NovelToon NovelToon
Jeritan Hati Arumi

Jeritan Hati Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Misteri
Popularitas:499
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“ Hidup itu harus di jalani saja ”


Perkataan itu. Membekas di telingaku suara hangat nenek yang memberitahu ku bahwa hidup harus ku jalani dengan ikhlas


Namun waktu cepat berjalan, sehingga aku muak dengan perkataan seperti itu bagi mereka seorang gadis yang tidak berkecukupan harus di perilaku kan berbeda karena dia tidak mampu untuk apapun.



Terkadang kita lelah untuk menjadi orang yang baik, entahlah aku hanya letih menjadi seorang wanita yang baik dan di pandang sebelah mata sama semua orang.





— Jeritan Hati Arumi —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23 Pelangi setelah badai

" Kenapa kamu selalu ada di samping aku Bang? " Tanya Arumi ia sudah mulai terbuka kepada Samudra teman satu-satunya yang ia miliki setelah masa lalu nya itu.

" Karena aku ngga mau kamu bunuh diri lagi, kaya waktu itu " Sahut Samudra ia terkekeh geli membuat Arumi mengepal kan tangan ke udara. Seolah ingin memukul lelaki itu

" Itu karena aku lagi capek banget, makanya mau bunuh diri " Kilah Arumi membuat Samudra terkekeh geli " Kamu tahu ngga, seumur hidup aku ngga sangka bisa ketemu kamu " Ungkap Samudra. Membuat wanita itu mengerutkan dahinya

" Maksud kamu? "

" Ketemu cewek yang gampang nyerah, dan langsung ACTION untuk bunuh diri. Aku pikir hanya di film-film aja " Cemooh Samudra membuat bibir Arumi masam. " Ngga usah ungkit! " Kesal Arumi

" Lucu banget tauk, wajah kamu waktu itu kaya kucing kecebur got! " Goda Samudra lalu lari saat Arumi mengangkat sandalnya ke udara. Arumi tidak tinggal diam ia mengejar lelaki tersebut

" Awas kamu ya! " Kesal Arumi ia dengan cepat berlari ke arah lelaki yang sangat takut, bertemu dengannya Keduanya pun berlarian di kebun ilalang yang begitu lebar sekali.

" Ayo kejar! " tantang Samudra ia menoleh kebelakang menjulurkan lidahnya ke arah Arumi. Wanita itu menggeram

" Awas ya kamu" Ia mengambil ancang-ancang untuk melempar sandal bau tahi ayam itu. Tapi bohong

1

2

3

" Neng ngapain main di kebun ilalang sendirian?, udah mau sore! " Seruan dari seorang bapak-bapak menghentikan gerakan Arumi ia menoleh ke belakang

" Oh ini pak lagi main, nanti kalau udah selesai main saya pulang kok " Sahut Arumi Bapak-bapak itu saling melempar pandangan. " Yaudah neng, kalau begitu jangan pulang lewat magrib bahaya untuk anak perempuan " Peringat bapak satunya

" Ya Pak Terimakasih " Arumi merasa bahagia di perhatikan oleh para tetangganya, ia menoleh ke sosok Samudra ke bingungan lagi yang ia dapati — ia tidak menemui sosok Samudra ia yakin tadi Samudra berdiri tidak jauh dari nya

" Samudra!, Samudra! " Panggil Arumi ia memakai kembali sandal jepit nya. Air mata mengalir rasa sesak itu mengingat kan dirinya pada hari itu hari dimana Adrian dengan jahatnya, mengasihnya ke makhluk gaib ia takut sangat takut

" Hei aku disini! " Seruan itu membuat Arumi mendongak ke atas pohon mangga di sana seorang lelaki tampan, duduk dengan santai membuat Arumi tersenyum " Ngapain disitu kaya monyet! " Cemooh nya sembari menghapus air mata yang mengalir

" Daripada situ nangis-nangis kaya orang depresi, kenapa takut ya seorang Samudra yang tampan sejagat raya ini hilang? " Narsisnya

" Dasar NPD! "

" Ayo naik! " Samudra membantu Arumi naik ke atas pohon mangga tersebut ia juga, menjaga Arumi agar tidak jatuh dan terluka. Keduanya menikmati pemandangan indah di atas pohon mangga yang buahnya sudah ranum

Arumi menghirup udara yang begitu segar baginya, udara sore yang menyejukan diatas pohon ia baru pertama kali sekali duduk di atas pohon " Bagus juga ya ternyata " Kata Arumi ia tersenyum penuh bahagia

" Ya apalagi kalau sambil makan ini, pasti tambah enak " Mata Arumi terbelalak melihat Samudra yang memetik mangga tersebut. " Kamu petik ini?, gimana kalau di omelin pemilik nya? " Tanya Arumi terkejut

" Makan manis! " Ia tidak mempedulikan apa yang dikatakan Arumi ia malah menyerahkan, mangga tersebut Arumi memakannya

" Manis "

" Kaya kamu! "

Blush!

Pipi Arumi memerah mendengarnya, " Ngga usah gombalin orang! " Cebiknya

" Ngga gombal emang benar kamu cantik, kalau tersenyum Rumi " Sahut Samudra

" Kapan aku senyum? " Kilah Arumi ia membuang muka ke arah lain.

" Sejak kemarin, Rumi jadikan aku alasan kenapa kamu tersenyum! " Ucap Samudra pelan nyaris seperti angin di sore hari yang menghangat kan.

𝘉𝘭𝘶𝘴𝘴𝘩!

\*\*\*

\_𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩 𝘱𝘢𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘶 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘮𝘣𝘶𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 "𝘢𝘬𝘶 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘨𝘪𝘯𝘪".\_

𝘈𝘳𝘶𝘮𝘪 𝘗𝘶𝘵𝘳𝘪 𝘡𝘢𝘪𝘯𝘢𝘭

1
Emily
curiga samudra itu arwah
bidadari: 🙂🙂 baca terus ya ka
total 1 replies
Emily
laila pemuja syaiton
Emily
wah udah murtadkah keluarga adrian
Emily
Innalillahi wainnailaihi rojiun ya thour
Emily
kenapa obatnya gak disimpan di saku malah di tenteng tenteng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!