NovelToon NovelToon
Menikahi Pangeran Nakal

Menikahi Pangeran Nakal

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: micemicu

Pangeran Nicholas Veer Ralph, putra bungsu dari Raja Luther pemimpin Kerajaan Tharvis, terkenal sebagai seorang yang angkuh, pemarah, dan pemberontak. Bahkan reputasinya sebagai seorang pemain wanita telah tersebar luas di seluruh negeri. Sikapnya yang sangat berbeda dari kedua saudara kandungnya membuatnya menjadi sorotan. Demi mengubah perilakunya, Raja Luther berencana menjodohkannya dengan Putri Madeleine, dengan harapan bahwa pernikahan akan membawa perubahan. Namun, Nicholas menolak dengan keras dan malah mencari pasangan yang bisa dia kendalikan. Dalam pencariannya, Nicholas bertemu dengan Anastasia Rosalie, seorang perempuan baik hati dan lembut dari kalangan bawah. Dia menjebak Anastasia agar mau menikah dengannya untuk memenuhi ambisi pribadi, tanpa memikirkan konsekuensi yang mungkin akan terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon micemicu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa Kecil

...⚜️⚜️⚜️...

Tubuh Anastasia seketika bergetar hebat menyaksikan pemandangan mengerikan di bawah sana, dimana Nicholas tampak lepas kendali dengan pedangnya yang mencoba menghunus Stephen. Mengapa suaminya tiba-tiba bertindak sejauh itu? Jantungnya berdebar kencang, dilingkupi rasa bersalah dan ketakutan yang mendalam.

"Pangeran Nicholas! Apa-apaan ini? Mengapa Anda tiba-tiba menyerang saya?!" seru Stephen sembari bersusah payah menangkis setiap tebasan pedang Nicholas yang mengarah kepadanya dengan tatapan bengis. Jika saja Stephen tidak memiliki kepekaan insting bertarung yang tinggi, pedang tajam di tangan Nicholas mungkin sudah berhasil menggores kulit lehernya dari belakang.

"Bukan urusanmu, bajingan!" teriak Nicholas murka.

BUK!

Nicholas melayangkan tendangan keras ke arah perut Stephen, membuat kesatria itu terhuyung beberapa langkah ke belakang. Suasana arena kian kacau, penonton terus berteriak meminta agar pertikaian itu dihentikan. Jajaran pengawal istana yang diperintahkan langsung oleh Raja Luther mulai bergerak turun ke lapangan untuk melerai.

"Jangan ada yang berani mendekat jika kalian masih sayang nyawa!" ancam Nicholas kalap. Ia menodongkan ujung pedangnya yang tajam tepat ke arah wajah para pengawal yang mencoba mendekat, membuat jajaran prajurit itu gentar dan terpaksa mundur perlahan. Mereka tidak ingin mati konyol di tangan putra raja yang sedang mengamuk itu.

Nicholas kembali membalikkan tubuhnya, menatap tajam ke arah Stephen yang kini berdiri dalam jarak dua meter di hadapannya.

Melalui kejelian matanya, Stephen dapat menangkap sinyal bahaya dari jemari Nicholas yang kian meremas kuat gagang pedangnya. "Pangeran Nicholas, saya mohon hentikan tindakan gila ini!" desak Stephen sembari memasang kuda-kuda bertahan yang kokoh.

"Kenapa? Apakah kesatria agung sepertimu mendadak merasa takut?!" cibir Nicholas meremehkan.

"Ini bukan perkara takut, Pangeran. Ini tentang harga diri Anda. Anda hanya akan mempermalukan diri sendiri di hadapan seluruh negeri jika sampai menderita kekalahan dari saya," tutur Stephen jujur.

Kalimat itu adalah fakta. Bahkan dari cara Nicholas menggenggam hulu pedangnya saja sudah terlihat tidak pas. Bagaimana mungkin ia bisa menumbangkan kesatria terbaik Tharvis? Itu adalah hal yang mustahil.

