NovelToon NovelToon
Penyesalan Ceo: Mantan Istriku Ternyata Konglomerat

Penyesalan Ceo: Mantan Istriku Ternyata Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius / CEO
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Finus Ina

"Tandatangani ini dan pergilah dari rumahku! Anak haram di rahimmu itu bukan darah dagingku!"Devan Mahendra, CEO dingin penguasa bisnis kota, melempar surat cerai tepat di wajah Anya. Terhasut oleh fitnah kejam, Devan mengusir Anya yang sedang hamil tua di tengah badai malam. Anya pergi membawa luka sedalam lautan dan dianggap tewas dalam kecelakaan tragis

Lima tahun berlalu. Devan hidup dalam penyesalan setelah kebenaran terungkap. Namun, dalam sebuah perjamuan bisnis kelas atas, sosok wanita yang sangat mirip dengan mendiang istrinya muncul. Dia bukan lagi Anya yang miskin dan penurut, melainkan Anastasia Wijaya, putri tunggal pewaris takhta keluarga terkaya nomor satu, didampingi sepasang anak kembar yang berwajah sangat mirip dengan Devan

Saat Devan berlutut memohon ampun, Anya hanya tersenyum dingin, "Maaf, Tuan Mahendra. Anda salah orang."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Finus Ina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15

Happy reading guys

___________________

Master Bab 15: Bidak Catur Terakhir

Pagi hari di Kota Jakarta disambut oleh langit kelabu yang tertutup awan mendung.

Di dalam ruang ICU Rumah Sakit Pusat, pendaran lampu indikator medis masih berbunyi ritmis.

Kelopak mata Devan Mahendra perlahan bergerak, sebelum akhirnya sepasang netra elangnya yang dingin terbuka seutuhnya setelah satu bulan tenggelam dalam kegelapan koma.

Aroma antiseptik yang pekat langsung menusuk indra penciumannya. Rasa nyeri yang teramat sangat menjalar dari perut kirinya saat ia mencoba menggerakkan tubuhnya sedikit.

Namun, fokus perhatian Devan tidak tertuju pada rasa sakit fisiknya.

Pria itu menatap lurus ke arah langit-langit kamar, membiarkan memori malam badai di tangga darurat hotel kembali berputar di kepalanya.

‘Alta... Arka...’

batin Devan berbisik parau, secercah rasa hangat yang asing mendadak merayap di ulu hatinya saat mengingat bagaimana jemari kecil putranya menyentuh tangannya kemarin malam.

Mereka masih hidup,Darah dagingnya yang ia telantarkan, kini tumbuh menjadi sepasang putra yang luar biasa genius.

Klik.

Pintu elektronik ruang ICU bergeser terbuka. Devan mengira Rian yang akan melangkah masuk membawa laporan medis.

Namun, derap langkah kaki yang terdengar justru berasal dari sepatu pantofel mahal yang mengetuk lantai dengan ritme yang penuh keangkuhan.

Seorang pria dengan setelan jas hitam custom-made khas Eropa melangkah masuk.

Ia memegang sebuah tas kulit premium, memancarkan aura wibawa yang dingin dengan senyuman tipis yang sarat akan intrik kelam di bibirnya.

Dia adalah Samuel Amalia, kakak kandung Siska yang baru tiba dari Swiss.

Devan menyipitkan netra elangnya, mengenali garis wajah pria di hadapannya.

"Samuel... Amalia," suara Devan terdengar sangat serak dan parau, menyiratkan keringnya tenggorokan yang lama tidak berfungsi.

"Selamat pagi, Tuan Devan Mahendra. Sungguh sebuah berkah melihat Anda bisa bangun tepat di hari eksekusi terbesar dalam hidup Anda,"

ucap Samuel dengan nada suara yang tertata rapi, penuh kepuasan yang teramat pekat.

Pria itu meletakkan tas kulitnya di atas meja nakas medis, lalu mengeluarkan sebundel dokumen otentik berstempel bursa efek internasional.

Samuel menggeser dokumen tersebut ke hadapan Devan yang masih terbaring lemah.

"Adikku, Siska, mungkin telah bertindak bodoh dengan menggunakan metode penculikan fisik yang murahan hingga ia harus mendekam di penjara. Namun, Keluarga Amalia bukanlah keluarga yang bisa kamu injak-injak begitu saja setelah kamu memecatnya secara tidak hormat."

Samuel menopang tangannya di tepi ranjang Devan, memajukan tubuhnya demi memberikan tekanan mental yang mutlak.

"Melalui konsorsium cangkang di Swiss, selama satu minggu ini aku telah membeli seluruh sisa saham Mahendra Group yang anjlok ke titik terendah akibat penarikan modal Wijaya Corps. Saat ini, akulah pemilik sah dari lima puluh satu persen saham pengendali. Hari ini, posisi Anda sebagai CEO telah resmi dicopot, Devan. Mahendra Group sudah berada di bawah kakiku, dan setelah ini, aku akan menggunakan korporasi ini untuk menghancurkan Anastasia Wijaya di lantai bursa seumur hidupnya."

