NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:29k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Al. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tujuh Belas

"El ...," panggil Zoya pelan.

"Hm?"

"Aku tidak bermaksud membuat kamu dan kedua orang tuamu salah paham," ucap Zoya hati-hati. "Aku hanya sekadar ingin mengatakan apa yang aku tahu."

El terdiam. Tangannya masih menggenggam kemudi, sementara matanya fokus melihat jalanan yang mulai sepi. Lampu-lampu kota terlihat melewati kaca mobilnya satu per satu.

Selama beberapa saat, El tidak menjawab. Bukan karena ia marah kepada Zoya. Justru sebaliknya. Dalam pikirannya, Zoya tidak punya niat buruk. Gadis itu hanya mengatakan sesuatu yang menurutnya benar. Hanya saja, kebenaran itu datang pada waktu yang salah dan membuat semuanya berubah.

"Kamu tidak salah, Zoya," akhirnya El berkata.

Suaranya terdengar lebih tenang. "Aku justru berterima kasih."

Zoya terdiam mendengar itu.

"Jika kamu tidak mengatakannya, aku tidak akan tahu kebenaran semua ini."

El menarik napas panjang. "Setidaknya sekarang aku tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku tahu kenapa selama ini ada hal-hal yang tidak pernah aku pahami."

Zoya menggigit bibirnya pelan. Ada rasa bersalah yang masih mengganggunya.

"Tapi El ...."

"Aku tahu apa yang kamu pikirkan," potong El pelan. "Kamu merasa bersalah karena semua ini terjadi."

Zoya tidak menjawab.

"Jangan seperti itu. Ini bukan salah kamu."

Meski El mengatakan itu, Zoya tetap merasa tidak nyaman. Bagaimanapun, ia merasa kedatangannya dalam masalah keluarga Arsaka membuat semuanya semakin rumit.

"El, sekarang kamu tidak usah pikirkan semua ini dulu," kata Zoya akhirnya. "Kamu sedang emosi. Jangan membuat keputusan besar saat hati kamu masih terluka."

El tersenyum kecil, meski Zoya tidak bisa melihatnya.

"Kamu terdengar seperti Mommy."

"Karena mungkin kali ini aku juga berpikir seperti Mommy kamu," jawab Zoya pelan.

Kalimat itu membuat El diam. Ia kembali teringat wajah Hana ketika dirinya menarik koper tadi. Wajah ibunya yang penuh kesedihan.

Sebenarnya, bagian paling menyakitkan bukanlah ketika Arsaka marah. Melainkan ketika ia melihat ibunya menangis karena dirinya.

"Aku hanya butuh waktu," ucap El.

"Iya," jawab Zoya. "Ambil waktu yang kamu butuhkan."

Beberapa detik mereka kembali diam.

"Besok kita bertemu," kata Zoya kemudian. "Kita bicara baik-baik."

El mengangguk kecil meskipun tahu Zoya tidak melihatnya. "Iya."

"Jangan lupa makan."

El hampir tertawa kecil. "Kamu sama saja seperti Mommy."

"Anggap saja aku menggantikan dia mengingatkan kamu malam ini."

Senyum kecil muncul di wajah El untuk pertama kalinya sejak ia meninggalkan rumah. "Terima kasih, Zoya."

"Sama-sama."

Panggilan itu akhirnya berakhir. El meletakkan ponselnya di kursi sebelah. Namun kali ini, pikirannya sedikit lebih tenang.

Meski begitu, rasa sakit itu masih ada. Ucapan Arsaka masih terngiang jelas di kepalanya. Kalimat itu terus berputar di pikirannya.

El menggenggam kemudi lebih erat. Ia tidak tahu apakah keputusannya benar atau salah. Ia hanya tahu, malam ini ia terlalu terluka untuk tetap berada di rumah itu.

Beberapa saat kemudian, mobil El berhenti di depan apartemennya. Ia turun perlahan lalu membawa tas kecil yang tadi ia ambil dari rumah. Tidak banyak barang yang ia bawa. Hanya beberapa pakaian dan benda penting.

Ironis memang, selama ini ia tinggal di rumah besar dengan segala kenyamanan. Tapi malam ini, ia kembali ke tempat kecil yang biasanya hanya ia datangi ketika ingin menyendiri.

El membuka pintu apartemen. Suasana hening langsung menyambutnya. Tidak ada suara Hana yang bertanya apakah ia sudah makan atau suara Al yang biasanya berlari menghampirinya.

Tidak ada suara Chelsea yang kadang membuat rumah terasa lebih ramai. El masuk lalu meletakkan tasnya di sofa. Apartemen yang biasanya terasa nyaman justru terasa sangat kosong.

Ia duduk diam. Matanya menatap ruangan di depannya. Dan tanpa sadar, pikirannya kembali kepada keluarganya.

Sementara itu, di tempat lain, Chelsea duduk sendirian di meja makan apartemennya.

Makanan yang tadi ia pesan masih tersisa setengah. Entah kenapa, malam itu selera makannya hilang.

Ia menatap kursi kosong di depannya. Biasanya, ketika makan malam, ia tidak pernah benar-benar sendirian. Ada Daddy yang selalu bertanya bagaimana harinya dan Mommy yang selalu memastikan ia makan dengan baik, serta Al yang selalu punya cerita lucu tentang sesuatu yang terjadi di kampus atau pekerjaannya. Dan tentu saja, ada El.

Chelsea menunduk. Entah kenapa, nama itu yang paling membuat dadanya terasa sesak. El yang dulu selalu menjaganya. Pria itu dulu menjadi orang pertama yang membuatnya merasa diterima.

El juga yang dulu selalu mengatakan bahwa rumah itu adalah tempat di mana ia tidak perlu merasa takut. Tapi sekarang semuanya berubah. Chelsea memejamkan mata.

