NovelToon NovelToon
Hanya Ibu Untuk Anakmu, Mas!

Hanya Ibu Untuk Anakmu, Mas!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:80.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Alysia percaya pernikahannya adalah jawaban atas doa setelah bertahun-tahun hidup sendiri. Saat Demian datang melamarnya, dia mengira akhirnya menemukan laki-laki yang memilih dirinya, bukan karena belas kasih, bukan karena keadaan, melainkan karena cinta.

Namun kenyataan yang menunggunya jauh lebih menyakitkan. Demian adalah duda muda dengan seorang anak kecil yang kehilangan sosok ibu. Dan Alysia baru menyadari satu hal setelah resmi menjadi istrinya. Dia tidak pernah benar-benar hadir sebagai perempuan yang dicintai. Dia hanya dipilih karena dianggap paling tepat menjadi ibu bagi anak Demian. Arkhasa.

“Aku menikahimu supaya anakku punya ibu.”
Kalimat itu mengubah segalanya.
Untuk pertama kalinya, Alysia memilih berhenti menunggu dicintai. Dia memutuskan pergi, meski harus meninggalkan anak yang sudah dia sayangi seperti darah daging sendiri.

Namun saat Alysia benar-benar menjauh, Demian mulai menyadari sesuatu yang terlambat dia pahami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alysia 10

Setelah kepergian Arkhasa yang berjalan mantap menuju mobil, keheningan di ruang makan itu menjadi semakin menyesakkan. Damian masih berdiri mematung, tangannya yang tadi terulur kini menggantung di udara, seolah kehilangan pijakan di dunianya sendiri.

Alysia berbalik, mengambil kotak bekal yang terbungkus rapi di atas meja. Gerakannya efisien, tanpa keraguan sedikit pun. Saat dia melewati Damian, pria itu refleks mencengkeram pergelangan tangan istrinya, cukup kuat untuk menghentikan langkah Alysia.

"Alysia, tunggu," desis Damian.

Suaranya sedikit bergetar, perpaduan antara keterkejutan dan ego yang terluka.

"Apa maksud semua ini? Kamu tidak biasanya bersikap begini. Kalau kamu marah karena aku melewatkan acara Arkha minggu lalu, aku bisa minta maaf. Aku bisa membatalkan meeting hari ini dan menemani kalian."

Alysia menatap tangan Damian yang mencengkeramnya, lalu beralih menatap wajah pria itu dengan sorot mata yang dingin namun jernih. Perlahan, dia melepaskan cengkeraman Damian dengan sentakan halus yang sopan namun memberi jarak.

"Mas Damian," ucap Alysia tenang,

"Kamu tidak perlu membatalkan meeting hanya karena rasa bersalah yang mendadak muncul pagi ini. Kamu punya prioritasmu, dan selama enam tahun ini, aku sudah belajar untuk tidak menjadi pengganggu dalam daftar prioritas itu."

"Aku tidak bilang kamu pengganggu," sanggah Damian cepat.

Alysia tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak sampai ke matanya.

"Bukan itu masalahnya, Mas. Masalahnya adalah, aku baru menyadari kalau kursi di sampingku di acara sekolah nanti memang tidak ditujukan untukmu. Karena setiap kali aku memberikan kursi itu untukmu, kamu selalu membiarkannya kosong. Jika memang kamu menyayangi dan mengutamakan Arkhasa anak kandungmu sendiri dari pada pekerjaan yang menurutmu lebih penting. Datanglah! Datang sebagai ayah yang bertanggung jawab nanti hari Sabtu di acara Arkhasa,"

"Apa kamu pikir selama ini Arkhasa hanya butuh sosok ibu? Dia juga butuh figur ayah yang secara tak langsung tak pernah kamu tunjukkan dengan benar! Jadilah pria yang bertanggung jawab atas pilihanmu! Jangan menjadi pria penge-cut! Aku hanya ibu sambungnya tapi kamu adalah ayah kandungnya!!"

"Apa kamu sedang mengancamku dengan menjauhkan anak itu?" Damian mulai terpancing, nada suaranya meninggi.

"Ancaman?" Alysia tertawa pelan, suara yang terdengar asing bagi telinga Damian.

"Bukan, Mas. Ini bukan ancaman. Ini adalah konsekuensi dari apa yang sudah kamu tanam selama bertahun-tahun. Kamu membangun benteng yang tinggi antara dirimu dan kami, lalu sekarang kamu marah saat benteng itu benar-benar memisahkan kita?"

