NovelToon NovelToon
Mata Tembus Pandang

Mata Tembus Pandang

Status: tamat
Genre:Spiritual / Matabatin / Mata Batin / Kumpulan Cerita Horror / Horor / Tamat
Popularitas:22.3k
Nilai: 5
Nama Author: Shizi

Warning!!! di larang boom like mohon pengertiannya.



Kisah seorang perempuan yang memiliki kelebihan. Mata tembus pandang atau yang di sebut indigo, membuatnya harus melihat berbagai hal mahluk tak kasat mata! akan kah perempuan yang bernama Denise bisa melewati semua itu?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shizi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. MISI MENGUAK ARWAH KAYLA SELESAI

Keduanya sungguh di buat tercengang oleh apa yang dilihatnya sekarang.

Ternyata janin yang ada di bungkusan tersebut.

"Apa ini yang menyebabkan Kayla tidak tenang karena sudah melakukan kesalahan, yang teramat besar. Karena sudah membu*uh darah dagingnya sendiri? Bayi yang tidak berdosa menjadi akhir dari keegoisan orang tuanya.

Jika mereka tidak menginginkannya. Mengapa harus melakukan dosa terindah hingga tumbuh nyawa satu lagi.

"Sepertinya iya. Dan semoga saja setelah ini Kayla tidak akan muncul lagi," ucap Denise.

"Ya sudah. Sebaiknya kita kuburkan dengan layak meski hanya ini yang tersisa," ujar Ardy pada semuanya.

"Kay, aku sudah menemukan ini. Dan aku harap kamu tenang ya di alam sana," dengan tatapan yang mengarah ke atas. Semoga arwah Kayla mendengar dan dapat melihat semuanya.

"Ya sudah. Sepertinya sudah tidak ada petunjuk lagi selain ini. Dan misi kita berhasil," kata Ardy dengan perasaan lega.

"Yuk keluar. Dan kita bisa segera memakamkan janin ini," tutur Putri ikut menimpali.

"Iya. Yang dikatakan Putri benar, kita keluar yah." Ardy menyahut dan berdiri untuk membenarkan ranjang tersebut, seperti semula.

Tidak berapa lama kemudian. Ardy, Denise. Dan Putri sudah berada halaman belakang kos, untuk menguburkan janin tak berdosa itu dengan layak.

Saat bersamaan. Terlihat sebuah cahaya putih menyinari Denise dan tepat berada di atasnya.

Denise menatap ke arah cahaya itu. Dan ternyata sosok Kayla lah yang tengah menghampirinya.

"Terimakasih untuk bantuannya. Sekarang aku bisa tenang untuk meninggalkan dunia ini. Dan segera mempertanggung jawabkan semuanya di atas sana," ucap Arwah Kayla yang tengah berpamitan pada Denise.

Sedangkan Denise tersenyum dan mengatakan selamat tinggal. Pada sosok arwah yang kini sedang tersenyum di atas sana.

"Nes, siapa?" tanya Putri saat Denise melambaikan tangannya yang mengarah ke atas.

"Arwah Kayla." Jawab Denise tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.

Putri hanya mangut-mangut saat Denise menjelaskan.

"Sudah. Mari kita kembali," ajak Ardy yang sudah menyelesaikan mengubur janin tersebut.

Akhirnya semua kembali untuk ke kos. Misi pertama untuk memecahkan misteri kamar yang tadinya dihuni oleh Kayla, kini telah selesai.

Semua telah kembali dan mereka bertiga sekarang berada di depan kamar Denise.

"Denise, ini sudah malam. Aku akan pulang dan kamu istirahat lah," ucap Ardy pada Denise saat lelaki itu tengah berpamitan untuk pulang.

"Iya. Dan kamu juga hati-hati jangan kebut-kebutan," jawab Denise menimpali.

"Cie ... Cie, ada yang sedang di perhatiin nih." Putri sengaja menggoda Denise karena iya tahu bahwa Denise sebetulnya juga, mencintai Ardy namu gengsi.