Ia merasakan rindu yang perlahan muncul. Rindu pada keluarganya dan suara mereka. Ia juga rindu pada perasaan memiliki rumah. Namun Chelsea buru-buru menggeleng.

"Tidak ...," bisiknya pada diri sendiri.

Ia tidak boleh terus seperti ini. Bukankah ia sudah mengambil keputusan. Berarti ia harus kuat. Ia harus belajar berdiri sendiri.

"Mulai sekarang aku harus terbiasa tanpa mereka," ucapnya pelan.

Chelsea kemudian berdiri dan membawa piringnya ke dapur. Setelah membersihkan semuanya, ia kembali ke ruang kerja kecil di apartemennya.

Laptopnya masih tergeletak di meja. Ada banyak hal yang harus ia lakukan. Ia tidak ingin terus menangisi keadaan yang sudah terjadi.

Chelsea membuka laptop dan mulai memeriksa email masuk. Awalnya ia hanya ingin memastikan apakah ada kabar terbaru dari beberapa perusahaan yang ia lamar.

Namun saat melihat satu email dengan nama perusahaan besar, matanya langsung membesar. Tangannya perlahan mengklik email tersebut.

Beberapa detik kemudian, wajahnya berubah. Matanya berbinar. "Serius?"

Chelsea membaca ulang isi email itu. Lamarannya diterima. Ia mendapatkan pekerjaan yang selama ini ia harapkan.

Untuk pertama kalinya setelah hari penuh kesedihan, senyum muncul di wajahnya. "Aku diterima ...."

Suara Chelsea bergetar karena bahagia. Ia langsung mengambil ponselnya. Orang pertama yang ingin ia hubungi adalah Daddy.

Ia ingin mengatakan kabar baik itu. Ia ingin mendengar suara Arsaka yang selalu terdengar bangga setiap kali ia berhasil melakukan sesuatu.

Jarinya sudah membuka kontak Daddy. Namun sebelum menekan tombol panggil, Chelsea berhenti. Tangannya perlahan turun.

Wajah Hana, Arsaka, Al, dan El kembali muncul di pikirannya. Air mata kecil menggenang.

"Aku tidak boleh ...."

Chelsea menghapus air matanya. "Aku tidak boleh menghubungi Daddy dan Mommy."

Ia menarik napas panjang. "Bahkan kalau aku merindukan mereka."

Chelsea mematikan layar ponselnya. Ia tahu, menghubungi mereka sekarang hanya akan membuat semuanya semakin sulit. Ia harus belajar menerima kenyataan dan membuktikan bahwa keputusannya bukan sebuah kesalahan.

"Aku harus bisa," ucapnya pelan.

Malam itu, dua anak yang sama-sama terluka berada di tempat berbeda. El dengan rasa kecewa karena merasa kehilangan keluarganya.

Dan Chelsea dengan rasa rindu karena harus menjauh dari keluarga yang selama ini menjadi dunianya. Mereka sama-sama mencoba terlihat kuat.

1
Manis
di sinopsis orang barunya Al,
tapi sama Noah jg gak papa🤭
Patrick Khan
celsi noah cie cie💃💃💃
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Farhan sial betul nasib lu dapet istri sama anak tiri modelan beginian ... emak nya chelsea gak gini amat bro /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kata keramat sudah di keluarkan siap siap langsung berubah pikiran
vj'z tri
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/ Daddy beraksi
vj'z tri
wokeh tangan kanan Dady beraksi /CoolGuy//CoolGuy/
Ida Nur Hidayati
ibu sama anak ternyata sama saja.
semoga Arsaka lebih ngek dengan tujuan mereka
ken darsihk
Yah ternyata mama sama anak sebelas dua belas sami mawon , sama 2 brengsekkkk 😠😠😠
guest1053527528
wadduuh mama dan anak sama Doong gawat ini Thor lanjut thor
Nandi Ni
oooohh..ternyata mama Dina seorang pemain rupanya,dia ngeh kalau ini sebuah jebakan.
Rarik Srihastuty
Farhan kenapa kamu selalu salah memilih istri setelah pisah dari Hana...
Enny Suhartini
Bagus Arsaka👍
Lela Angraini
peeehhh mau main" sama arsaka ya. ooohhh tidak bisa fulgosooooooooo,,kamu blm tahu saja si arsaka. sekali jentik habis kamu
Teh Yen
ank sama ibu sama" matre ternyata ,,kenapa.sih Farhan kurang beruntung yah dapet istri baik dulu kamu buang Hana yg tulus mencintaimu d sia sia kan,,.dapet Chika yg mencintaimu tanpa batas .... skrng malah dapet istri yah yg begitu huuh
Oma Gavin
dina kepedean banget rencananya berhasil sebelum saatnya tiba el sudah tau duluan kebohongan zoya dan berbalik membenci zoya
Patrick Khan
ow tidak bisa skenario bukan di emak km zoya..tp di tangan mam othor😏😏
Mama Reni: 🤣🤣🤣🫣🫣🫣
total 1 replies
Eka ELissa
gila ni anak emak sama 2 gak tau diri......
Eka ELissa
TPI jgn lupa kbusukn yg di simpan lama 2 juga bkln kbongkar juga .....🫣🫣🫣🫣
Eka ELissa
Farhan......kmu slalu pilih orang yang slah....udh ilang Hana ktmu Chika yg yaa... lumayan udh mau tobat kmu buang eh....nmu lagi gundik baru...yg sama GK bner juga ..🤣🤣🤣🤣ksian bgt kmu Farhan 🤣🤣🫣
Apriyanti
dasar emak SM anak SM nya,, lanjut thor 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!