"Brengsek!" Nicholas kehilangan kendali atas akal sehatnya. Egonya yang rapuh merasa terhina mendalam oleh ucapan Stephen. Ia mengayunkan pedangnya secara agresif mengincar bagian vital Stephen, namun dengan sigap kesatria itu menangkis seluruh serangan menggunakan perisai bajanya.

Dikuasai oleh amarah dan rasa tidak aman yang membakar dada, Nicholas terus menyerbu maju, melancarkan tebasan berkali-kali secara brutal. Namun, serangannya sama sekali tidak mampu menyentuh kulit Stephen, kesatria itu terlampau lihai untuk mengelak dan membaca arah dari setiap gerakan ceroboh Nicholas.

Stephen tentu bisa saja menumbangkan Nicholas dalam tiga detik, namun ia terus menahan diri demi menghormati keberadaan Raja Luther di tribun utama. Namun, melihat aksi Nicholas yang kian tidak terkendali dan situasi tribun yang mulai memicu kericuhan, Stephen terpaksa mengambil tindakan tegas. Ia melangkah maju dengan cepat, memanfaatkan celah terbuka untuk mendaratkan satu tendangan bertenaga tepat di dada bidang Nicholas.

Dampaknya seketika membuat sang pangeran terhuyung mundur dengan hebat sebelum akhirnya terhempas kasar di atas tanah pasir. Pedang di genggamannya terlepas begitu saja, terlempar beberapa meter menjauh.

Sepasang mata Anastasia membelalak sempurna, kedua telapak tangannya mendadak terasa dingin dan basah menyaksikan suaminya ambruk di tengah lapangan. Dari atas tribun, ia melihat Nicholas mengerang kesakitan sembari memegangi dadanya, terbatuk-batuk hebat dan tampak kesulitan untuk bangkit berdiri.

Anastasia tidak bisa lagi berdiam diri melihat suaminya diperlakukan seperti itu. Air matanya seketika tumpah, mengiringi langkah kakinya yang berlari kencang menuruni tangga tribun demi menghampiri Nicholas.

"Putri Anastasia! Tunggu!" teriak Eknath dan Agast bersamaan, cemas akan keselamatan sang putri di tengah situasi arena yang tidak kondusif.

Namun, Anastasia tidak memedulikan seruan itu, fokusnya hanya tertuju pada sosok suaminya yang tersungkur di atas pasir. Beruntung, jajaran pengawal dan penonton bergegas membukakan jalan begitu menyadari yang berlari adalah istri sah dari sang pangeran.

"Nicholas... Nicholas..." panggil Anastasia dengan suara bergetar dipenuhi isak tangis, langsung berlutut di samping tubuh Nicholas yang masih terengah menahan sakit.

Sementara itu, sepasang netra Nicholas masih menatap Stephen dengan tatapan marah yang bengis, sungguh penuh rasa benci.

"Kesatria Stephen, aku mohon... hentikan semua ini," pinta Anastasia dengan suara parau yang begitu sedih.

Stephen yang sebenarnya tidak menaruh dendam apa pun pada Nicholas segera menurunkan senjatanya. Ia hanya ingin menghentikan aksi nekat sang pangeran sebelum memicu rumor buruk yang lebih luas di lingkungan istana.

"Nicholas, bagian dadamu terasa sakit? Katakan padaku," tanya Anastasia diliputi kepanikan yang teramat sangat. Jemarinya bergerak lembut, mencoba mengusap area dada Nicholas yang menjadi sasaran tendangan keras Stephen tadi.

Namun, Nicholas justru menolehkan kepalanya kasar, menatap Anastasia dengan tatapan mata yang dipenuhi kebencian dan luka. Gemuruh dadanya dipenuhinya emosional yang mendalam.

"Apa kau sekarang merasa puas, hah?!" bentaknya dengan suara parau yang tertahan.

Anastasia tersentak hebat, sama sekali tidak memahami arah kemarahan suaminya. "Nicholas... apa maksudmu—"

"Kau sengaja ingin melihatku menderita karena kekalahan yang memalukan ini di depan orang-orang, bukan?! Puas?! Hah?! Aku tidak hebat. Dia yang hebat!” jawaban Nicbolas menunjuk Stephen dengan matanya yang memerah.

