Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33 SNIPER!!
Malam pun tiba terlihat Luna sudah sampai di rumah setelah berkerja seharian, ia terlihat lesuh mungkin kecapean setelah berkerja keras dari pagi hingga malam. Luna melangkah duduk di sofa. Vendra mengikuti dari belakang.
"Mau aku ambil kan Air minum? ". Tanya Vendra merasa kasian melihat dia kecapean.
" Iya boleh ". Jawabnya sambil merebahkan tubuh nya yang capek.
Vendra melangkah jalan ke arah dapur untuk mengambil segelas air minum untuk Luna.
Luna mengambil remot TV di atas meja menekan tombol menyala, TV pun sudah menyala dengan acara Film, tidak lama menonton Film, tiba-tiba saja siaran saluran teralihkan sebuah siaran berita, tentang seseorang meninggal di tempat kejadian dimana orang tersebut terbunuh terletak dengan simpahan darah di bagian dadanya.
Wajah Luna berubah menjadi keringat dingin,
berita tersebut orang yang terbunuh itu meninggal di karena kan di tembak oleh seseorang Sniper jarak jauh.
mendengar seorang Sniper seketika buluku merinding mendengar nya. Tampaknya Luna trauma dengan seorang Sniper.
Luna teringat kejadian satu tahun lebih itu.
"AAAAAAARRRRGGGGGHHHHH!! ". Sebuah teriakan mengema seluruh bandara pesawat saat dirinya pegang kepala di pangkuan nya sang kekasih tercintanya tertembak di tempat kejadian oleh seseorang.
Semua orang yang melihat kejadian itu terdiam dengan rasa takut gemeteran tidak berani untuk menolong
Luna semakin teringat kejadian mengerikan itu. kedua tangan pegang kepala dengan rasa takut, sesak di dada terasa sakit, hingga bernafas pun sulit, tenggorokan nya tercekat, tercekik sulit untuk mengungkapkan kata..
Vendra yang sehabis di dapur, ia melangkah sambil membawa kan segelas air minum di tangan nya. Saat melihat kedepan, ____Vendra terkejut melihat Luna tercengang seperti orang yang ke bingungang. Vendra bergegas menghampiri Luna yang bertingkah aneh.
"Agh.... JANGAN!! ARRRGGGHHH!! EUMMMM!! ". Luna melirik sana sini seperti orang yang gila, ia kebingungan sambil terbayang-bayang
" HEI!! ADA APA!? ". Vendra bergegas meletakkan gelas air minum di atas meja lalu cepat menolong Luna yang kepanikan hebat. Vendra pegang kepala mencoba mengarahkan melihat dirinya. " HEI!! LIHAT AKU! LIHAT! LIHAT MATA AKU! ". Minta Vendra dengan ekpresi panik.
Luna terus pegang kepala nya dengan erat melihat wajah Vendra dengan ekpresi bingung.
" Siiittt! Sini! ". Vendra peluk Luna untuk di tenang kan dan menghangatkan nya dengan nyaman.
Vendra kembali melihat wajah Luna dengan lebih jelas memastikan kalau Luna baik-baik saja..
" Di.... Dia...!! ". Luna tunjuk jari ke arah TV
Vendra pun menoleh ke arah TV yang di tunjuki oleh Luna. Vendra menonton tapi hanya sebuah berita tentang pembunuhan, Ia heran di sertai bingung maksudnya bagaimana??
Luna pun sembunyikan kepalanya di dada Vendra dengan ketakutan. Vendra merasakan tubuh Luna gemeteran hebat seperti orang yang benar-bener trauma berat. Vendra hanya terdiam bingung sambil memeluk tubuh Luna
Kemudian, setelah terjadinya Luna yang bertingkah aneh hingga membuat dia kecapean dan kelelahan. Vendra memutuskan membawa Luna ke kamar, menyelimuti tubuh nya. saat ini Luna tertidur lelap, dari tadi Luna ketakutan menerus hingga sampai kelelahan. Tampaknya Vendra merasa sedih melihat keadaan Luna semakin buruk. entah apa yang telah terjadi, dan maksud nya apa soal menujukan berita tentang pembunuhan oleh Sniper. Vendra terdiam berfikir keras.
Vendra melangkah keluar dari kamar Luna sambil menutup pintu.