"Iya. Berasa adem karena sudah di perhatiin," Ardy ikut menimpali ucapan Putri. Dan Denise pun tersipu malu.

"Ya sudah aku pamit. Dan akan selalu hati-hati," kata Ardy dan setelah itu dirinya pergi berlalu meninggalkan mereka berdua, yang masih berada di depan kamar.

Ardy telah pergi dan sekarang tinggal Denise dan Putri yang berada di luar.

"Put, aku izin masuk dulu ya."

"Tunggu!" Denise pun menoleh ke arah Putri.

"Kenapa?" tanya Denise dan kembali lagi karena langkahnya terhenti karena panggilan Putri.

"Boleh aku tidur dengan kamu. Meski di sofa pun tak masalah," pinta Putri.

"Tumben?" Denise merasa heran karena tidak seperti biasanya.

Sejenak terdiam untuk memikirkan permintaan Putri. Akhirnya ia pun mengangguk dan setuju saat Putri ingin tidur dengannya.

"Baiklah. Dan cepat ambil bantal guling mu," titah Denise sedangkan dirinya masuk ke kamar terlebih dahulu.

Kini mereka udah berada di kamar. Namun, sebelum tidur Putri penasaran dengan isi hatinya tentang sosok Ardy.

"Nes," panggil Putri saat Denise sedang asik bermain ponsel.

"Ada apa?" tanya Denise dengan tangan tangan yang masih memegang ponsel.

"Apa perasaan kamu tentang bang Ardy," ucapan Putri membuat Denise langsung menghentikan tangannya. Yang sedang berselancar di dunia maya.

"Apa itu sebuah pertanyaan yang harus aku jawab." Sedetik Denise menatap Putri yang sedang menatapnya juga.

"Aku hanya ingin tahu. Apa kamu juga mencintainya atau tidak," Putri pun berharap jika Denise mau berkata jujur dengannya.

Huff.

Terdengar helaan nafas berat Denise. Yang sedang mengatur posisinya saat ini.

"Apa aku harus jujur akan perasaan ku ini?" Denise bertanya dengan bola mata yang terus menatap Putri. Dengan amat dalam.

"Harus. Tetapi, jika tak mau pun itu hak kamu bukan." Putri menimpali dengan pasrah.

"Entah perasaan apa yang aku rasakan saat ini. Namun, saat aku bersamanya hati dan pikiran ini jauh lebih tenang, seakan diri ini menemukan rumah yang paling ternyaman di antara yang lain." Denise sudah berusaha jujur tentang perasaannya pada Ardy. Dan ia juga tak bisa menghindari akan perasaan itu.

"Paling tidak, Ardy masih ada harapan untuk mengejar cinta kamu." Putri tersenyum saat dirinya berkata.

"Ya sudah. Lebih baik kita tidur agar esok hari jauh lebih baik dari hari sebelumnya," ucap Putri. Lalu iya bangun untuk pindah ke sofa karena tubuh dan mata sudah minta, di buat istirahat.

"Tentu." Jawab Denise lalu ia membenarkan selimutnya dan segera tidur. Untuk menyambut hari esok agar jauh lebih baik di banding saat ini.

...----------------...

Samar-samar Denise mendengar suara adzan subuh dikumandangkan. Dengan mata yang sedikit sulit untuk di buka namu harus. Karena ini sudah waktunya dirinya untuk menjalankan perintah Allah.

Denise pun segera bergegas untuk bangun. Namun, itu harus dilakukannya untuk dirinya yang berumat muslim.

Denise sudah turun dari atas tempat tidur. Dan saatnya untuk membangunkan Putri agar dirinya ikut shalat.

Dalam tiga tepukan Putri sudah bangun. Dan meregangkan tubuhnya karena semalam ia tidur di sofa. Bukan Denise tidak mau seranjang dengan Putri namun kasurnya, yang hanya berukuran untuk satu orang saja.

"Udah subuh ya?" tanya Putri dengan mata yang masih terpejam juga.

