Novel ini kelanjutan dari Transmigrasi Belvia season 1, diharapkan baca yang season 1 biar tahu alur ceritanya.
Dilarang keras untuk kopi paste ❗❗❗❗❗
Tidak menerima komen toxic... ❌❌❌🚫
Jadilah pembaca yang bijak....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erika Ponpon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
"Bang lo mau kemana? tumben ganteng" celetuk Callie berjalan dari arah dapur melihat Cesario sudah rapi dan membawa tas kecil.
Cesario menoleh ke Callie ia mencebikkan bibirnya.
"Lo bilang apa? tumben ganteng? oh..jadi selama ini gue jelek gitu?".
"Bukan gue yang bilang ya kalo abang jelek tapi abang sendiri yang bilang" Callie mengedikan bahu.
"Berantem yok berantem Cal" gemas Cesario kepada kembarannya.
"Ogah mending gue lanjutin nonton mas songkang, udah sono kalo mau pergi" Callie sudah duduk di sofa depan televisi.
"Dih, halu mulu kerjaannya pantas saja jomblowati" cibir Cesario.
"Daripada lo bang tukang baperin anak gadis orang, udah sono pergi ganggu me time saja sih lo" sinis Callie menendang bokong Cesario.
"Kembaran kamvret emang" umpat Cesario.
Casey datang dari lantai atas melihat pertengkaran adik kembarnya itu geleng-geleng kepala mereka sudah seperti tikus dan kucing selalu saja ada bahan untuk bertengkar.
"Cesario Locco Lexander" desis Casey menatap tajam Cesario.
Glek!
"Syukurin mampus" ucap lirih Callie.
"Hehe..bang gue pergi dulu ya bang" cengiran Cesario ia langsung lari ke garansi sebelum mendapat ceramah dari Casey.
"Huhu..dasar playboy karbitan" ejek Callie.
Setelah itu Callie menoleh ke Casey seolah ingin mengatakan jadi pergi tidak.
"Tunggu Cesario pergi baru kita pergi" ucap Casey ia peka dengan tatapan Callie.
Setelah suara mobil Cesario tidak terdengar baru Casey dan Callie berjalan menuju garansi mereka akan naik motor masing-masing.
Saat Casey hendak naik ke motor tiba-tiba ponsel Casey berdering. Callie yang sudah berada di atas motor menoleh ke Casey.
"Kenapa bang?" tanya Callie.
"Bentar ada telepon dari Devano" balas Casey langsung mengangkat panggilan telepon dari Devano.
Callie tidak mendengar apa yang mereka bicarakan lewat telepon tapi Callie mendengar umpatan Casey sepertinya Casey sedang emosi dilihat dari urat lehernya tercentak sangat jelas sekali.
"Shitt!" umpat Casey langsung menutup telepon.
Callie mengerutkan kening apa yang terjadi? pikir Callie.
"Cal, kamu pergi duluan ke angkringan nanti abang nyusul, abang harus pergi ke markas karena markas lagi diserang sama Jaguar, Ravestrack lagi butuh abang kamu gak apa-apa sendirian kesana?nanti janji abang akan nyusul ke angkringan" jelas Casey kepada Callie.
Mata Callie langsung melotot markas diserang?kenapa mereka menyerangnya saat malam hari seperti ini tidak tadi siang hari? Apa Marvel sudah sembuh? ah, sepertinya belum Marvel butuh empat minggu untuk sembuh total.
"Baiklah bang, Callie kesana dulu nanti Callie nunggu abang, hati-hati bang" ucap Callie.
"Hm, kamu juga hati-hati Cal" dan diangguki oleh Callie.
Brummmmm...
Brummm...
Mereka pergi secara berpisah Casey menuju markas Ravestrack sedangkan Callie menuju angkringan dimana disana ada Cesario dengan Elnara.
Callie telah sampai di angkringan ia memakirkan motornya didepan ruko kosong. Callie mengedarkan pandangannya mencari sosok yang ia kenal.
