NovelToon NovelToon
Karang Bolong Buana

Karang Bolong Buana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Di pesisir timur Kerajaan Pasir Langit, tepatnya di Kademangan Kerangilo, Kadipaten Pasirawan, ada gugusan batu karang purba yang disebut sebagai Karang Bolong Buana.
Gugusan karang itu memiliki lubang sempurna berdiameter satu depa seperti cincin raksasa. Saat purnama, lubang itu memancarkan cahaya biru redup.
Orang yang pertama yang menemukan keanehan Karang Bolong Buana adalah Purwasaga, putra Demang Bungi Pitam.
Saat berlatih di kala badai pada malam purnama total, Purwasaga tanpa sengaja terseret ombak dan masuk ke lubang bercahaya biru. Ketika si pemuda tersadar, ia sudah masuk ke Negeri Elindra, negerinya Bangsa Penjaga Biru yang bukan manusia.
Berdasarkan keterangan orang Elindra, Karang Bolong Buana terbuka setiap purnama sempurna. Jadi, Purwasaga harus menunggu sebulan lamanya untuk kembali ke alam manusia. (RH)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KBB 14 Mencari Lubang

Drap drap drap…!

Rombongan itu terus memacu kudanya menuju Bukit Seratus Lubang nan indah jika dipandang dari jauh. Seiring semakin dekat, maka keindahan itu secara perlahan tidak terjangkau lagi oleh mata.

Kini yang mereka saksikan adalah pemandangan kaki bukit yang pada tebing-tebingnya memiliki banyak lubang gua. Pantas saja jika wilayah itu disebut Bukit Seratus Lubang. Bukan hanya bukitnya yang seratus, tetapi lubangnya juga mungkin beratus-ratus. Satu bukit saja memiliki banyak lubang-lubang besar.

“Lintha, binatang apa yang akan kita buru di daerah seperti ini?” tanya Purwasaga ketika rombongan mulai memelankan laju kuda-kudanya.

Semua orang mengedarkan pandangan memandang ke area sekitar, terutama ke pada lubang-lubang yang posisinya ada di sisi atas.

“Binatang lolot. Jika kau sudah pernah makan daging lolot, pasti kau akan ketagihan. Menu daging lolot merupakan menu wajib di meja makan Istana. Lubang-lubang itulah sarang lolot,” jawab Lintha.

“Jadi, kita berburu masuk ke dalam lubang?” tanya Purwasaga lagi.

“Benar. Lolot tidak akan mau keluar dari lubang,” jawab sang istri.

Mereka terus berkuda. Sudah beberapa bukit mereka lewati, tetapi Pangeran Bebalon belum juga menghentikan rombongan.

Barulah mereka berhenti setelah melewati belasan bukit, sampai-sampai Purwasaga lupa jalan jika harus pulang seorang diri. Namun, dia tidak perlu khawatir karena dia tidak sendiri.

Di sebuah tanah lapang yang diapit oleh tiga bukit, Pangeran Bebalon berhenti yang diikuti oleh semua anggota rombongan.

Enam aktor utama dalam pemburuan ini, termasuk Purwasaga, berkumpul satu tanpa turun dari kuda-kudanya. Mereka membentuk lingkaran dengan kepala kuda yang saling berhadapan.

Ternyata, semua lelaki berseragam hitam-jingga membentuk lingkaran besar di belakang mereka, tetapi memberi jarak kosong.

“Kita ada enam orang, jadi kita bagi tiga saja sehingga kita berpasangan,” kata Pangeran Bebalon langsung mengatur pembagian. Lalu katanya kepada Purwasaga, “Rungga Muda Purwasaga, bukankah kau sedang bermasalah dengan kedua wanita ini, bagaimana jika kau berburu bersamaku?”

Agak terkesiap Purwasaga mendengar tawaran Pangeran Bebalon. Di dalam hati dia membenarkan dasar tawaran sang pangeran. Dia memang sedang bermasalah dengan istrinya dan Azhmar.

“Baik,” jawab Purwasaga akhirnya. Ia sempat memandang kepada Lintha untuk melihat reaksinya. Namun, istrinya tampak santai dan biasa-biasa saja.

“Aku bersama Lintha,” kata Azhmar.

“Tidak ada pilihan lain selain bersama pengawas dari Istana,” kata Monek.

“Tenang saja, Rungga Muda Monek. Aku bisa menjadi rekan berburu yang bisa diandalkan,” kata Zonk.

“Perburuan dimulai! Kita menyebar!” teriak Pangeran Bebalon lantang, sampai-sampai suaranya menggema di antara tebing-tebing bukit.