"Udah, maka dari itu buruan bangun. Agar kita tidak ketinggalan karena subuh waktunya hanya sedikit," ucap Denise menjelaskan.

"Iya, iya. Aku akan segera bangun dan sekarang mari kita ke kamar mandi," ajak Putri untuk segera berwudhu.

Denise dan Putri sudah keluar untuk menuju ke kamar mandi. Dinginnya angin membuat kulit mereka di buat merinding.

"Tumben ini hari dingin banget ya," ujar Putri sambil menggosok lengannya.

"Iya. Memang pagi ini terasa dingin banget," timpal Denise yang juga merasakan hal yang dialami oleh Putri.

Semua sudah selesai berwudhu. Dan putri pun izin kembali ke kamarnya dan akan melakukan ibadah Shalat sendiri. Malas rasanya jika harus bolak-balik ke kamar Denise.

Denise yang selesai menjalankan ibadah. Langsung naik ke atas tempat tidur dan hendak akan kembali tidur.

Bunyi alarm membuat Denise langsung bangun. Karena ia memasang jam dengan setelan di angka enam.

Umm.

Denise merentangkan otot-ototnya agar terlihat lebih segar, meski dengan keadaan bangun tidur sekalipun.

Terasa ada yang mengganjal. Di mana Denise merasa tubuhnya dihimpit oleh sesuatu, yang belum ia ketahui.

Denise mencoba menggeser benda itu namun tidak berhasil. Lalu ia mencoba meraba sesuatu itu karena Denise pun belum juga bangun. Karena penasaran dengan sesuatu yang berada di sampingnya.

"Panjang seperti kaki," gumam Denise saat dirinya berhasil untuk meraba.

Seolah penasaran lalu ia mencoba berpindah posisi dengan cara miring agar tahu. siapa orang yang berani tidur dengannya, jika Putri itu rasanya tidak mungkin karena dari subuh tadi Putri sudah berpamitan untuk tidur di kamarnya sendiri.

Saat mencoba meraba lebih ke atas lagi. Seperti bentuk manusia dan Denise pun segera membuka matanya untuk memastikan, saat mata sudah terbuka.

Huaaaaaa....

1
neng ade
ada rasa takut dan ngeri
Protocetus
Kunjungin ya thor novelku Bola Kok dalam Saku
Ni Dewi
btw BAU DANUR itu apa Thor ? serius nanya
Shizi🦁🦁: masama🥰
total 3 replies
neng ade
semoga suami nya percaya agar cepat berakhir dan Ningsih pun akan tenang di alam nya
neng ade
Alhamdulillah.. semua nya udh berakhir .. kunti pun bisa pergi dngn tenang
neng ade
ayo Nes .. cari Putri .. semoga aja Putri tak kenapa2
neng ade
menegangkan .. 😱
neng ade
kematian adik Ardy masih misteri .. semoga aja Denise bisa ungkap semua nya
neng ade
coba tanya sm Ardy.. siapa tau benar klo kunti itu adik nya karena Ardy blm cerita
neng ade
itu pasti janin nya Kayla..
neng ade
ternyata Ardy bos nya Denise
neng ade
siapa kekasih Layla itu yg begitu tega tak mau tanggung jawab malah menyuruh nya gugurkan kandungan nya
neng ade
calon mantu ibu ..😁😍
neng ade
sadarlah Denise benar apa yg dikatakan pak kyai dan ibu mu . km dan kunto udh berbeda alam .. lagi pula sekarang km udh punya sahabat yg mengerti diri mu yaitu Putri dan Ardy
neng ade
Alhamdulillah . akhir nya Denise bisa di selamatkan
neng ade
mungkin laki2 itu yg memakai pesugihan
neng ade
diri kamu Ar .. karena sejak bersama mu Denise tak melihat penampakan yg kerap mengganggu nya
neng ade
nama nya adalah Keyla
neng ade
seperti nya Ardy mulai tertarik nih sm Denise 😁😍
neng ade
semoga Denise berhasil menyelamatkan orang itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!