Tanpa menunggu jawaban Damian, Alysia melangkah pergi. Langkah kakinya terdengar tegas di lantai marmer, menjauh dari meja makan, menjauh dari kehidupan Damian yang selama ini dia atur dengan telaten.

Dia mendengar pintu rumah tertutup dengan dentuman yang halus namun final. Suara mesin mobil yang menyala, lalu perlahan menjauh meninggalkan pelataran rumah.

Damian terduduk lemas di kursinya. Dia menatap kursi yang seharusnya diduduki Arkhasa, lalu kursi di sebelahnya yang biasa diduduki Alysia. Kini, dia benar-benar sendirian di dalam rumah yang dia bangun untuk keluarga, namun justru di sanalah dia merasa paling terasing.

Sesuatu dalam dirinya bergejolak. Rasa takut yang selama ini dia abaikan. Ketakutan akan kehilangan satu-satunya tempat yang benar-benar menerimanya, kini menghantam dengan kekuatan yang telak. Apakah dia baru saja kehilangan kendali atas rumah tangganya, atau dia justru baru saja kehilangan satu-satunya orang yang selama ini menjadi detak jantung kehidupannya?

Kesunyian yang ditinggalkan Alysia terasa lebih bising daripada teriakan apa pun. Damian menatap sisa kopi di cangkirnya yang kini sudah dingin. Uap panasnya telah hilang, serupa dengan kehangatan rumah yang selama ini ia anggap akan selalu ada di sana, menunggu tanpa syarat.

Dia teringat kembali kata-kata Alysia. Aku hanya ibu sambungnya, tapi kamu adalah ayah kandungnya.”

Damian menyandarkan punggungnya ke kursi kayu yang terasa keras dan asing. Selama ini, dia merasa bahwa dengan bekerja keras, dia sedang "membangun" masa depan bagi Arkhasa. Dan bagi Alysia cukup dengan memenuhi semua kebutuhan lahirnya. Tanpa kekurangan apapun.

Namun, dia baru menyadari bahwa dalam proses membangun tembok-tembok finansial yang kokoh, dia justru sedang memahat nisan bagi hubungan batinnya sendiri.

Ponsel di saku jasnya bergetar. Sebuah notifikasi dari asisten pribadinya muncul di layar.

Reminder: Meeting dengan investor utama pukul 09.00. Presentasi final akan dimulai 30 menit lagi.

Biasanya, notifikasi itu adalah detak jantungnya. Hari ini, notifikasi itu terasa seperti pengingat akan kegagalan.

Damian berdiri, namun kakinya terasa berat. Dia melangkah menuju jendela besar yang menghadap ke halaman depan. Bekas ban mobil Alysia masih terlihat samar di atas aspal yang basah oleh embun pagi. Untuk pertama kalinya, dia tidak memikirkan angka-angka atau target kuartal. Dia memikirkan sosok Arkhasa, bocah kecil yang selama ini dia anggap sebagai "tanggung jawab" yang akan selalu mengerti. Dan Alysia wanita yang selama enam tahun ini dia anggap sebagai "fitur permanen" dalam hidupnya yang tak akan pernah bergeser. Sebagai ibu untuk anaknya

Tiba-tiba, dia merasakan dorongan impulsif untuk menyusul mereka. Tapi tangannya terhenti di atas gagang pintu. Ada ego yang masih mencengkeramnya erat, berbisik bahwa dia adalah kepala keluarga yang harus dipatuhi.

Namun, bisikan itu kini kalah nyaring oleh gema suara Alysia yang begitu dingin dan tegas. Jika xia pergi ke kantor sekarang, dia tahu dia akan memenangkan meeting itu. Tapi dia juga tahu, saat dia pulang nanti, rumah ini tidak akan lagi terasa sama.

Damian mengambil kunci mobilnya dari meja, namun bukan kunci mobil dinasnya yang da ambil. Dia terdiam sejenak, mematung di tengah ruangan yang sunyi. Dia harus membuat pilihan yang tidak pernah ada dalam agenda pekerjaannya.

Memilih antara menjadi pria yang memenangkan dunia, atau pria yang menyelamatkan dunianya sendiri. Dengan napas yang tercekat, dia mematikan ponselnya. Layar yang gelap memantulkan bayangan seorang pria yang tampak sangat tua dan kelelahan.