Melihat Pangeran Bebalon bergerak bersama kudanya hendak pergi, Purwasaga segera mengikuti dan tidak mau jauh-jauh. Pergerakan mereka kemudian diikuti oleh delapan lelaki berseragam hitam-jingga.

Azhmar dan Lintha pun bergerak ke arah yang berbeda. Delapan lelaki berseragam hitam-jingga juga segera mengikuti. Sama halnya dengan Zonk dan Monek.

Maka, terpencarlah mereka menjadi tiga kelompok pemburu.

“Gusti Pangeran!” panggil Purwasaga di saat mereka masih berkuda bersama.

Pangeran Bebalon menengok kepada Purwasaga.

“Jika buruan kita tidak keluar dari lubang, apakah kita akan naik masuk ke salah satu lubang?” tanya Purwasaga.

“Iya, tapi kita akan memasuki lubang yang memiliki tanda bahwa di dalamnya ada lolot,” kata Pangeran Bebalon.

“Apa tandanya?” tanya Purwasaga.

“Sulit dijelaskan dan panjang ceritanya. Kau ikut saja ke mana aku masuk,” kata Pangeran Bebalon.

“Baik,” ucap Purwasaga patuh.

“Pangeran! Di sana!” teriak salah satu lelaki berseragam hitam-jingga.

Pangeran Bebalon dan yang lainnya segera menengok dan memandang ke arah tunjukan anggota itu. Yang ditunjuk adalah sebuah lubang gua di antara beberapa lubang gua yang lain. Posisinya agak tinggi di tebing tanah keras.

“Kalian kejar dari tiga lubang, aku dan Purwasaga akan menghadang di lubang lain!” perintah Pangeran Bebalon.

“Baik!” jawab para lelaki berseragam itu.

“Hae hae!” gebah Pangeran Bebalon lalu menggebah kudanya ke arah lain, tetapi perhatiannya masih kepada bukit yang sama.

Sementara itu, para lelaki berseragam pergi ke bawah tebing tempat lubang gua yang tadi ditunjuk.

“Semua lubang biasa-biasa saja, apa yang membedakannya jika di dalamnya ada lolot?” tanya Purwasaga di dalam hati.

Pangeran Bebalon berkuda memutari kaki bukit yang mereka duga di dalamnya ada lolot. Purwasaga hanya ikut.

“Itu! Kita akan masuk dari lubang yang di tengah itu!” seru Pangeran kepada Purwasaga sambil menunjuk ke atas.

Di badan bukit ada tiga lubang gua yang agak berjauhan. Pangeran Bebalon menunjuk yang posisinya di tengah. Untuk sampai ke lubang itu, ada kontur tebing yang menanjak ekstrem lalu tebing batu lurus.

“Apakah kau berani masuk, Purwasaga?” tanya Pangeran Bebalon kepada pemuda yang wajahnya masih bengkak besar itu.

“Aku tidak mau diremehkan, Gusti Pangeran,” jawab Purwasaga.

“Hahaha! Bagus!” tawa Pangeran Bebalon lalu memuji. “Hae hae!”

Pangeran Bebalon lalu menggebah kudanya untuk berlari menanjak ke arah tebing tempat lubang yang dituju berada.

“Heah heah!” Purwasaga segera menyusul ikut mendaki, padahal dia bertanya-tanya di dalam kepalanya “mau ke mana si pangeran?”

Setelah kudanya tidak bisa menanjak, pangeran berjenggot biru muda itu lalu melompat dan berlari di udara. Dia mendarat di tanah tinggi lalu berlari mendaki dengan cepat. Setibanya di tebing batu, dia melompat naik dan menempelkan dua telapak tangan dan dua kakinya pada batu tebing.

Purwasaga yang sempat menyusul dengan ikut berkelebat di udara, mendadak berhenti berlari saat melihat Pangeran Bebalon menempel seperti tokek di batu tebing.

“Apa-apaan itu?” ucap Purwasaga terbeliak saat melihat Pangeran Bebalon menaiki tebing dengan gerakan cepat menuju gua yang dimaksud.

Pangeran Bebalon bisa merayap dengan cepat dan ringan naik ke atas, persis tokek raksasa.

“Orang-orang Elindra selalu penuh kejutan,” ucap Purwasaga. Ia lalu memerhatikan tebing itu untuk mencari jalan mudah menuju gua.

“Purwasaga! Kenapa hanya diam?” teriak Pangeran Bebalon yang ternyata sudah berdiri di mulut gua.

“Aku sedang mencari jalan naik!” sahut Purwasaga.

“Pendekar pasti punya cara!” kata Pangeran Bebalon.