Samuel tertawa kecil, suara tawa yang begitu hambar dan penuh kemenangan prematur.

Ia mengira ia akan melihat raut wajah panik, amarah, atau keputusasaan dari sosok Devan yang baru saja siuman dari koma panjangnya.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

Wajah tirus Devan tetap datar, sedingin es kutub.

Sepasang netra elangnya tidak memancarkan ketakutan sedikit pun, melainkan sebuah pandangan meremehkan yang teramat tajam.

Sudut bibir Devan perlahan bergerak, membentuk seulas senyuman tipis yang sarat akan ironi yang mematikan.

"Samuel... kamu mengira kamu adalah seorang pemburu yang cerdas," ucap Devan, suaranya yang serak mendadak terdengar begitu tegas dan penuh penekanan laksana seorang penguasa yang memegang kendali permainan.

"Tapi faktanya... kamu hanyalah seekor tikus yang dengan sukarela berjalan masuk ke dalam perangkap besi yang sudah kusiapkan selama lima tahun ini."

Senyum di wajah Samuel seketika lenyap, digantikan oleh kerutan dalam di dahinya.

"Apa maksudmu?!"

"Apakah kamu benar-benar mengira aku menggilai pekerjaan selama lima tahun ini tanpa mempersiapkan rencana cadangan?" Devan menarik napas panjang, menahan rasa nyeri di perutnya demi menatap lurus musuhnya.

"Sejak Siska kembali ke Jakarta, aku sudah tahu bahwa Keluarga Amalia sedang mengincar likuiditas modal Mahendra Group melalui manipulasi saham. Jadi, saat Anastasia menarik modal dua triliun rupiah sebulan lalu... aku sengaja membiarkan saham perusahaan anjlok tanpa melakukan intervensi sedikit pun."

Devan batuk kecil, seulas senyum dingin kian merekah di wajahnya.

"Lima puluh satu persen saham yang kamu beli di Swiss itu... adalah lini saham yang sudah kupenuhi dengan seluruh utang busuk (toxic debt) proyek pelabuhan timur yang mangkrak dan masalah manipulasi pajak masa lalu milik ayahmu. Kamu tidak membeli emas, Samuel. Kamu baru saja membeli bom waktu senilai tiga triliun rupiah yang akan meledak dan membangkrutkan seluruh aset pribadimu di Swiss dalam waktu dua puluh empat jam ke depan jika draf audit itu diserahkan ke otoritas keuangan internasional."

Samuel tercekat sempurna. Seluruh persendian tubuhnya mendadak kaku laksana terkunci es.

Wajahnya yang semula angkuh seketika pias tanpa darah, jemarinya mencengkeram tepi ranjang hingga memutih.

"Tidak mungkin... kamu menggertakku! Dokumen kepemilikan aset inti Mahendra Group—"

"Aset inti Mahendra Group yang bersih sudah kupindahkan secara hukum melalui skema Trust Fund atau dana perwalian tertutup sejak tiga minggu lalu sebelum aku tertusuk di hotel," potong Devan dengan suara baritonnya yang menggelegar tenang di dalam ruang ICU.

"Dan pemilik sah dari dana perwalian itu... adalah Alta Wijaya dan Arka Wijaya. Dua putra kembarku bersama Anastasia."

Devan menegakkan sedikit punggungnya, menatap Samuel laksana seorang raja catur yang baru saja mengumumkan kata Skakmat.

"Aku mengorbankan cangkang Mahendra Group yang sudah membusuk demi menyeretmu dan seluruh Keluarga Amalia ke dasar jurang kemiskinan yang mematikan. Sekarang... silakan nikmati hadiah kebangkrutanmu, Tuan Pengacara Internasional."

Tepat di saat kalimat Devan selesai diucapkan, pintu ruang ICU kembali terbuka dengan sentakan keras.

Anastasia Wijaya berdiri di sana bersama Sekretaris Hendra, mematung dengan sepasang mata yang melebar sempurna mendengar seluruh konspirasi taktis kelas tinggi yang baru saja diucapkan oleh mantan suaminya dari atas ranjang pesakitan.

------------------------------

Bersambung.......

Wah wah wah ada apa nihh??? ternyata plot wis sebesar iniiii yaaa??? Nantikan bab selanjutnya yaaaa...

jangan lupa tinggalin jejak

1
Ifana
padahal kk nya dipenjara, siapa orang dibalik menghilang nya Siska 🤔
Anonim
AWOKAWOK CERITA BALIKAN LAGI AWOKAWOK LAWAK
Finus Ina
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!