Saat Callie sudah menemukan yang ia cari Callie langsung duduk di meja paling belakang sambil mengawasi mereka.
Callie menatap curiga pada sosok gadis yang bernama Elnara teman sekelasnya.
"Mau ngapain dia?" tanya Callie pada dirinya sendiri ketika melihat Elnara merogoh sesuatu dari saku celana.
Callie langsung mengirimkan chat kepada Cesario untuk berhati-hati.
Ting!
Pesan chat dari Callie langsung masuk ke ponsel Cesario, Cesario yang melihat layar ponselnya ada chat masuk ia langsung membuka dan membaca chat Callie.
Cesario langsung mengedarkan pandangan mencari Callie, dan ternyata Callie melambaikan tangan kepada Cesario.
Cesario memberikan tanda dengan mengacungkan ibu jari ke arah Callie yang artinya okey.
"Lo lagi lihatin apa sih dan tangan lo kenapa begini" Elnara menatap aneh Cesario sambil menirukan gerakan seperti Cesario barusan.
"Ah, tadi punggung gue gatal dan gue mau garuk iya garuk pakai ibu jari enak ternyata" alibi Cesario agar tidak ketahuan sedangkan Callie sudah tertawa kecil melihat wajah Cesario seperti kepiting rebus.
"Gue pesan minuman dulu ya, lo susu jahe panas kan?" tanya Elnara.
"Ehm..teh hangat tawar saja El" balas Cesario ia tadi melirik ke Callie duluan sebelum menjawab.
"Baiklah"
Callie langsung mengikuti langkah Elnara dari belakang, Elnara tidak menyadari kalau ada seseorang yang mengikutinya. Callie berpakaian serba hitam lengkap dengan topi dan masker.
Callie mengedipkan mata ke arah pemilik angkringan disana pasti Elnara akan menaruh sesuatu di minuman Cesario. Dugaan Callie benar saat pemilik angkringan lengah Elnara menaruh bubuk putih kedalam minuman Cesario, Callie yang tadi pura-pura mengambil gorengan mata Callie tetap mengawasi gerak-gerik Elnara. Saat Elnara sedang sibuk mengambil nasi dan sate-satean, Callie langsung menukar posisi minuman Elnara dengan Cesario setelah itu senyum miring terbit di balik masker Callie langsung duduk ke mejanya sambil menunggu Casey datang.
Elnara berjalan menuju Cesario yang tengah sibuk dengan ponsel miliknya, Elnara memberikan minuman yang dipesan oleh Cesario barusan, minuman mereka sama-sama teh hangat tawar entah kebetulan atau semacam takdir. Tadi posisi minuman sudah di tukar oleh Callie jadi Elnara memberikan minuman yang tidak ada bubuk putih sedangkan punya Elnara sendiri terdapat bubuk putih yang seharusnya milik Cesario.
"Minum Ces, pasti lo haus kan?" Elnara menyodorkan minuman ke Cesario.
"Hm, thanks ya El udah mau traktir gue" ucap Cesario.
Saat Cesario minum Elnara tersenyum miring tipis menatap Cesario.
'Bagus minum yang banyak Ces, setelah ini lo akan merasakan surga dunia dan kehancuran keluarga besar lo sendiri' batin Elnara.
"Lo gak minum El?" Elnara tersentak oleh suara berat Cesario.
"Eh, i-iya nih gue minum" Elnara langsung menghabiskan minuman nya.
Cesario tertawa dalam hatinya. "Emang enak dikerjain sama kembaran gue hm, lo tidak akan bisa menghancurkan keluarga gue Elnara, dan ternyata lo adiknya Marvel.ck'.
Setelah beberapa menit kemudian Elnara merasakan tubuhnya panas dan keringat bercucuran rasanya ingin sekali melepaskan semua pakaiannya. Cesario yang melihat Elnara semakin menggeliat dan melepaskan kancing pakaiannya langsung menahan tangan Elnara.