“Ya, aku punya cara!” sahut Purwasaga yang saat itu juga dia dapat ide. Entah siapa yang memberinya ide.

Purwasaga lalu berdiri melebarkan kuda-kudanya. Kedua tangannya kini menyala kuning. Dari atas, Pangeran Bebalon hanya memerhatikan sambil menunggu apa cara yang dibuat oleh lelaki manusia itu.

Sus sus sus…!

Crakr crakr crakr…!

Meski sepasang tangan Purwasaga menyala kuning, tetapi ketika dia melakukan hentakan tangan yang berulang, sinar-sinar hijauhlah yang melesat beruntun menghantam dinding batu di titik-titik yang berbeda. Ternyata dari hantam sinar hijau itu tercipta gumpalan es yang melekat di dinding batu, dari bawah ke atas dengan jarak tertentu hingga mendekati bawah gua.

Purwasaga lalu berlari dan melompat. Dia mendaratkan ujung kakinya ke gumpalan es keras yang melekat paling bawah. Tangannya juga kemudian berperan dalam meraih bongkahan es yang ada di atas. Dengan menggunakan bongkahan-bongkahan es keras itu, Purwasaga memanjati tebing.

“Akk!” jerit Purwasaga tiba-tiba padahal tidak ada yang menyerangnya.

Ada yang tidak diperhitungkan oleh Purwasaga, es memiliki sifat licin. Ketika dia sudah memanjat sampai separuh jalan, jari-jarinya yang mencengkeram bongkah es di atas tergelincir karena licin. Tubuhnya pun jatuh meluncur ke bawah.

Bugk!

“Akkkr!” pekik Purwasaga dengan bokong dan pinggang langsung terangkat karena kesakitan.

“Hahahak!” tawa Pangeran Bebalon melihat insiden itu. Dia tertawa karena tahu bahwa Purwasaga tidak akan mati hanya karena jatuh dari ketinggian tiga kali tinggi kepalanya. (RH)

1
rajes salam lubis
zonk udah kena suap,ciri khas warga +62
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
burung yang suka menggelitik sampai ketawa Kik Kik Kik 🤣🤣🤣😁😆
Om Rudi: burung apakah itu?
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ᴿ 𝐚𝐧𝐭𝐢𝐞
wahhhh kendaraan yang di pakai cukur , pakai rem cakram om 🫢😃
Om Rudi: kayaknya 🤭
total 1 replies
rajes salam lubis
pinisirin
rajes salam lubis
alamak
rajes salam lubis
gak perlu di jelaskan la om,buang buang tenaga..bukan buang hajat y!
Om Rudi: 🤣🤣🤣 biar jumlah katanya cepat terpenuhi
total 1 replies
rajes salam lubis
terong ungunya y terang om
Om Rudi: heheheheh
total 1 replies
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
oseng kates wae om dr pada kol wes lah mboh om mumet aq enek rendang enek oon
hahhhh
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: iyo maosk zonk barang 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
gak handukan dulu om kan masih basah kuyup abis berenang 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: widihhhh 🤣🤣
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
terong dicabein maknyuzzz 🤤😂😂
Om Rudi: jiahahahah
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
Selabak level berapa om 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: pedes cukupan 😃😄
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
kalo pepatah negeri Konoha " walau bapak salah asal bahagia kita diam saja" 🤣🤣🤣😁😆🤪
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: ok gas polll mpe jeboll 😂😂😂
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
nama singa jantannya siapa om 🤔🤔😆
Om Rudi: aduh, lupa Om kasih nama
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
Ozeng Bazo lebih enak om 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: minta tolong istri suruh masakin 😉
total 2 replies
ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ᴿ 𝐚𝐧𝐭𝐢𝐞
Azhmar itu bangsa Demit om
Om Rudi: Om juga belum tahu🤭🤭
total 1 replies
👣Sandaria🦋
hatiku gak sedalam itu lho Om. cukup dengan menyentuh dadaku, pasti Om dapatkan hatiku 🙄😘🤣
Om Rudi: hihihihi 🤭🤭
total 1 replies
👣Sandaria🦋
ingat, Om. yg oon nya gak boleh nular ke authornya itu kan?😂
Om Rudi: kenapa?
total 1 replies
👣Sandaria🦋
asli ini pasangan kodok, Om🙄😂
Om Rudi: asli dong🤣🤣
total 1 replies
👣Sandaria🦋
anak didiknya Rajes Salam pasti🙄
👣Sandaria🦋
plus tali pengikat burungnya kemarin 🤣
Om Rudi: Om mah sudah lupa, Mak Imut mah ingat aja
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!