“Jangan berlagak menangis menjijikkan seperti itu jika di dalam hatimu kau sebenarnya sedang tertawa puas mengejek kelemahanku!" cecar Nicholas lagi dengan kalimat-kalimat kejam yang lahir dari rasa tidak amannya.

Anastasia menggelengkan kepalanya pasrah, hatinya hancur mendapati niat tulusnya justru disalahartikan sekeji itu. "Nicholas, demi Tuhan bukan begitu—"

"Diam! Aku muak mendengar suaramu!" sentak Nicholas kasar.

Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, pria itu bersusah payah bangkit berdiri, mengabaikan rasa sakit di dadanya demi bisa pergi sejauh mungkin dari tempat itu. Anastasia yang tidak ingin suaminya pergi dalam kondisi emosi yang tidak stabil bergegas menahan lengan Nicholas.

Namun dengan kasar, Nicholas menyentak tangannya kembali, membuat tubuh Anastasia kehilangan keseimbangan hingga jatuh terduduk di atas hamparan pasir arena. Tanpa menoleh sedikit pun, Nicholas melangkah pergi meninggalkan istrinya begitu saja di bawah tatapan ribuan pasang mata.

Hati Nicholas saat itu terasa seolah terbakar oleh kemarahan dan kehancuran yang teramat pekat. Ia merasakan dorongan kuat untuk menghancurkan apa saja yang ada di sekitarnya. Ego pria itu terluka parah, ia merasa teramat malu, merasa mecil, dipenuhi dendam dan merasa tidak berharga di hadapan semua orang.

Luka emosional dari masa lalunya mendadak menganga lebar, menggerogoti akal sehatnya hingga memicu pemikiran kelam bahwa dirinya tidak akan pernah bisa dicintai oleh siapapun dan menyesal telah dilahirkan ke dunia ini. Seluruh rasa tidak aman itu merayap bersamaan, menghancurkan kewarasannya. Lagi dan lagi.

"Putri Anastasia, apakah Anda terluka? Mari, biarkan kami membantu Anda berdiri," ujar Eknath yang telah tiba di lokasi bersama Ramond, dengan sigap memapah tubuh Anastasia bangkit dari atas tanah pasir.

Anastasia hanya bisa bergeming dalam diam, membiarkan air matanya terus mengalir membasahi pipinya yang pias. Kesatria Stephen sempat mendekat untuk mengucapkan permohonan maaf atas ketidaksengajaannya, namun Anastasia sudah tidak lagi memiliki energi untuk mendengarkan untai kalimat apa pun di sekitarnya.

Pikirannya kini seutuhnya tersita oleh sosok Nicholas. Ke mana pria itu akan pergi dalam kondisi sehancur itu? Apa yang akan terjadi padanya? Anastasia teramat takut jika suaminya akan melakukan tindakan nekat yang dapat membahayakan dirinya sendiri di luar sana.

1
Red Blossom
Thor biar Anastasia pergi dulu untuk menenangkan diri dan Nicholas menyadari kesalahannya yg fatal dan berjuang untuk mendapatkan maaf dari Anastasia
micemicu: bagus jg idenya wkwk
total 1 replies
noni hayati
ayo stasia..tinggalin..mengungsi..biarkan nicholas dgn kebodohannya
micemicu: wkwk ide yg baguss
total 1 replies
noni hayati
hbs nyakitin trus bersenang senang dgn org lain
micemicu: huhuhu iya nih parah nicholas
total 1 replies
Mymy Zizan
q nunggu Anastasya tau kelakuan nik
micemicu: wait and see kak😍
total 1 replies
Red Blossom
Thor Anastasia biar sama Lord Alfred aja.
micemicu: 🤭 nanti ceritanya jadi kisah cinta yg berbeda dong kak.. tp entar dipikirkan yaa
total 1 replies
paijo londo
kyaknya yg bakalan jadi budak cinta nih pangeran Nicholas deh sekarang kelihatan yg posesif sama Anastasia istri polosnya🤭🤭🤭
micemicu: iyaa nih, mulai rada rada diaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!