"Hari Sabtu," gumamnya pelan, seperti sebuah sumpah yang baru saja dia sadari keberadaannya.

"Aku harus ada di sana. Bahkan jika aku harus meruntuhkan seluruh dunia yang kubangun untuk mencapainya."

Dia melangkah keluar, bukan menuju garasi kantor, melainkan menuju pintu utama. Pintu itu terbuka lebar, membiarkan udara pagi yang dingin menerpa wajahnya. Dia tidak tahu apakah Alysia akan memaafkannya, atau apakah Arkhasa masih menginginkannya di sana. Namun untuk pertama kalinya, Damian melangkah tanpa rencana matang, hanya dengan satu niat, untuk tidak lagi membiarkan kursi itu kosong. Dan tak akan membiarkan Arkhasa sedih karena papanya tak hadir.

1
Muft Smoker
Mantaap👍👍👍👍
Muft Smoker
waah alhamdullah udh tamat dg ending yg di harap kan ,,
HAPPY ,,
mom zie ,,
makasih buat kerja keras ny sehinggga menghasil kan cerita hebat yg memberi kami para pembaca pelajaran ,,
sukses trus buat mom zie ,,
Dan sehat selalu ,,
sampai bertemu lgi di cerita kk yg baru ,,
luph2 sakebon pak rt ,,
🫰🫰🫰🫰🥰🥰🥰🥰🥰😁😁😁😁
Ambu Rinddiany Thea
Alhamdulillah happy ending maaak ... bahagia dah klo seperti ini mah 🥰🥰🥰
nely_48
happy ending 🥰🥰🥰🥰🥰
terimaksih kk outhor untuk semua karya-karya mu, sukses sll untuk karya baru mu 🥰🥰🥰🥰🥰
nely_48
akhirnya Dimitri sehan kembali, bs hidup bersama dgn Damian n alysia menjaga arkhasya n elano
nely_48
semangat sembuh Dimitri
nely_48
welcome home adik elano
Ambu Rinddiany Thea
Alhamdulillah ya Dimitri udh mau berjuang untuk sembuh total, semoga kebahagiaan terus menyertai kalian semua , d jauh kan dari orang2 yg berniat jahat ... aamiin .🥰🥰
Muft Smoker
cepat sembuuuh Dimitri ,, msh ad arkha yg menunggu km pulang tanpa harus balik lgi ke RSJ ,, 😁😁
Ambu Rinddiany Thea: betul itu
total 1 replies
nely_48
semangat sembuh n kembali normal Dimitri
nely_48
selamat ya alysia atas kelahiran baby boy nya
Muft Smoker
akhirny keluarga mereka kembali utuh ,, meski Dimitri Blum sepenuhny pulih ,, meski tanpa meylan Dan bu chintya yg terlambaat menyadari kesalahan ny ,,
tp melihat mereka saat ini ,, bukan kaah hanya kebahagiaan yg mereka rasakan ,,
nely_48
syukur lah akhirnya Dimitri sembuh n normal kembali
waw alysia mau melahirkan pas lg berkunjung d RSJ tempat Dimitri d rawat,, sing lungsur lancar ya alysia proses melahirkan nya
nely_48
lekas pulih n normal kembali Dimitri
Muft Smoker
Luka seorang anak akibat ke egiosan sang ibu demi ambisi ,,
nely_48
semoga bu cyntiya tenang d alam sana, klau nanti ketemu sm meylin trs gelud d alam sana awas jgn balik lg ya bu cyntiya
Muft Smoker: ok ,, aq juga dukung 1000% kak ,,
😂😂
total 7 replies
nely_48
astaga Dimitri 🤭
Muft Smoker
yaaaaa Rian ,, Ari maneeeh ,, ulah di omongkeun heula atuuh ,,
hoyong di kadek siga na si Rian ,, jdi ngareog kan si Dimitri ,,
buru geura di ais si Dimitri na ku maneh ,,😒😒😒😒😒😒😒😒
Ambu Rinddiany Thea
dih ari s rian weh gawe ath bet ngomng kitu , jempe we nya kedeui ngomng kituna ges nepi rs ..😩
Ambu Rinddiany Thea: dasar mudasir ya mak 🤣
total 4 replies
nely_48
Dimitri km jgn ngamuk d jln,, nanti ngamuk nya pas udh ketemu ibu mu
nely_48: 🤭🤭 kasian sm perawat n Riyan ath ngamuk d jln mh
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!