Paginya terlihat Luna terdiam duduk di depan meja makan, Vendra menyodorkan segelas air minum di atas meja depan Luna. Luna hanya melamun bengong ia terbayang-bayang sosok kekasih nya dulu.
Vendra yang dari tadi hanya memperhatikan, lalu duduk depan Luna.
"Kenapa? ". Tanya Vendra rasa ingin tahu
Luna hanya menggeleng kepala dengan ekpresi wajah murung
" Hari ini aku tidak akan kerja dulu, mau istirahat ". Ucap Luna sambil bangkit melangkah jalan dengan lemas.
Vendra yang melihat itu hanya terdiam bingung, entah apa yang di alami kak Luna.
Kemudian Luna hanya terdiam duduk di atas ranjang kasur sambil melihat sebuah foto kenangan nya bersama kekasih dulu. berlahan berbaring sambil memeluk sebuah foto dengan erat sembari menangis... sedih...
"Hiks...! ".. Luna penjamkan mata sambil air mata bercucuran sedih
Tidak lama Vendra mengintip ingin tahu keadaan Luna di dalam kamar, ia pun buka pintu kamar berlahan melangkah mendekat. melihat Luna terbaring meringkuk sambil memeluk sebuah foto, membuat Vendra iba melihat nya.. Vendra berlahan memperbaiki posisi tidur nya Luna mengambil sebuah foto di tangan nya, lalu meletakkan di atas meja. Vendra selimuti tubuh Luna dengan lembut dan ke perhatian nya pada Luna.. setelah itu saat hendak melangkah ingin pergi_____ di tahan oleh Luna yang tiba-tiba saja pegang pergelangan tangan nya
"Tolong temani aku tidur! ". Minta Luna memohon dengan ekpresi wajah sedih. Vendra yang melihat wajah Luna yang lagi sedih pun luluh, ia menganggukkan kepala..
Vendra naik ke atas ranjang kasur menemani tidur nya
Luna peluk Vendra dengan erat seperti seorang anak yang membutuhkan kasih sayang. Vendra pun peluk tubuh Luna dengan nyaman dan erat sambil menggosok tubuh punggung Luna dengan lembut. Vendra kecup kening kepala Luna dengan lembut seperti isyarat kasih sayang untuk Luna.
Terlihat mereka berdua seperti seorang adik kakak saling menyayangi walaupun mereka bukan sedarah dan bukan saudara kandung hanya seorang Asisten dan Atasan.
*****
*****
*****
(suara hati). "Semua yang saya lakukan tidak mungkin gagal. tapi anak itu menghalangi semua rencana saya! ". Terlihat William sangat bingung karena rencana nya selalu di gagalkan. Ia berdiri terdiam sambil kedua tangan berada di dalam saku celana nya.
(suara hati). " seribu cara saya lakukan. tapi semuanya sia-sia. sial!! ". Ekpresi kesel wiliam ruang tamu sendirian
" Bos!! ". Sahut anak buah nya muncul di hadapan nya
" Ada tugas untuk mu". Ucap willian.
"Siap! ". jawabnya tegas
Sorenya terlihat Luna menikmati suasana alam pantai sambil penjamkan mata berdiri sendiri merasakan angin segar dengan nyaman. Vendra yang berdiri terdiam memperhatikan dari belakang tidak jauh, hanya tersenyum manis.
Luna membuka mata sambil menghela nafas lega memandangi sebuah ombak gelombang ringan di sana suara seruan pantai gelombang sangat rileks
(suara hati) . "perasaan ini, dan filing ku mengatakan, sesuatu yang akan terjadi, semakin dekat, semakin terburuk, lalu apa aku sangup bertahan? atau.... berakhir sampai sini? ". Luna melirik melihat sekeliling peti pantai sambil tersenyum tipis.
Luna melangkah jalan. Vendra mengikuti Luna.
Melangkah sambil melihat sekeliling menikmati suara angin bergelombang segar. Luna melangkah jalan menyusuri peti pantai. Terlihat Vendra hanya melangkah mengikuti Luna mengawasi dengan tenang.
Tiba-tiba saja Luna berhenti melangkah berbalik melihat Vendra di belakang nya. Vendra pun seketika berhenti melangkah terdiam bingung
Luna melihat wajah Vendra dengan penuh arti.