"Lo mau ngapain El?" pura-pura polos Cesario.
"Badan gue panas Ces dan gerah apa mau hujan ya" Elnara benar-benar tidak betah sekali rasanya ada yang ingin meledak di dalam tubuhnya.
Saat bersentuhan dengan kulit Cesario hasrat seksual Elnara bangkit rasanya ingin sekali disentuh lebih dari ini oleh Cesario.
"Ces..ssshh...aahh.." desah Elnara membuat Cesario merinding dan jijik.
"L-lo kenapa desah njir, entar orang-orang pada lihatin ke kita" panik Cesario sedikit takut sama Elnara takut di terkam di sana.
"Gue gak sanggup lagi Ces, sentuh gue Ces buruan" desah Elnara.
'Dih, amit-amit cabang bayi gue gak mau nyentuh siluman nagin kayak dia' batin Cesario bergirik merinding.
Cesario melirik ke arah Callie yang sudah duduk di atas motornya, Callie menyuruh untuk membawa Elnara ke hotel, hotel tersebut sudah disiapkan oleh Casey dan Casey sudah menunggu disana.
Cesario menghela nafas dengan berat. 'Fix habis ini gue harus mandi kembang tujuh rupa dan pakai parfum yang banyak'.
Cesario terpaksa memapah tubuh Elnara masuk ke dalam mobil sport milik Cesario. Saat Cesario memapahnya Elnara terus saja menggeliat seperti cacing kepanasan dan mendesa•h rasanya Cesario ingin membanting tubuh Elnara disaat itu juga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya mereka di hotel milik keluarga Lexander, Casey sudah menyambut mereka dengan senyum miring ke arah Cesario.
"Lo masuk saja ke kamar 25 disana sudah ada beberapa laki-laki yang sudah menunggu" bisik Casey saat melewati Cesario berjalan bersama Elnara.
Callie yang duduk santai hanya menahan tawa melihat wajah tertekan dan frustasi seorang Cesario.
'Kamvret pasti tuh Callie lagi ngejek gue awas saja lo' gerutu Cesario dalam hati.
"Bang jangan lupa pesanan gue" balas Cesario dengan suara lirih dan diangguki oleh Casey.
Cesario pesan kepada Casey untuk menyiapkan pemandian air hangat dengan kembang 7 rupa di hotel ini. Cesario langsung membawa Elnara ke kamar 25 menggunakan lift.
Ting!
Sesampainya di lantai tiga sepanjang jalan Cesario terus menerus menggerutu dan menatap sinis Elnara.
Sampai didepan pintu kamar 25 Cesario merogoh sakunya untuk mengambil kartu akses kamar. Cesario menempelkan kartu ke pintu dan pintu berbunyi, Cesario langsung membuka dan disana ia terkejut ternyata sudah ada beberapa laki-laki yang berbadan besar dan berotot gila dimana Casey mencari orang seperti mereka pikir Cesario.
Cesario langsung melemparkan tubuh Elnara yang sudah pengaruh obat perangsa•ng ke arah mereka.
"Buat kalian silahkan mencicipi tubuhnya terserah kalian mau apain dia, gue gak peduli" ucap Cesario.
"Baik bos"
Cesario langsung pergi dari sana dan berjalan menuju kamar yang ia pesan sebelum Cesario sampai di hotel.
Dikamar 25 Casey sudah meletakkan beberapa kamera tersembunyi disana untuk merekam adegan panas Elnara dengan lima orang laki-laki berbadan besar dan berotot. Sedangkan Cesario tengah menikmati pemandian air hangat disertai kembang tujuh rupa.
"Aaahhh...nikmat sekali rasanya" desah Cesario berendam sambil nonton one piece.
tetap semangat dan sukses buat semua karya" nya kak .ganbate sukses selalu kak 💪💪