor pada mata manusia membutuhkan waktu setidaknya dua puluh hingga tiga puluh detik saat berpindah dari tempat terang ke tempat gelap. Jika dia melangkah masuk sekarang, jarak pandang efektifnya kurang dari...

BZZZZT!

Sengatan Neural Feedback menghantam pangkal leher Arka. Ia terbatuk keras, memuntahkan darah segar dari bibirnya yang pecah-pecah. Perutnya kram luar biasa. Namun, rasa sakit itu mengonfirmasi analisanya: Penjaga itu saat ini buta dalam kegelapan.

Telapak tangan kanan Arka, yang menopang berat tubuhnya di atas lantai baja, merasakan tumpukan serpihan batu bara tajam dan karat basah yang ikut terbawa bersamanya dari pelabuhan Sektor 3.

Penjaga itu kini berada kurang dari satu meter di depannya. Laras senapan dingin menyentuh kening Arka.

"Bangun, keparat," desis penjaga itu, matanya menyipit, berusaha memfokuskan pandangan di dalam kontainer yang gelap.

Dengan sisa tenaga terakhir yang memompa adrenalin ke pembuluh darahnya, Arka tidak melawan senjata itu. Ia mencengkeram segenggam penuh serpihan batu bara, karat, dan debu laut yang basah, lalu melemparkannya sekuat tenaga tepat ke wajah penjaga itu.

PRAAS!

"AAARRGH!" Penjaga pertama menjerit histeris. Debu tajam dan karat asam langsung menggores kornea matanya. Ia terhuyung mundur, melepaskan pegangannya dari senapan untuk menutupi wajahnya yang berdarah.

Kepanikan membuat jari penjaga itu tanpa sengaja menekan pelatuk.

DOR! DOR! DOR!

Rentetan peluru baja meledak liar di dalam kontainer sempit. Suaranya memantul ke dinding-dinding logam, menciptakan ledakan akustik yang memekakkan telinga. Telinga Arka langsung berdenging hebat seolah gendang telinganya robek. Kilatan api dari moncong senjata menerangi kegelapan, memperlihatkan penjaga kedua yang terkejut dan bersiap menembak.

Arka tidak punya waktu untuk berdiri. Sambil menahan rasa sakit luar biasa di dada kirinya yang seolah terkoyak, ia melemparkan tubuhnya berguling ke depan. Ia menghantam lutut penjaga pertama dengan bahunya.

Kehilangan keseimbangan dan buta, penjaga pertama tumbang ke belakang, menabrak penjaga kedua dengan keras hingga keduanya terjerembap jatuh melewati ambang pintu kontainer, menghantam lantai dek kapal yang terbuat dari pelat besi.

Arka tidak berhenti untuk mengambil senjata. Ia tahu ia tidak akan menang dalam baku tembak.

Sambil merangkak brutal seperti binatang buas, Arka menyeret dirinya keluar dari kontainer, menembus udara malam lautan yang membekukan kulit. Ia menginjak perut penjaga yang mengerang kesakitan, lalu memaksakan kakinya yang pincang untuk berlari menjauh, menyelam ke dalam labirin tumpukan kontainer raksasa di Dek Kargo 2.

"Tembak! Bunuh dia!" raung penjaga kedua dari kejauhan, disusul suara tembakan membabi buta yang memercikkan bunga api di dinding kontainer tepat di belakang tumit Arka.

Napas Arka berderik seperti mesin rusak. Dadanya basah oleh darah dari luka bakar yang kembali terbuka. Namun, ia berhasil keluar dari peti mati bajanya. Kini, ia bebas berkeliaran di dalam perut kapal Dewi Andalas.

***

**[AUTHOR NOTE]**Pecah!! Ini gila banget! Arka menang BUKAN karena jago bela diri, tapi murni karena dia pintar manfaatin kelemahan mata manusia! Masuk dari tempat terang ke gelap bikin mata buta sesaat, dan Arka manfaatin itu buat ngelempar debu batu bara ke mata musuh! Kotor, brutal, tapi sangat realistis! Sekarang Arka lepas di dalam kapal, tapi kondisinya makin parah dan seluruh penjaga pasti bakal mencarinya! Menurut kalian, apa yang harus dicari Arka pertama kali? Air minum, atau obat buat dadanya yang infeksi?!

1
Hunter S
keren bangetttt aku bakal baca terus
Hunter S
Berat sekali untuk arka, mungkin banyak kejutan setelah nya
Hunter S
Sebagai penyuka genre system dan MC pintar, ini novel sangat keren di plot dan karakter yang lokal, please mangatoon jadikan ini karya ekslusif, karena di platform yang genre boys tab sangat sedikit
VANDEMIC: Dukung terus novel ini dengan membaca dan masukan kedalam rak buku
total 1 replies
Hunter S
aku pengen skuad elit ngerasain akibat nya❌
Hunter S
lanjut 😍
Roses
sumpah ini cerita nya bikin deg degan banget, keren.
Roses
kejam banget sih ini 😭
VANDEMIC: 😈
Terimakasih atas dukungannya nanti kan setiap perjalanan arka yang lebih berdarah-darah.

vandemic-
total 1 replies
Roses
Arka😭
Roses
kalau aku jadi arka aku bakalan hopeless banget😭
Roses
kasian arka 🙂‍↕️
Roses
Ditunggu lanjutannya abangku
Roses
Paraah kece
Roses
Lanjutkan thoorr kereen💪
Roses
Ketika scroll tidak sengaja lihat cover yang mengintimidasi 😱 langsung aja gasskeen karena jarang banget novel yang dari segi plot cerita nya bagus gini jadi makin penasaran.
kalian harus pada baca kawan kawan yang suka manga atau manhwa, please kepada editor mangatoon/noveltoon angkat ini jadi karya di platform ini karena di platform ini banyaknya cerita percintaan perempuan saja
Semangat thoorr😼
VANDEMIC: Terimakasih atas dukungannya kak, pastikan masuk rak buku dan jadi novel favoritmu!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!